NovelToon NovelToon
Immortal Emperor: Dao Abadi

Immortal Emperor: Dao Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Benua Timur, di mana pegunungan menusuk awan dan kabut spiritual menyelimuti hutan purba, nyawa manusia biasa seringkali tidak lebih berharga daripada rumput di tepi jalan.

Desa Sungai Jernih adalah tempat yang damai, tersembunyi di lembah kecil di kaki Pegunungan Kabut Hijau. Penduduknya hidup sederhana bertani, berburu, dan menyembah "Para Abadi" yang terkadang terlihat terbang melintasi langit dengan pedang cahaya. Bagi mereka, para kultivator itu adalah dewa pelindung.

Namun bagi Li Wei, hari ini, dewa-dewa itu membawa neraka.

Li Wei, pemuda berusia lima belas tahun dengan tubuh kurus namun sorot mata tajam, sedang menuruni bukit dengan keranjang anyaman di punggungnya. Ia baru saja selesai mencari tanaman obat liar. Ibunya sakit batuk sejak musim dingin lalu, dan tabib desa berkata akar Ginseng Roh tingkat rendah mungkin bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30: Kuburan Naga

Malam itu, bulan merah seolah meneteskan darah ke bumi.

Lembah Abu sibuk dengan kepanikan yang teredam. Ratusan pengungsi berbaris cepat memasuki terowongan rahasia di belakang tebing jalan yang sama yang digunakan Li Wei dan Tie Shan untuk kembali dari Puncak Besi.

"Cepat! Jangan bawa barang yang tidak perlu!" teriak Tie Shan.

Di punggungnya yang lebar, ia memikul beban paling berharga Meriam Auman Naga yang telah dibungkus kain tebal. Bagi Tie Shan, lebih baik dia telanjang daripada meninggalkan warisan gurunya.

Xiao Lan memimpin barisan depan, memegang lentera Batu Cahaya Bulan. Dia terus menoleh ke belakang, matanya mencari sosok Li Wei.

"Li Wei belum masuk barisan," katanya cemas pada Tie Shan.

"Dia bilang dia harus menutup pintu," jawab Tie Shan berat. "Dia akan menyusul."

Di tengah lembah yang kini kosong, Li Wei berdiri sendirian.

Angin malam menerbangkan jubahnya yang robek. Ia memandang sekeliling. Gubuk kayunya. Ladang herbalnya yang kini rusak terinjak-injak perang. Sungai kecil tempat ia mencuci lukanya. Batu tempat ia bermeditasi siang dan malam.

Tempat ini adalah rumah pertamanya. Tempat di mana seorang budak bernama Li Wei mati, dan seorang kultivator bernama Li Wei lahir.

"Sayang sekali," gumam Li Wei, tangannya membelai tanah hitam yang subur. "Padahal panen musim depan akan bagus."

WUUUUUUNG!

Suara dengungan besar terdengar dari langit. Awan-awan terbelah.

Sebuah Kapal Perang Roh (Spirit Warship) berlambang Klan Wang turun perlahan, menutupi cahaya bulan. Kapal itu dikelilingi oleh ratusan kultivator terbang.

Di geladak utama kapal, berdiri seorang pria tua dengan jubah api yang berkobar. Aura kekuatannya begitu besar hingga menekan udara di lembah, membuat tanah bergetar.

Tetua Wang Lie (Ayah Wang Jian) - Qi Condensation Lapis 9 Puncak.

Wang Lie menatap ke bawah, matanya penuh kebencian yang mendalam saat melihat Li Wei.

"Li Wei!" suaranya menggelegar seperti guntur. "Akhirnya aku menemukanmu, tikus kecil! Kau menghancurkan anakku... Kau menghancurkan masa depan Klan Wang... Hari ini, aku akan menguliti jiwamu dan menjadikannya lentera!"

Li Wei mendongak. Tidak ada rasa takut di wajahnya.

"Tetua Wang," sapa Li Wei sopan, tapi nadanya mengejek. "Kau membawa kapal besar hanya untuk satu murid luar? Aku merasa tersanjung."

"Kau bukan murid lagi!" Wang Lie mengangkat tangannya. Bola api raksasa mulai terbentuk di atas kapal. "Kau adalah buronan! Dan lembah busuk ini akan menjadi kuburanmu! Serang! Ratakan tempat ini!"

Ratusan kultivator mulai menukik turun. Meriam-meriam api di kapal perang mulai mengisi energi.

Li Wei tersenyum dingin.

"Kuburan?" ulangnya. "Kau benar. Ini memang kuburan. Tapi bukan untukku."

Li Wei berlutut. Ia menghantamkan kedua telapak tangannya ke tanah, tepat di atas titik nadi Vena Naga Bawah Tanah.

Giok Dao Abadi di dadanya bersinar menyilaukan, mengirimkan sinyal destruktif ke dalam perut bumi.

[Teknik Terlarang Vena Bumi: Peledakan Jantung Naga!]

"Bangunlah, Naga Tua. Dan makanlah tamu-tamu kita."

GRURURURU...

Tanah tidak bergetar. Tanah melolong.

Wang Lie di atas kapal merasakan ada yang salah. Kompas energinya berputar gila. "Energi apa ini? Mundur! Naikkan ketinggian!"

Terlambat.

Li Wei melompat mundur, menggunakan Langkah Api Hantu untuk melesat menuju terowongan rahasia secepat kilat.

Detik berikutnya, Lembah Abu meledak.

Bukan ledakan api, melainkan ledakan tanah. Vena Naga yang telah dikacaukan melepaskan tekanan yang tertahan selama ribuan tahun.

Tanah lembah itu terbelah dua. Celah raksasa menganga seperti mulut binatang purba, menyedot segala yang ada di atasnya.

Gunung-gunung di kiri dan kanan lembah runtuh ke dalam, menciptakan efek longsoran yang mengerikan.

"TIDAK!" teriak Wang Lie saat kapal perangnya terhisap oleh gravitasi aneh dari Vena Naga yang runtuh.

Ratusan kultivator yang sedang menukik turun tidak sempat mengerem. Mereka ditelan oleh ombak tanah dan bebatuan yang bergolak.

BOOM! KRAK! DUM!

Lembah yang indah itu dalam sekejap berubah menjadi pusaran kehancuran. Asrama, ladang, sungai, semuanya dilipat dan dikubur sedalam ratusan meter ke dalam perut bumi.

Li Wei mencapai mulut terowongan tepat saat pintu masuknya mulai runtuh.

Ia melompat masuk.

BLAM!

Batu-batu besar menutup jalan di belakangnya, memisahkan dia dari kekacauan yang ia ciptakan di luar.

Debu tebal memenuhi terowongan.

Li Wei terbatuk-batuk, membersihkan debu dari wajahnya. Ia masih bisa mendengar suara gemuruh tumpul dari balik dinding batu suara Lembah Abu yang sedang mati.

Di depannya, Tie Shan dan Xiao Lan menunggus dengan wajah pucat. Mereka merasakan guncangan itu.

"Li Wei..." Xiao Lan berlari memeluknya, tidak peduli pada debu. "Kau selamat..."

"Lembah itu..." Tie Shan menatap dinding batu yang runtuh.

"Sudah tidak ada," kata Li Wei datar, melepaskan pelukan Xiao Lan perlahan. "Aku mengubur pasukan pengejar bersama kenangan kita."

Ia menatap tangannya yang kotor oleh tanah. Tanah dari rumahnya yang ia hancurkan sendiri.

"Tetua Wang Lie mungkin selamat karena dia Lapis 9," analisis Li Wei dingin, kembali ke mode bertahan hidup. "Tapi kapalnya pasti rusak parah dan pasukannya hancur. Mereka butuh waktu lama untuk menggali keluar. Itu waktu yang kita butuhkan untuk lari."

Li Wei berbalik, memunggungi reruntuhan itu.

"Jalan di depan akan keras. Tidak ada lagi dinding sekte yang melindungi kita. Tidak ada lagi ladang untuk panen."

Li Wei menatap mata para pengikutnya satu per satu dalam kegelapan terowongan.

"Mulai hari ini, kita adalah Kultivator Liar (Rogue Cultivators). Langit adalah atap kita, dan tanah adalah kasur kita."

"Apakah kalian masih mau ikut?"

Tie Shan menyeringai, membetulkan letak meriam di punggungnya. "Ke mana palu pergi, paku mengikuti. Aku ikut."

Xiao Lan menggenggam tangan Li Wei erat. "Ke ujung dunia pun."

Para murid lainnya mengangguk mantap. Setelah melihat Li Wei meruntuhkan gunung untuk menyelamatkan mereka, loyalitas mereka sudah mutlak.

"Bagus," Li Wei melangkah maju ke dalam kegelapan terowongan yang mengarah ke dunia luar.

"Ayo kita lihat seberapa luas dunia ini sebenarnya."

1
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️💪🏻💪🏻💪🏻Ⓜ️
Tatmani Oniaka
👍👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️💥💥💥Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
Sahrul Akbar
keren
MyOne
Ⓜ️🔜⏩🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😵‍💫😵‍💫😵‍💫Ⓜ️
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very very very nice Thor
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!