NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Kristal

Pendekar Pedang Kristal

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Chen Kai menyaksikan kehancuran Klan Kristal dengan kedua matanya sendiri.Namun pelakunya bukan musuh… melainkan kakaknya sendiri.

Seolah kematian sekali belum cukup, ia dipaksa tenggelam dalam ilusi—menyaksikan pembantaian itu seribu kali, tanpa bisa berteriak, tanpa bisa mati.

Sejak hari itu, hidup Chen Kai hanya memiliki satu tujuan yaitu balas dendam.Ia menapaki jalan berdarah, mengejar bayangan sang kakak,mengasah kebencian sebagai kekuatan untuk bertahan hidup.

Namun, semakin dekat ia pada kebenaran,semakin retak keyakinannya.Karena di balik pembantaian Klan Kristal,tersimpan rahasia yang tak pernah ia bayangkan—sebuah kebenaran yang mungkin akan menghancurkan dendam itu sendiri.

Saat semuanya terungkap…

siapakah sebenarnya yang pantas disebut monster?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Mahkota dan Air Mata Kristal(1)

​Gerbang emas Istana Kekaisaran Langit terbuka lebar menyambut kedatangan Chen Kai. Bangunan ini adalah mahakarya arsitektur yang melambangkan kekuasaan absolut, dengan pilar-pilar giok setinggi langit dan naga-naga emas yang melilit di setiap sudut atap. Namun bagi Chen Kai, kemegahan ini terasa seperti penjara yang sangat luas.

​Langkah kaki Chen Kai yang tenang namun berat menggema di lorong menuju Aula Pertemuan Rahasia. Di setiap sisi, para pengawal elit kekaisaran memberikan hormat, namun mata mereka tetap waspada. Mereka tahu bahwa pemuda yang berjalan di depan mereka adalah "Pilar Kristal" yang hampir runtuh, namun kini bangkit dengan kekuatan yang menakutkan.

​Sesampainya di depan pintu aula, dua dayang cantik membukakan pintu. Di dalam, Kaisar Langit duduk di kursi naga yang megah, ditemani oleh seorang gadis cantik yang mengenakan gaun sutra berwarna biru langit yang dihiasi permata-permata kecil.

​Gadis itu adalah Putri Yue. Parasnya sangat menawan dengan mata yang berbinar seperti bintang, namun di balik kelembutannya, ia memancarkan aura kultivasi yang tidak bisa dianggap remeh.

​"Anak sahabatku, Chen Kai. Akhirnya kau datang." sambut Kaisar Langit dengan suara yang dalam dan penuh wibawa.

​Chen Kai hanya memberikan hormat singkat dengan mengepalkan tangan di depan dada. "Hormat saya kepada Yang Mulia Kaisar."

​"Duduklah. Jangan terlalu kaku," Kaisar menunjuk ke sebuah kursi di hadapannya. "Yue, ini adalah Chen Kai yang sering kuceritakan padamu. Putra dari sahabat terbaik Ayahanda."

​Putri Yue berdiri dan membungkuk sedikit, senyum tipis mengembang di bibirnya. "Senang bertemu denganmu kembali, Kakak Kai. Sudah lama sekali sejak terakhir kali kita bermain di taman klan... meski mungkin kau sudah melupakan momen itu."

​Chen Kai menatap Putri Yue dengan tatapan datar yang dingin. "Ingatanku hanya dipenuhi oleh api dan darah, Tuan Putri. Hal-hal sepele seperti bermain di taman sudah lama terhapus."

​Jawaban itu membuat senyum di wajah Putri Yue sedikit luntur, namun ia tetap berusaha bersikap tenang. "Aku mengerti. Beban yang kau pikul sangat berat. Tapi itulah alasan mengapa Ayahanda memanggilmu ke sini. Kami ingin menjadi sandaranmu."

​Kaisar Langit berdeham, mengubah suasana menjadi lebih serius. "Kai, organisasi Bulan Hitam yang kau dengar bukan sekadar kelompok kriminal biasa. Mereka mengincar 'Esensi Tubuh' untuk sebuah ritual kuno yang bisa membangkitkan kekuatan terlarang. Dan Chen Xo... kakakmu... ia adalah kunci dari semua ini."

​Chen Kai mengepalkan tangannya di bawah meja hingga kuku-kukunya memutih. "Jika dia kunci, maka aku akan menjadi orang yang mematahkan kunci itu."

​"Aku tahu tekadmu," lanjut Kaisar. "Tapi kau butuh perlindungan hukum dan politik yang kuat untuk bergerak melawan organisasi sebesar itu. Karena itulah, aku ingin mempercepat pertunanganmu dengan Yue. Dengan menjadi menantu kekaisaran, kau memiliki wewenang penuh atas pasukan elit bayangan untuk memburu Chen Xo."

​Chen Kai terdiam sejenak. Ia melirik Putri Yue yang kini menunduk, wajahnya memerah karena malu namun ada harapan di matanya. Putri Yue memang sudah lama mengagumi Chen Kai, bahkan sejak mereka masih kecil.

​"Yang Mulia," suara Chen Kai memecah keheningan. "Pedangku tidak bisa melindungi dua hal sekaligus. Jika aku mengambil tanggung jawab sebagai tunangan Putri, fokusku pada balas dendam akan terpecah. Aku menolak tawaran ini."

​Putri Yue tersentak, matanya berkaca-kaca. Ditolak secara terang-terangan di depan ayahnya sendiri adalah penghinaan besar, namun ia tahu Chen Kai tidak bermaksud menghinanya—pemuda itu hanya jujur pada kegelapan di hatinya.

​"Kai! Pikirkan baik-baik!" Kaisar Langit sedikit menaikkan nadanya. "Ini demi keselamatanmu juga!"

​"Keselamatanku adalah urusanku sendiri," sahut Chen Kai sambil berdiri. "Aku datang ke sini untuk informasi, bukan untuk menyerahkan kebebasanku. Jika Yang Mulia tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang lokasi Bulan Hitam, saya mohon pamit."

​Chen Kai berbalik untuk pergi, namun sebelum ia mencapai pintu, Putri Yue memanggilnya dengan suara bergetar.

​"Kakak Kai! Setidaknya... biarkan aku memberikan ini." Putri Yue berlari kecil dan menyerahkan sebuah liontin kristal berbentuk bulan sabit. "Ini mengandung sedikit energi pelindungku. Jika kau dalam bahaya, ini akan memberitahuku."

​Chen Kai menatap liontin itu, lalu menatap mata Putri Yue yang penuh permohonan. Tanpa berkata apa-apa, ia mengambil liontin itu dan menyimpannya di balik jubahnya, lalu pergi meninggalkan aula tanpa menoleh lagi.

​Di kursi naganya, Kaisar Langit menghela napas panjang. Matanya yang tajam menatap punggung Chen Kai yang menghilang. "Anak itu... dia benar-benar mirip dengan ayahnya. Keras kepala dan terlalu kuat untuk dikendalikan." batinnya.

​Namun, di balik bayangan pilar aula, seorang mata-mata kekaisaran berbisik kepada Kaisar. "Yang Mulia, dia sudah masuk ke dalam jebakan. Pengikut Bulan Hitam sudah mulai bergerak di pinggiran kota."

​Kaisar Langit hanya mengangguk pelan, sebuah senyum misterius tersirat di wajahnya yang tua.

1
Nanik S
apakah mereka sampai ke Kuil Langit
YANI AHMAD
baru tau ada kultivator pake ketapel 😅😅
YANI AHMAD
good job Thor 😍😍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hancurken 🔥🦀
Etan Ballideeg Bloodo
Sasuke
Nanik S
Kia... membangkitkan Mayat..
Nanik S
Kai... mereka mau memakan kita
Nanik S
Mengganggu Lin Kia
Nanik S
Kisah yang mengharukan
Nanik S
KXia sudah mulai Normal hatinya
Nanik S
Kai... betapa pusingnya mengajari Xia
Nanik S
Lin Xia... jiwanya sudah orang lain
Nanik S
Pengganggu harus disingkirkan
Nanik S
Cuuuuuus
Nanik S
Apakah Lin Xia akan sadar kembali
Nanik S
Boneka mayat
Nanik S
Semoga Lin Xia sedikit demi sedikit bisa mengingat
Nanik S
Kai... kenapa memaksakan diri membuat Lin Xia bangkit
Nanik S
Kia... kenapa jadi hantu
Nanik S
Apakah Dia akan menjadi Iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!