NovelToon NovelToon
Vows Of Silence

Vows Of Silence

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Bad Boy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Hazel Bellvania Cavanaugh adalah definisi kesetiaan yang naif. Ia mencintai James Patrick, seorang atlet sekolah yang karismatik namun manipulatif.
Hubungan mereka aneh—tanpa ciuman, tanpa sentuhan intim, karena James berjanji ingin "menjaga" Hazel hingga pernikahan. Namun, di balik topeng itu, James adalah predator yang memanfaatkan jari-jarinya untuk memuaskan hampir seluruh siswi di SMA mereka.
Kebohongan James terkubur rapat di bawah bayang-bayang geng paling berkuasa di sekolah yang dipimpin oleh Kenneth Karl Graciano. Kenneth yang dingin dan tak tersentuh mengetahui rahasia busuk James, namun ia diam. Bukan karena setia kawan, melainkan karena ia sedang menunggu saat yang tepat untuk meruntuhkan segalanya dan mengambil apa yang menurutnya pantas ia miliki, Hazel Bellvania Cavanaugh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Bersimbah Darah

Malam itu, Kenzo menatap layar ponselnya dengan tatapan datar. Pesan dari Alexa terbaca jelas di baris notifikasi. Setiap kata yang dikirimkan Alexa terasa seperti naskah drama yang sudah diprediksi oleh Kenzo.

"Aku akan berhenti mencintaimu... aku akan menghilang selamanya..."

Kenzo mendengus kecil. Setelah kejadian di kamar tempo hari, ia sudah menanamkan di otaknya bahwa Alexa adalah seorang manipulasi emosi yang ulung. Ia yakin ini hanyalah taktik lain, sebuah umpan agar ia berlari ke apartemen gadis itu, memeluknya, dan meminta maaf.

"Kau tidak akan menjebak ku lagi, Alexa," gumam Kenzo dingin. Ia mematikan ponselnya, meletakkannya di atas nakas, dan memejamkan mata untuk tidur. Ia memilih untuk bersikap tegas, percaya bahwa jika ia mengabaikan drama ini, Alexa akan sadar bahwa triknya tidak lagi mempan.

Namun, di apartemennya, situasi berubah menjadi mimpi buruk yang nyata. Alexa, yang terlalu dikuasai obsesi, melakukan sayatan yang lebih dalam dari yang ia pelajari. Ia ingin terlihat nyata, namun tangannya gemetar hebat saat melihat darah merah segar mulai mengalir deras membasahi lantai marmer putihnya.

Ia duduk bersandar di pintu, ponsel berada di genggamannya.

5 menit... Ia menunggu balasan Kenzo dengan napas memburu.

10 menit... Tubuhnya mulai terasa dingin, namun layar ponselnya tetap gelap.

20 menit... Kesadarannya mulai menipis. Alexa menatap nanar ke arah pintu, berharap mendengar suara gebrakan dari Kenzo. Namun yang ada hanyalah keheningan yang mematikan.

"Kenapa... kau tidak datang, Kenzo?" bisiknya parau sebelum semuanya menjadi gelap total.

Pagi harinya, asisten apartemen yang datang untuk membersihkan ruangan menjerit histeris. Alexa ditemukan tergeletak tak berdaya di tengah genangan darah yang sudah mengering sebagian.

Berita itu meledak seperti bom atom.

"PUTRI JAMES BERNARDO MELAKUKAN PERCOBAAN BUNUH DIRI" menjadi trending topik di seluruh kanal berita.

James dan istrinya yang sedang berada di luar negeri langsung terbang kembali dengan jet pribadi dalam keadaan panik luar biasa.

Kenzo terbangun dan menyalakan ponselnya. Ratusan panggilan tak terjawab dari Zella dan ayahnya masuk bersamaan dengan notifikasi berita utama. Saat ia membaca tajuk berita itu, jantung Kenzo seolah berhenti berdetak. Dunia di sekelilingnya mendadak sunyi.

Kenzo berdiri kaku di depan televisi ruang tengah yang menyiarkan cuplikan ambulans membawa tubuh pucat Alexa. Kenneth menghampiri putranya dengan wajah yang sangat keras dan kecewa.

"Kau membacanya, Kenzo?" suara Kenneth terdengar berat. "James baru saja meneleponku. Dia hancur. Dia bertanya padaku apa yang terjadi sampai putrinya nekat melakukan ini tepat setelah makan siang denganmu."

"Dad... aku pikir dia hanya berdrama," suara Kenzo bergetar hebat. Tangannya gemetar saat memegang ponsel yang berisi pesan terakhir Alexa semalam.

"Drama atau bukan, dia hampir mati, Kenzo! Dan dia melakukannya karena kau!" bentak Kenneth.

Kenzo terduduk lemas di sofa. Rasa bersalah yang amat dalam menghantamnya lebih keras dari apapun. Ia terus terbayang satu tetes air mata Alexa di kafe kemarin. Ia ingat bagaimana ia mengabaikan pesan itu dan memilih untuk tidur nyenyak, sementara di saat yang sama, Alexa sedang bertaruh nyawa di apartemennya sendirian.

Tiba-tiba ponsel Kenzo berdering. Nama Diandra tertera di sana, namun Kenzo tidak sanggup mengangkatnya. Saat ini, di kepalanya hanya ada bayangan Alexa yang bersimbah darah korban dari ketegasannya yang ternyata berujung tragis.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Triana Oktafiani
Selalu menarik cerita2mu 👍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
😍
terimakasih
ceritanya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
kapok kau kenzo
falea sezi
suka deh g bertele tele sat set
falea sezi
aneh wong kakak mu yg ngemis cinta ampe gila kok Arthur di salahkan hadehhh ampe bales dendam ke adeknya abis ini qm pasti nyesel kenn
falea sezi
bodohnya qm hazel
falea sezi
jahat nya kennet
falea sezi
q ksih hadiah deh
falea sezi
tolol harusnya biarin aja tau hadeh
Rahmawaty24
Semangat kk ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!