NovelToon NovelToon
Benih Kakak Iparku

Benih Kakak Iparku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Balas Dendam / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: miss ning

Setelah setahun menikah Jira baru tahu alasan sesungguhnya kenapa Bayu suaminya tidak pernah menyentuh dirinya.

Perjalanan bisnis membuat Jira mengetahui perselingkuhan suaminya. Pengkhianatan yang Bayu lakukan membuat Jira ingin membalas dengan hal yang sama.

Dia pun bermain dengan Angkasa, kakak iparnya. Siapa sangka yang awalnya hanya bermain lama kelamaan menimbulkan cinta diantara mereka. Hingga hubungan terlarang itu menghasilkan benih yang tumbuh di rahim Jira.

Bagaimanakah nasib pernikahan Jira dan Bayu? Dan bagaimana kelanjutan hubungan Angkasa dengan Jira?

Ikuti terus kisah mereka ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss ning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Jira pulang ke apartemen milik Angkasa. Sepi dan gelap tidak ada penghuni disana. Karena lelah Jira langsung masuk ke dalam kamar. Dia tidak terlalu memperhatikan kamar siapa. Yang terpenting dia harus segera merebahkan tubuhnya diatas kasur.

Kaki jenjangnya terjuntai ke lantai. Tas yang dia pakai sebelumnya pun Jira lempar ke sembarang arah. Perlahan kedua mata Jira mulai terpejam. Entah kenapa tubuhnya terasa sangat berat hingga pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri pun sangat malas.

Dengkuran halus mulai terdengar.Nafasnya teratur damai. Beberapa saat berlalu Jira masih terlelap. Bahkan wanita itu kini sedang bermimpi. Dalam mimpi dia melihat Angkasa bersama wanita lain. Namun wajahnya tidak jelas. Hanya terlihat samar.

Jira mendekat saat melihat Angkasa dan wanita itu mulai menjauh. Dia berlari mengejar. Terasa sangat lambat padahal semua tenaga sudah dia maksimalkan.

"Kak Angkasa." lelaki itu menoleh saat seseorang memanggil namanya.

"Jira." lirih Angkasa.

Arah pandang Jira mengarah pada lengan Angkasa yang dipeluk mesra oleh seorang wanita.

Ah sial siapa wanita itu kenapa mukanya tidak jelas dan hanya terlihat samar.

Angkasa pun mengikuti arah pandang Jira. Mengerti dengan apa yang ada dikepala Jira. Angkasa pun mengenalkan siapa wanita yang ada disampingnya.

"Dia Luna ,Jira."

"Luna." ulang cicit Jira.

"Aku harus pergi Jira."

"Jangan kak."

"Kenapa? Bukankah kau tidak ingin bercerai dengan Bayu. Padahal kau sedang mengandung. Dan kau tahu dengan jelas benih siapa itu. Tapi kenapa kau seolah buta dan tuli dengan itu. Kau tahu Jira aku merasa seolah tidak kau inginkan untuk hidup bersama dirimu." Jira menggeleng bukan begitu tujuannya.

Angkasa menatap Jira dengan lembut. Di dalam matanya terpancar rasa sedih dan kecewa dengan keputusan Jira yang tidak mau melanjutkan gugatan cerainya.

Angkasa hendak pergi namun Jira menarik lengan kakak iparnya. Dia dengan berani mencium bibir kakak iparnya itu. Cukup lama tautan bibir itu hingga beberapa saat terlepas.

"Aku menginginkanmu kak."

Kembali ke dunia nyata.

Angkasa mengulas senyum mendengar ucapan Jira. Lelaki itu mendekat. Melihat wajah Jira yang sedikit berkeringat.

"Ternyata mimpi."

Tanpa diduga dengan mata terpejam Jira meraih tengkuk Angkasa kan kembali menyatukan bibir mereka. Tidak tinggal diam Angkasa pun membalas. Hingga tautan itu membuat tubuh keduanya terasa panas.

Tangan Angkasa mulai melepas kancing kemejanya. Dan melemparkan benda itu ke atas lantai.

Pun dengan Jira, entah sejak kapan Angkasa membuka baju wanita itu. Yang jelas Jira sudah polos pun dengan Angkasa. Lelaki itu mengangkat tubuh Jira hingga seluruh tubuh wanita itu berada di atas kasur. Dengan hati-hati Angkasa melepas heels yang masih melekat di kaki Jira.

Jira melenguh namun gerakan Angkasa sama sekali tidak membangunkan dirinya.

Dalam mimpi Jira senang Angkasa akan mencumbui dirinya. Dan sesungguhnya itu terjadi di dunia nyata.

Sentuhan-sentuhan Angkasa terasa memabukkan. Hingga Jira tanpa sadar membusungkan dada. Membuat Angkasa menaikkan kedua sudut bibirnya.

Lelaki itu menikmati setiap inci tubuh Jira yang terasa nikmat. Membuatnya merasa candu terus.

Hingga beberapa saat setelah pemanasan. Tubuh mereka pun menyatu. Kali ini Angkasa yang memimpin sebab Jira masih terlelap dalam mimpi namun begitu menikmati.

Lima belas menit berlalu Angkasa akhirnya meledakkan kembali benihnya ke dalam rahim Jira.

Setelah mencapai kepuasan Angkasa menggulingkan tubuhnya di samping Jira. Nafasnya tersengal setelah pelepasan yang dia dapat. Lelaki itu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.

Dengan mata tertutup Jira tersenyum. Dan berucap dengan sangat lirih." Terima kasih kak."

Akhirnya dua insan manusia yang baru saja memadu kasih itu pun terlelap damai di alam mimpi dengan saling berpelukan.

***

Di tempat lain

Terjadi perdebatan sengit antara Selly dan Stevan. Selly memaksa dia untuk menerima wanita itu sebagai karyawannya.Sedangkan saat ini dia tidak butuh karyawan baru.

"Untuk apa bekerja bukankah kau sangat mudah mendapatkan uang." sindir Stevan.

Lelaki itu tahu bagaimana Selly mendapatkan uang selama ini tanpa harus capek-capek bekerja. Dia hanya cukup membuka paha dan berapa pun uang yang dia butuhkan pasti akan mudah dia dapatkan.

"Bukankah kau ada kerjasama dengan Angkasa. Itu akan membuat kami sering bertemu dengan alasan pekerjaan. Dan kau harus menjadikanku sekretaris barumu."

"Sudah kubilang dia tidak akan tertarik dengan wanita seperti mu."

"Apa maksudmu?"

Stevan memutar kedua bola matanya. Dia malas dengan Selly. Seandainya wanita di hadapannya ini tidak memiliki senjata untuk mengancam dirinya sudah ia pastikan akan menendang jauh-jauh wanita busuk seperti Selly ini.

"Tidak usah diperjelas. Aku mau pulang."

"Stevan jika kau tidak mengabulkan keinginan ku maka aku akan..."

"Ya ya ya,datanglah besok ke kantor. Sebab ada meeting pagi besok dengan perusahaan milik Angkasa." Stevan memotong ucapan Selly yang hendak mengancamnya kembali.

Biarlah Angkasa nanti yang membereskan wanita siluman ini. Dia tidak ingin terlibat lebih jauh dengan Selly.

"Semoga Angkasa dapat segera menyingkirkan wanita itu." gumam Stevan berlalu meninggalkan club malam tersebut.

***

Keesokan harinya

Cahaya matahari menembus masuk melalui celah gorden yang tidak tertutup sempurna. Membuat Jira perlahan membuka mata karena terganggu dengan silaunya.

Saat kesadaran mulai penuh Jira dikejutkan dengan sosok lelaki yang masih terlelap di sampingnya dengan badan telungkup ke bawah sehingga Jira tidak dapat melihat siapa lelaki itu.

"Astaga. Semalam bukan mimpi?" pikir Jira.

Walau telungkup Jira masih bisa mengenali siapa sosok lelaki itu.

Dengan perlahan Jira turun dari ranjang. Dia ingin membersihkan diri di dalam kamar mandi.

Suara gemericik air membangunkan Angkasa. Tanpa menunggu lama lelaki itu masuk untuk bergabung dengan Jira.

Angkasa tidak perlu repot melepas baju sebab dia masih polos dari semalam setelah percintaan dirinya dengan Jira.

Jira terkejut saat sebuah tangan melingkar di perutnya.

"Kak."

"Ayo mandi bareng."

Jira menggigit bibirnya saat tangan Angkasa mengelus beberapa titik sensitifnya. Suaranya tertahan.

"Jangan ditahan sayang. Aku suka suaramu."

"Kak, apa semalam kita melakukannya."

"Tentu saja dan aku ingin mengulanginya lagi."

Angkasa membalik tubuh Jira hingga mereka berhadapan. Dan penyatuan kembali terjadi di sana. Dengan gaya yang berbeda dan kenikmatan yang sama. Angkasa lagi-lagi mencumbu wanita yang masih berstatus adik iparnya itu.

Jira tidak dapat menahan suaranya.Membuat Angkasa lebih bersemangat hingga mereka mencapai kepuasan secara bersama.

"Kaaakkk Angkasa." teriak Jira dengan nafas tersengal.

"Oh Jira sungguh kau membuatku candu."

Setelah itu mereka membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor.

Lagi-lagi saat melihat Jira hanya terlilit handuk membuat has*rat Angkasa kembali tersulut.

Dan tanpa menunggu waktu lama angkasa pun menarik handuk itu. Kembali mereka menyatu membuat keduanya datang terlambat ke kantor.

Semua itu salah siapa? Tentu saja salah Angkasa.

1
mbak mimin
sak karepmu lah dosa tanggung sendit🤣🤣🤣🤣
Jamayah Tambi
Bahaya betul 2 orang anak Adam ni.Di mata orang kamu adik beradik.Jangan buat macam2
Jamayah Tambi
Ini bukan gaya hidup orang Paris
Jamayah Tambi
Ini kuliah bukan macam kat Padis .Macam di Indonesia je.Remaja Parus tidak seperti ini.
Jamayah Tambi
Korang bukan sedarah.Ibu lain bapak pun lain.Boleh menikah.
Jamayah Tambi
Padan muka Pak Tua.Kan dah kena sebijik
Jamayah Tambi
Mungkin Bayu tak tau bahawa Bagas itu bukan anaknya
Jamayah Tambi
Kesian anak sejecil itu.Anak2 dalam ni hanya Safira Dian yg sah taraf .Yg lain kembar Zain,Zein,Bagas dan Selby semua lahis di luar penikahan yg sah.Kesian anak2 yg tanpa dosa.
Jamayah Tambi
Bodo punya cerita.Polos yg tadi mana.Dah tau Sely tu hahat kenapa dibiarkan/Sob/
Jamayah Tambi
Krnapa tak diberi kepada asisten mu saja untuk diurus.
Jamayah Tambi
Jangan mau mengalah.Kau tu hanya masa lalu.Aku yg sekarang isterinya.Jita hidup bukan utk masa lalu tp harus pandang ke depan.Hidup mesti diteruskan
Jamayah Tambi
Tak sabar nk tunggu lrahsia Sely pecah
Nanda Keisya Amelia
lanjutannya kemana boss
Jamayah Tambi
Dasar gila.Dah la bunuh ayah sendiri.Mamanya mana pulak.
Jamayah Tambi
Semua tak ada adap.Hak adik pun kau belasah.
Jamayah Tambi
Datang saja Angkasa dan Bu Dewi
Ning Suswati
ada wanita gila, yg memanfaatkan kekayaan ortunya menghalalkan secara cara, gk takut karma, itu sangat pedih
Ning Suswati
kasian juga anak2 yg tdk tau apa2 menjadi keegoisan orang tua, anak tanpa ayah, apalagi perembuan😭
Ning Suswati
🤔🤔
Ning Suswati
aakkkhhh capek juga bacanya, selly2 melulu kaya gk ada abisnya, napa juga selly masih dibiarkan berkeliaran, sdh tau orgil punya obsesi pada angkasa dan iri dg kebahagiaan jira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!