Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Flashback
Kala itu, Alexandra Group yang sedang di ujung tanduk. Ayah Queen mulai kehilangan kendali, dan Queen—yang saat itu baru saja menyelesaikan kuliahnya—terpaksa turun tangan untuk menyelamatkan aset terakhir keluarga mereka. Satu-satunya harapan adalah Mr.Joy, kepala Lotus Consortium sekaligus ayah dari Zee.
Mr. joy adalah pria yang sangat memegang teguh kehormatan, namun ia juga seorang negosiator yang dingin. Queen menemuinya di sebuah Private Suite di Marina Bay Sands, Singapura.
"Aku tidak berinvestasi pada perusahaan yang dipenuhi skandal, Ms. Alexandra," ucap Mr. Tan sambil menatap cakrawala Singapura.
Queen berdiri dengan anggun, tidak menunjukkan sedikit pun ketakutan. "Ayah saya mungkin terjebak skandal, tapi saya membawa model bisnis baru. Beri saya waktu semalam untuk menunjukkan proyeksi masa depan Alexandra Group."
Queen menghabiskan malam itu di ruangan tersebut—bukan di tempat tidur, melainkan di meja kerja, membedah data dan angka bersama Mr. Joy hingga fajar menyingsing. Mr. Tan terkesan dengan kecerdasan Queen dan akhirnya menandatangani kesepakatan investasi sebesar 500 juta dolar.
Namun, Clarissa, yang saat itu sudah mengintai pergerakan Queen, melihat sebuah peluang emas. Ia menyuap salah satu pelayan hotel untuk memotret Queen yang keluar dari kamar Mr. Tan pada pukul lima pagi dengan rambut yang sedikit berantakan karena kurang tidur dan pakaian yang sama dengan malam sebelumnya.
Clarissa menyebarkan foto itu dengan tajuk utama yang menghancurkan: "Putri Alexandra Menjual Tubuh demi Investasi Singapura."
Fitnah itu meledak. Publik menghujat Queen sebagai wanita simpanan Mr. Joy. Di sisi lain, Mr. Joy yang sangat menjaga reputasi keluarganya di Shanghai merasa sangat terhina. Istrinya menggugat cerai karena malu, dan saham Lotus Consortium sempat anjlok karena dianggap pimpinannya terlibat skandal asusila dengan gadis muda.
Zee, yang saat itu berada di London, melihat ayahnya jatuh dalam depresi akibat fitnah tersebut. Mr. Joy memang tidak pernah tidur dengan Queen, namun dunia tidak peduli pada fakta. Mr. Joy akhirnya jatuh sakit dan menyerahkan takhta perusahaan kepada Zee dengan satu pesan terakhir: "Jangan biarkan Alexandra Group berdiri di atas kehormatanku."
Zee tidak menyalahkan Clarissa sepenuhnya, ia menganggap Queen adalah "pemicu" yang sengaja menggunakan kecantikannya untuk memikat ayahnya ke dalam situasi yang ambigu. Zee membenci Queen karena menurutnya, Queen adalah penyebab hancurnya keharmonisan keluarganya.
Pertemuan Antara Queen dan Zee direstoran, "Kau selalu menganggapku sebagai wanita yang menghancurkan ayahmu, Zee," ucap Queen dengan suara rendah. "Tapi kau lupa, aku juga korban di sana. Clarissa-lah yang memulai semuanya."
Zee tertawa pahit, air mata mengalir di pipinya. "Kau menang, Queen. Kau selalu menang. Kau mendapatkan investasinya, kau menjatuhkan Clarissa, dan sekarang kau mendapatkan pria yang aku cintai sejak aku masih remaja."
"Aku tidak mendapatkan Adrian karena keberuntungan, Zee," Queen mendekat, menatap mata Zee dengan tajam. "Aku mendapatkannya karena kami melewati neraka bersama-sama. Sesuatu yang tidak akan pernah kau pahami dengan cara licikmu."
Queen berbalik, meninggalkan Zee, Queen melihat Adrian menunggunya di ujung lorong.
Adrian menarik Queen ke dalam pelukannya, mencium keningnya dengan penuh kasih sayang. "Sudah selesai sayang?"
"Ya," bisik Queen, memejamkan mata dan menikmati aroma maskulin suaminya.
Adrian kemudian menunduk, mencium bibir Queen dengan lembut namun lama—sebuah ciuman yang menghapus semua sisa rasa sakit dari masa lalu. "Ayo pulang, Queen-ku. Kerajaan kita sudah menanti."
Beberapa bulan kemudian, Alexandra-Alistair Group meresmikan yayasan pendidikan untuk anak-anak kurang mampu, sebuah langkah untuk membersihkan nama keluarga mereka selamanya. Queen Elara Alexandra dan Adrian Alistair berdiri di balkon kantor pusat mereka, melihat matahari terbenam.
Dunia bisnis masih tetap kejam, namun bagi mereka, selama mereka memiliki satu sama lain, tidak ada badai yang tidak bisa mereka lalui. Sang Ratu telah menemukan Rajanya, dan kisah mereka akan tetap menjadi legenda di lantai bursa dan di dalam hati mereka masing-masing.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading😍