NovelToon NovelToon
Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Mengubah Takdir
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Ikhtisar :

Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.

Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Membuka Lembaran Baru

“Kegagalan bukanlah akhir, tapi awal dari kesuksesan”

\_ Ayu Purnama\_

Tak terasa mobil yang di kendarai oleh supir pribadi Anwar, telah memasuki wilayah Yogyakarta setelah berkendara kurang lebih 8 jam. Setelah beberapa menit memasuki kota Yogyakarta, mereka pun sampai di rumah kontrakan milik Evi. Anwarlah yang menyuruh anaknya untuk mengontrak dari pada kos, agar Evi leluasa untuk keluar masuk tetapi tetap dalam pengawasannya.

Waktu telah berganti menjadi sore, jam menunjukkan pukul 16 waktu Indonesia Barat.

“Akhirnya sampai juga di rumah” Ucap Anwar sambil merebahkan tubuhnya di karpet

Tak lama asisten rumah tangga yang Anwar sewa untuk menemani Evi pun datang, dan membantu membereskan barang-barang mereka.

“Selamat sore tuan, nyonya dan nona Evi” Ucap Surti

“Selamat sore bi, bi ini ada oleh-oleh dari Bandung untuk bibi dan keluarga” Ujar Ees membuat Surti tersenyum senang

“Terima kasih nyonya, sudah repot-repot memberi saya oleh-oleh khas Bandung” Ucap Surti

“Sama-sama, bibi ini ada temannya Evi namanya Ayu dan dia akan menginap di sini karena dia akan kuliah di sini juga. Tolong jaga dan temani dia, jika Evi sedang ada kuliah karena dia baru di kota ini” Papar Anwar

“Baik tuan, non Ayu kalau butuh sesuatu jangan sungkan minta tolong sama saya ya. Insyaallah kalau saya mampu, saya akan membantu” Kata Surti

“Terima kasih bi” Balas Ayu

“Sama-sama non” Jawab Surti

“Panggil saja Ayu bi, biar cepat akrab” Ujar Ayu merasa tidak enak di panggil non

“Baik” Jawab Surti

“Kalau gitu saya bantu beres-beres barang-barangnya” Lanjut Surti

Lalu Surti membantu membereskan pakaian Ayu dan yang lainnya ke kamar masing-masing, karena Ayu juga di beri kamar pribadi oleh Anwar. Setelah selesai membereskan pakaian majikannya, Surti menyiapkan makanan untuk makan malam.

“Nyonya, saya sudah menyiapkan makan malam” Ucap Surti

“Bi, bibi bisa tinggal di sini setelah kami pulang ke Bandung karena kami khawatir sama mereka ?” Tanya Ees

“Tenang gaji kamu akan saya tambah, karena menambah pekerjaannya dan kalau siangnya bibi mau pulang dulu juga gak papa setelah pekerjaan di sini selesai tapi malamnya bibi kembali lagi untuk menginap di sini” Tambah Anwar

“Baik tuan, saya terima” Jawab Surti

“Alhamdulillah” Ucap Ees

“sekarang kamu boleh pulang” Ujar Anwar

“Kalau begitu saya pamit pulang dulu, tuan nyonya” Kata Surti yang diangguki oleh Anwar

*****

Adzan magrib pun berkumandang begitu merdu, karena rumah mereka bersampingan dengan masjid. Ayu bergegas ke kamarnya untuk melaksanakan sholat magrib, setelah sholah dan membaca Al-qur’an Ayu kepikiran keluarganya yang berada di Bandung.

“Pasti mereka mengkhawatirkan aku, kecuali mama yang tidak peduli sama aku” Lirih Ayu

“Maafkan aku yah kak, karena aku tidak berpamitan dulu sama kalian tapi suatu hari nanti aku akan kembali saat aku sudah mencapai apa yang aku inginkan” Lanjut Ayu sambil meneteskan air mata

*****

Di kota Bandung tepatnya di rumah keluarga Ayu, mereka tengah memikirkan Ayu yang pergi entah kemana.

“Kemana lagi kita harus mencari Ayu ?” Tanya Yudi bingung

“Apa kalian sudah menemui teman-temannya Ayu ?” Tanya Asep

“Sudah pak, semuanya kita temui tapi mereka semua tidak tahu dimana Ayu berada” Jawab Aizam

“Andai mama mengizinkan Ayu untuk melanjutkan kuliah dan tidak membebaninya untuk kak Yudi, pasti Ayu masih bersama kita” Lanjut Aizam

“Jadi kamu menyalahkan mama ?, atas hilangnya Ayu ? Kamu menuduh mama ?” Sarkas Lastri

Di tengah perbincangan mereka, Bambang datang ke rumah mereka bersama istrinya untuk menanyakan kabar Ayu.

“Assalamu’alaikum” Ucap Bambang bersama istrinya

“Wa’alaikumsalam” Jawab mereka berempat

“Ayo masuk bang” Asep mempersilahkan kepada kakak iparnya

Setelah mendudukkan bokongnya di kursi, Bambang to the poin untuk menanyakan keberadaan Ayu karena berita Ayu kabur dari rumah sudah menyebar kepada keluarganya.

“Apa kalian sudah mengetahui dimana keberadaan Ayu sekarang ?” Tanya Bambang

“Belum bang Bambang, kami masih mencari keberadaannya sampai saat ini” Jawab Lastri

“Dasar ibu yang bod*h, kamu membiarkan Ayu sedari kecil sampai beranjak dewasa dengan kekurangannya kasih sayang. Dan lihat hasil dari kebod*hanmu itu, Ayu pergi dari rumah ini karena dia sudah tidak tahan dengan perilakumu yang selalu seenaknya kepadanya dan kamu juga kurang memberi dia kasih sayang” Ucap Bambang

“Kenapa abang malah menyalahkan aku ?” Tanya Lastri merasa tidak bersalah

“Apa kamu tidak menyadari apa yang telah kamu lakukan kepada anak-anakmu ? Kamu membedakan kasih sayang kamu terhadap mereka, dan ini hasilnya. Salah satu anak kamu meninggalkan kamu” Ujar Bambang

“Sudah a, jangan saling menyalahkan. Mending kita cari Ayu sama-sama, agar cepat ketemu” Lerai Rindu

“Kamu benar, sekarang kita akan melaporkan kepolisi untuk mencari keberadaan Ayu” Jawab Bambang

Bambang langsung mengeluarkan ponselnya, untuk menghubungi temannya yang menjadi polisi. Setelah panggilan tersambung, Bambang menjelaskan kalau keponakannya hilang dan dia membutuhkan bantuannya untuk mencari Ayu yang di setujui oleh temannya itu.

“Bagaimana a ? Apa mereka mau membantu kita ?” Tanya Rindu

“Iya, mereka bersedia membantu kita untuk mencari Ayu” Jawab Bambang

“Syukur alhamdulillah, kalau begitu” Ucap Rindu

“Makasih ya bang Bambang, sudah mau membantu kita mencari Ayu” Kata Asep

“Sama-sama, Ayu juga sama anakku dan aku sangat menyayanginya” Jawab Bambang

“Karena sudah malam, kita pamit pulang dulu” Pamit Rindu

“Iya mbak, terima kasih telah membantu kami” Ujar Asep karena Lastri tidak bicara satu kata pun setelah di marahi oleh Bambang

“Assalamu’alaikum” Ucap Rindu dan Bambang

“Wa’alaikumsalam” Jawab mereka

*****

Pagi itu Ayu sudah berada di depan kampus UGM yang terkenal di Yogyakarta, kampus itu terasa megah dan terasa menakutkan dalam waktu bersamaan. Di bawah langit bitu yang cerah, terlihat para mahasiswa yang berlalu Lalang dengan wajah-wajah yang penuh dengan harapan masing-masing. Ayu yang di dampingi oleh Evi melangkah menuju ruang ruang pendaftaran mahasiswa baru, jantung Ayu terasa dag dig dug. Ayu merasa sendirian bukan kerena di tinggalkan, tetapi ini karena keputusan dirinya sendiri yang memilih untuk pergi.

“Hay Evi” Panggil Seseorang yang terdengar suaranya dari kejauhan

Salah satu mahasiswi disana melambaikan tangannya kepada Evi dengan senyuman ciri khasnya, sambil membawa buku di tangannya serta tas yang di selempangkannya.

“Kamu kok berangkat sendirian sih Vi, gak nungguin aku seperti biasanya” Protesnya, dia adalah Antin teman seprodi Evi

“Maaf” Jawab Evi merasa bersalah sambil tersenyum manis

“Lain kali kamu harus tungguin aku ya bestieku yang cantik dan tidak sombong plus rajin menabung, anaknya bapak Anwar hehehe” Ucap Antin

“Oke” Jawab Evi sambil menunjukkan jarinya membentuk huruf o

Setelah itu mereka berjalan bersama ke ruang pendaftaran untuk mengantarkan Ayu, setelah itu mereka masuk ke kelasnya masing-masing.

1
Rima Rismawati
Ternyara Rasmisi yang memculik Ayu, bikin greget aja. Lanjut thor, makin seru nih 👍
Rima Rismawati
Akhirnya ayu bertemu dengan keluarga kandungnya, bagaimana respon Lastri ya kalau Ayu dan Aizam bukan anak kandungnya ? Jadi penasaran
Rima Rismawati
Dasar si Laura yang tidak punya ahlak
Rima Rismawati
Thour tulisannya ada yang typo seditit🤭
Rima Rismawati
semangat thour nulis novelnya 👍
Rima Rismawati
Novel baru lagi nih thour
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!