Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.
Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?
Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Identitas Baru Ying Zu Sebagai Putri Shen Xin Zu
Keesokan hari nya.
Di istana kekaisaran dinasti Shen saat ini sudah di penuhi oleh para tamu yang mana isi nya ialah para petinggi istana dan juga dari kalangan bangsawan tingkat tinggi maupun tingkat menengah, tak lupa juga kalangan para rakyat pun di undang seluruh nya untuk menghadiri pesta yang di buat untuk mengumumkan sesuatu.
Keluarga Ying pun Baru tiba di istana termasuk selir Ran dan juga putri nya.
"Wah sepertinya sangat meriah sekali ya." Ucap Ying Ru yang baru keluar dari kereta kuda bersama nenek nya yaitu nyonya tua Ying.
"tentu saja meriah cucu ku, ini kan pesta istana yang di gelar kaisar." Ucap nyonya tua.
Ying San pun keluar dari kereta kuda nya dengan memegang tangan selir Ran agar wanita kesayangan nya itu tidak terjatuh.
Setelah mereka keluar dari kereta kuda, tanpa menunggu lama mereka pun masuk ke aula istana dengan senyum yang merekah lebar, sedangkan ying San berjalan dengan begitu angkuh nya dengan dagu terangkat sambil melirik kiri kanan dengan tatapan meremehkan.
"Bukan nya itu wakil jenderal Ying San, suami nya nyonya Lin Shen.?"
"Benar dia suami nya nyonya Lin Shen, tapi lihat lah gaya angkuh nya sambil menggandeng tangan selir rendahan memasuki istana, sungguh menjijikkan."
"Kalau aku jadi nyonya Lin Shen, sudah ku Jambak rambut selir tak tau diri itu."
"Benar, aku sungguh muak melihat nya, bahkan aku saja belum pernah melihat wakil jenderal menggandeng tangan nyonya Lin Shen."
"Sungguh membuang berlian demi batu kali itu nama nya."
Begitu lah bisik-bisik para wanita bangsawan yang melihat keluarga Ying melintas di hadapan mereka dengan tak tau malu nya mengumbar kemesraan.
"Ayah, para nyonya bangsawan itu membicarakan kita di belakang." Ucap Ying Ru.
"Biarkan saja Ru'er, sebentar lagi mereka juga akan bungkam, karena hari ini ayah akan resmi diangkat menjadi jenderal besar istana." Ucap Ying San dengan penuh percaya diri.
"Benar Ru'er, jangan perdulikan omongan mereka." Ucap selir Ran.
Lalu mereka pun duduk di kursi yang sudah dipersiapkan sambil menunggu kedatangan kaisar dan permaisuri.
"YANG MULIA KAISAR DAN PERMAISURI MEMASUKI AULA." Teriak kasim Liu sambil mengibaskan tongkat berbulu di tangan nya tanda menyambut kedatangan kaisar dan permaisuri.
Lalu semua orang pun berdiri dan membungkuk hormat seraya mengucapkan kalimat sanjungan dan doa panjang umur untuk kaisar dan permaisuri.
kaisar pun mempersilahkan para tamu nya duduk di kursi nya masing-masing.
Ceni yang duduk di sebelah putri Zu pun menatap gelagat Ying Ru yang selalu membenarkan rambut panjang nya dengan mata tertuju ke arah Shen wu ji dengan bibir yang tersenyum malu-malu.
"Ondel-ondel dari mana itu, baju nya terang bener." Batin Ceni julid sambil mengulum bibir nya berusaha menahan tawa agar tak menyembur keluar.
Kalau saja berbicara di hadapan kaisar dan permaisuri saat acara di perbolehkan, ia adalah orang pertama yang akan melontarkan kata-kata julid nya yang lemak bersantan itu pada Ying Ru.
Saat ini Ceni hanya dapat menelan kata-kata walaupun lidahkan seakan sudah gatal untuk menjulid.
Walaupun Ceni sudah memikirkan berbagai macam cara untuk memberi keluarga itu pelajaran, tapi saat ini di karenakan Ying Zu adalah putri kandung kaisar dan permaisuri, maka biarlah anggota kekaisaran yang menghukum keluarga tak tau diri itu.
"Selamat datang di pesta yang sangat meriah ini, karena di pesta kali ini kaisar ini akan mengumumkan sesuatu hal yang penting pada kalian semua." Ujar kaisar dengan suara lantang seorang kaisar.
"Dan teruntuk keluarga Ying, akan ada acara khusus untuk kalian." Ucap kaisar dengan tatapan tajam nya.
"Terimakasih yang mulia, hamba begitu merasa sangat terhormat." Ucap Ying San dengan congkak nya yang tak menyadari tatapan tajam kaisar.
"Bodoh, tak tau kah dia bahwa pesta khusus itu adalah kehancuran untuk nya." Batin Ceni.
" Percaya diri sekali anda tuan hahaha, kalau jatuh jangan menangis ya." Batin Zeno yang duduk tak jauh dari anggota keluarga kekaisaran.
Ingin rasa nya Zeno berteriak mengatakan kebodohan orang tua palsu Ying Zu itu, apa lah daya di hadapan kaisar tidak boleh berkata sembarangan kalau tidak ingin di anggap lancang dan berakhir hukuman papan apalagi saat ini masih berada di depan singgasana kaisar.
Kaisar pun mengkode Kasim Liu dengan lirikan mata nya, Kasim Liu yang mengerti pun langsung berteriak lantang.
"PESTA PENYAMBUTAN TUAN PUTRI AKAN SEGERA DILAKSANAKAN." Ucap kasim Liu.
"UNTUK TUAN PUTRI SHEN XIN ZU DI PERSILAHKAN." ucap kasim Liu.
Ying Zu pun mengerjapkan mata nya mendengar nama itu.
Lalu ia pun menoleh pada kaisar dan permaisuri, dan di angguki oleh kaisar dan permaisuri walaupun ia bingung dengan nama itu.
Bisik-bisik para tamu pun riuh, akan tuan putri yang di sebutkan oleh Kasim Liu sebab semua orang tau bahwa Permaisuri Xin nie hanya memiliki seorang putra.
Ying Zu yang saat ini sudah berganti nama pun berdiri, lalu berjalan anggun dengan gaun mewah dan kebesaran nya itu.
Atensi semua orang pun mengarah pada Ying Zu.
"Siapa gadis itu.?" Tanya selir Ran penasaran.
keluarga Ying satu pun tak ada yang mengenali Ying Zu sebab dulu Ying Zu tidak pernah memakai riasan apalagi gaun mewah, oleh sebab itulah mereka tak ada yang mengenali.
Ying Zu pun berjalan dengan anggun walaupun saat ini pikiran nya penuh tanya sebab nama nya yang berubah itu, dia berencana akan menanyakan hal itu nanti nya.
"Hamba menghadap yang mulia kaisar dan juga yang mulia permaisuri." Ucap Ying Zu memberi salam layak nya putri bangsawan.
Kaisar dan permaisuri pun berdiri lalu berjalan menghampiri Ying Zu.
Lalu kedua nya pun memeluk Ying Zu dengan sayang.
"Putri ku Shen Xin Zu." Ucap permaisuri dengan mata yang berkaca-kaca.
Kasim pun membacakan titah.
"DENGAN SEGALA HORMAT DAN LIMPAHAN KASIH SAYANG, KAISAR DAN PERMAISURI MENJEMPUT KEMBALI PUTRI KANDUNG YANG SUDAH LAMA HILANG, DENGAN INI SHEN XIN ZU ATAU BIASA DI SEBUT YING ZU TELAH RESMI MENJADI PUTRI KEKAISARAN DENGAN NAMA PUTRI SHEN XIN ZU MENYANDANG DUA MARGA TELAH RESMI."
Begitulah isi titah kaisar yang mana nama Shen Xin Zu sudah terdaftar di nama silsilah keturunan kekaisaran.
Ying Zu yang saat ini sudah berganti nama itu menoleh pada Permaisuri dan kaisar.
"APAAA, putri kandung.?" ucap putri Zu.
"Iya anakku, kau ternyata putri kandung ku." Ucap permaisuri kembali memeluk putri Zu.
"Benarkah.?" Ucap Putri Zu menoleh pada kaisar lalu pada Permaisuri.
Kedua nya pun mengangguk mantap lalu putri Zu pun membalas pelukan permaisuri Xin nie.
Ying San yang melihat itu pun berdiri ketika menyadari bahwa tuan putri yang di maksud kaisar adalah Ying Zu.
Bersambung.
lanjut up yg bnyak thor💪💪💪💪
3 hari aja kering tak berbekas... tapi gak pake garem
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪