NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Dosen Killer

Istri Rahasia Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:28.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Niat hati mengejar nilai A, Nadine Halwatunissa nekat mendatangi kediaman dosennya. Sama sekali tidak dia duga jika malam itu akan menjadi awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.

Cita-cita yang telah dia tata dan janjikan pada orang tuanya terancam patah. Alih-alih mendapatkan nilai A, Nadin harus menjadi menjadi istri rahasia dosen killer yang telah merenggut kesuciannya secara paksa, Zain Abraham.

......

"Hamil atau tidak hamil, kamu tetap tanggung jawabku, Nadin." - Zain Abraham

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 - Maaf Ya

Sebagaimana yang Nadin percayai, bahwa Allah telah merencanakan segala sesuatu, kalaupun ada yang hilang sudah pasti akan ada gantinya pula. Nekat memberikan pemberian Azka demi menghargai suami, saat itu juga Nadin mendapatkan gantinya.

Sudah pasti, jauh lebih besar dan juga lebih indah. Mawar putih pertama yang dia terima dari seseorang yang disebut suami, hingga tiba di kamar kost 27 tangkai mawar itu terus dia pandangi. Aroma wangi menguar, menelisik indera penciuman Nadin.

Sejak tadi, bisa dipastikan hanya itu yang Nadin lakukan hingga Zain yang baru selesai mandi menarik sudut bibir. "Suka bunganya?" tanya Zain tiba-tiba hingga Nadin tampak terperanjat dan menoleh seketika.

Nadin terkejut, wajahnya sampai memerah kala sadar tingkahnya yang persis mendapat mainan baru itu tertangkap basah. Terlebih lagi, Zain kini hanya menggunakan handuk sepinggang yang membuat penyebab malu Nadin kian bertambah.

"I-iya suka." Tidak mungkin dia bisa berbohong, munafik sekali andai Nadin mengatakan tidak padahal jelas-jelas dia memang suka.

Melihat reaksi Nadin, hati Zain menuntunnya untuk mendekat. Sebaliknya, Nadin juga turut beranjak lantaran sadar jika dia melalaikan hal yang harusnya dilakukan, tidak lain tidak bukan sudah pasti menyiapkan pakaian untuk sang suami malam ini.

Pertama kali, perkembangannya sangat signifikan dan Zain jelas tidak akan menghalanginya sekalipun dia bisa menyiapkan pakaian sendiri. Tanpa protes, tapi bukan berarti memanfaatkan sang istri, Zain suka saja dirajakan seperti ini.

Sudah lama dia tidak disiapkan, terakhir mungkin SMP, karena sekalipun lahir dari keluarga kaya Zain tidak dididik untuk terlalu manja. Jelas saja begitu dipertemukan dengan istri seperti Nadin, Zain merasa hidup sehidup-hidupnya.

"Ini, Mas."

"Makasih ya."

Nadin tampak begitu canggung, entah perkara boxer minion milik Zain atau apa, tapi yang jelas dia salah tingkah padahal tidak ada yang aneh. "Kamu kenapa?" tanya Zain dengan dahi yang kini sudah kian berkerut.

"Ti-tidak, aku kenapa memangnya?" Nadin mendelik, padahal Zain hanya bertanya, itu juga baik-baik.

Sialnya, Zain tidak dapat menyembunyikan gelak tawanya. Semakin dia pandangi, Nadin semakin lucu di matanya hingga membuat sang istri salah paham.

"Apasih, Mas?"

"Tidak, mandi sana," titah Zain mengakhiri perdebatan mereka. Kali pertama, perintah Zain tidak segera dia ikuti, melainkan masih berdiri di hadapannya lantaran salah paham dengan gelak tawa Zain yang dia anggap ejekan.

Melihat Nadin yang masih diam di tempat, Zain menggigit bibir bawahnya, sengaja sepertinya. "Kenapa masih di sini? Mau bantuin ganti baju?"

"Nungguin handuknya, kenapa juga tidak bawa sendiri," jawab Nadin singkat seraya bersedekap dada. Agaknya, sang suami terlalu percaya diri dan sebagai istri jelas dia perlu menyadarkannya.

Zain menunduk, baru dia sadari jika memang memakai handuk Nadin. Maklum saja, kemarin dia tidak memiliki waktu cukup untuk bersiap. Bukan sengaja, tapi memang begitu adanya. "Oh handuknya ... nih."

"Astaghfirullah! Bukan begitu maksudku!!"

"Terus maksudnya gimana?"

Maksud Nadin, pakai dulu bajunya baru berikan handuknya. Namun, Zain justru menanggapi hal itu dengan cara berbeda, detik itu Nadin meminta, detik itu juga Zain melepas handuk tersebut hingga sang istri seketika memalingkan muka.

Rasanya, mereka belum seakrab itu. Untuk pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah, hal semacam ini mungkin tidak mengapa, tapi mereka? Sungguh Nadin tak habis pikir dengan tindakan sang suami.

Tak ingin gila lebih lama, Nadin secepat mungkin berlalu dari hadapan Zain setelah menerima handuk dari sang suami. Zain yang berulah, tapi Nadin yang justru malu dibuatnya.

Begitu pintu kamar mandi tertutup rapat, Zain bukannya segera berganti pakaian, melainkan membayangkan cara mandi Nadin lebih dulu. Jika didengar-dengar suaranya, mandinya heboh sekali, persis kaum bapak-bapak.

"Dia berenang atau bagaimana?"

Zain menggeleng, untuk saat ini memang masih terbatas, dia hanya bisa membayangkan tanpa tahu bagaimana kenyataannya. Selang beberapa lama, Nadin yang sampai membuat Zain khawatir akhirnya keluar juga.

Sudah pasti dengan penampilan yang lebih menantang lagi. Ujiannya naik level, Zain tidak memiliki keberanian untuk melihatnya secara langsung. Sang istri hanya berbalut handuk yang memperlihatkan bagian sebagian besar tubuhnya.

Sebisa mungkin Zain bersikap santai, walau semakin lama Nadin semakin menggoda baginya. Jemarinya fokus ke ponsel, tapi matanya sesekali mencuri pandang pada sang istri yang tengah mengenakan pakaiannya.

.

.

"Ehm, Nadin."

Sejak tadi berusaha menguatkan diri, tapi pada akhirnya kesabaran Zain habis terkikis begitu melihat tampilan Nadin setelah benar-benar selesai mengganti pakaiannya.

"Kenapa?"

"Bajunya ... boleh ganti yang lain?"

Nadin merasa pakaiannya tidak salah, daster rumahan yang saat ini dia kenakan sangatlah nyaman. Sebenarnya tidak terlalu terbuka, bahkan dibawah lutut dan bagian atasnya juga tertutup. Entah kenapa, di mata Zain justru terlalu menggoda, mungkin karena otak Zain terlalu dewasa.

"Kenapa bajunya? Kan kita cuma di rumah, Mas?"

Alasannya di rumah, tapi Zain merasa makin lama makin gila. Dia tidak mau sampai mengulangi yang terjadi semalam, terlebih lagi saat ini masih petang. "Aku mau ngajak kamu keluar? Sekalian makan malam."

Sebelum ini, tidak ada rencana Zain untuk keluar. Hanya demi meredam naffsunya yang menggebu-gebu itu, Zain mengajak sang istri untuk keluar, anggap saja pendekatan.

"Makan malam jam segini? Magrib saja belum."

"Ya sekalian saja, kalau kita perginya malam nanti macet," tutur Zain kemudian, pandai sekali dia mengendalikan keadaan.

Nadin yang mengira hal itu memang sungguhan, tanpa pikir panjang mengikuti perintah sang suami. Siapa yang menolak jika diajak makan di luar? Terlebih lagi, bagi seorang Nadin makan di luar adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Bahagia sekali begitu diajak makan di luar. Tanpa dia ketahui jika Zain mengajaknya keluar dengan alasan lain. Tak ubahnya seperti kencan pertama, Nadin memaksimalkan penampilan demi membuat Zain nyaman melihatnya.

"Begini, Mas?"

"Hm, kamu lebih cantik begini." Sedikit berbohong, istrinya memang cantik, tapi jika tertutup begini setidaknya Zain bisa sedikit lebih tenang.

Tanpa tahu kemana Zain akan membawanya, Nadin tampak tenang sekali menikmati senja di ibu kota. Sesekali Zain melirik melalui ekor mata, wajah sang istri tampak berbinar, dan dia suka.

"Mau makan apa?"

"Sushi!!" Tanpa pikir panjang, dia menjawab dengan begitu mantap.

Poin tambahan untuk Nadin, dia tidak seperti wanita lain yang belibet ketika ditanya. Tidak ada drama atau membuat Zain bingung dengan jawaban terserah atau semacamnya.

"Sempurna," gumam Zain mengullum senyum, dan jelas Nadin yang berada di sampingnya mendengar dengan jelas ucapan Zain walau begitu pelan.

"Apa yang sempurna?"

Zain menoleh, dia menatap Nadin lekat-lekat sebelum kemudian berucap "Kamu ... kamu sempurna, tapi dapatnya laki-laki sepertiku, maaf ya, Sayang."

.

.

- To Be Continued --

1
Nurul Aisyah
nah loh ditagih kan wkwkwk 🤣
Zaara
aska bikin bengek mulu🤣🤣🤣
Zaara
serius q bacanya ngakak ga jdi sedih 🤣🤣🤣
Nurul Aisyah
cie cie wkwkwk
Bucinnya Baekhyun🐶
bener bener sih zain 🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙞𝙢 𝙩𝙥 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙝𝙚𝙬𝙖𝙣 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖𝙝𝙞𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙜...
mira maryati
kerennnn musibah membawa berkah 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙚𝙩 𝙩𝙥 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙡𝙞𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙤𝙫𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙜𝙖 𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨2𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙡𝙜 𝙝𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙡𝙤𝙠𝙞𝙧 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙝 𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖𝙞𝙣𝙨𝙝 𝙙𝙞𝙨𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙙𝙨𝙤𝙨𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝, 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙝 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙣2 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙢𝙖𝙚𝙣 𝙟𝙖𝙢𝙗𝙖𝙠 𝙩𝙧𝙨 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙗𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙟𝙜𝙣 𝙖𝙥𝙖2 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙡𝙚 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨/𝙣𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙖𝙥𝙞 𝙥𝙙 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙤𝙬𝙝 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙬𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙣𝙖𝙙.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙞 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙙𝙜𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙪𝙘𝙤𝙣 𝙖𝙥𝙖, 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙪𝙩𝙤 𝙣𝙜𝙖𝙢𝙪𝙠 𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙥𝙖𝙠 𝙖𝙥𝙖... 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩𝙢𝙪 𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙙𝙪𝙠𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙙𝙤𝙨𝙚𝙣 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙠𝙝𝙡𝙖𝙠𝙢𝙪.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙥𝙪𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙩𝙥 𝙪𝙩𝙠 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙭 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙫𝙖𝙨𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙘𝙖𝙝 𝙮𝙜 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙞𝙞𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙬𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙘𝙤𝙠𝙡𝙖𝙩 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙣𝙮𝙖.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙨𝙚𝙧𝙚𝙢 𝙖𝙢𝙚𝙩 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.😄
NORA SAFITRI
oooooeh, Zain😍😍
Maya Mawardi
somplak emang
Maya Mawardi
mati kutu
Maya Mawardi
menarik dan menghibur banget
Maya Mawardi
ya ampuuun beneran pasangan somplak ini mah ketawa terus jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!