Mampir karya ongoing Author juga...
- Reinkarnasi Sang Pahlawan
- Pahlawan Di Dunia Moderen
===
Lanjutan dari novel Pahlawan Di Dunia Kultivator book 1, jadi jika ingin membaca book 2 maka baiknya membaca book 1 dulu.
Kekacauan di Benua Langit akan dimulai, Sekte Lembah Siluman sudah mulai melakukan pergerakan.
Shin bersama teman-temannya akan berjuang, untuk menghentikan kekacauan ini.
Apakah nantinya Dewa Siluman akan berhasil bangkit kembali? Bagaimana Shin akan menghentikan Dewa Siluman jika makhluk itu benar-benar bangkit?
Ikuti lanjutan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardian Uzumaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.Situasi Medan Perang
Saat ini, pertarungan antara aliansi aliran putih dan aliansi aliran hitam sedang berperang dengan sengit.
Sudah banyak korban yang jatuh dari kedua belah pihak, mayat-mayat bergelimpangan tidak terhitung jumlahnya, genangan darah mengalir bagaikan air sungai, salju yang awalnya putih kini menjadi merah akibat darah dari pasukan kedua pihak.
Perang masih terus berlanjut, teriakan terus terdengar, entah itu teriakan kesakitan atau teriakan untuk meningkatkan semangat perang.
Meskipun awalnya pertarungan berimbang, namun kini sudah mulai terlihat jika aliansi aliran putih sudah mulai menguasai medan perang.
Meskipun aliansi aliran hitam menang dalam jumlah, namun itu karena banyaknya kultivator tingkat Martial Emperor, dan kultivator tingkat Martial Emperor hanya menjadi korban di tengah medan perang ini, sama sekali tidak terlalu berguna.
Entah mereka mati saat melawan Martial Anchestor, atau mati karena terkena serangan nyasar.
Para kultivator tingkat Martial Emperor tidak bisa menahan serangan kultivator yang berada diatas tingkatkan mereka.
Teman-teman Shin terus berjuang di medan perang ini, berjuang demi kemenangan dan kelangsungan hidup mereka.
Entah sudah berapa banyak nyawa yang sudah mereka ambil.
Peperangan yang berlangsung cukup lama ini tentu saja membuat mereka mendapatkan luka, meskipun begitu mereka masih bisa melanjutkan peperangan.
Sementara itu, saat ini pertarungan tingkat Martial Saint dari jarak yang jauh dari medan perang utama juga sedang berlangsung.
Xu Huang sekarang masih bertarung melawan Duan Chu Tetua kedua Sekte Lembah Siluman, yang sekarang sudah berubah menjadi siluman.
Entah sudah berapa banyak mereka bertukar serangan, itu sudah tidak terhitung jumlahnya.
Meskipun Tetua Duan Chu sudah meningkatkan kekuatannya, namun tetap saja dia masih cukup kesulitan melawan Xu Huang dengan Mata Pedang Emasnya.
Dia terus berusaha menjauh dari Xu Huang, supaya tidak kesulitan mengeluarkan serangan, karena jika dia masuk dalam jarak jangkau Mata Pedang Emas Xu Huang, maka energi yang sudah dia keluarkan akan menghilang.
Tapi walaupun dia sudah berusaha menjauh, Xu Huang terus melesat mendekatinya, memperpendek jarak antara mereka sehingga sangat sulit bagi Tetua Duan Chu melawan Xu Huang.
Terlebih jarak jangkau dari serangan Mata Pedang lebih luas dari domain milik Xu Huang, dimana Xu Huang menciptakan energi tebasan yang secara terus menerus tanpa henti.
Di lain sisi, Xu Huang juga menganggap Tetua Duan Chu sangat merepotkan, meskipun dia sana sekali tidak mengalami tekanan melawan Tetua Duan Chu, namun setelah Tetua Duan Chu berubah menjadi siluman, kulitnya menjadi sangat keras, mungkin sama kerasnya dengan kulit Mo Yang.
Setiap energi tebasan yang mengenai Tetua Duan Chu, hanya memberikan sedikit goresan pada kulitnya.
Bahkan sekarang setelah cukup lama mereka berdua bertarung, Xu Huang hanya dapat memberikan beberapa luka kecil pada Tetua Duan Chu.
"Orang tua ini benar-benar gila! Kekuatannya sangat mengerikan, bahkan setelah kekuatan ku meningkat masih belum mampu mengalahkannya!" gumam Tetua Duan Chu setelah beberapa saat diberikan waktu bernafas oleh Xu Huang.
Sekarang mereka saling menatap satu sama lain dalam jarak 200 meter, beberapa bagian tubuh Tetua Duan Chu sudah mengeluarkan darah hitam pekat
Tetua Duan Chu tidak menyangka jika kekuatan Xu Huang berada diluar perkiraannya.
Jika saja bukan karena kulitnya yang keras, mungkin dia sudah mendapatkan luka parah saat ini.
"Apakah hanya seperti ini kekuatan mu? Aku kira kau akan dapat sedikit menghibur ku, tapi ternyata kau membuat ku kecewa! Kekuatan mu masih lemah!!" Xu Huang berkata dengan nada arogan dan sombong, dengan dagu terangkat memberikan kesan angkuh.
"Kau..." Mata merah Tetua Duan Chu melotot, tidak terima dengan penghinaan itu "Akan ku bunuh!!"
Tetua Duan Chu tanpa peduli apa, langsung melesat menyerang Xu Huang.
Xu Huang tersenyum tipis "Kena kau!"
Saat ini Tetua Duan Chu melesat dengan kecepatan tinggi dalam arah garis lurus, Xu Xuan langsung menyiapkan kuda-kuda dengan tubuhnya yang tiba-tiba meledakkan energi petir ganas.
"Teknik Pedang Dewa Halilintar Timur!!" Dengan kecepatan tinggi, Xu Xuan melesat bagaikan peluru dalam garis lurus yang selaras dengan arah Tetua Duan Chu.
Entah kenapa Tetua Duan Chu merasa jika waktu tiba-tiba berjalan lambat, dia melihat kearah Xu Huang yang hanya berjarak beberapa meter dari dirinya.
Dia akhirnya menyadari jika dirinya sudah masuk perangkap Xu Huang, dan sepertinya sebentar lagi kematian akan menjemputnya.
Namun sekarang sudah terlambat mengetahuinya.
Dengan menggunakan kekuatan penuhnya yang dipusatkan dalam satu serangan terakhirnya, Xu Huang menebas perut Tetua Duan Chu dengan keras.
Bagaikan memotong tahu, tubuh Tetua Duan Chu terpotong menjadi dua.
Kulit Tetua Duan Chu memang keras, namun karena dirinya yang melesat cepat kearah Xu Huang, itu menyebabkan daya serangan Xu Huang semakin kuat.
Selain itu Xu Huang memusatkan semua kekuatannya dalam satu serangan itu, sehingga tubuh keras Tetua Duan Chu bisa dengan mudah terpotong.
Tubuh Tetua Duan Chu yang sudah tidak bernyawa akhirnya jatuh menghantam tanah.
Xu Huang menghembuskan nafas, bersamaan dengan hilangnya kilatan petir yang menyelimuti tubuhnya dan juga tanda pedang emas dimatanya.
"Akhirnya berakhir juga!" dia kemudian melihat kearah dimana pertarungan tingkat Martial Saint lainnya terjadi.
Meskipun Xu Huang berhasil memenangkan pertarungan tanpa mendapatkan luka, tapi tetap saja dia menghabiskan banyak energi Qi melawan Tetua Duan Chu, jadi untuk saat ini Xu Huang memilih untuk memulihkan kondisinya terlebih dahulu sebelum pergi membantu yang lainnya.
***
Xu Xuan sekarang bertarung melawan Du Gu Tetua Ketiga Sekte Lembah Siluman dalam pertarungan yang terlihat imbang.
Xu Xuan sudah menggunakan Mata Pedang Birunya, namun masih belum mampu mengalahkan Tetua Du Gu yang sudah berubah menjadi siluman.
Setelah berubah menjadi siluman, kecepatan Tetua Du Gu meningkat drastis, sangat sulit mengenainya bahkan dengan kekuatan Mata Pedang.
Pertarungan itu sudah berlangsung selama beberapa jam namun masih belum ada tanda-tanda salah satu dari mereka akan kalah.
Mereka terlihat masih kuat dan segar meskipun sudah mendapatkan luka di beberapa bagian tubuhnya.
Serangan demi serangan mereka keluarkan menyebabkan ledakan keras dimana-mana, menghancurkan area sekitar mereka.
Kini dalam jarak beberapa kilometer dari mereka sudah hancur dengan banyak kawah berbagai macam ukuran dimana-mana, tidak ada lagi salju yang terlihat akibat dari pertarungan kedua kultivator tingkat Martial Saint tersebut.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka sama-sama mengambil jarak, saling menatap tajam satu sama lain dengan nafas yang sudah mulai tidak beraturan.
Mereka memiliki pikiran yang sama, yaitu mengambil nafas barang sejenak, dan juga memulihkan luka dengan sama-sama mengkonsumsi pil penyembuhan.
Dalam sekejap, luka ditubuh mereka berdua sembuh dan juga nafas mereka sama-sama mulai teratur.