NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 223

Langit Benua Terapung – Domain Pembakaran Mutlak.

"MATILAH DALAM HAMPA UDARA!"

Pekikan Pangeran Jin (dalam wujud Gagak Emas raksasa) mengguncang struktur realitas. Sayap apinya mengepak, menciptakan badai api putih yang suhunya melampaui inti bintang biasa.

"Domain: Kematian Oksigen (Oxygen Deprivation)!"

Seketika, atmosfer di sekitar Shi Hao terbakar habis.

Oksigen lenyap. Qi Alam yang biasanya melimpah di udara ikut menguap, meninggalkan ruang hampa yang panas dan kering.

"Uhuk!" Shi Hao memegang lehernya.

Wajahnya memerah. Meskipun tubuh Dewa Sejati nya kuat, dia masih membutuhkan Qi atau udara untuk memproses energi. Tanpa itu, organ dalamnya mulai mendidih dari dalam.

Darah keluar dari hidung Shi Hao, tapi langsung menguap menjadi gas merah sebelum sempat menetes.

Jin tertawa puas melihat Shi Hao tercekik.

"Lihat dirimu! Menggelepar seperti ikan di darat! Di domainku, akulah Hukum! Tidak ada yang bisa bernapas tanpa izinku!"

Shi Hao mencoba menebas dengan pedangnya.

ZING.

Gelombang pedangnya meleleh di tengah jalan, tidak mampu menembus perisai panas Jin.

Panas... Terlalu panas... batin Shi Hao. Penglihatannya mulai kabur. Kulit naganya mulai retak dan kering.

Mata Shi Hao yang buram melirik ke bawah.

Di tengah benua terapung yang sedang terbakar itu, masih ada satu tempat yang belum kering sepenuhnya.

Danau Roh Pusat. Danau seluas sepuluh ribu hektar yang dalam. Permukaannya sudah mulai mendidih, tapi airnya masih cukup banyak.

Otak Shi Hao berputar cepat.

Gagak Emas adalah elemen Api murni. Kelemahannya adalah Air Ekstrem. Naga adalah penguasa laut dan hujan.

Shi Hao menyeringai di tengah sesak napasnya.

Dia menyimpan pedang Leviathan Asura. Dia tidak butuh pedang sekarang. Dia butuh rantai.

Shi Hao mengaktifkan sisa-sisa Qi-nya.

"Seni Naga: Rantai Penjerat Langit!"

Dari punggung Shi Hao, sepuluh rantai energi berwarna biru tua (esensi air yang tersisa di tubuhnya) melesat keluar.

Jin melihat serangan itu dan mendengus. "Air? Uap belaka!"

Jin menyemburkan api untuk membakar rantai itu.

Tapi Shi Hao tidak mengincar tubuh Jin.

Rantai itu melesat melewati Jin, membelit Kaki Ketiga Jin (kaki pusat Gagak Emas) yang menjuntai.

GRAB.

Rantai itu mengunci erat.

"Dapat kau," batin Shi Hao.

Jin terkejut. "Apa?! Lepaskan!"

Shi Hao tidak melepaskan. Sebaliknya, dia mematikan kemampuan terbangnya sendiri. Dia menggunakan teknik Pemberat Ribuan Gunung pada tubuhnya sendiri.

Tubuh Shi Hao menjadi seberat bintang.

WUSH!

Gravitasi mengambil alih. Shi Hao jatuh bebas ke bawah dengan kecepatan ekstrem, menyeret Jin bersamanya.

"TURUN KAU, BURUNG PANGGANG!" teriak Shi Hao (lewat telepati).

"TIDAK! JANGAN KE BAWAH!" Jin mengepakkan sayapnya panik. Dia merasakan kelembapan danau di bawahnya. Bagi Gagak Emas, air adalah racun.

Tapi momentum Shi Hao ditambah berat tubuhnya terlalu besar. Gagak Emas itu terseret jatuh dari langit.

"AAAAAAKH!"

BYUUUUUUUR!

Suara jatuhnya mereka ke dalam danau terdengar seperti ledakan bom atom.

Pilar air setinggi langit menyembur ke udara.

Di Dalam Danau Roh – Kedalaman 1000 Meter.

Dunia seketika berubah.

Api emas di tubuh Jin padam seketika saat bersentuhan dengan air dingin.

SSSSSSHHHHHHH!

Namun, panas tubuh Jin tidak hilang. Air di sekitar mereka langsung mendidih.

Gelembung-gelembung uap raksasa tercipta, menciptakan Suhu air mencapai titik di mana logam pun bisa meleleh.

Di sinilah Pangeran Jin kehilangan keunggulannya. Sayapnya basah dan berat. Apinya tertekan. Gerakannya lambat karena hambatan air.

Sebaliknya... Shi Hao membuka matanya.

Sisik Naga di tubuh Shi Hao bersinar biru terang.

Tenaganya pulih seketika.

"Di langit, kau rajanya," suara Shi Hao bergema jelas di dalam air, dikirim lewat gelombang sonar.

Shi Hao melesat menembus air mendidih itu dengan kecepatan torpedo.

"Tapi di sini... Kau cuma Sup burung."

Jin panik. Dia mencoba mencakar Shi Hao dengan kakinya, tapi air menahan gerakannya.

Shi Hao berenang berputar mengelilingi Jin, menciptakan pusaran air yang menjebak burung raksasa itu.

Lalu, Shi Hao menyerang.

KRAK!

Shi Hao menabrak dada Jin, meretakkan tulang dadanya.

SRET!

Cakar Shi Hao merobek sayap kiri Jin. Bulu-bulu emas rontok dan mengambang di air.

"BLUB! BLUB!" Jin mencoba berteriak, tapi air masuk ke paru-parunya. Rasa sakit dan sesak napas yang tadi dirasakan Shi Hao, kini dirasakan Jin sepuluh kali lipat.

Jin mencoba memanaskan tubuhnya lagi untuk menguapkan danau ini. Cahaya terang muncul dari dadanya.

"Kau mau meledak lagi?" Shi Hao menyadari niat itu.

"Tidak akan kubiarkan!"

Shi Hao memanggil pedang Leviathan Asura ke tangannya. Di dalam air, pedang itu—yang memiliki jiwa monster laut Leviathan—bersinar kegirangan.

"Tebasan Leviathan: Pembelah Samudra!"

Air danau terbelah. Arus pedang itu menghantam pangkal sayap kanan Jin.

CRASH!

Sayap kanan Gagak Emas itu putus total.

Darah emas mencemari air danau. Jin kehilangan keseimbangan dan kemampuan berenangnya. Dia tenggelam semakin dalam ke dasar danau yang gelap dan dingin.

Shi Hao berenang mendekat, mencengkeram leher Jin yang kini lemas.

Shi Hao menyeret tubuh raksasa itu naik ke permukaan.

Permukaan Danau.

Air danau bergolak hebat, uap panas menutupi pandangan.

Pasukan Titan, Tie Shan, dan Shu Ling menunggu dengan tegang di tepi danau.

"Siapa yang menang?" tanya Gorg cemas.

Tiba-tiba.

SPLASH!

Sesosok tubuh terlempar keluar dari air dan mendarat keras di lumpur tepian danau.

Itu adalah Pangeran Jin. Dia sudah kembali ke wujud manusianya. Basah kuyup. Sayap kanannya hilang (buntung). Wajah tampannya bengkak dan ungu karena tenggelam. Dia batuk-batuk, memuntahkan air danau bercampur darah.

"Uhuk... tolong... uhuk..." Jin merangkak lemah, mencoba menjauh dari air. Keagungan Matahari-nya hilang tak berbekas. Dia tampak seperti tikus basah yang menyedihkan.

Lalu, Shi Hao berjalan santai keluar dari danau.

Dia berjalan di atas permukaan air. Jubahnya kering dalam seketika berkat Qi-nya. Di tangan kirinya, dia menyeret potongan sayap raksasa Gagak Emas yang masih meneteskan darah.

Shi Hao melempar sayap itu ke hadapan Jin.

BUK.

"Sayapmu," kata Shi Hao dingin. "Kau menjatuhkannya."

Seluruh medan perang hening.

Pangeran Jin, jenius terkuat dari Klan Gagak Emas, telah dikalahkan secara mutlak. Di darat, di udara, dan di air.

Shi Hao mengangkat pedangnya, menempelkan ujungnya yang dingin ke dahi Jin yang basah.

"Ada kata-kata terakhir, 'Yang Mulia'?"

1
Eka suci
kalau SDH punya tempat sendiri saat keluarga mu dari alam bawah naik punya tempat shi kamu punya beberapa kehidupan dan beberapa keluarga di setiap reinkarnasi mu
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Selamat anda mendapat julukan " Silver Fans ".
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 2 gift ☕ dan 2 gift 🌹 lanjut Up Thor
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget musuh musuhmu Zhu Shi Hao lari tunggang langgang3
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seruuuuuuu 🔝⚔️❤️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🐉🌟
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Shen Zhu Shi Hao
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!