NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyusup.

Mansion utama Carlin, menikmati hidangan penutup. Matanya sekali-kali melihat semua orang, yang ternyata sedang menatapnya dengan sinis.

  " Apa cara ku makan sangat mengerikan?

sehingga mereka, terus-menerus menatap ku sinis...atau aku gagal menutup kantung mataku, yang masih membengkak ini! " batin-nya. merasa was-was karena anggota keluarga Alexander. Terus-menerus menatapnya.

Selesai makan malam bersama, Carlin kembali menemani Johan. untuk berkeliling mansion mewah itu. sedangkan Axel pergi ke tempat pasukannya.

" Apa kamu sedang bertengkar! dengan suami mu? atau anak itu, sudah menyakiti mu? "

Carlin yang sedang fokus menatap air mancur didepannya, langsung menoleh ke arah kakek-nya. Dia diam saja, tidak tahu harus menjawab apa.

" Apa karena ucapan kakek tadi siang? " lanjut Johan. Setelah melihat Carlin, hanya diam saja.

Carlin langsung Menggelengkan kepalanya.

" Kami baik-baik saja kek, jangan memikirkan hal-hal yang tidak-tidak. Kakek tidak perlu berpikir, yang aneh-aneh! " sahut carlin.

Johan bertanya seperti itu, karna dari makan malam tadi pasangan suami-istri itu! tidak ada berinteraksi, sama sekali tidak seperti biasanya.

  " Lalu apa yang membuat mu melamun? "

Carlin, menghela nafasnya.

" Aku hanya teringat dengan ayahku. " sahut Carlin berbohong, dia memang sedang bersedih teringat pakta, yang menimpa-nya. Tapi tidak mungkin dia mengatakan itu. semua kepada Johan.

    " Ayah mu pasti baik-baik saja, kamu sudah menemuinya kan? Setelah mengetahui ibumu meninggal dunia. " ucap Johan dia baru tahu dari Grace. dia juga sudah memarahi Axel! karena cucu-nya, tidak ada memberi tahunya tentang kematian ibunya, Carlin.

" Iya " sahut Carlin singkat.

 lea memang sudah menemui ayah, dari pemilik tubuh itu, ayah-nya menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja. Agar tidak teringat terus dengan istri-nya. Yang sudah meninggal dunia, dia juga sudah mengunjungi makam ibu-nya Carlin.

        " Ngomong-ngomong soal ayah...!!! Apakah ayah mertuaku, sudah meni----"

" Tidak dia masih hidup! " Johan memotong.

Lea heran karena dari dulu, hingga sekarang. dia belum pernah bertemu dengan ayah-nya Axel. Entahlah Lea sendiri, sedikit penasaran dengan ayahnya, Axel Alexander!.

      " Masih hidup? Kalau memang masih hidup kenapa beliau tidak pernah menampakkan dirinya? Mama mertua, dan Axel. juga tidak pernah membicarakan beliau. Di mana beliau kek? " tanya-nya dengan rasa penasaran.

" Kakek akan beristirahat. Kamu kembali lah ke kamar mu! Jangan tidur terlalu malam. Tidak baik, untuk kesehatan mu! " Johan seolah-olah menghindari, pertanyaan dari lea.

Lea pun memilih diam,dia tidak mungkin memaksakan Johan. untuk mengatakan semuanya.

" Baik lah tapi Aku akan mengantar kakek. sampai ke kamar dulu! Dan memastikan kakek benar-benar sudah minum obat, dulu. Setelah itu aku, akan kembali ke kamar ku. "

" Kakek sudah sehat? Tidak perlu minum Obat lagi. Dan itu semua berkat perawat dari kamu semua. " Johan merajuk, membuat Lea tersenyum tipis di bibirnya.

      " Mana ada orang sakit, langsung sembuh dalam sehari! " ucap lea. Dan Johan hanya terkekeh kecil. Setelah itu dia pun di antar oleh Carlin, ke kamarnya dan Lea. juga memastikannya, meminum obat-nya dulu. Baru setelah itu Carlin pergi, dari kamar Johan.

*****

sementara Carlin, yang sudah tiba di dalam kamarnya. dia menatap langit-langit kamarnya, dia tidak bisa tidur karena pikirannya melayang, ke sana-kemari. Kemudian berbalik, dan meraih ponselnya, dia kembali membuka situs ilegal, Dan membaca ulang pesan dari temannya.

" Rumit " gumam-nya.

" Kecelakaan itu sangat hebat bukan? Kira-kira ada di liput, tidak ya? Seharusnya ada kena liput...! " dia bicara seorang diri.

Di karenakan kepo, dan rasa penasarannya. Dia pun membuka aplikasi-nya Z! lalu mengetik dengan asal. Alangkah kagetnya ketika melihat kecelakaan waktu itu, memang ada di liput. Banyak unggahan dan tidak main-main. Vidionya tersebar di mana-mana.

      Dia menonton salah satu vidio mata-nya mulai berkaca-kaca, saat melihat cuplikan video. yang di perlihatkan. Di dalam video itu dia sedang mengemudi dengan cukup kencang. Saat di tikungan mobil-nya berhadapan dengan truk. Truk itu juga tak kalah kencangnya sambil terus menekan klakson mobilnya. dia juga bisa melihat bahwa mobil-nya, juga mencoba menghindar.

Lea memejamkan matanya, saat melihat mobil-nya. tak bisa lagi untuk menghindari Truk itu. Dan mobilnya di tabrak truk, hingga mobil-nya hancur lebur.

    Duar~

" Ugh.." suara ledakan dari ponsel-nya membuat jantung-nya, berdetak kencang. Dia memegangi dadanya, yang terasa nyeri dan sakit. Dia merasa seluruh tubuhnya sakit, dan pusing tak tertahankan. Akhirnya Lea jatuh pingsan, tidak sadarkan diri.

Lea tidak tahu entah sudah berapa lama dia tidak sadarkan diri.ketika sadar dari pingsannya, Dia pun memilih membaringkan tubuhnya, yang terasa lemas. di atas kasurnya.

   " Tadi itu kronologi yang membuat ku meningal dunia. Pantas saja kalau aku mati mobilnya juga hancur! Kasian Bryan dia pasti sangat hancur setelah melihat video itu! " ucap-nya, dia mengingat-ingat apa yang sudah membuatnya tadi, hingga pingsan.

*****

Sementara itu Seseorang dengan pakaian serba hitam, dan masker menutupi wajahnya. Melompat dari salah satu pohon, ke pohon satunya. Setelah melihat para penjaga menjauh. Matanya awas melihat di sekitarnya

kaki-nya. terus melompat hingga dia tiba dengan sempurna, di balkon kamar tingkat 3.

     " Kamarnya yang ini! atau bukan! Gimana kalau aku salah kamar'! " bisik-nya. Setelah tiba di balkon lantai 3, mansion mewah itu.

Dia melihat ke dalam, dari kaca jendelanya. Setelah memastikan bahwa itu kamarnya, dia dengan cepat membuka pintu kamarnya, dengan sesuatu di tangannya. Tidak lama kemudian pintu kamar itu terbuka.

Klik~

Lea dengan cepat berpura-pura tidur, setelah mendengar suara pintu bagaian balkon-nya, terbuka. Dia bisa mendengar suara, langkah kaki, pernafasan. dan bau parfum orang itu.

 " Hmm, ternyata ada penyusup! " batin-nya.

penyusup itu, langsung mendekat ke arah ranjangnya. Dia menatap lekat wajah Lea yang sedang tertidur dengan pulas.

    " Cantik sekali. " Ucap orang itu yang ternyata adalah seorang laki-laki. Pria itu langsung mendekati, ke arah ranjang Lea. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Ketika dia mulai bersiap-siap untuk menusuk jarum itu, ke leher Lea. pria itu terkejut karena pemilik kamar itu terbangun, mata yang tadi-nya terpejam malah terbuka. Apa lagi Lea langsung mencengkram kuat tangannya.

" Siapa kamu? " tanya Lea, dengan dingin.

      " Siapa aku itu tidak penting. " sahut pria itu, kemudian mencoba melepaskan tangannya, dari cengkeraman tangannya Lea.

Tapi tidak berhasil, dia kaget ketika Lea. bangun dari ranjangnya lalu.

" Tidak panting kata mu? "

     Sret~

     Bug~

     Sret ~

      Bruk~

" Aaahhh. Dasar perempuan gila, perempuan jalang! " teriak pria itu karena pemilik kamar itu menendang, dan meninju-nya. Hingga terpental. bukan cuma itu wanita itu juga menusuk jarum, yang dia bawa tadi ke leher pria itu. Membuat-nya berteriak dengan keras.

   Sleep~

  Aaaah~

    " Perempuan gila kata mu! Hahaha kau memang benar sekali,aku memang perempuan gila. Oleh karena itu aku akan segera mengirim mu, ke neraka jalur ekspres.

Baiklah kalau begitu akan ku kabulkan...!" Lea berjongkok, di depan pria itu lalu...

      Krek~

     Krek~

       " Aaahhh... "

        Krek~

Tanpa perasaan Lea, mematahkan kaki dan tangan pria itu. Penyusup itu mengumpat Lea habis-habisan. Dia mengatai bahwa Lea adalah perempuan gila, perempuan iblis. Perempuan, tak punya hati nurani.

    " Berani-nya kamu mengatakan aku perempuan gila. Perempuan iblis, dan jalang. Kalau begitu rasakan ini! "

Bug~

" Aaahhh. "

Lea menendang kaki pria itu, yang sudah tidak mampu untuk bangun lagi. Kemudian dia melihat pisau buah di atas meja-nya, lalu berjalan menuju ke arah meja itu. Dan tanpa perasaan dia langsung melemparkan pisau itu sehingga mendarat dengan sempurna di kening pria itu.

        Srek~

          Sleep~

" Aaahhh. "

 Setelah melihat pria itu, sudah sekarat Lea duduk dengan santai di atas kursi-nya, sambil tersenyum manis melihat penderitaan pria itu.

pria itu hanya bisa mengumpat, mengutuki dan menyesal. karena sudah menyusup ke kamar itu. Perempuan itu bukan perempuan biasa melainkan perempuan iblis.

      " Cepat katakan siapa yang sudah menyuruh mu, dan cairan apa yang ada di dalam suntikan itu? " tanya Lea. Sambil menggigit buah apel-nya. Lea penasaran kira-kira cairan apa itu, karna setelah dia menyuntikkan cairan itu ke leher pria itu pria itu nampak kehilangan tenaga-nya. Meskipun dia masih hidup.

Tidak ada jawaban pria itu, hanya diam, dengan kondisi yang sudah sekarat. dia hanya menatap penuh benci ke arah Lea. Lea jadi kesal karena pria itu, tidak mau bicara. Lea yang keadaannya sedang syok dan kaget dengan apa yang sudah menimpa dirinya, dengan senang hati menyiksa, penyusup itu untuk melampiaskan rasa kesalnya.

    Sleep~

    Sleep~

          " Aaaahh le-lepaskan aku perempuan gila' perempuan iblis! " 2 biji buah apel, mendarat di wajah pria itu, sehingga membuatnya, hanya mampu berteriak.

Suara teriakan dari pria itu, sampai terdengar ke luar. Kedua penjaga segera membuka pintu kamar nyonya-nya. dan mendekat.

     " Nyonya ada ap----"

Kedua penjaga itu, membelalakkan matanya tubuhnya menegang, keringat dingin mulai mengucur. Saat melihat Seorang pria yang sudah sekarat. penuh dengan luka di wajah. Bukan hanya itu, mereka berdua kaget syok dan terkejut, melihat sang nyonya. malah duduk santai di kursi-nya, sambil memakan buah stroberi.

     " Apa kalian berdua ingin berakhir seperti dia? " suara dingin, dan penuh ancaman itu. membuat kedua penjaga itu, tersadar dari lamunannya. kedua pria itu dengan cepat menggelengkan kepalanya.

 " T...tidak mau nyonya. "

      " Kalau begitu cepat seret dia, bukan-nya malah terdiam membisu. " Ucapnya galak, dia masih kesal karena 2 orang penjaga itu main masuk, dan langsung membuka pintu kamarnya. Padahal dia belum puas menyiksa penyusup itu.

Lea tambah kesal saat melihat kedatangan Axel! Juan. dan beberapa pasukan-nya. Masuk langsung ke dalam kamarnya, mereka sama dengan ke 2 penjaga itu, tidak bisa menutupi rasa terkejutnya.

     Tap~tap~tap~

" Kamu baik-baik saja? Dia tidak melukai mu kan? " tanya Axel. Dengan wajah khawatir. dia memeriksa satu persatu tubuh Lea, takut ada yang terluka. Soalnya dia bisa melihat percikan darah segar, di baju pajama istri-nya.

      " Aku baik-baik saja! Tidak perlu menatap ku seperti itu? " ucap-nya ketus. Dia kesal karena Axel, memeriksa-nya tubuhnya, sudah seperti memeriksa tubuh anak kecil saja.

" Kam---" Axel menghela nafas panjangnya, dia berbalik, menatap si penyusup. yang sudah sekarat itu.

      " Apa nyonya yang melakukan ini semua? maksud ku, apakah nyonya. yang sudah melukai, dan melawan penyusup itu? " Juan. bertanya dengan tatapan horror.

       " Iya. "

   " Apaaa! "

Semua orang kompak berteriak, mereka tidak bisa menutupi rasa kagetnya. Apa Lea mengakui dengan ekspresi wajah datarnya, dan ngaku dengan santai, tidak ada rasa takut rasa bersalah, mereka kan jadi merasa sedang berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa, bukan dengan sang nyonya muda.

    " Cepat bawa dia keluar? aku tidak mau melihatnya! Sebelum aku membunuhnya. " perintah-nya, dengan mutlak.

" Kalian dengar itu, bawa dia ke ruang bawah Tanah! " ulang Axel mereka segera membawa penyusup itu, di susul Juan. yang akan segera mengintrogasi-nya.

      " Hey Juan minta para pelayan, untuk datang. Dan membersihkan darah si sampah itu? " teriak Lea, sebelum Juan menghilang.

Axel dan Juan, sampai tersentak kaget saat mendengar teriakan nyaring, yang hampir memecahkan gendang telinganya.

    " Pelayan akan datang, jangan berteriak seperti itu lagi.? " ucap Axel. Lea menyipitkan matanya, lalu menatap ke arah Axel, penuh curiga.

" Kenapa kamu, dan pasukan Alexander bisa datang kemari? Dan bisa tahu apa yang sudah terjadi di sini? Jangan-jangan sampah itu orang, suruhan kamu? "

     " Hah. " Axel menatapnya tak percaya.

" Kenapa juga aku harus melakukan itu semua dengan bantuan orang lain. Kalau aku mau, aku bisa membunuhmu, dengan tangan ku sendiri. Jadi jangan asal memfitnah ku? " ucap-nya kesal.

    " Oh! " sahutnya singkat.

" Dan Kenapa aku bisa tahu, karena aku mendapatkan laporan. dari ruang keamanan. Kalau ada penyusup, yang menyelinap masuk ke kamar mu! Jadi aku dan pasukan ku segera datang kemari. Maaf kami datang setelah semuanya terlambat! Kamu pasti sudah mengarahkan semua tenaga mu. Untuk melawan-nya! Iya kan? " Axel kembali berubah khawatir, dan cemas.

   " Keluar! " ucap-nya singkat dan padat.

Axel melotot kan matanya.

1
Reka Cantika
lanjutkan lagi Thor
Reka Cantika
lanjutkan
winda _
lanjut Thor 💪❤️❤️
KaylaKesya
terbaek thor💪🥰
Trifandi Saputro
kayak pernah baca. .alurnya sama hanya namanya aja beda. . .
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!