-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 : Calon pelakor
“Kau benar-benar keras kepala Sherly !!”
Sherly hanya tertawa kecil, setelah dirinya mendapatkan vitamin dari Rachel, Sherly merasa tubuhnya jauh lebih sehat dan baik, jadilah dia meminta untuk tetap datang ke kantor bersama dengan Jeremy, awalnya lelaki itu menolak, tapi Sherly tidak mau memanfaatkan posisinya sebagai kekasih Jeremy, dengan mengambil libur secara sembarangan.
Jadilah disini, dirinya duduk di sebelah Jeremy, yang sedari tadi memberikan tatapan cemberut, dan bibirnya terus bergumam karena Sherly memaksakan dirinya.
“Aku sudah bilang, kau tidak merepotkanku.” Ujar Jeremy lagi, dengan nada kesal tapi bercampur rasa khawatir.
“Aku akan mengambil libur, saat aku benar-benar tidak kuat, ya ?? Lagipula aku juga sudah cukup sehat dan kuat.” Ujar Sherly tersenyum senang, Jeremy mau tidak mau mengakui itu. Karena sebelumnya, Sherly bisa menghabiskan cukup banyak makanan, dan wajah wanita itu sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Semua itu karena vitamin dari Rachel, yang membuat Sherly lebih kuat dari sebelumnya. Hingga siang ini, Sherly sanggup untuk mengerjakan pekerjaan dan tugasnya.
“Baiklah.. Baiklah, terserah kau saja.” Ujar Jeremy tersenyum kecil, dirinya mengalah saja pada wanitanya. Lagipula Sherly benar-benar terlihat baik-baik saja, dari sebelumnya.
Jam dinding menunjukkan pukul 3 sore, hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi, mereka sudah akan kembali pulang. Sherly senang, dirinya bisa mengejar waktu, sehingga bisa menyelesaikan beberapa tugas hari ini.
“Ah, astaga..” Sherly bangkit dari kursinya secara mendadak, membuat Jeremy yang di sebelahnya bingung.
“Ada apa ??”
“Aku harus ke kamar mandi.” Ujar Sherly berlari kecil ke pintu ruangan, belum sempat Jeremy menjawab, Sherly sudah membuka pintu dan keluar dari sana. Jeremy tertawa kecil, melihat perilaku Sherly.
“Calon istriku sangat menggemaskan, aku harus segera menikahinya. Setelah ini, aku akan mengajaknya membeli gaun pengantin.” Ujar Jeremy pada dirinya sendiri, dengan nada senang, bahkan tertawa kecil sendiri. Oh Tuhan, Jeremy sepertinya memang tidak waras.
...
Sherly yang sudah selesai dengan kegiatannya, kini berdiri, menata rambut dengan tangannya, matanya melihat penampilannya dari refleksi bayangan di cermin. Semenjak menempati tubuh ini, Sherly jadi semakin mengamati penampilannya, agar selalu terlihat cantik dan sempurna.
“Sudah selesai, saatnya kembali.” Ujar Sherly dengan riang, dia keluar dari kamar mandi, dan berjalan melewati beberapa pekerja yang sudah menyelesaikan pekerjaan mereka di meja masing-masing. Tidak jarang, Sherly bertegur sapa ramah dengan para karyawan. Ya, kini mereka mengenali Sherly sebagai kekasih atasan mereka sekaligus asisten pribadi Jeremy.
Tapi Sherly, bukanlah sosok angkuh yang arogan, justru wanita itu terlihat rendah hati dan ramah pada siapapun. Membuat karyawan menghargai Sherly, tanpa memperdulikan status Sherly sebelumnya.
Hingga dirinya berada di depan ruangan Jeremy, Sherly sempat melihat ke dalam melalui kaca di pintu, terlihat seorang perempuan berusaha mendekati dan berbicara pada Jeremy. Seketika wajah Sherly berubah, yang tadinya tersenyum ramah, kini berubah menjadi gelap, dan tidak suka.
Sherly kemudian membuka pintu itu, dan mendengarkan pembicaraan mereka. Sherly bisa melihat sosok perempuan yang mencoba berbicara dan memohon kepada Jeremy.
“Jer, dengarkan aku-”
“Ariana !! Sudah aku katakan berapa kali, jangan pernah mendekatiku lagi !!” Ujar Jeremy dengan dingin dan sinis, tapi Ariana tidak memperdulikan perkataan Jeremy.
“Apa kau benar-benar tidak mau bertanggung jawab atas kehamilanku ?!”
Jeremy tersenyum merendahkan, “Kehamilan ?? Aku tidak ingat, jika aku pernah tidur denganmu !!” Ujar Jeremy dengan nada sinisnya.
Sherly yang berdiri di sana, mengepalkan tangannya melihat perempuan bernama Ariana yang terus mencoba mendekati kekasihnya. Ada perasaan tidak suka, tapi dirinya mencoba untuk bertahan agar tangannya tidak maju dan menampar wanita itu.
“Kau lupa.. ?? Kita bahkan melakukannya lebih dari sekali !! Dan sekarang aku hamil, aku ingin kau bertanggung jawab !!”
“Pfftt.. Hahahahaha.. Apakah ini salah satu rencana kotormu, dengan Noah ?? Heh ?? Mencoba menjatuhkan aku, dengan drama murahanmu ??” Ujar Jeremy dengan nada merendahkan, membuat Ariana mengepalkan tangannya kesal, apalagi Jeremy terus menerus merendahkan dirinya.
“Kau melupakan semua di antara kita ?? Hanya karena wanita j*l*ng itu !! Apa hebatnya wanita itu, hanya perempuan murahan yang- Akh !!!”
“Kau mengataiku apa tadi, hah ?!” Sherly menarik rambut Ariana dengan kesal, saat dirinya di sebut j*l*ng oleh wanita di depannya, Ariana tidak berdiam diri, dia berusaha memberontak.
“Kau wanita j*l*ng !! Lepaskan aku !!”
“Kaulah wanita rendahan itu !! Mencoba menggoda kekasihku !! Kau berani padaku ?!” Ujar Sherly dengan nada kesalnya.
Sementara Jeremy sudah bangkit berdiri dari kursinya, mendekati kedua perempuan yang bertarung satu sama lain. Sebenarnya, dia tidak bermaksud melerai, dia hanya khawatir jika Ariana bertindak nekat dengan menyerang Sherly.
“Sayang, sudah ya.. Biar aku yang urus.” Ujar Jeremy dengan nada perlahan, membuat tarikan rambut itu sedikit memudar. Sherly melepaskan rambut Ariana, tapi dia tidak melepaskannya begitu saja.
Plak !!!
“Sekali lagi, kau mencoba menyentuh kekasihku, aku akan memb*n*hmu dengan tanganku sendiri !!” Ujar Sherly dengan penuh emosi ke arah Ariana, bahkan menunjuk wanita di depannya dengan jarinya.
“Kita lihat saja, seberapa hebat kau bisa menjaga kekasihmu !! Aku akan merebutnya darimu !!”
“Kalau begitu lakukan, buka semua bajumu ?! Aku yakin, Jeremy bahkan akan merasa jijik melihat tubuh murahanmu itu !!” Ujar Sherly dengan nada angkuhnya, dan mengangkat kepalanya, membuat Ariana kesal dan mengangkat tangannya, hendak menampar Sherly.
“Kau sialan-”
“Sudah cukup !!”
Jeremy menangkis tangan Ariana sebelum, wanita itu berhasil menyentuh pipi Sherly. Jeremy mendorong tubuh Ariana hingga terdorong ke belakang, tapi tidak jatuh, Ariana masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
“Ariana, ini terakhir kali peringatanku padamu, jangan pernah datang ke tempat ini lagi, atau kau akan habis di tanganku !!” Ujar Jeremy dengan nada dingin dan angkuh.
“Kau pikir hanya karena kau memiliki nama besar, kau bisa menang begitu saja !! Aku akan menghancurkan nama baikmu, lihat saja !!” Ariana lalu keluar dari ruangan dengan penuh emosi bahkan membanting pintu ruangan, tapi perkataan itu tidak membuat Jeremy terpancing atau merasa kesal, melainkan tertawa kecil.
Sherly yang melihat Jeremy tertawa malah bingung.
“Kenapa kau tertawa, memang apa yang lucu ??”
“Pfftt.. Aku sedikit tergelitik, mendengar ancaman seekor semut.” Ujar Jeremy kembali tertawa, membuat Sherly hanya menghela nafasnya berat.
“Tapi kau tadi, sangat luar biasa, sayang~” Lanjut Jeremy memuji perkataan dari Sherly.
“Aku hanya kesal, karena wanita itu menyebalkan !! Apa dia benar-benar kekasihmu ?! Kenapa dia berkata memiliki kenangan di antara kalian ??” Ujar Sherly dengan bingung, Jeremy hanya tersenyum kecil.
“Bukan sayang, dia begitu terobsesi padaku, dan terus mencoba mendekatiku. Jadi dia menganggap, hal itu adalah kenangan saat dia terus berusaha mendekatiku.” Ujar Jeremy membelai rambut Sherly sambil menjelaskan, agar tidak ada kesalahpahaman antara dirinya dan Ariana.
“Kau harus berhati-hati, bisa saja dia akan berusaha memb*n*hmu.” Ujar Sherly memberi peringatan dengan nada pelan, tapi Jeremy hanya tersenyum kecil.
“Tenang saja sayang~ aku akan selalu berada disisimu. Dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Ujar Jeremy dengan nada lembutnya, meyakinkan calon istrinya.
🌟🌟🌟🌟🌟
..