NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *18

"Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, Rin. Karena kamu manusia."

Dua tangan Bayu bergerak perlahan. Dua jempol kasar karena pekerjaan berat yang Bayu lakukan menyeka lembut pipi Rin, tempat di mana air mata jatuh. Hangat. Itulah perasaan yang saat ini Rin rasakan.

"Bayu." Rin kembali membenamkan wajah ke dada pria tersebut. Pelukan kembali ia eratkan.

Bayu menerimanya. Membalas pelukan Rin dengan senang hati. Satu tangan sesekali membelai punggung Rin dengan penuh kasih.

Pelukan itu bertahan selama beberapa waktu. Suasana hening cukup lama. Hingga akhirnya, pelukan itu melonggar secara perlahan, kemudian, terlepas.

Rin kali ini tidak sanggup untuk menatap Bayu. Setelah hatinya merasa tenang, perasaan malu malah datang menghampiri. Rasa malu dan juga tidak nyaman karena perasaan bersalah.

"Ba-- Bayu. Maafkan aku," ucap Rin dengan wajah tertunduk.

"Maaf? Untuk apa?"

Rin mengangkat wajah secara perlahan.

"Untuk ... aku yang sudah membuat kamu merasa tidak nyaman. Aku menangis di pelukan mu secara tiba-tiba. Maafkan aku, Bay."

"Kenapa harus minta maaf?" Senyum singkat muncul setelah pertanyaan itu bibirnya ucap. "Aku bahagia karena kamu bisa berbagi dengan ku."

"Ta-- tapi, Bay. Aku membuat kamu merasa terbebani karena ulahku."

"Siapa bilang? Aku tidak merasa begitu. Aku malahan merasa bahagia karena kamu bisa berbagi dengan ku. Kamu mau menganggap aku ada."

"Bayu."

"Hm?"

"Terima kasih banyak."

"Jangan sungkan. Kita bersama sekarang. Walau ke depannya, aku sangat pasrah akan apa yang akan terjadi. Tapi setidaknya, sekarang, aku sangat bahagia karena tidak dianggap tidak ada oleh dirimu, Rin."

Rin hanya bisa menatap Bayu dengan tatapan lekat. Pria yang ada di depannya ini cukup luar biasa. Tidak pernah menuntut apapun. Tidak pernah memaksa sedikitpun. Selalu menerima segala yang Rin perbuat.

Perlahan, satu kekaguman kecil muncul. Kekaguman yang perlahan berubah jadi sesuatu yang berbeda. Perlahan, tapi pasti. Dari kekaguman yang tumbuh, bunga cinta juga ikut mekar dengan sendirinya.

Siang berlalu, sore datang menyapa. Saat malam tiba, Rin sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Bahkan, tadi sore pun mereka sudah memasak bersama. Saat itupun Rin sudah terlihat sangat tenang. Seolah, tangisannya yang tadi siang tidak pernah terjadi sedikitpun.

"Ee ... Bay. Boleh aku tidur di lengan kamu?"

Satu pertanyaan yang langsung membuat Bayu menatap lekat wajah Rin. Hanya sesaat, karena detik berikutnya, dia membuka lengan untuk Rin. Tentunya, tanpa menjawab dengan kata-kata terlebih dahulu.

Rin pun perlahan mendekat, membaringkan tubuhnya di samping Bayu. Cukup gugup, tapi dia tetap melakukannya walau dengan paksaan hati yang harus dipaksakan dengan sangat kuat.

Saat Rin berbaring, aroma tubuh Bayu langsung tercium. Aroma itu sedikit unik. Tidak terlalu harum, tapi cukup untuk Rin merasakan kehangatan. Malam itu, dia tidur di lengan Bayu untuk pertama kalinya.

Pemicunya bukan gara-gara cemburu pada Mila yang menikah dengan Marvel. Tidak. Sama sekali tidak. Rin tidak menjadikan Bayu sebagai tempat pelariannya. Pilihan itu Rin buat karena, hatinya yang menginginkan hal tersebut. Mungkin, di hati Rin, bunga cinta sudah mulai menampakkan kuncup-kuncup yang tak lama lagi akan mekar dengan indah.

*

Dua hari kemudian, saat Rin membuka sambungan ponsel sebuah notifikasi datang lagi. Setelah pesan singkat dari mama dan adiknya yang tidak ia balas, data ponsel ia matikan. Lalu sekarang, saat ia hidupkan sambungan data, malah masuk notifikasi dari sosial media adiknya.

Rin enggan untuk membuka. Namun, rasa penasaran mampu mengalahkan rasa enggan. Jari tangannya malah menekan notifikasi tersebut setelah sesaat dia diam.

Itu pemberitahuan untuk status Mila dari aplikasi biru. Saat Rin buka, ternyata foto Mila saat ijab kabul bersama Marvel. Bukan hanya foto itu saja, masih ada beberapa foto yang lainnya lagi. Mereka terlihat sangat bahagia saat jepretan demi jepretan foto diambil.

Rin membatu dengan tatapan yang lekat ke arah layar ponsel. Tidak, dunianya tidak lagi seruntuh sebelumnya. Entah karena hati sudah cukup terluka atau ada hal lain sebagai pemicu. Yang jelas, air mata tidak jatuh lagi kali ini. Meskipun begitu, pilu masih terasa sangat nyata.

"Kalian bahagia? Bahagia di atas luka hatiku yang telah kalian ciptkan. Sungguh, kalian benar-benar orang terdekat yang mematikan."

Rin menarik napas dalam-dalam. Lalu melepaskan napas tersebut secara perlahan. Luka itu masih nyata. Tapi sakitnya, sudah tidak seperti dulu lagi.

Rin meletakkan ponselnya kembali ke atas lemari kecil yang ada di samping ranjang. Meskipun ponsel sudah dia lepaskan, tapi status adiknya masih tetap diingat oleh benak.

Kata-kata yang Mila tulis di atas status sebagai pelengkap. *Aku hanya berusaha untuk mencari kebahagiaan dalam hidup. Mungkin sedikit keterlaluan, tapi aku hanya mencoba untuk berani mengambil keputusan.*

Begitulah kata tersebut di tulis dengan jelas. Benak Rin masih bisa mengingat kata-kata itu dengan sangat baik.

Bibir Rin langsung terangkat sedikit.

"Berani mengambil keputusan katanya? Heh .... Keputusan yang dia ambil adalah melukai hati kakaknya sendiri. Sungguh luar biasa."

"Rin."

"Bayu."

Bayu yang ada diambang pintu menatap wajah istrinya dengan tatapan lekat. "Kamu baik-baik saja?"

"Aku ... ya."

Bayu terus memperhatikan Rin dengan tatapan lekat. Akhirnya, bibir indah milik Bayu kembali angkat bicara.

"Rin, mau cari angin ke desa kecamatan tidak?"

"Ha?"

"Ah, di desa kecamatan ada taman yang indah, Rin. Mungkin, jika pikiran suntuk, kita bisa ke sana untuk menjernihkan pikiran."

"Oh iya, di desa kecamatan juga ada cafe. Yah, walaupun cafenya sangat jauh berbeda dari cafe yang ada di kota. Tapi, itu juga cocok untuk dijadikan tempat bersantai, Rin."

Rin tidak menjawab. Matanya terus memperhatikan wajah Bayu yang masih terlihat penuh ketulusan. Walau ada rasa lelah, tapi pria itu tidak pernah mengeluh. Perlakuannya begitu penuh kasih tanpa terlihat mengharapkan imbalan atas apa yang sudah ia lakukan.

"Bayu. Apakah .... " Rin tidak melanjutkan ucapannya. Dia membuat Bayu menunggu. Sampai, pria itu tidak sabar lagi.

"Apa? Katakan saja apa yang ingin kamu katakan, Rin."

"Ah, nggak. Nanti saja. Mm ... kamu ... tidak lelah?"

"Mm ... sepertinya, tidak. Atau, mungkin karena aku lelah, makanya kita harus keluar rumah untuk menikmati suasana yang berbeda. Bagaimana? Setuju tidak?"

Rin akhirnya mengangguk pelan. Sudut bibirnya mengukir senyum kecil. "Baiklah. Aku setuju. Tunggu sebentar! Aku siap-siap dulu."

"Oh iya. Kamu juga harus siap-siap," ucap Rin sebelum memutar tubuh. "Nanti, kita ambil banyak foto saat di taman."

Anggukan kecil Bayu perlihatkan. Ada sedikit kebahagiaan di manik mata Bayu saat melihat Rin yang sedang bersemangat ketika mengucapkan kata. Mungkin, cinta itu sudah lama tumbuh. Hanya saja, Baju tidak ingin memperlihatkannya secara terang-terangan.

Alasannya sangat jelas. Sejak awal, dia tidak ingin mempertahankan Rin dengan paksaan. Dia ingin Rin tetap tinggal. Dia jujur bahwa hatinya takut jika Rin pergi. Namun, satu hal yang pasti. Bayu tidak akan pernah memaksa Rin. Begitulah yang telah Bayu katakan pada Rin sebelumnya.

1
Patrick Khan
akhirnya gol juga💃💃🤣
Rani: uhuk. terbatuk kakak mu.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: a syiap👍🫰
total 1 replies
tehNci
Sikap Bayu yg anteng, mandiri, pendiam.berubah jadi manja dan iseng ke Airin stlh kejadian semalam. Gemesin banget sih kalian...
Rani: huhuhuhu .... kaka mu yg terharu. 🤭
total 1 replies
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: womeh👍🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ayo gas lah.. mumpung udah buka puasa😁😁😁
Rani: hua hahahaha
total 1 replies
tehNci
Akhirnya....setelah bbrp Minggu hidup bersama sebagai suami istri dan masa penjajakan, inilah saatnya saling membuka diri dan saling menerima. Saatnya menjadi suami istri sesungguhnya...menunaikan hak dan kewajiban masing2. Semoga cinta diantara mereka semakin kuat
Rani: yuhu.... 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🅰️isyah Rendr🅰️
Plis dong jangan bertele² lagi Bayuuu 😭🤣🤣 gaskuy sudaaaaahhhh nahhh.. Airin kan sudah menunggu 😂
🅰️isyah Rendr🅰️: hihihii
total 4 replies
Dew666
👑👑👑
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Cindy
lanjutt kak
Rani: laksanakan🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: yuhu .... siap
total 1 replies
tehNci
Ternyata Bayu banyak fans nya ya ... Ayo Run, tunjukkan kuasamu sebagai istri Bayu, gandeng terus Bayu nya, biar bisa dilihat orang² kalo kalian punya hubungan yg erat dan romantis. Biar yg berharap Bayu jadi pasangannya mundur😄
Rani: Yuhu ... anak emas aku itu ih. emang banyak yg suka.
total 1 replies
Heny Stiawati
dengan semua penerimaan dan ketulusan Bayu.,.. takkan sulit membuat Rin jatuh cinta
Rani: 🫰🫰🫰🤭 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Heny Stiawati
bagus
Rani: makasih banyak 🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ayo lah rin.. lupakan. jgn lemah mosok lanangan ngnu sek di piker ae.. wes ada Bayu gitu . kesan nya km masih kecintaan sm dia😖😖
Rani: tenang. Rin udah dapat batu akik kok. masa iya mau sama kerikil di tepi kali.
total 1 replies
tehNci
Itu karena air mata yg keluar bisa ngurangin rasa kesal dan kecewa yang ada di hati..Biar plong, gitu...
Rani: iya kan yah...
total 1 replies
Dew666
👍👍👍👍👍
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Mela, jangan coba² jadi pelakor ya... Sudah lihat sendiri kan, kalo Bayu sangat perhatian terhadap istrinya. Mundur segera sebelum hatimu terluka banyak.
Rani: nah lho Mel. Kamu diingatin tuh. dengar🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mela mw JD pelakor kah🤔
Rani: uhuk. kaka mu nggak jahat. tenang. tapi kadang, agak tegaan aja sih. 🤭
total 1 replies
Nur Haswina
namanya juga org suda menikah, masah iya mau berperilaku kayak bujangan padahal suda nikah ada2 aja si mela ini
Rani: Nah iya, si Bayu jelas mau jagain hati istrinya kan yah. walau pernikahan itu gak atas dasar cinta. tapi kan, Bayu menghargai Rin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!