NovelToon NovelToon
Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kiara Valeska Pratama, desainer muda berbakat lulusan terbaik Jakarta tak pernah menyangka hidup glamornya akan runtuh hanya karena satu kata, perjodohan. Dijodohkan dengan anak Pak Kades dari desa pelosok, Kiara memilih kabur ke Bali dan mengabaikan hari pernikahannya sendiri.

Baginya, menikah dengan pria kampungan yang hidup di desa kumuh adalah mimpi buruk terbesar. Namun, Kiara tak tahu satu hal. Pria desa yang ia remehkan itu adalah Alvar Pramesa, dokter obgyn lulusan terbaik luar negeri yang meninggalkan karier gemilang demi kembali ke desa, merawat orang tuanya dan mengabdi pada tanah kelahirannya. Pernikahan tanpa kehadiran pengantin wanita menjadi awal dari konflik, gengsi, dan benturan dua dunia yang bertolak belakang. Gadis kota yang keras kepala dan pria desa yang tenang namun tegas, dipaksa hidup dalam satu atap.


Akankah cinta tumbuh dari perjodohan yang penuh luka dan salah paham?
Atau justru ego Kiara akan menghancurkan ikatan yang terlanjur terjalin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Darius pamit setelah menyerahkan paper bag itu. Dia sempat melirik Kiara sekali lagi, ragu, lalu bertanya dengan nada santai,

“Jadi … hari ini kamu jadi masuk kerja atau belum, Kiara?”

Kiara terdiam sesaat, matanya beralih ke arah Alvar tanpa sadar. Keraguan itu belum sempat ia jawab ketika suara Alvar lebih dulu menyambar.

“Untuk apa Kiara bekerja?” ucap Alvar, nadanya datar tapi tegas.

Kiara menoleh cepat.

“Biar ada pengalaman kerja,” jawabnya pelan, tapi jelas.

Alvar menghela napas pendek. “Kamu itu istriku, dinafkahi, bukan untuk menafkahi. Aku masih ada.”

Udara di ruangan itu terasa menegang. Darius tertawa kecil, bukan mengejek, lebih ke heran.

“Pemikiran orang desa dan kota memang beda ya,” katanya ringan.

“Menurut saya, meskipun Kiara perempuan dan sudah menikah ... dia tetap punya hak mengejar kariernya. Status tidak seharusnya membatasi.”

Alvar hendak membuka mulut, rahangnya mengeras, tetapi sebelum satu kata pun keluar,

“Aku nggak masuk hari ini,” Kiara menyela cepat. Dua pasang mata langsung tertuju padanya.

“Papa masih sakit,” lanjut Kiara sambil melirik ayahnya yang terbaring. “Aku mau fokus di sini dulu. Mungkin … besok baru masuk.”

Darius mengangguk paham.

“Itu keputusan yang bijak.” Ia tersenyum tipis. “Istirahat yang cukup ya, Kiara.”

Setelah berpamitan pada Rahmat dan Alvar, Darius pun pergi. Begitu pintu tertutup, keheningan jatuh di ruangan itu.

Alvar berdiri kaku di dekat ranjang, sedangkan Kiara menunduk, memegang paper bag di tangannya erat-erat. Ia tahu, barusan bukan sekadar obrolan biasa.

“Yang dikatakan Pak Darius benar,” suara Rahmat terdengar tenang namun berwibawa. “Perempuan juga punya hak mengejar kariernya. Tapi…” ia melirik Alvar sekilas,

"apa yang dikatakan Alvar juga tidak sepenuhnya salah.”

Kiara mengangkat wajahnya.

“Aku bukan karyawan tetap, Pa,” jelasnya pelan.

 “Mas Darius cuma butuh beberapa desain. Aku cuma bantu saja.”

Rahmat mengangguk, seolah mengerti posisi putrinya, dia lalu tersenyum tipis.

“Selama kamu tahu batasan dan tetap jaga kesehatan Papa tenang.”

Alvar yang sejak tadi diam akhirnya bicara, nadanya lebih rendah dari sebelumnya.

“Tadi sebelum kamu bangun, aku sudah beli sarapan di bawah,” katanya.

“Aku taruh di atas nakas.”

Kiara refleks menoleh. Di atas nakas, ada kotak makanan sederhana, masih hangat. Di tangannya sendiri, ada paper bag dari Darius.

Kiara melangkah mendekat tanpa berkata apa-apa. Perlahan, ia meletakkan paper bag di tangannya di atas nakas, tepat di samping ranjang papanya. Lalu, dengan gerakan tenang, Kiara mengambil kotak sarapan yang dibeli Alvar.

Ia membukanya dan mulai makan.

Alvar terdiam beberapa detik. Lalu, senyum kecil, yang nyaris tak terlihat, terukir di sudut bibirnya. Bukan senyum kemenangan, bukan pula senyum sombong.

Setidaknya Kiara masih menghargainya. Setidaknya ia belum sepenuhnya kalah. Alvar menatap Kiara yang makan dengan tenang, tanpa pamer, tanpa drama.

Perawat masuk sambil membawa map kecil di tangannya. Ia memeriksa tekanan darah Rahmat, mengecek infus, lalu tersenyum ramah.

“Alhamdulillah, kondisi Tuan Rahmat sudah stabil. Nanti siang dokter akan masuk untuk pemeriksaan lanjutan. Kalau tidak ada keluhan, kemungkinan sore sudah boleh pulang,” jelasnya.

Mata Kiara langsung berbinar. Napas yang sejak tadi tertahan terasa jauh lebih lega.

“Syukurlah…” gumamnya pelan.

Perawat itu pun pamit keluar.

Belum sempat suasana benar-benar tenang, pintu ruangan kembali terbuka. Kali ini Melati, Mama Kiara, melangkah masuk. Wajahnya tegang, sorot matanya keras, berbeda jauh dari tadi pagi.

Begitu melihat Alvar berdiri tak jauh dari ranjang Rahmat, Melati langsung menghentikan langkahnya.

“Kamu,” katanya tajam, menunjuk Alvar tanpa ragu.

“Kamu penyebab semua ini.” Ucapan itu membuat Kiara dan Alvar sama-sama terkejut.

“Ma—” Kiara refleks ingin bicara, tapi Melati sudah lebih dulu meluapkan emosinya.

“Kalau bukan karena masalah rumah tanggamu, suamiku tidak akan drop seperti ini!” suara Melati bergetar, antara marah dan takut.

"Kalau bukan karena kamu! Mas Rahmat nggak akan serangan jantung mendadak," katanya lagi kali ini raut wajahnya penuh amarah.

"Ma," seru Alvar mendekat, pria ini mengerti dengan apa yang di maksud ibu mertuanya.

1
Soleh Sudarna
ibliz sialan udah mampoozz.. tinggal nyusul c bahlul kesamber petir.. nyambung lg c kunti jalang ketabrak kereta thoorr.. 😠😠😡😡😡😡😡
Alta
Ayo kiara bikin suamimu jatuh cinta bnget ma kamu
Soleh Sudarna
sebel sm c alvar.. bego fipiara siihh 😵. istri sendiri nelpon dicuekkin.. giliranc kunti hesti minta tolong langsung dikabulin. katanya lulusan Dr LN.. tp gobolg nyaa.. 😠😡😡
Soleh Sudarna
he he he.. baca marathon nii thoorr.. tpklo gak komen.. kesemutan mulutnya 😀
Soleh Sudarna
c sompretdi itu tambeng.. udh dikasih tau sm bapaknya klo tanah yg mrk kelola bukan milik mrk.. 10 thn gratisan gak bayar sewa 😵 dasar cowok sombong.. goblog.. ndableg 😡
Soleh Sudarna
pasti kerjaannya c supradi sedeng.. dasarorg gila.. 😡😡😡 moga aja cepet ketauan.. biar mrmbusuk dipenjara 😡😡
Soleh Sudarna
astaghfirullah.. hamil hasil zinah aja banggaa.. parahklo mental udh rusak 😵😠
Soleh Sudarna
c supradi ini jelmaan jin dasim.. dasar setan bungkeuleukan siaa praadd 😡😡
Soleh Sudarna
dassr iblis betina.. dokter jalang sialan.. 😡😡😡
Soleh Sudarna
lhaa.. c kuyang nongol 👻😵
Nia nurhayati
hadirr thorr
Soleh Sudarna
c hesti ini sama sombongnya sm bapaknya.. merasaorg kaya dikampungnya.. buah memang jatuh nggak jauh dr pohonnya
Soleh Sudarna
thoorr.. jangan bikin c hesti hesti ini dirujak sm readers nya.. baru nongol udh nyrbelin bngt. dasar janda kunti 😠😡
Someone
💪💪👍
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2 , jika berkenan mampir jg yuk di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2, jangan lupa mampir ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih🙏
Albert Saman
cerita ini mulanya biasa saja . kemudian timbul konflik² yg kita jumpai di kehidupan sehari-hari .
baik itu penghianatan yoga dan Lala , hingga Hesti dan anak juragan. yg sedikit menimbulkan emosi pembaca hingga yg kain² . klumax nya justru timbul saat menjelang persalinan , saya Samapi turut was was .dan berikutnya itulah yg saya sebut menyentuh Hati.
Aisyah Alfatih: Terima kasih, kakak 🙏💞
total 1 replies
Albert Saman
cerita ini makin lama makin menyentuh hati , dan sedikit menguras air mata. Masih adakah saat ini dua keluarga yg menyatu harmonis penuh kasih yg TULUS.?
Cici Mamatoni
panin itu apa ya kak?
sweetpurple
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!