NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Selingkuh / Saudara palsu / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan

Berlian dan Maura diijinkan pulang setelah selesai rapat.

"Mood bos bagus banget hari ini?" oceh Maura setelah sang bos pergi bersama asisten Brian.

Berlian menengok ke arah Maura, perasaan bos biasa aja. Tetap dalam mode es balok. Pikir Berlian.

Maura balik menatap ke arah Berlian.

Berlian cuman nyengir kuda.

"Jadi cewek tuh peka dikit kali," lanjut Maura.

"Maksudnya?" Berlian tak mengerti arah bicara Maura.

"Bos besar kayaknya naksir deh sama kamu," ungkap Maura.

"Ha...ha... Kamu nggak lagi demam kan beb?" Berlian terbahak mendengarnya.

"Issshhh, emang kamu aja yang nggak peka," balas Maura kesal.

"Nggak peka dari Hongkong.... Nggak mungkin lah bos naksir cewek bersuami macem gue....," sanggah Berlian sambil menoyor karib yang kadang suka bicara ngasal itu.

"Abis ini kemana kita?" tanya Maura mengganti topik.

"Pulang, emang kemana lagi?" seru Berlian.

"Nggak asyik banget hidup mu," oceh Maura.

"Masalah kemarin harus selesai hari ini juga, aku nggak mau berlarut-larut," niat hati Berlian.

"Kok malah melamun?" Maura menyenggol lengan Berlian.

Berlian tersenyum paksa.

"Kenapa? Ada masalah lagi sama laki-laki kesayanganmu?" tanya Maura sinis.

Sedari awal nikah dengan Arya, Maura tak setuju. Tapi karena sudah menjadi keputusan sahabatnya, Maura menghormati nya.

Berlian diam. Belum saatnya bicara dengan Maura. Bisa diketawain tujuh hari tujuh malam sama sahabat tengilnya itu.

"Beneran Mau, aku pulang abis ini," tandas Berlian sambil menghela nafas panjang.

Maura diam karena Berlian sudah memanggilnya dengan sebutan 'Mau', nama Maura yang disingkat, itu artinya Berlian ingin menyendiri. Entah masalah apa, Maura belum ada niatan bertanya.

Ada waktunya kita ingin sendiri, dan hal itu disadari oleh Maura.

.

"Rame banget dalem rumah?" gumam Berlian selepas kakinya menapak lantai.

Arah pandangannya fokus ke ruang tamu rumah tinggalnya

Bik Sumi tergopoh mendatangi sang nyonya

"Ada acara apa bik? Kok nggak kasih tahu aku?" selidik Berlian.

"A... A... Anu nyonya?" Bik Sumi bingung mau jawab apa.

"Ada apa sih bik? Dari kemarin gagu banget bicara Bik Sumi," tukas Berlian dengan arah mata tak beralih dari ruangan itu.

"Tu... Tuan ....," Bik Sumi gugup.

"Kita ke sana aja, daripada nungguin Bik Sumi ngomong, bisa sewindu kita di sini," Berlian hendak melangkah, tapi Bik Sumi menghalangi.

"Nggak usah ke sana nyonya," kata Bik Sumi.

Berlian memicingkan netra.

Kejadian kemarin juga Bik Sumi berusaha menghalanginya. Apa ada kaitannya?

Berlian melangkah tanpa memperdulikan Bik Sumi.

.

Berlian berdiri di tengah pintu utama.

Terdengar kata 'sah'... 'sah' dari dalam ruangan.

Dilihatnya sang suami duduk berdampingan dengan adiknya.

Di hadapannya ada ayah nya yang menjabat erat tangan Arya.

Berlian tertegun sesaat.

Hening....

Semua arah mata menoleh ke Berlian.

"Kebetulan kamu sudah pulang," tuan Adrian Kusuma bangkit dari duduk menyambut putri pertamanya.

"Duduklah!" suruhnya.

Berlian mengikuti ucapan sang ayah tanpa banyak kata.

"Tentu kamu sudah tahu semuanya, mulai kejadian kemarin....bla...bla...," tuan Adrian menjelaskan semua dari A sampe Z.

Berlian hanya bisa menangkap, bahwa Arya menikahi Intan karena Intan hamil anaknya. Dan dia harus bisa menerima Intan sebagai madunya.

Arya ikutan bangkit dan mendekati Berlian.

"Benar kata ayah, aku menikahi Intan sebagai tanggung jawab atas rasa bersalahku," Arya meraih tangan Berlian tapi ditepis oleh Berlian.

"Jadi ini endingnya? Selamat buat kalian berdua," ucap sinis Berlian sambil bangkit dari duduk.

"Mau kemana kamu?" tuan Adrian ikutan bangkit

"Bukan urusan ayah," rasa kecewa yang selama ini menumpuk tinggal menunggu bom waktu untuk meledak.

"Sayang, bagaimanapun Intan sekarang sudah menjadi istriku. Mau tidak mau kamu harus menerimanya," ucap Arya membuat Berlian muak mendengarnya.

"Kita cerai!" tegas Berlian.

Plak...

Tamparan keras sang ayah mendarat mulus di pipi Berlian menimbulkan jejak kemerahan di sana.

"Kurang ajar!" teriak tuan Adrian.

"Sudah mendingan Arya terima kamu apa adanya, kamu wanita tak sempurna. Ingat!"

"Mama tak habis pikir Berlian. Harusnya kamu bangga, bisa tetap menjadi istri Arya. Toh akhirnya nanti kalian bisa merawat bersama anak yang dilahirkan Intan adikmu," kata mama sambung Berlian.

"Baru tahu sekarang, budaya pelakor itu ternyata keturunan," ejek Berlian membalas mamanya.

"Jaga ucapanmu!" hardik tuan Adrian.

"Kenapa Yah? Itu kenyataannya, Intan anak pelakor dan sekarang dia jadi pelakor juga. Ingat Yah, aku ini juga anakmu? Kenapa tak sedikitpun ayah menoleh ke arahku? Intan... Intan...terus....," air mata menggenang di pelupuk mata Berlian.

"Kak, apa kakak sedang cemburu? Kasih sayang ayah pada kakak sama besarnya," Intan ikutan protes.

"Oh ya?" Berlian memastikan kebenaran yang disampaikan Intan.

"Dengan aku bergeser kamar, ikhlas kasih semua mainanku ke kamu. Dan sekarang harus ikhlas berbagi ranjang denganmu? Aq tak SUDI," tegas Berlian.

"Ambillah barang bekas pakai milikku!" tatapan Berlian lurus ke arah Arya saat mengucapkan itu.

"Apa? Bekas pakai? Jaga ucapanmu Berlian," kata Arya tak terima.

"Apa namanya kalau tak bekas pakai?" Berlian tertawa sarkas.

"Kalian memang pasangan yang cocok, sama-sama berhati busuk," Berlian pergi begitu saja.

"Jangan ada yang menghalangi dia, dasar wanita tak tahu diuntung," tuan Adrian mencegah Arya yang hendak menyusul Berlian.

"Sudah tahu dirinya mandul, masih sok-sok an tak mau dimadu," cibir nyonya Adrian, ibu sambung Berlian.

Semua ucapan itu menempel erat di otak Berlian.

.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponsel Berlian.

'Berani keluar dari rumah, berani hadapi konsekuensi. Aku coret hak waris atas nama Berlian Putri Wiranata,'

Tak ada keraguan dalam benak Berlian untuk pergi. Apa yang harus disesali, toh perusahaan peninggalan ibu kandungnya sudah merugi dipegang oleh Adrian Kusuma. Ayahnya sebagai keluarga kandung satu-satunya tak peduli lagi pada dirinya. Apalagi pria yang berstatus suami itu. Tak ada yang diharapkan lagi dari seorang Arya.

.

Berlian berniat mencari kontrakan, "Aku rasa tabungan ku masih cukup untuk cari tempat tinggal dan sisanya akan ku buat untuk mengurus perceraian dengan Arya," gumam Berlian seraya melajukan mobilnya perlahan.

Ponsel Berlian bergetar di atas dasboard mobil.

"Tuan Dom?" gumam Berlian lirih.

"Ngapain es balok telpon? Biasanya kalau ada perlu cukup asisten cerewet itu yang nelpon," seru Berlian sambil menggeser ikon hijau di layar ponselnya.

"Selamat sore tuan Dominic?" sapa Berlian santun.

"Ke kantor sekarang!" suara bernada perintah menggema.

Berlian melirik jam yang melingkar di lengan.

"Ini di luar jam kerja tuan," Berlian mengingatkan takutnya sang bos salah panggil.

"Tak ada bantahan!!!"

Tut.... Tut .... Tut .....

Panggilan terputus sepihak meninggalkan gerutuan Berlian.

Meski sumpah serapah keluar dari mulutnya, Berlian tetap membawa kuda besinya ke perusahaan tempatnya bekerja.

.

1
Sunaryati
Lanjut agar tahu rasa orang - orang tiday tahu diri itu
Tania Luvia
lanjut thor😍
Dew666
☀️🪻
Tania Luvia
apa mereka ayah dan anak 🤭
Tania Luvia
bener-bener licik
Tania Luvia
keluarga ediaaann
Tania Luvia
semangat berlian💪
Tania Luvia
apakah tanda2 es balok meleleh 🤣
Dew666
☀️☀️🪻👍
Tania Luvia
like it
Tania Luvia
makin seru😄
Tania Luvia
jangan kalah sama Intan
Tania Luvia
Hawa bucin 😄
Yuningsih Nining
mau surprize'in apa si dom sama berlian?
Susie
kita tunggu kelanjutannya kakak
moenaelsa: ketemu maneh kakak 😍🤣
total 1 replies
Dew666
👄👄👄👄👄
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
partini
ayo selangkah di depan dong ber
Dew666
💐🔮
partini
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!