Kania adalah gadis yatim piatu yang di sangat disayangi oleh kakak tirinya sendiri, Angga.
Namun Kania tidaklah mengetahui cerita yang sebenarnya...
lalu apa yang akan di lakukan Angga agar Kania mengetahui cintanya dan bagaimana reaksi kania selanjutnya setelah mengetahui cerita yang sebenarnya...???
Cerita halu / cerita Fiksi ☑️
Hiburan di kala senggang ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Dan Ini hanyalah cerita fiksi... Jika ada kesamaan nama, itu hanyalah faktor ketidak sengajaan.
jangan lupa di comen dan di like ya...🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Keesokan harinya aku ingin sekali pergi ke kampus. Tapi tiba-tiba saja...
‘tok.. tok.. tok..’ suara pintu rumah di ketuk
Lalu bunda pun membukanya
“Permisi tante, Kanianya ada?” tanya orang itu yang tak lain adalah Clarita
“Kamu ini siapa ya?” tanya bunda
“Oh ya tante, maaf. Saya Clarita teman kuliahnya Kania dan ini Santo. Dia juga teman kuliahnya aku dan Kania. Kanianya ada tante?” tanya Clarita
“Oh ada. Silahkan masuk.” Ucap bunda
Setelah mendengar ucapan Bunda, Clarita dan juga Santo pun akhirnya masuk
“Silahkan duduk. Mau minum apa?” tanya bunda
“Tidak usah repot-repot tante. Kami di sini cuma ingin melihat keadaan Kania saja. Masalahnya kemarin dia tidak masuk kuliah.” Jelas Clarita
“Oh begitu. Ya sudah, tante panggilkan dia dulu ya?!” ucap bunda
“Iya, bunda. Terimakasih.” Sahut Clarita
Tak selang berapa lama aku pun keluar menemui mereka
“Hai Clarita, ada apa? Tumben ke sini?” tanyaku
“Ish begitu banget sih kamu. Masa’ teman mau main tidak boleh?!” ucap Clarita
“Ya bukannya tidak boleh. Hanya saja tumben.” Ucapku
“O ya Kania, kenalkan, ini Santo. Dia sepertinya suka sama kamu deh. Masalahnya, waktu kamu tidak masuk kemarin, dia tanya kamu terus. Benarkan Santo, kamu suka sama Kania?” Ucap Clarita dan santo pun hanya tersenyum malu
“Oh begitu. Tapi tidak usah sampai segitunya kali.” Ucapku
“Ada apa memang, Kania?” tanya Clarita
“Jangan sampai terlalu suka sama aku. Karena aku sudah tidak mungkin lagi bisa dekat dengan cowo’ lain.” Ucapku
“Maksud kamu apa, Kania?” tanya Clarita
“Bukan maksud apa-apa sih. Aku hanya tidak pantas buat terima rasa suka dari orang lain.” Jelasku
“Kenapa kamu merasa tidak pantas? Apa jangan-jangan yang kemarin mengangkat telepon dari aku itu beneran suami kamu?” ucap Clarita
“Oh yang kemarin angkat telepon ya?!” ucapku dan Clarita mengangguk
“Oh itu mas Angga. Aku semalaman begadang tidak tidur, masalahnya dimintai bantuan buat ngecek laporan.” Jelasku
“Oh... Jadi kamu tidak masuk itu karena begadang untuk mengerjakan laporan?!” ucap Clarita
“Ya mungkin bisa dibilang begitu.” Ucapku dan Clarita pun tersenyum lega
“Lalu apa sebabnya kamu bilang kalau kamu tidak pantas buat terima suka dari orang lain?” selidiknya
“Itu karena mas yang membolehkan Kania buat pacaran.” Jawab mas Angga yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana
“Mas, mas tidak berangkat kerja?” tanyaku terkejut
“Tidak. Hari ini ada yang mau dibicarakan dengan ayah dan bunda.” Jelas mas Angga
“Oh...” ucapku
“O ya Kania, siapa laki-laki ini?” tanya mas Angga dengan nada tak bersahabat
“Oh ini Santo, teman kuliahku dan Kania dan dia juga suka sama Kania.” Ucap Clarita
“Oh... Suka ya?! Terus kalau aku tidak membolehkan, gimana?” tanya mas Angga
“Aku akan tetap kejar terus sampai Kania mau terima aku.” Ucap Santo memberanikan diri
“Hmm begitu ya?!” ucap mas Angga
“Kamu boleh berusaha tapi kamu juga tidak boleh menyesal nantinya, ok?!” ucap mas Angga
“Tidak, aku tidak akan pernah menyesal.” Ucap Santo mantap
“Bagus.” Ucap mas Angga
“O ya Kania, kamu hari ini juga tidak boleh kuliah dulu.” Ucap mas Angga
“Ada apa lagi, mas?!” tanyaku
“Ini bukan kemauan mas. Tapi ini kemauan Ayah dan Bunda." Sahut mas Angga
“Oh jadi begitu. Ya sudah, aku mengerti.” Ucapku
“Jadi Kania tidak masuk kuliah lagi nih, mas?!” tanya Clarita
“Iya.”Jawab Mas Angga singkat
“Ya sudahlah mau diapakan lagi. Ya sudah Kania, kami berangkat kuliah dulu.” Pamit Clarita sambil mengajak Santo
“Iya.” Jawabku singkat
Setelah mereka pergi, mas Angga memasang wajah super duper jutex.
“Hadeuh..” gumamku
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa comen dan likenya...🙏
makasih ya thor sukses selalu 👍👍
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
tp suka
gak bertele-tele 👍