Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
SELAMAT MEMBACA !!!
Vania dibawa ke kamar mandi oleh Sarah untuk mandi . Sepuluh menit Vania keluar dari kamar mandi dengan wajah yang cerahnya . Vania ikut duduk disebelahnya Mbok Marni .
" Terima kasih buburnya Tante Sasa, Vania sangat suka bubur ayamnya ." Ucap Vania sambil tersenyum kelihatan gigi putihnya .
" Ya Sayang sama sama , ayo Vania sarapan dulu ya baru kita akan berangkat kemana sayang ?" Tanya Sasa pura pura tidak tau .
" Pergi ke rumahnya Vania yang di dekat rumahnya Kakek Imam, Nenek Leni , Mbak Tasya sama Mbak Riri Tante ." Jawab Vania dengan senang sambil disuapi makan Mbok Marni .
" Vania senang mau ketemu sama mereka ?" Tanya Sasa lagi dia sangat suka dengan Vania yang imut dan cantik .
" Senang Tante, disana sangat rame Tante aku nggak akan kesepian lagi Tante, dirumah juga sangat rame ada Kakek Imam sama Nenek Leni jadi kalau ditinggal Mama kerja Vania ada temannya yang banyak banyak !" Seru Vania sambil tangannya melingkar membentuk tanda bulat mengekpresikan sangat banyak .
Sasa tersenyum melihat wajah cerianya Vania, dia juga pernah merasakan seperti Vania yang ditinggalkan Ayahnya pergi dengan selingkuhannya beruntungnya Vania Mamanya bisa mencukupi kebutuhannya, kalau dulu ibunya harus banting tulang mencari uang apapun pekerjaan ibunya ambil untuk mencukupi kebutuhannya sama adiknya .
" Ya sudah kalau begitu, Vania harus makan yang banyak supaya cepat besar dan sekolah yang pintar ya, bantu Mama dengan Vania yang pintar dan menurut apa yang dikatakan Mama sama Mbok Marni ya !" Seru Sasa lagi sambil menoleh ke sampingnya .
Setelah selesai makannya Sasa sama Mbok Marni membersihkan bekas makan mereka dan memasukannya semua ke dalam kantong plastik bekas tempat beli makan tadi.
Sarah berganti baju dan bersiap pergi ke Bandung, Sasa menunggu karyawannya datang dulu, karena ingin izin hari ini nggak masuk dan mungkin besok juga datangnya agak siang .
Jam sudah menunjukankan pukul delapan pagi, Para Karyawan satu persatu pada datang yang berjumlah enam orang jadi tujuh orang termasuk Sasa.
" Selamat pagi semua, hari ini ada sedikit ucapan yang akan disampaikan kepada kalian dari Bu Sarah, silahkan Bu ." Ucap Sasa mempersilahkan Sarah untuk berbicara.
" Assalamualaikum, selamat pagi saya untuk berpesan pada kalian walaupun nggak setiap hari bisa kesini dan mengawasi kalian , saya mohon bekerjalah dengan baik, rajin dan jujur . Saya akan berterus terang dari pada kalian menebak nebak kenapa saya jarang kesini, sebenarnya saya proses cerai dengan suami dan tepatnya mantan suami karena saya sudah ditalak tiga. Saya mau pergi ke Bandung bersama putri saya dan Mbok Marni dan insyaallah kalau diridhoi saya akan membuka Butik disana juga apa kalian ada yang berasal dari Bandung ?" Tanya Sarah .
" Saya Bu, saya asli dari Subang Bu ." Jawab salah satu karyawannya Sarah .
" Baik kalau nanti Butiknya sudah siap beroperasi kamu bisa milih mau kerja disini atau ikut yang di Bandung silahkan. Untuk yang disini nanti akan di pegang dan dibawah tanggung jawabnya Sasa ya saya mohon bantulah Sasa mengembangkan Butik ini. Walaupun saya nggak disini seperti biasa kalau kalian berhasil mendapatkan target tiap bulan atau lebih Sasa akan memberikan bonus kepada kalian. Apa Kalian mau membantu Sasa ?" Tanya Sarah kepada keenam karyawannya .
" Mau Bu, kami akan bekerja dengan baik dan akan membantu Mbak Sasa mengembangkan Butik ini supaya lebih maju !" Seru mereka dengan kompak sekali .
" Terima kasih sebelumnya, kalian kan ada no telpon saya kalau ada apa apa silahkan telpon saya atau sampaikan kepada Sasa kalau ada masalah jangan dipendam sendiri ya dan hari ini Sasa akan mengantarkan saya ke Bandung dan Febri tolong nanti kamu temani Sasa ya buat teman mengobrol di jalan , mungkin besok siang baru bisa sampai sini. Dan tolong dihandle kalian dulu ya Butiknya saya percaya sama kalian semua jangan pernah kecewakan saya ya , terima kasih sebelumnya ya sudah kalian bubar , Assalamualaikum ." Ucap Sarah mengakhiri pertemuannya hari ini .
" Ya Bu, sama sama kami akan berusaha untuk bekerja dengan baik dab tidak akan mengecewakan Ibu , Walaikumsalam ." Ucap serempak mereka . Sarah langsung pergi naik ke lantai dua mengambil tas sama mengajak Putrinya sama Mbok Marni .
Sedangkan di lantai bawah Sasa masih memberikan instruksi ke teman temannya .
" Mery saya titip Butik ini sama kamu ya, nanti kalau kalian mau pulang tolong dicek sekali lagi keadaan Butik ini dan ini kunci pintunya kalau mau pulang, dipastikan lagi keadaannya sudah aman !" Seru Sasa kepada Mery yang lebih dekat dengan dirinya, sebenarnya semua cukup dekat karena karyawan yang bekerja sangar baik semua.
" Baik Mbak, aku akan pastikan semua aman dan hati hati kalian dijalan ." Ucap Mery menerima pekerjaan tambahan .
Sarah turun dari ruangannya dan menguncinya ruangannya karena disana banyak desain yang dibuat oleh Sarah dan kunci akan dipegang sama Sasa .
" Saya permisi dulu ya hati hati dalam bekerja walaupun saya jarang kesini saya akan tau kinerja kalian karena kalian tau kalau Butik ini sudah ada Cctvnya yang menyambung ke hape saya ." Ucap Sarah lagi .
" Siap Bu, hati hati dijalannya semoga selamat sampai tujuan !" Ucap mereka serempak dan Sarah keluar Butik bersama Sasa dan Febri yang siap mengantarkannya .
Setelah kepergian mereka semua karyawan sudah bersiap untuk membuka Butiknya yang tiga dibagian atas dan tiga dibagian bawah yang dibawah termasuk Mery yang dipercaya sama Sasa menjaga Butik selama dia nggak ada di Butik .
Didalam perjalanan Febri mengobrol sama Sasa .
" Salahnya Bu Sarah apa ya Mbak sehingga suami menalaknya padahal Bu Sarah itu orang baik, lembut dan nggak pernah masa sama kita paling kalau ada yang salah cuma berkata besok lagi jangan diulangi kok suaminya tega sama Bu Sarah ?" Tanya Febri ke Sasa .
" Yah mau bagaimana lagi Feb, istri sah kalah sama pelakor yang lebih seksi , aku juga pernah mengalami waktu kecil Feb, Ayahku menceraikan Ibuku gara gara lebih memilih selingkuhannya dari pada ibuku yang mempunyai anak dua darinya. Semenjak kejadian itu ibuku banting tulang sendiri untuk menghidupi anak anaknya karena Ayahku lepas tangan nggak ada pernah kirim uang untuk nafkah anak anaknya ." Ucap Sasa kemudian dan fokus kejalanan .
" Yang sabar ya Mbak, mungkin dengan cara itu Allah menaikan derajat kalian amin ." Ucap Febri .
" Amin... Ya Feb aku sekarang berterima kasih banget dengan Bu Sarah setelah aku bisa bekerja di Butik sedikit demi sedikit perekonomian kami lebih baik.Ibu juga sekarang sudah nggak ambil cuci sama gosokan dari tetangga Feb cuma aku suruh berdagang sarapan kalau pagi dan alhamdulillah sekarang rame ." Ucap Sasa lagi dengan tersenyum kalau mengingat kebahagiaan ibunya kalau cerita setiap Sasa pulang kerja . Dia juga bisa ambil mobil kredit walaupun nggak mobil baru.