NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:29.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Kusuma Pawening, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu tiba-tiba harus menjadi seorang istri pria dewasa yang dingin dan arogan. Seno Ardiguna.

Semua itu terjadi lantaran harus menggantikan kakanya yang gagal menikah akibat sudah berbadan dua.

"Om, yakin tidak tertarik padaku?"

"Jangan coba-coba menggodaku, dasar bocah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Seno menarik selimut itu dengan kuat. Wening tak mau kalah, membalasnya dengan sengit. Seketika otak kanannya memancarkan ide jahil untuk membuat pria itu tumbang. Gadis itu melepas dengan suka rela hingga membuat suaminya terjungkal ke lantai marmer. Sontak membuat Wening tertawa ngakak melihat suaminya yang terdampar di sana.

Syukurin nyungsep! batin Wening tertawa jahat.

"Hahaha. Aku lagi mode males ketawa sebenarnya, tapi ini terlalu lucu. Kenapa ada pria dewasa yang seresek kamu, dasar om-om kurang kerjaan!" ejek Wening tertawa bahagia mendapati kesialan suaminya.

Pria itu mengaduh dengan muka garang menahan kesal. Siap memuntahkan kemurkaan hatinya yang serasa dongkol.

"Dasar istri durhaka! Kualat nanti kamu, Ning!" sarkas pria itu mengomel. Dengan rasa jengkel, menarik kaki istrinya dari kasur. Hingga membuat gadis itu menjerit.

"Lepasin Om, lepasin!" Wening memberontak rusuh. Kedua tangannya mencengkram bad cover sebagai pegangan. Kakinya menendang-nendang hingga tanpa sadar mengenai batang pokok pria itu.

"Aww ....!" Kali ini Wening tidak sengaja tapi benar-benar membuat pria itu menjerit kesakitan. Bahkan mungkin benar-benar tidak berdaya.

Sejenak Wening merasa takut melihat suaminya yang terlihat menahan sakit. Gadis itu bingung sendiri.

"Om, nggak pa-pa?" tanya Wening hati-hati mendekat lalu berjongkok. Takut pria itu membalasnya dan hanya acting saja.

"Jangan mendekat! Menjauhlah dariku anak setan!" umpat Seno saking kesalnya.

"Yakin nggak butuh bantuan? Tapi sepertinya Om butuh ke rumah sakit, butuh pemeriksaan lebih lanjutan takutnya telur itu pecah dan tak bisa berfungsi dengan benar."

Seno menatap tajam istrinya, berjalan perlahan mendekati ranjang. Merebahkan tubuhnya di sana.

Wening menautkan alisnya acuh, membiarkan saja pria itu menemui kesakitannya sendiri. Ia berjalan elegan mendekati ranjang. Duduk tenang seraya melirik santai suaminya yang berwajah muram.

"Makanya jangan jahat jadi orang, ngatain segala. Kualat kan jadinya," kata perempuan itu.

Pria itu tidak menyahut, melirik istrinya penuh permusuhan. Ia merasa begitu sial dan bertambah nelangsa saja semenjak gadis belia itu hadir menjadi istrinya.

Jangankan menurut, sedikit pun tak pernah merasa dihargai darinya. Beberapa kali pria itu menghela napas dalam. Apa salahnya kenapa harus bertemu dengan gadis bar-bar tidak berakhlak.

Sedang Wening terlelap dengan damai, tak peduli pria itu menahan jengkel setengah mati. Hingga pagi menjelang keduanya masih bergelut di balik selimut yang sama. Entah siapa yang mendahului, keduanya terlihat akur satu sama lain. Sampai netra itu terjaga, dan keduanya tersadar begitu mesra. Kaget dengan keadaan keduanya yang begitu rapat.

"Aaaa ....!" Seno dan Wening menjerit bersama saling memberi jarak. Refleks keduanya meneliti tubuh masing-masing, seketika merasa lega mendapati masih berpakaian lengkap tanpa ada kurang suatu apa pun.

Wening turun dari ranjang, setengah berlari menuju kamar mandi. Seno tidak kalah cepat, hampir bersamaan menuju pintu masuk.

"Om, aku dulu, nanti aku terlambat!" ujar Wening tak mau mengalah.

"Mana bisa begitu, aku juga sudah telat. Aku duluan, anak kecil belakangan!" balas Seno tak mau tahu.

"Jadi orang dewasa kok nggak mau ngalah sih, aku telat, aku duluan!"

"Enak aja, aku yang duluan!"

Seno yang tak mau kalah dengan berat hati mengangkat tubuh istrinya lalu menghempaskan ke ranjang. Baru pria itu berlari cepat menghindar amukan istri kecilnya.

"Om, ya ampun lepasin!" ronta Wening yang jelas kalah telak dari segi tenaga.

Seno menutup pintu kamar mandinya cepat. Sebelum perempuan itu menyusulnya. Menggedor kamar mandi sekencang mungkin. Nampaknya pria itu begitu menikmati kekalahan istrinya pagi ini. Ia sengaja berlama-lama di kamar mandi tanpa mau tahu gelisahnya Wening yang menunggu di luar dengan tak tenang.

Bukan Wening namanya kalau tidak banyak ide di otaknya. Perempuan itu menyiapkan seragamnya, lalu berjalan keluar menggedor kamar tetangga.

"Hehe. Sorry, ganggu pagi-pagi, numpang kamar mandi boleh?" pinta gadis itu mengubur malu. Demi kelancaran pagi ini tentunya, gadis itu nekat meminjam kamar mandi adik iparnya.

"Emangnya kamar mandi di kamar kamu kenapa?"

"Antri, aku keburu telat, boleh ya? Eh, tapi kalau kamu nggak nyaman nggak jadi ding." Gadis itu hendak berbalik tetiba tangan kanan Arka menariknya masuk ke dalam.

"Pakai aja, aku udah beres kok," ujar pria itu tersenyum.

"Oke, makasih," jawab gadis itu melesat tanpa pamrih.

Beberapa menit berlalu.

"Makasih ya?" ujar Wening setelah usai.

"Sama-sama, pakai aja setiap hari!" jawab pria itu senang hati.

"Besok, kalau waktunya samaan boleh lagi. Hehehe."

Keduanya terkikik bersama keluar dari kamar Arka pas bertepatan saat Seno keluar dari kamarnya. Membuat pemandangan yang luar biasa salah paham tentunya. Pria itu dibuat tak percaya dengan kelakuan istri kecilnya.

1
Mazree Gati
masih sekolah di nikahkan,,,end, ga lanjut baca
Hediana Br Hutagalung
jgn terlalu dikekang Seno,nanti ngamuk LG istrimu
Hediana Br Hutagalung
jgn LG km macam2 ya Seno,Wening udah banyak berkorban buat km
Hediana Br Hutagalung
memang susah buat keputusan Wening tp kt perempuan yg harus mengalah,q pernah diposisi ini demi suami tinggalkan pekerjaan
Hediana Br Hutagalung
mantap Wening,udah berkorban banyak malah ngak dihargai Seno,LBH baik menjauh
Hediana Br Hutagalung
rata2 laki2 memang gitu,klu dah pergi baru kaya orang sakit jiwa nyarinya
Hediana Br Hutagalung
jgn gampang luluh Wening,kerjain dl baru kasih kesempatan
Hediana Br Hutagalung
kasihan Wening,giliran dekat dgn laki2 lain dilarang tp Seno bisa suka2nya
Hediana Br Hutagalung
senonya LBH dewasa dr PD istrinya,tp kok harus istrinya yg harus mengerti buat hubungan mereka,itu namanya egois Seno,klu memang masih ragu lepaskan aja Wening itu,karena dr awal dia udah minta cerai
Hediana Br Hutagalung
kopi hitam aja bikin jgn pake gula biar makin hitam asap yg keluar dr mulut seno🤣
mom syam
kakak atay mba manggilnya nih🤭
Herlina Anggana
kepikiran orang kalo udah skit kritis gitu drop naik turun kalo keluarganya religius dan penyayang pas waktu sholat pasti di tuntun sholat kan ya... Rara sudah menebus kesalahannya dengan sakit berbulan2 pasca melahirkan smoga gak lagi menjalani siksaan di alam kubur... aku kok baper mikirnya jauh bgt
Herlina Anggana
Halah ngomong apaan sih gak jelas... panjang lebar asli gak jlas laki2 labil emang gak tegas
Herlina Anggana
dah males denger gombalan kuno.. prettt
Herlina Anggana
terlalu rindu gimana waktu di rumah senggang ja di cuwekin malah mikirin omongan Afnan emang knapa KLO Rara masih cinta sama kamu sen,... yg jadi istri kamu kan Wening bukan Rara
Herlina Anggana
gamon ya sen
Herlina Anggana
interaksi mereka tu lucu
Herlina Anggana
dapet daun muda bucin akut
Heryta Herman
klo sdh di tinggal begini baru terasa kau seno..makanya jadi laki" jngn suka seenaknya..semua hal yg kamu buat harus memaksa..klo masih terpaku pada masa lalu,jngn coba"untuk memulai hubungan yg baru...kasihan wening..
Anonymous
Ceritanya muter2 di tempat, rara hamil gk mau jasih tau siapa, seni sama istrinya gk bs akur capek bacanya, maaf ya thour gk di lanjuti bacanya🙏🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!