NovelToon NovelToon
Kesayangan Tuan Saga

Kesayangan Tuan Saga

Status: tamat
Genre:Komedi / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 5
Nama Author: LaSheira

TMTM Musim Spesial dimulai 💖

Novel ini akan bercerita tentang keseharian hidup Tuan Saga dan orang-orang yang ia sayangi.


selamat membaca ^_^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTS 17. Curhat Dengan Ibu

Suatu hari ada kejadian seperti hari ini. Obrolan seorang anak laki-laki dengan ibunya. Mengadu tentang istrinya.

Ibu duduk di sofa kamar. Sementara anak laki-lakinya tiduran di pangkuannya. Wanita itu tadi dibuat terkejut saat membuka pintu dan melihat siapa yang berdiri di balik pintu. Anak laki-lakinya.

Hubungan mereka memang sudah jauh lebih baik sekarang. Ibu mulai tidak canggung menunjukkan kasih sayang pada putranya, wanita itu melihat kalau putranya sudah berubah.

Ibu mulai menanggapi setelah Saga selesai bicara.

"Ibu juga pernah ngidam dulu, tapi tidak seaneh istrimu." Wanita itu bukan bicara sinis dengan intonasi tidak suka, namun sedikit gelak bercampur senyum, mengisyaratkan kalau dia berfikir tingkah menantunya lucu juga. Tapi tentu saja dia tidak mau mengakuinya secara terbuka. Walaupun di depan anaknya sendiri.

Mungkin turun dari gen ibunya ya sifatnya Tuan Saga🤭

"Bukankah, Niah lucu dan menggemaskan Bu." Saga tertawa, membuat sketsa nama Daniah di udara. Lalu dia obrak-abrik sendiri hasil karyanya. "Dia membuat semua orang menyukainya."

"Lucu apanya." Ibu menyahut cepat. Tidak mau mengakui. Tapi lagi-lagi ibu mengulum senyum. Sambil tangannya tidak berhenti mengusap kepala Saga perlahan. "Memangnya dia boneka dibilang lucu dan menggemaskan." Mulutnya bicara tidak sesuai dengan hatinya. Ibu beberapa kali membayangkan, kalau nanti cucunya bisa jadi akan mirip dengan ibunya. Rambut menantunya yang cruel-cruel pasti lucu sekali kalau cucunya begitu. Ibu sudah gemas sendiri kalau memikirkannya. Bahkan saat obrolannya dengan para sosialita membahas cucu mereka, dia sudah sedikit pamer dengan penuh kebanggaan. Walaupun belum tahu anak Saga nanti laki-laki atau perempuan.

Calon nenek itu sudah tidak sabar menantikan.

Dasar ibu, bilang saja kau sudah jatuh cinta pada menantumu. Gumam Saya diliputi perasaan bahagia. Memang siapa si yang tidak akan jatuh cinta pada Niah. Semua orang di rumah ini sudah jadi pengikutnya. Semua menyukainya.

Hei, kecuali kalian ya makluk bernama laki-laki, kalian tidak diizinkan jatuh cinta pada istriku. Awas saja sampai melihat Niah lebih dari tiga detik.

Saga sedang memikirkan keimutan dan kecantikan Niah setelah dilihat di detik keempat.

Istriku memang menggemaskan.

Saat Saga sedang membayangkan wajah Daniah, ibu bicara lagi.

"Kalau saja ayahmu masih ada, kau pasti bisa tumbuh dengan selayaknya anak-anak yang lain Saga." Ada rasa bersalah, ada kesedihan, bercampur dalam suara ibu

Saga menggeliat, merasakan tangan ibu yang hangat.

"Aku baik-baik saja Bu, ada paman dan Han yang selalu ada di sampingku. Para kepala keluarga yang selalu mendukung ayah, mereka tidak pernah meninggalkan Antarna Group." Saga jarang mau mengenang bulan-bulan berat dan penuh perjuangan yang harus ia lalui setelah ayahnya pergi. Bahkan sampai hari ini pun, ingatan hari saat kematian ayahnya masih dia kunci di memorinya. Tidak mau ia ingat, sebatas dalam kenangan sekalipun. Hari itu telah membunuh seorang Saga yang masih kanak-kanak.

Ibu memandang wajah anaknya, wajah yang selalu mengatakan aku baik-baik saja. Anak yang membentuk dinding di sekitarnya, agar dia terlihat sebagai anak yang kuat dan tangguh. Agar orang lain tidak ada yang melihatnya lemah dan memiliki kekurangan.

Antarna Group membutuhkan pemimpin yang tanggung.

Ibu membelai kepala Saga lagi.

Kau harus kehilangan masa remajamu karena menggantikan ayahmu kan. Hingga kau harus dewasa sebelum usiamu. Ayahmu pasti sangat bangga padamu Saga.

Wajah suaminya terbayang di pelupuk mata ibu.

Saga bangun dari pangkuan ibu, melihat wajah ibunya. Laki-laki itu tahu, ibunya sedang mengenang ayah.

"Terimakasih Bu, sudah mempersiapkan pesta untuk Niah." Saga tidak mau ibu larut dalam kesedihan kenangannya. Jadi dia membicarakan hal lain.

"Mempersiapkan apanya, ibu tidak melakukan apa pun. Kenapa juga ibu repot-repot melakukannya untuk istrimu." Masih saja angkuh, tidak mau mengakui kalau hatinya sudah terpikat oleh menantunya. Kalau dia calon nenek yang sangat menantikan kehadiran cucu yang masih ada diperut menantunya. "Saga..."

"Hemmm..."

"Turuti saja maunya istrimu selama tidak berbahaya. Kebahagiaan ibu hamil juga mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya."

Saga tertawa mendengar ibu bicara begitu.

"Ibu sudah jatu cinta pada Niah ya?"

"Jatuh cinta apanya, sudahlah pergi ke kamarmu sana. Istrimu pasti sudah menunggu. Dan Pak Mun yang mengurus pesta itu, bukan ibu ya." Semakin mengelak semakin ketahuan isi hati ibu.

Dasar ibu masih saja tidak mau mengaku.

Saga meraih handle pintu, berbalik melihat ibunya.

"Teruslah sehat Bu, dan hidup bersama kami sampai cucu ibu dewasa nanti."

Ibu melambaikan tangan sambil bicara apa sih. Tapi ujung matanya panas. Dia mengusapnya setelah Saga menghilang di balik pintu.

Terimakasih Daniah, kau memang sudah merubah putraku.

...***...

Sedikit banyak perkataan ibu mempengaruhi Saga menyikapi semua keinginan Daniah selama kehamilan ini. Hingga sekarang dia berusaha merealisasikan apa pun yang diinginkan Daniah.

Salah satunya kencan manis di penghujung hari kerja kemarin. Dia bangga sudah melewati step by step tatacara kencan yang dulu pernah dia lakukan. Dan sekarang setelah menjalaninya dengan keseriusan, dia melakukannya jauh lebih sempurna.

Memang apa yang tidak bisa kulakukan, Saga menepuk dada bangga. Ya, hanya tinggal menyetir, untuk menjawab rasa penasaran Daniah (Dan pembaca 🤣)

Makan malam romantis persis seperti yang ada di film juga dia siapkan. Istrinya menatapnya haru dan membanjirinya dengan kecupan, Daniah berkaca-kaca saat melihat kelopak bunga di kolam bertuliskan nama mereka. Pokoknya kencan kemarin sudah sangat sempurna. Han menyiapkannya tanpa cela, kecuali mulutnya yang membongkar kemampuannya menyetir. Dalam hal ini Saga masih kesal.

Dan di akhir pekan ini, setelah menghabiskan penghujung hari kemarin dengan berada di luar rumah, hari ini Saga hanya ingin bersama istrinya tanpa gangguan. Tempat tidur, sofa, kamar mandi. Area itu saja yang masuk rencananya. Sebagai reward atas kerja kerasnya mereka ulang kencan yang diimpikan istrinya.

Tapi kenapa! Lagi-lagi!

Saga mengelus dadanya supaya lapang dan bersabar. Perkataan ibu teringat lagi. Kalau ibunya bahagia akan mempengaruhi kesehatan janin yang di kandung, jadi turuti saja maunya istrimu selama itu tidak berbahaya.

Kenapa juga kau penasaran sekali dengan kehidupan Han.

"Sayang, rumah Sekretaris Han di mana ya? Apa kita boleh datang ke sana." Kata-kata itu sudah menghancurkan, bayangan tempat tidur di kepala Saga. Padahal dia cuma mau memeluk Niah sambil mendengarnya mengoceh. Benar, hanya memeluk? Ya, sedikit cium-cium juga, sambil raba-raba sedikit juga. Ujarnya tertawa menjawab pertanyaan di pikirannya yang sanksi kalau dia hanya akan memeluk istrinya di tempat tidur.

Rencana itu ambyar dengan rasa penasaran Daniah akan rumah Han.

"Kenapa tiba-tiba kau mau ke rumah Han?"

"Cuma penasaran sayang, sumpah!" Langsung memperjelas situasi, biasanya Saga paling senang menghubungkan semuanya dengan mantan. Jangan-jangan nanti dia berfikir Han itu mantannya. Otaknya kan kadang tumpul kalau cemburunya kambuh, pikir Daniah. Jadi dia mengantisipasi lebih awal "Aku cuma ingin tahu saja, selama ini kan aku selalu melihatnya bersamamu. Aku penasaran bagaimana dia hidup."

Cih, memang apa bagusnya siapartemen sempit itu. Saga mendengus, melupakan berpelukan di tempat tidur bersama istrinya seorang.

Walaupun sedikit malas, akhirnya setelah jalan pagi Saga membawa Daniah ke apartemen Han. Gadis bernama Arandita juga dibawa Daniah sebagai kejutan untuk Sekretaris Han.

Menjodohkan Han dan Aran masih menjadi salah satu hal yang membuat Daniah bersemangat menjalani harinya. Jadi, dimana ada celah dan kesempatan Daniah tidak akan melewatkannya.

Akhir pekan Daniah dan Saga malah mereka habiskan di apartemen milik Sekretaris Han. Di dekat jendela sambil melihat pemandangan malam kota, mereka banyak bercerita, banyak melakukan sesuatu juga tentunya.

Bersambung

Catatan 🍓

(Akhir pekan Daniah dan Saga menginap di rumah Sekretaris Han, bisa di lihat di Novel Lihat Aku Seorang)

1
And_-
sukakk kali laa
Melinda Puspitasari
ini ada yang di potong gak ya bab nya.. aku udah lupa kesini lagi gara2 aku kangen tuan saga dan daniah
Mivie
kan kan kan... ga jauh beda sama tuan saga, kalau ketemu colokan langsung nytrum 🤣
Fani Nadila
cerita Hanara fav sii buat aku,, Saniah juga bagus, tpi lebih deg2an sma kisah Hanara aku 😭
Mivie
yg cool jadi lebih membara ya 🤣
Fani Nadila
ocehan dokter harun gk pernah ngecewain 😭
Fani Nadila
kata2 dokter Harun yanh ditunggu2 😭
Fani Nadila
Han jga gk mau sma adek2 nya Saga bu,, 😭
Mivie
lha dia yg bertanya, dia yg emosi 🤣
Tri kafi
nama anak kedua Han (Han junior) sebenernya siapa dan anak kedua saga juga (saga junior) sebernya siapa
Tri kafi
ahhhhh ternyata firman yg jdi pacarnya amera🤣🤣🤣🤣🤣🤣 firman yg patah hati sama Aran dan amera pata hati sama Han akhirnya menemukan kebahagian nya sendiri
Tri kafi
dan sampai saat ini aku belum tau siapa nama anak laki lakinya saga juga nama anak anak han😅😅
Mivie
pantesan dulu baca2 ga ada bab ini ya
Tri kafi
maksud Heem nya saga tadi apa ya ada yg tau?
Mivie
part ini penuh air mata haru...😭
Jumli
si saga emang udah nggak bisa nggak ngakak saat setelah bersama daniah ya🤣
Jumli
eeemmmm aku juga jadi membayangkan nya 🤭😁
Jumli
🤣 🤣🤣 Doktor Harun lucu sekali 😭
Tri kafi
🤣🤣🤣🤣🤣
Tri kafi
dag dig dug🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!