NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Kaniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Hari yang dinanti sekaligus dikhawatirkan Sekar akhirnya tiba. Arka dinyatakan cukup sehat untuk menjalani rawat jalan. Namun, suasana di kamar rawat tidak seceria yang dibayangkan. Begitu Arka melihat tas pakaiannya dikemas dan neneknya bersiap untuk menggendongnya, bocah itu langsung turun dari tempat tidur. Ia melangkah perlahan-lahan sebab kakinya belum lancar untuk berjalan setelah kecelakaan. Di hadapan Sekar yang sedang berdiri di ambang pintu, Arka berhenti. Memeluk kaki Sekar erat, wajahnya disembunyikan di balik seragam putih perawat itu.

"Enggak mau pulang kalau Mama Kecil enggak ikut!" tangis Arka pecah. Suara kecilnya yang serak karena sisa tangis membuat seisi ruangan merasa trenyuh.

"Sayang, Mama Kecil harus kerja di sini. Arka pulang sama Nenek ya, siapa tahu Mama sudah pulang, pasti mainan di rumah tambah banyak," bujuk sang nenek dengan lembut. Namun, Arka justru semakin kencang menangis.

"Enggak mau! Mama Kecil ikut ke rumah Arka! Bobo sama Arka!" rengeknya sambil mendongak, menatap Sekar dengan mata bulat yang basah oleh air mata.

Sekar duduk di lantai agar sejajar dengan Arka, memegang kedua bahu kecil itu, mencoba memberikan pengertian meskipun hatinya sendiri terasa berat. Perpisahan ini terasa jauh lebih menyedihkan daripada yang ia duga. Tiga tahun ia menutup hatinya untuk kasih sayang seorang anak, dan dalam beberapa hari, Arka telah meruntuhkan semua tembok pertahanannya.

"Arka dengar Mama Kecil ya," ucap Sekar lembut sambil menghapus air mata di pipi Arka. "Mama Kecil punya tugas di sini untuk bantu anak-anak lain supaya sehat seperti Arka. Tapi, Mama Kecil janji, setiap kali libur akan datang ke rumah Arka. Kita main bareng, setuju?"

Arka terdiam sebentar, sesenggukan. "Janji? Mama Kecil enggak bohong?" Arka mengacungkan jari kelingkingnya yang mungil.

Sekar tersenyum tulus dan mengaitkan jari kelingking itu dengan miliknya. "Janji. Mama Kecil akan sering berkunjung ke rumah Arka."

Nenek Arka mendekat dan memberikan secarik kertas berisi alamat dan nomor teleponnya kepada Sekar. "Suster Sekar, pintu rumah kami selalu terbuka. Arka benar-benar sudah menganggap suster sebagai bagian dari hidupnya. Tolong, jangan putuskan ikatan ini."

"Tentu saja Nyonya," Sekar mengantarkan Arka dan nenek ke lobby. Di halaman rumah sakit, mobil mewah sudah menunggu. Seorang pria yang Sekar duga supir membuka pintu untuk keduanya.

Saat mobil yang membawa Arka mulai bergerak meninggalkan lobby rumah sakit, Sekar berdiri di sana melambaikan tangan. Dari kaca belakang, ia melihat tangan kecil Arka melambai tanpa henti sampai mobil itu hilang di tikungan jalan. Sekar menarik napas panjang, ada rasa hampa namun sekaligus lega. Ia sadar, tugasnya sebagai perawat hari itu selesai, namun perannya sebagai 'Mama Kecil' bagi Arka sepertinya akan berlanjut.

*************

Keesokan harinya, Arka yang belum waktunya kontrol tiba-tiba muncul, ingin dirawat oleh Sekar. Namun, Arka harus kecewa karena yang memeriksa bukan mama kecil.

"Mama Kecil mana?" Tanyanya dengan mata berair.

"Mama Kecil saat ini sedang libur sayang..." jawab Suster dan dokter jaga, hari ini memang bukan shift Sekar dengan dokter Rayyan.

"Ya sudah, Alka nggak mau diperiksa," Bocah cadel itu bangun hendak turun dari tempat periksa. Ia benar-benar tidak mau perawat lain yang menggantikan Sekar.

"Sayang... jangan begini, kasihan Suster sama Dokter," nasehat nenek menahan tubuh cucunya agar tidak turun. Sebab, tangga meja periksa masih rawan untuk kaki Arka yang masih harus menjalani perawatan. "Kalau begitu kita pulang saja, yuk. Lusa kita kembali lagi," nenek memberi pengertian. Namun, Arka justru berteriak.

"Nggak mauuuu.... huaaa..." tangis Arka kencang. Suster dan dokter jaga itupun kebingungan. Tidak ada pilihan lain, dokter menyuruh suster telpon Sekar.

"Baik, Dok," Suster pun menghubungi Sekar.

Nenek menarik napas panjang, mengusap air mata cucunya iba. Sejak pulang dari rumah sakit kemarin, Arka selalu mencari Sekar, bahkan saat malam tadi tidur pun tidak mau ditemani baby sitter maupun dirinya. Ada niat di hati nenek untuk menghubungi Sekar, tapi tidak punya keberanian. Nenek berjanji kepada Arka akan mengantar ke rumah sakit pagi ini, tapi Sekar rupanya tidak ada di tempat.

"Tunggu ya, Mama kecil sebentar lagi datang," kata suster tersenyum.

Wajah Arka tampak berbinar walau masih terisak-isak. Nenek pun akhirnya menggendong Arka menunggu di luar, karena di dalam sana pasien lain menunggu giliran.

"Mama Kecil datang, Mama kecil datang. Holeeee..." seru Arka, anak itu turun dari kursi sebelah neneknya. Dengan langkah semangat ia menyambut kedatangan Sekar. "Mama Kecil..." Arka memeluk tubuh Sekar yang mengenakan pakaian muslim karena bukan jadwal jaga. Ia manja kepada Sekar sambil berceloteh khas anak balita.

Sekar segera menggendong Arka. "Masa jagoan menangis..." Sekar menatap wajah Arka yang masih merah.

"Maaf Nak, cucu Nenek merepotkan," ucap Nenek ketika Sekar sudah berada di dekatnya.

"Tidak apa-apa Nyonya, mari saya temani ke dokter jaga," Sekar pun sebenarnya senang bisa bertemu Arka lagi.

.

Ketika Arka hendak pulang, drama di lobby rumah sakit terulang lagi. Arka yang sudah duduk di kursi roda siap menuju mobil jemputannya, tiba-tiba mencengkeram erat baju gamis Sekar. Tangisnya pecah, suara seraknya memanggil-manggil nama kecil, menolak dilepaskan.

"Nggak mau pulang kalau Mama Sekar nggak ikut! Mau sama Suster!" tangis Arka sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di perut Sekar ketika sang nenek hendak menggendongnya.

Sekar membungkuk agar sejajar dengan bocah itu, mencoba membujuk dengan lembut. "Arka sayang, Suster kan harus bekerja di sini. Nanti kalau Arka sudah di rumah, Arka bisa istirahat di tempat tidur Arka yang nyaman."

Namun, bujukan itu tidak mempan. Arka justru semakin histeris, membuat orang-orang di sekitar mulai menoleh. Dokter Rayyan yang baru saja menyelesaikan laporannya hendak pulang, tapi melihat kerumunan akhirnya menghampiri.

"Ada apa Sekar? Bukankah kamu hari ini libur?" Dokter Rayyan menatap Sekar yang menggunakan baju gamis itu tampak lebih dewasa.

"Dok, bagaimana ini? Arka tidak mau lepas," Sekar menceritakan tentang Arka dengan raut wajah bingung sekaligus iba.

Rayyan menghela napas, seolah sedang mengambil keputusan besar. "Ikutlah, Sekar. Saya akan menyusul ke rumah Arka setelah urusan di sini selesai. Kamu bisa pulang ke kost kamu nanti setelah saya jemput."

Sekar terkejut dengan saran Dokter Rayyan. "Tapi Dok, apa tidak melanggar prosedur?"

"Ini demi ketenangan pasien. Arka masih dalam masa pemulihan, stres berlebihan tidak baik untuk kesehatannya" jawab Rayyan, tapi dengan syarat tidak mengganggu profesional kerja Sekar di rumah sakit.

Akhirnya, dengan perasaan campur aduk, Sekar masuk ke dalam mobil bersama Arka yang langsung terlelap di pangkuannya. Arka mungkin merasa tenang karena ia ikut pulang bersamanya. Sekar menatap wajah Arka merasa aneh, karena kini ia tidak lagi berada di lingkungan rumah sakit, melainkan sedang menuju ke dalam kehidupan pribadi pasien kecilnya dan cepat atau lambat akan bertemu mama Arka. Panggilan Arka kepadanya itu tentu akan menjadi masalah, kecuali mama kandung Arka bisa menyelami hati anaknya.

...~Bersambung~...

1
Sunaryati
Syukurlah Arka belum sampai diajak pergi Luna, Nak Sekar jika dr Ilham mempersulit ancam dengan ingin melaporkan tindakannya dulu.
Teh Yen
Ilham yah ,, dia kmn tadi tau engg kalau arka mau d bawa ke luar negri sama Luna ???
Rina
Semoga semuanya akan baik” saja dan hidup dengan bahagia 🫢🫢🫢
Dew666
💎🌹
Asyatun 1
lanjut
Lia siti marlia
siapa tuh yang nanya apa mungkin nyonya pratiwi
Eka ELissa
spa tuhhh Ilham apa Mak Lampir yaaaaa entahlah hy emak yg tau 🫣🫣🫣
@Mita🥰
ilham
Fitriah Fitri
ilham ni yg bertanya, pasti
Eka ELissa
aduh jgn2 di bawa minggat ma Luna lgi...😡😡😡😡
Eka ELissa
knpa....pnsrn yeee...
dia ada di dekat mu tau...bhkn sbntr lgi bikin idup mu jungkir balik Luna.....
Eka ELissa
sudah ku duga...Luna GK sebaik yg kmu lihat ilham....ksian bgt kmu...😡😡😡😄😄😄😄🫣slma ini di tipu ma Luna....😄😄😄🫣
Rina
Waduh Arka kemana ya 🫢🫢🫢
Teh Yen
apa Luna yg membawa arka pergi trus c ilham diam saja kah kurang ajar
Ariany Sudjana
kenapa Luna harus sewot? kan arka bukan anak kandungnya Luna, tapi anak kandungnya Sekar
@Mita🥰
arka di bawa pergi
Lia siti marlia
lucu kamu luna sok perhatian sama arkan .....aduh itu arkan kemana yah ...
Yanti Gunawan
Dsar Ilham bodoh lelaki terbodoh iiiiih jijik kali lah 😫😫😫
Bu Kus
harus cari bukti lg Sekar kalo Luna bukan ibu yang baik kasihan arka yang jadi korban luna
Ita rahmawati
bodoh kalo kamu mau arka,,tinggal SM mamamu aja anakmu masih di gituin apa lgi tinggal terpisah GK ada keluarga lain yg mengawasi pasti makin menjadi itu si Luna 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!