NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17. Rumah Ki satya

Dalam perjalanan, keempat muda mudi itu tak henti-hentinya berdzikir untuk menghindari gangguan. Karena kiyai Syafiq sudah berpesan jika perjalanan mereka tidak akan mudah dikarenakan anak buah iblis itu selalu membuntuti mereka.

Kini sudah hampir sore dan jam menunjukkan pukul 17.00. sudah hampir sampai ke desa yang berada di kaki gunung Kawi. Disana mereka disuruh oleh kiyai Syafiq untuk menemui juru kunci sekaligus sahabat kiyai Syafiq sendiri.

"perasaan nggak sampai-sampai ya udah hampir jam 6 loh ini" ucap Elsa yang menyadarkan ketiga temannya

"eh iya, bukannya kita udah lewat sini ya tadi?" tanya Nadira

"jangan-jangan kita nyasar lagi" ucap Rehan yang duduk disebelah Aksara

"nggak mungkinlah, ini udah sesuai sama yang di maps kok" jawab Aksara yang masih menyetir

"coba berhenti dulu Ak, kita pastikan tempat ini. Kalo bener kita nyasar gimana?" ucap Rehan yang akan membuka pintu mobil namun dicegah oleh Nadira

"jangan Keluar Re!" Nadira menatap lurus kedepan

"kenapa Nad?" tanya Elsa

"kita emang tersesat karena ulah setan jahil" ucap Nadira yang masih menatap lurus kedepan

Ia bisa melihat jika dijalan depan sana, berdiri sosok siluman kerbau. Sosok itulah yang mengikuti mereka sejak tadi. Nadira merasakannya karena memang ia mempunyai indera keenam.

"tetap didalam mobil dan jangan keluar! Terus dzikir dan jika masih belum menemukan jalan Rehan atau Aksara adzanlah seperti kata kiyai" jelas Nadira

mereka akhirnya berdzikir dan membaca do'a-do'a perlindungan yang sudah diajarkan oleh kiyai Syafiq.

Tak lama setelah itu, keadaan sedikit terang karena masih setengah 6 sore. Aksara mencoba menjalankan mobilnya lagi. Sepuluh menit kemudian, mulai tampak rumah-rumahan warga di ujung sana. Mereka berempat bersyukur karena berhasil melewati gangguan tadi.

"Alhamdulillah akhirnya kita sampai, tinggal nanya sama orang dimana rumah Ki Satya." ucap Rehan

"biar aku yang nanya, itu ada warung sebelah kiri" tunjuk Nadira

Warga yang nampak masih nongkrong di warung kopi bude Nah itu sedikit heran karena ada mobil yang berhenti dekat mereka. Dan melihat seorang gadis cantik yang turun dari mobil menghampiri mereka

"assalamu'alaikum" salam Nadira

"wa'alaikumsalam ada apa ya mbak?" tanya seorang wanita paruh baya yang Nadira pikir itulah bude Nah

"Mau nanya Bu, rumahnya Ki Satya yang mana ya?" tanya Nadira sopan

"oohh Ki Satya! rumahnya diujung tapi nggak ujung mbak, rumah warna hijau halaman luas. Ada pohon kelapa gadingnya disudut halaman" ucap bude nah

"ujung tapi nggak ujung?" gumam Nadira

"aduhh mbak, maksudnya mbok Nah ini, rumahnya agak ujung sana tapi bukan rumah yang terakhir" ucap seorang laki-laki yang mungkin umurnya sekitar 40an

"oohh makasih ya bapak ibu, mari saya jalan dulu" pamit Nadira yang dibalas anggukan oleh mereka

"gimana Nad?" tanya Aksara

"rumahnya agak ujung, halaman luas yang ada pohon kelapa gadingnya" jawab Nadira

"Kira-kira Ki Satya ini, kumisnya tebel nggak? Pakai blangkon? Pake baju serba hitam?" tanya Elsa tiba-tiba

"ya mana tahu, ketemu aja belum" balas Nadira

"biasanya kalo aki-aki itu apalagi juru kunci, sukanya pake baju item, kumis tebel agak ubanan terus pake blangkon" ucap Elsa

"Itu dukun lah" ucap Rehan tanpa menoleh

"juru kunci sama dukun emangnya beda?" tanya Elsa yang tidak dijawab oleh temannya karena mereka sudah sampai dirumah yang dituju

"kalo mau tau, ya liat dulu" ucap Aksara

"Assalamu'alaikum " mereka berempat mengucap salam

"wa'alaikumsalam cari siapa ya?" tanya seorang wanita paruh baya yang memakai hijab panjang

"apa benar ini rumahnya Ki Satya Bu?" tanya Aksara

"iya benar, kenapa mencari suami saya?" tanya ibu itu

"kami muridnya kiyai Syafiq, diminta untuk bertemu dengan Ki Satya" jawab Rehan

"oohh kalo gitu ayo masuk dulu, sebentar lagi adzan Maghrib " ucap ibu itu mengajak tamunya masuk

"wahh itu isterinya ya? nggak kayak isteri dukun kok" celetuk Elsa pelan yang langsung disikut oleh Nadira

"kamu tuh kalo bicara jangan sembarangan" tegur Nadira pelan

"Oohh muridnya Syafiq... Bagaimana kabar kiyai itu?" tanya seorang pria paruh baya yang mengenakan kemeja dan sarung dan terlihat masih gagah di usianya yang terbilang agak tua

"kiyai sehat Ki, beliau mengirim oleh-oleh untuk Aki" Aksara dan Rehan menyalami Ki Satya sedangkan Nadira dan Elsa memberikan oleh-oleh yang mereka bawa

"ah seharusnya tak perlu repot-repot, sering-sering lah bawa bingkisan jika kesini" ucap Ki Satya sambil terkekeh

Mereka berempat tersenyum kikuk karena tak menyangka jika juru kunci gunung Kawi ini terbilang humoris.

"dan bagaimana kabar kalian sekar dan pandu?" tanya Ki Satya menatap Nadira dan Rehan bergantian

"Sekar dan pandu?" ucap Nadira dan Rehan kompak

"oohh hahahah lupakan saja" ucap Ki Satya sambil mengibaskan tangannya

obrolan mereka terhenti ketika terdengar adzan Maghrib berkumandang.Aksara dan Rehan sholat berjamaah dimasjid ikut Ki satya sedangkan Nadira dan Elsa sholat dirumah bersama Bu Tina.

"dingin banget ya Nad" ucap Elsa yang menutupi tubuhnya dengan selimut tebal yang diberikan oleh Bu Tina

Mereka berdua berada dikamar setelah makan dan sholat isya'. Keadaan tubuh yang lelah ditambah dengan hawa dingin karena desa ini tepat di bawah kaki gunung.

"Ya namanya juga dekat gunung, tidur lelap nih pasti" ucap Nadira yang ikut menyelimuti tubuhnya. Meski keadaan dingin Nadira dan Elsa tak lupa berwudhu sebelum tidur.

Ketika keduanya tidur lelap, waktu dini hari Nadira terbangun karena mendengar suara berisik dari depan jendela kamar yang ia dan Elsa tempati.

sekelebat ia seperti melihat dua sosok putih yang melewati jendela. Nadira pun turun perlahan mendekati jendela untuk mematikan ada apa didepan kamarnya itu.

Nadira sempat menoleh ke arah Elsa yang tertidur pulas tanpa merasa terganggu

Pelan-pelan Nadira berjalan dan mulai mengintip ke luar tiba-tiba

Jreenggg

Bbaaaa

huuaaaaaa

Nadira hampir terjungkal karena merasa kaget dengan apa yang ia lihat ini. Dua sosok Kunti yang tiba-tiba mengagetkannya didepan jendela dengan menampilkan wajah seram namun tampak tengil

"k*rang ajar ya kalian!" Nadira kesal karena dua sosok itu menatapnya seolah tak merasa bersalah. untungnya teriakan Nadira agak tertahan hingga tidak menimbulkan kegaduhan. Bahkan Elsa sendiri tidak bangun dari tidurnya

"hehehe kamu kaget ya?" tanya Kunti berambut kribo

"nggak!! pake nanya lagi" ketus Nadira

"kamu penakut ternyata" sindir Kunti yang satunya lagi berwajah gosong

"heh setan! Siapa yang nggak kaget ngeliat bentuk kalian yang benar-benar kayak setan itu?!" sungut Nadira

"lah memang kami setan kok. pengennya sih cantik tapi belum ada salon kecantikan didalam gaib" ucap si muka gosong

"ngada-ngada sih, mau apa kalian ha? Gangguin orang lagi tidur aja" tanya Nadira yang masih kesal

"ya jangan marah lah, kita tuh udah lama mau ketemu kamu dari waktu kamu tinggal dirumah Simbah mu itu" ucap Kunti kribo

"jadi kalian penunggu rumah Simbah?" tanya Nadira

"iya sih tapi kami ini korban" ucap Kunti kribo itu

"korban? Maksudnya?" tanya Nadira penasaran

"sebenernya kami tuh dijadikan tumbal sama si "tua" tapi kami nggak bisa berbuat apa-apa karena kami dalam kendali dia" jawab Kunti gosong

"si tua siapa yang kalian maksud?" Nadira masih belum paham dengan apa yang di bicarakan oleh duo Kunti ini

"kami nggak bisa nyebut namanya, kalau kami sebut nama, nanti kami ketahuan karena sudah membelot" ucap Kunti kribo

"memangnya kalian selama ini ngapain?" tanya nadira lagi

"kami disuruh meneror orang yang sekiranya membahayakan si Tua. Atau kami akan menakuti orang yang berusaha masuk kawasan rumah Simbah mu biar nggak ada yang tau jika si Tua sering melakukan ritual" ucap Kunti kribo

Nadira mendengarkan cerita duo Kunti itu hingga tanpa sadar Sudah pukul 4 pagi. Duo Kunti itu segera pergi karena sebentar lagi akan subuh. Dan Nadira yang masih pusing memikirkan rumah Simbah pun tertidur dengan bersandar di kursi

"tolong...."

tolong Simbah nduk...

tolong Kakung nduk...

Darah....pilihaaannn.......

Deg

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!