NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahkontrak / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:23.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Bagaimanakah jika bisa menyewa gadis cantik untuk jadi pacar sehari? Hanya dengan membayar segepok rupiah, sudah bisa menyelesaikan masalah anak muda yang di jodohkan atau bahkan hanya untuk have fun saja.

Keira, dialah gadis cantik belia yang menjadi pencetus ide bisnis unik ini bersama kedua sahabatnya. Tujuan bisnis yang awalnya demi meraup rupiah, jadi meleset kala bertemu dengan seorang anak kecil yang ingin menyewanya menjadi Mama dan sekaligus istri sewaan untuk Papanya. Akankah tugas kali ini sukses atau jadi merubah hidup Keira?


Cussss, ayo segera berkelana ke dalam hidup Keira!!!

Jangan lupa juga follow IG @dydyailee536 makasih 🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 Kembalinya Cinta Pertama

Keesokan harinya, Marvel sangat senang akhirnya ia bisa kembali ke rumahnya. Kevin lalu menggendong Marvel di punggungnya untuk menuju kamarnya.

''Pah, aku merindukanmu. Papa terakhir kali menggendong ku di punggung seperti ini sudah tiga tahun yang lalu.'' Kata Marvel saat ia berada di gendongan punggung papanya. Mendengar ucapan Marvel, hati Kevin terasa sakit sekali. Ia hampir lupa kalau Marvel membutuhkannya.

''Maafkan papa ya. Kamu kan sudah besar masa iya mau minta gendong terus?''

''Tapi kalau memangku tante Keira kenapa tidak mengeluh?'' ucap Marvel dengan polosnya. Seketika Kevin pun salah tingkah.

''Mem-memangku? siapa yang memangku bu guru kesayangan kamu itu? papa tidak melakukannya?''

''Aku lihat lho pah tapi aku diam saja. Aku suka kalau kalian semakin dekat.''

''Kamu salah paham Marvel, aku hanya membantunya saat dia terjatuh. Sudah itu saja.''

Akhirnya mereka sampai di kamar Marvel. Kevin pun membantu Marvel berbaring di atas tempat tidur.

''Sudah ya jangan bahas itu lagi. Papa mau ke kantor dulu ya?''

''Pah, tidak bisakah temani aku? besok ulang tahunku. Aku ingin papa di rumah menemaniku. Siapkan acara ulang tahun yang meriah untukku. Papa merayakan ulang tahun ku terakhir kali adalah empat tahun lalu. Bahkan di hari ulang tahunku setiap tahun, aku hanya tiup lilin sendiri di rumah. Papa pun hanya mengirimkan hadiah lewat Om Krisna.'' Bujuk Marvel sambil menggenggam kedua tangannya.

''Marvel, nanti papa akan pulang lebih cepat. Papa sudah berusaha menepati permintaan mu sebagai hadiah ulang tahun. Jadi papa mohon, biarkan papa ke kantor. Ada meeting yang tidak bisa papa tinggalkan. Papa harap kamu mengerti ya? papa pergi dulu.'' Kevin kemudian mengecup pucuk kepala putranya dan berlalu begitu saja. Marvel hanya bisa menatap sedih kepergian papanya.

-

Seperti biasa, hari ini Keira mengajar dengan penuh semangat dan selalu ceria. Seluruh siswa bahkan selalu menantikan di ajar oleh Keira. Karena bukan hanya belajar saja tetapi mereka bisa bercerita apa saja pada Keira. Apalagi Keira selalu menyelipkan permainan dalam semua materi yang ia sampaikan. Bahkan Keira selalu bisa dan dengan mudah mengambil hati Keira. Mereka semua mulai menyayangi Keira.

''Baiklah anak-anak kelas kita selesai. Sampai jumpa minggu depan! always happy, keep smile and always positif thinking!" seru Keira mengakhiri kelasnya siang itu. Selesai mengajar ia pun kembali ke ruangannya.

Namun saat ia berjalan menyusuri koridor dari kejauhan ia melihat sosok yang tidak asing baginya. Seorang pria tampan, berjambang, tinggi dan hidung mancung melangkah dengan seorang wanita yang memiliki tubuh semampai bak model. Keduanya tampak serasi dengan bergandengan mesra. Seketika Keira teringat masa lalunya. Mata Keira dan mata pria itu bertemu, saat mereka berpapasan.

''Ferdi," gumam Keira dalam hati. Keira lalu menoleh begitu juga dengan Ferdi yang menoleh dan melemparkan senyum pada Keira. Namun wanita di sampingnya buru-buru memalingkan wajah Ferdi yang menoleh kebelakang.

''Dia sudah kembali? lalu siapa wanita itu? apa dia benar-benar sudah melupakan aku?'' batin Keira nelangsa. Keira lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju ruang guru. Rupanya disana para guru sudah berkask-kusuk.

''Itu putri Tuan Handoko datang, namanya Nona Lily.'' Kata salah satu guru Bahasa Indonesia.

''Iya dia datang bersama calon tunangannya. Mereka serasi sekali ya. Satunya cantik dan satunya ganteng seperti Brad Pitt,'' sahut yang lain.

''Nona Lily sengaja mengajaknya kesini untuk menunjukkan kalau dia dulu sekolah disini. Keduanya baru kembali ke luar negeri. Jadi mereka dulu satu kampus disana.'' Ya hari itu benar-benar hari yang pahit untuk Keira. Penantiannya selama ini sia-sia. Cinta pertamanya telah melupakannya. Keira lalu memutuskan menuju taman, daripada harus mendengar gosip tentang Ferdi.

Keira duduk seorang diri disana. Menatap hamparan rumput yang hijau dengan sapuan angin pepohonan yang rindang.

''Kenapa kamu tega melakukan ini Fer? bahkan tanpa kabar sekalipun. Saat kamu kembali, kamu membawa cinta yang baru. Betapa bodohnya aku masih berharap tentang hubungan kita,'' batin Keira menahan sesak di dada.

''Kei,'' tiba-tiba suara lembut itu mengejutkannya. Keira buru-buru menyeka air matanya. Keira lalu menoleh kearah sumber suara itu.

''Ferdi!" seru Keira.

''Kamu masih ingat dengan ku?'' kata Ferdi seraya mengambil duduk di samping Keira.

''Bagaimana kabarmu?'' tanya Keira dengan menahan sesak.

''Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja.''

''Kamu kenpa tidak pernah memberiku kabar, Fer? aku selalu menunggu kamu disini.''

''Maafkan aku, Kei. Aku memang bukan pria yang baik untukmu tapi kita memang sudah tidak bersama. Lebih baik kamu lupakan aku, Kei.''

Air mata Keira pun tak bisa terbendung lagi, hatinya begitu sakit dan hancur. Bertahun-tahun ia menjaga hatinya hanya untuk Ferdi, membiarkan Ferdi meraih mimpi-mimpinya dan selalu berpikir positif tentang Ferdi. Namun semuanya kini hanya tinggal kenangan.

''Kenapa mudah bagi kamu untuk mengatakan itu Fer? bertahun-tahun aku menunggu kamu tapi kamu menghilang.''

''Maafkan aku, Kei. Ponsel yang kamu berikan waktu itu hilang. Aku tidak bisa lagi menghubungimu. Kamu tahu sendiri keadaan ku, Kei. Sambil belajar aku bekerja serabutan disana untuk bertahan hidup bersama Ibu aku. Maaf kalau aku tidak pernah memberimu kabar. Sampai pada akhirnya aku bertemu seorang gadis yang bisa membantuku, merubah kehidupan dan nasibku. Aku tidak menyangka saja dia gadis dari keluarga kaya tapi mau bersamaku bahkan memilihku menjadi pasangan hidupnya. Bahkan keluarganya mempercayakan aku bekerja di perusahannya. Tidak di pungkiri kehidupan ku berubah saat bertemu dia, namanya Lily. Bahkan saat sakit ibu kambuh dan parah, keluarganya membantuku tanpa pamrih. Aku berhutang budi pada keluarga mereka. Maafkan aku Kei, kalau pada akhirnya aku luluh dengan Lily. Terserah sekarang kamu mau apakan aku. Aku akan menerimanya karena aku pantas mendapatkannya.'' Kata Ferdi panjang lebar.

''Bahkan seperti tidak ada beban saat kamu menceritakan semua itu Ferdi?'' ucap Keira lirih.

''Sekali lagi maafkan aku. Maafkan aku yang tidak bisa memenuhi semua janji ku. Maafkan aku yang tidak bisa mempertahankan hubungan kita bahkan mimpi yang akan kita rajut kedepannya harus terhenti dengan cara seperti ini. Bahkan aku harus kembali dengan cara yang sangat menyakitkan. Maafkan aku, Kei.''

Keira hanya bisa menangis mendengar semua ucapan Ferdi.

''Ferdi! sayang, kamu dimana?'' suara Lily sedang mencari Ferdi.

''Aku harus kembali Kei, Lily mencariku. Kamu adalah gadis yang baik dan kamu pasti akan mendapatkan yang terbaik pula. Sekali lagi maafkan sikap pengecutku ini.'' Ferdi kemudian beranjak dari duduknya untuk kembali menemui Lily. Hanya tinggal Keira disana yang tenggelam dalam isak tangisnya. Hiks, hiks, hiks... Tiba-tiba dering ponsel Keira mengalihkan perhatiannya. Ada nama kakaknya di layar ponselnya.

''Halo, Kak,'' sapa Keira.

''Kei, kamu kenapa? kamu nangis?'' mendengar pertanyaan kakaknya bukanya menjawab tapi tangisan Keira justru semakin kencang.

''Kei, kamu kenapa sih? aku jemput ya, sekalian kita makan siang bareng.'' Kata Kenny dengan panik.

''Iya Kak. Hiks... hiks... hiks...'' hanya itu yang bisa Keira jawab saat menerima telepon dari kakaknya.

Bersambung.... Yukkk like, komen dan votenya yang buanyakkk yaa, makasih 🙏❤️ Ig @dydyailee536

1
Mimi Sanah
sudah episode 41 belum ada keluluhan hati Kevin , malah masuk ke apartemen Ferdi , gak dibaca penasaran, dibaca bikin Gedeg . 🙏🏻
Mimi Sanah
di episode berapa kah Thor buat Kevin bucin ke kaira ?
Mimi Sanah
hahahaha 😁
Mimi Sanah
singkat padat nylekit 😀😀
Mimi Sanah
pasti othor belum ngopi nih 😀🙏🏻,
Mimi Sanah
suatu saat Kevin akan bucin dengan mu Bu keisa 😀😀😀
Mur Wati
suka cerita ini karena gak banyak konflik jg kata" yg kasar/ penghinaan sebel kalo baca yg terlalu banyak konflik tp bertele" gak gercep menyelesaikannya baca novel buat hiburan jd suka cerita yg ringan
Dydy Ailee
Haiiii yang nungguin kisah marvel sama luna, bakalan launching yaa, di apk F1zz0 😍 dg cerita yg lebih🔥😁
Mur Wati
halah paling jg si ferdi bener" pengecut mending Kevin terus terus ke lily biar kapok si ferdi 😡
Mur Wati
gak jelas si ferdi biasanya yg cewek yg kegatelan ini kebalikannya keira harus terus terang m kevin biar gak salah paham apalagi kalo lily tahu
Nur Syamsi
Terimah kasih Thor, sya suka pesan moralnya kasih sayang dan cinta yg tulus sangat dan sangat berarti dalam kehidupan
Dydy Ailee: sama2 kakak 😍
total 1 replies
Nur Syamsi
lanjut....
Nur Syamsi
Untung Nino cepat ketahuan,
Nur Syamsi
Mungkin Luna merindukan kasih sayang seorang ibu ya, tiba tiba tdi meluk Keira
Nur Syamsi
Mudah" Sidni ma Cika berjodoh
Nur Syamsi
Lanjut
Nur Syamsi
Bagaimana nasibnya panti jompo
Nur Syamsi
Semoga sehat selalu mbak Siska mpe lahiran
Nur Syamsi
Alhamdulillah, banyak"selamat keluarga Krisna
Nur Syamsi
Yang sabar mas Kevin ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!