NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Jebakan untuk Mertua

​Langkah kaki Qinqin dan Wu Lian menyusuri lorong kediaman yang mulai sunyi. Meskipun suasana pasar malam tadi cukup menyenangkan, firasat Qinqin tetap terjaga. Apalagi Suami tampan nya telah menentang Nyonya Tua itu terang-terangan. Wanita tua itu pasti akan membalas Qinqin.

​"Kau terlihat melamun," suara Wu Lian memecah keheningan. "Apa manisan tadi membuat otakmu macet?"

​Qinqin menoleh, lalu menyengir lebar. "Hahaha! Mana mungkin. Otakku ini terlalu encer untuk sekadar macet gara-gara gula, Mr. Jenderal. Aku hanya sedang berpikir, betapa indahnya gelang kaki ini kalau dipakai sambil menari di atas meja kerja kaku milikmu itu."

​Wu Lian berdehem keras, wajahnya memalingkan pandangan dengan cepat. "Masuklah ke paviliunmu. Aku punya urusan di ruang baca."

​Setelah Wu Lian menghilang di belokan lorong, raut wajah Qinqin berubah drastis. Ia tidak langsung masuk ke kamarnya, melainkan memberi kode pada Xue yang sudah menunggunya dengan cemas di depan pintu.

​"Xue, bawakan jubah hitamku. Sekarang."

​"Tapi Nona, ini sudah larut malam," bisik Xue gemetar.

​"Tidak ada tapi-tapi. Iblis tua di paviliun belakang sedang menyusun rencana, dan aku tidak akan membiarkan diriku jadi mangsa pasif. Cepat!"

​Beberapa saat kemudian, sesosok bayangan ramping berpakaian serba hitam menyelinap keluar lewat tembok samping kediaman Wu. Qinqin bergerak dengan kelincahan yang mengejutkan, warisan dari jiwa aslinya yang memang pemberani. Ia menuju bagian terdalam dari kota Barat, sebuah area yang dikenal sebagai Pasar Gelap Kabut.

​Di sana, udara berbau amis dan aroma dupa yang menyengat. Qinqin berhenti di depan sebuah kedai kumuh dengan papan nama bergambar tengkorak yang sudah pudar.

​"Cari apa, Nona Cantik?" tanya seorang pria bungkuk dari balik meja kayu yang lapuk. Qinqin masih mengingat, yang dulu melayani nya adalah pria bermata katarak, namun ia tak terlalu memperdulikan. Mungkin saja, mereka adalah saudara. Karena qinqin dapat menganalisa bahwa wajah kedua pria tua itu memiliki kemiripan identik.

​Qinqin meletakkan sekantong keping emas di atas meja. Bunyi dentingan logam itu langsung membuat mata si penjual berbinar.

​"Aku butuh 'Bunga Pemutus Mimpi'. Tapi aku tidak mau yang biasa. Aku mau ekstrak dosis tinggi, yang bisa membuat seseorang bermimpi buruk seolah jiwanya ditarik ke neraka setiap kali mereka memejamkan mata," ucap Qinqin dengan suara rendah yang dingin.

​Si penjual tertegun sejenak, lalu terkekeh. "Dosis tinggi, ya? Itu bisa membuat orang gila jika dipakai terlalu lama. Kau punya dendam kesumat pada siapa, Nona?"

​"Itu bukan urusanmu. Berikan saja barangnya," sahut Qinqin datar.

​Setelah mendapatkan botol porselen kecil berisi cairan bening kekuningan, Qinqin segera pergi. Ia tidak tahu bahwa di sudut gelap pasar itu, Dayang Liu atau sebutan nya Bibi Liu---orang kepercayaan Nyonya Wu---juga sedang berada di sana untuk mencari racun mandul atas perintah majikannya. Beruntung bagi Qinqin, ia bergerak jauh lebih cepat dan lebih terlatih untuk bersembunyi.

***

​Keesokan paginya, Paviliun Anggrek tampak tenang. Namun, saat sinar matahari mulai menembus jendela, seorang pelayan kecil datang membawa nampan berisi teh hangat dan camilan pagi.

​"Nona Muda, Nyonya Besar mengirimkan teh kesehatan ini untuk Anda. Beliau bilang, ini adalah bentuk perhatian agar Anda cepat memiliki keturunan," ujar pelayan itu dengan tangan yang sedikit gemetar.

​Qinqin yang baru saja selesai merias wajah, melirik cangkir teh itu dari pantulan cermin. Matanya menyipit. Cepat memiliki keturunan? Hah, bahkan iblis pun tidak akan percaya kalimat itu keluar dari mulutnya.

​"Letakkan di sana," ujar Qinqin santai.

​Begitu pelayan itu pergi, Qinqin mengambil cangkir tersebut. Ia mengendusnya pelan. Aroma melati yang kuat, tapi ada jejak bau tanah yang sangat tipis. Sebuah racun. Qinqin belum bisa memastikan jenis nya.

​"Xue, ambilkan wadah kosong. Kita akan menyimpan teh ini dan memeriksanya. Anak dari wanita itu sendiri yang akan memeriksa nya." perintah Qinqin.

​Sembari Xue memindahkan teh beracun itu, Qinqin mengeluarkan botol porselen yang ia beli semalam. Ia menuangkan tiga tetes cairan 'Bunga Pemutus Mimpi' dosis tinggi ke dalam wadah sup yang seharusnya dikirimkan untuk Nyonya Besar Wu yang sudah ia masak dan siapkan sendiri dengan bumbu khas yang menggoda. Qinqin sudah memasak sup daging itu pada waktu subuh.

​​"Bereskan semuanya, Xue. Pastikan tidak ada satu tetes pun yang tertinggal di nampan ini," perintah Qinqin sambil menyerahkan botol berisi teh beracun yang sudah dipindahkan.

​Xue mengangguk cepat, tangannya masih gemetar saat menuangkan sup balasan yang sudah dicampur 'Bunga Pemutus Mimpi' ke dalam mangkuk porselen cantik. "Nona, apa Anda yakin Tuan Jenderal akan membantu kita memeriksa teh ini? Bagaimana jika beliau malah membela ibunya?"

​Qinqin tersenyum tipis, merapikan anak rambutnya di depan cermin. "Mr. Jenderal itu memang kaku seperti papan, tapi dia bukan orang bodoh. Dia punya insting militer. Kita hanya perlu memancingnya sedikit."

"Xue...aku ingin kita membuat kode rahasia dalam bahasa inggris. Supaya saat kita bercakap di depan umum atau saat kita membuat rencana, tidak ada orang yang tau." ujar nya sembari tersenyum pada pantulan wajah nya sendiri di cermin.

Xue menyipit. Dia cukup bodoh untuk mengerti sebuah bahasa asing.

"Aku akan mengajarimu, mudah kok." Terang wanita itu meyakinkan pelayan nya.

"Baik, Nona. Hamba masih bingung, bagaimana jika Nyonya Wu tidak memakan Sup pemberian dari Nona?" ia memegang nampan berisi mangkuk dengan gemetar.

"Dia pasti akan memakan nya."

​​Qinqin menatap nampan yang dipegang Xue. Aroma sup kaldu ayam yang gurih menyeruak, menutupi jejak Bunga Pemutus Mimpi yang mematikan di dalamnya. "Xue, ingat kode kita. Jika aku bilang 'The game is start', itu artinya kau harus segera memanggil Mr. Jenderal ke Paviliun Belakang. Mengerti?"

​Xue mengangguk mantap meski keringat dingin membasahi dahinya. "Baik, Nona. De gem is setat."

​Qinqin tertawa kecil mendengar pelafalan Xue yang berantakan, namun hatinya tetap waspada. Sebelum melangkah keluar, ia mengambil sepotong akar berwarna kehitaman---sisa akar penawar dari Barat yang ia dapatkan kemarin—dan mengunyahnya hingga habis. Rasa pahitnya membakar kerongkongan, namun ini adalah jaminan keseluruhannya.

***

​Qinqin melenggang menuju Paviliun Belakang, tempat Nyonya Besar Wu sedang duduk di kursi malasnya sembari dipijat oleh Bibi Liu. Suasana di sana sangat pengap, penuh dengan aroma dupa penenang yang tidak mempan melawan kegelisahan sang Nyonya.

​"Selamat pagi, Ibu Mertua yang terhormat," sapa Qinqin dengan nada semanis madu. "Sebagai tanda terima kasih atas teh kesehatan tadi pagi, aku secara khusus memasakkan sup ayam rempah untuk Ibu. Ini resep rahasia dari Timur yang bisa membuat tidur lebih nyenyak."

​Nyonya Besar Wu membuka matanya, menatap mangkuk sup itu dengan pandangan curiga. Ia melirik Bibi Liu, seolah mencari kepastian apakah Qinqin sudah meminum racun mandul tadi pagi.

​"Perhatian sekali kau," sahut Nyonya Wu sinis. "Tapi aku sedang tidak nafsu makan. Letakkan saja di sana."

​"Oh, sayang sekali. Padahal aku sudah bersusah payah memasaknya," Qinqin memasang wajah sedih yang dibuat-buat. "Apa Ibu takut aku menaruh sesuatu di dalamnya? Ibu tahu kan, aku tidak mungkin berani mencelakai Ibu di rumah putra Ibu sendiri."

​Nyonya Wu mendengus. "Aku tidak takut padamu, wanita liar. Tapi jika sup ini memang seenak yang kau katakan, kenapa kau tidak mencicipinya di depanku terlebih dahulu?"

​Bibi Liu tersenyum licik di samping majikannya. Ini adalah jebakan klasik.

​"Tentu saja!" Tanpa ragu, Qinqin mengambil sendok porselen dan menyendok sup itu dalam porsi besar, lalu menelannya dengan nikmat. "Wah, rasanya benar-benar sempurna. Ibu harus mencobanya."

​Melihat Qinqin baik-baik saja setelah beberapa saat, keraguan Nyonya Wu memudar. Rasa lapar dan aroma sup yang menggoda akhirnya mengalahkan kewaspadaannya. Ia meraih mangkuk itu dan meminumnya hingga separuh.

​"Lumayan," ujar Nyonya Wu singkat.

​Qinqin tersenyum tipis. Game over, naga tua.

​Hanya butuh waktu lima belas menit hingga efek dosis tinggi itu bekerja. Tiba-tiba, mata Nyonya Wu membelalak. Tangannya yang memegang mangkuk mulai gemetar hebat hingga mangkuk itu jatuh dan pecah berkeping-keping.

​"Ibu? Ada apa?" tanya Qinqin dengan nada khawatir yang dibuat-buat.

​"Pergi... PERGI! Kenapa lantai ini penuh dengan darah?!" teriak Nyonya Wu histeris. Di matanya, dinding paviliun mulai mencair dan wajah Qinqin berubah menjadi sosok iblis dengan mata emas yang menyala.

​"Ibu, tenangkan dirimu!" teriak Bibi Liu panik.

​"Xue! The game is start!" seru Qinqin lantang.

​Sesuai rencana, Xue segera berlari mencari Wu Lian.

"Ibu... Kenapa kau berteriak...sebenarnya, aku kesini juga ingin meluruskan sesuai." qinqin menyeringai.

"PERGII!!!"

"Teh itu...apa ibu mencampurkan nya dengan sesuatu?" Tanya Qinqin polos.

Tak ada yang menggubris. semua sibuk menenangkan Nyonya Wu yang liar.

Sekitar sepuluh menit, suara langkah zirah yang berat terdengar mendekat. Wu Lian masuk ke aula belakang dengan wajah gelap. Ia baru saja akan menemui ibunya saat mendengar teriakan histeris.

​"Apa yang terjadi?!" tanya Wu Lian tegas. Ia melihat ibunya merangkak di lantai, berteriak ketakutan pada udara kosong, sementara Qinqin berdiri di sana dengan wajah pucat dan tangan gemetar --- akting yang sempurna.

​"Jenderal... aku tidak tahu," tangis Qinqin pecah, ia berlari ke pelukan Wu Lian. "Ibu memintaku mencicipi sup ini, lalu tiba-tiba beliau menjadi seperti ini. Dan lihat..." Qinqin menunjuk botol kecil teh yang ia bawa dari pagi. "Teh yang Ibu berikan tadi pagi... aku menyimpannya karena baunya aneh. Tolong periksa ini, Mr. Jenderal. Aku takut... aku takut Ibu juga meracuni dirinya sendiri karena salah mencampur ramuan."

​Wu Lian menyambar botol teh itu, mengendusnya, dan wajahnya seketika berubah menjadi sedingin es saat mengenali aroma Rahim Kering. Ia menatap ibunya yang masih menjerit "Mati kau, Qinqin!" di tengah halusinasinya.

​Wu Lian memeluk pinggang Qinqin dengan sangat erat, auranya mematikan. "Bawa Nyonya Besar ke ruang isolasi! Dan panggil Tabib Kerajaan sekarang juga! Aku ingin setiap tetes cairan di ruangan ini diperiksa!"

​Wu Lian menunduk, menatap Qinqin dengan tatapan yang sulit diartikan---campuran antara amarah pada ibunya dan keinginan untuk melindungi istrinya. "Jangan takut. Tidak akan ada yang menyentuhmu lagi."

​Di balik pelukan Wu Lian, Qinqin menyeringai tipis ke arah Bibi Liu yang sedang gemetar ketakutan.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Ai
bagus Qinqin aku suka kecerdasan yg dibalut kelicikan.. pintar itu namanya 🤣
Ai
ayo Qinqin belanja yg banyak kuras hbs uang suamimu🤣
Ai
jenderal dingin akhirnya mencair juga🤣
Mineaa
waaahhh......mertua dajal.....
semoga tuh rencana mertua gagal total.....
😡
ANWi: amin...
total 1 replies
sahabat pena
di apapun tuh mak nya?
ANWi: diapain yaa...
total 1 replies
sasa adzka
di kasih pedang ya thor, biar si ibu mingkem itu mulut🤣🤣🤣🤣
aku menunggu kelanjutan nya thor😍😍
ANWi: pengen nya sih gitu....
total 1 replies
Mineaa
itu si ibu di apain sama jendral es ya.....😁
sasa adzka
aku suka gaya nya Qin Qin... lebih Badas lagi thor MC nya.. lagian kan zaman kuno.. yg hebat d segani... yg lemah mati.. hukum rimba main d sini... bebas Qinqin😍😍😍
semangat up trus thor😍
sasa adzka
eh ada ruang gak neh atau dimensi..
sasa adzka
ninggalin jejak aku...
bar bar gak ya ne MC nya.. suka kali klo dia bisa war😂😂😂😂
azka aldric Pratama
hadir
sahabat pena
waduh Ibu tiri nya kabur ya? siapa yg nolongin? lanjut kak
Ai
jenderal masih gengsi mengakui perasaannya pada Qinqin
Ai
bagus sesuai karakter Qinqin yg sembarangan 🤣
ANWi: wkww bener kak~❤️
total 1 replies
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor seruu 🤣
ANWi: siap kak ~❤️
total 1 replies
Ai
suami istri yg kompak🤣🤣🤣
ANWi: hehe bener bgt kak
total 1 replies
Ai
udah gak sabar liat Qinqin ketemu ibu tirinya.. seru ini pasti
Ai
Qinqin mantap.. hajar ibu tirimu qin
sahabat pena
kerjasama yg baik dgn jendral. seperti nya jendral sdh luluh nih. sama istri nya🤣🤣🤣🤣lanjut kak
ANWi: siap kak...❤️
total 1 replies
Mineaa
kereeeeennn.....💪
ANWi: makasi sudah rate 5 kak mineaa~
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!