NovelToon NovelToon
Mendaki Saat Menstruasi

Mendaki Saat Menstruasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Hantu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: TuanZx

Masih di atas gunung, Aya membuang bekas pembalutnya sembarangan ke semak-semak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TuanZx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28; Awal perjalanan panjang

Kemudian setelah salaman dan berkenalan, aku izin masuk dulu ke dalem buat ngambil kursi. Kursi di luar cuman ada 3, gak cukup buat mereka yang ternyata dateng 5 orang.

Dan setelah ngambil kursi, aku sempet kenalan dan basa-basi sebentar sama mereka. Sekalian ngarahin tatapan ke si Ari, yang seakan bilang, "Mereka siapa?"

Si Ari paham dan bilang, "Udah, nanti juga lu tau."

Dan tiga orang itu salah satunya adalah; Ucu, dia perempuan yang bilang kalo katanya dia sepupu jauh dari Aya. Keliatannya sih, umurnya gak beda jauh sama Aya. Dia bilang kalo dirinya udah lama kenal dan temenan sama mereka.

Dua orang lagi, laki-laki. Yaitu; Irwan dan Iman, yang katanya temen sependakian mereka.

Dan setelah kenalan dan basa-basi kayak gitu, Ari kayaknya udah gak sabar pengen cerita.

Dan aku juga sama, penasaran banget sama apa dan gimana bisa mereka tersesat.

Jadi ku putuskan buat langsung nyalain laptop, tangan udah siap ngetik di atas keyboard. Dan mari kita mulai.

Pada hari itu, mereka berlima berencana untuk mendaki ke salah satu gunung yang ada di Sumatera Barat.

Nama gunung, sebut saja gunung M. Karena kata mereka, mereka sepakat buat gak nyebutin atau nyamarin nama gunung itu, "Inisialnya aja paling Mas." kata Iman mewakili.

Sebenarnya, kata Aya, Ucu, Irwan, dan iman. Mereka ditentang sama orang tuanya buat naik ke gunung itu. Tapi, meski begitu, mereka tetep bersikeras untuk tetap pergi demi naklukin gunung M tersebut.

Namun, ketika mereka berlima naik kepuncak gunung itu sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Perjalanan ke gunung itu, dimulai setelah mereka sama-sama mendapat libur kerja dihari yang sama.

Sore itu keliatan cerah, gak ada tanda-tanda kalau hari bakal hujan. Dan hingga malam pun, cuaca masih bersahabat.

Satu hal yang patut di syukuri oleh sekelompok pemuda-pemudi yang mau mendaki gunung.

Malam mulai larut ketika mereka berlima memutuskan untuk memulai perjalanan menggunakan dua mobil dari Jakarta ke Sumatra Barat.

Satu mobil di isi oleh Aya sama Ari, dan satu mobil lagi di isi sama mereka bertiga.

Saat itu, mereka udah sepakat buat naik ke gunung M. Gunung yang memiliki ketinggian 2891 MDPL (Meter dibawah permukaan laut), dan semua kebutuhan udah dipersiapkan.

Dan seperti yang kita tau, perjalanan dari Jakarta ke Sumatra Barat itu bisa memakan waktu sekitar 24 jam lebih. Perjalanan yang panjang dan udah pasti melelahkan.

Selain Ucu, belum ada satupun dari 5 sekawan itu yang pernah naik ke gunung M.

Kemudian, setelah melewati perjalanan panjang. Semua penumpang turun, dan mereka singgah di Pasar Koto Baru untuk sekedar mengisi perut.

Selesai makan dan istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga. Mereka bergegas melanjutkan perjalanan ke kaki gunung M.

Dan di tengah perjalanan, Ucu mengajak mereka untuk melaksanakan shalat isya terlebih dahulu.

Terus, setelah mereka selesai shalat di masjid itu, mereka berdo'a seraya membentuk lingkaran.

Mereka berdo'a supaya di berikan kelancaran baik di saat pergi, maupun pulang.

Udara mulai menusuk kulit, penutup badan yang seadanya, carrier yang lumayan berat, gak mematahkan semangat mereka untuk terus lanjut jalan di jalur yang terus menanjak menuju ke gunung M.

Dengan semangat yang membara, akhirnya mereka sampai di pelataran kaki gunung M.

Keramaian di kaki gunung M, mulai keliatan. Karna tempat ini udah di sulap jadi tempat yang bisa dibilang rame.

Ada beberapa warung, Ada Bapak-bapak yang make sarung buat ngangetin badan, Ada Ibu-ibu yang jual jajanan, dan puluhan pendaki yang memiliki kelompok kecil.

Dan dari kejauhan, keliatan beberapa pendaki yang mulai pendakian.

Kemudian, Ari, Aya, Ucu, Irwan, dan Iman pun gak mau kalah buat ikut mulai pendakian.

Mereka milih mendaki di malam hari supaya bisa liat matahari terbit.

Jalan semakin nanjak, suara serangga mulai kedengeran.

Mereka jalan sambil sesekali bercanda sebagai hiburan, dan sebenarnya mereka pengen bersorak girang atau teriak keras supaya orang tau bahwa saat itu, mereka berlima akan mendaki ke gunung M.

Tapi sayangnya, dilarang buat keributan, supaya nggak ganggu hewan-hewan yang ada. Terutama 'Makhluk Lain' yang hidup berdampingan dengan manusia.

Kalo berani langgar aturan main, jangan heran kalo liat hal aneh di atas gunung.

Gak kerasa, pos pertama pun udah mulai keliatan.

Mereka pun mempercepat langkah, tujuannya supaya bisa istirahat sejenak dipos itu.

Dan akhirnya mereka pun sampai dipos pertama. Pos Pasangrahan. (Nama pos telah disamarkan)

Ucu bilang, "Akhirnya kita sampai di posko pertama guys. Kita istirahat dulu ya? 15 menit lagi, kita lanjut naik."

Gak ada yang bantah apa kata Ucu, selain karena cuman dia yang pernah naik ke gunung ini, dia juga di jadikan ketua regu perjalanan kali ini.

Sepanjang perjalanan dari kaki gunung M ke posko pertama itu, gak ada yang aneh-aneh. Semua berjalan mulus tanpa ada halangan sedikitpun.

Iman pun melaporkan dan mendaftarkan nama mereka berlima ke posko itu. Serta membayar sejumlah uang retribusi kepada penjaga posko.

Kemudian mereka berlima duduk sejenak untuk memulihkan tenaga. Dan karena perjalanan dilakukan di malam hari, butuh waktu lama untuk menyusuri hutan dikarenakan jarak pandang yang terbatas.

Setelah istirahat, mereka berlima melanjutkan perjalanan ke pos Parakbatuan. (Nama pos telah disamarkan)

Beberapa langkah meninggalkan pos Pasangrahan, perjalanan yang sebenarnya baru di mulai.

Saat inilah Ari mulai merasa gelisah. Dia ngerasa kayak ada yang ngikutin.

Bukan Ari aja, Iman juga merasakan hal yang sama.

Sementara tiga orang lainnya asyik menikmati suasana hutan.

Setelah itu, Ucu mulai mengatur formasi barisan.

Pada prinsipnya, urutan pertama dan terakhir harus diisi oleh orang-orang yang pernah mendaki ke gunung tersebut.

Karena hanya Ucu yang pernah mendaki ke gunung itu sebelumnya, maka dia berada diposisi paling depan sebagai leader.

Disusul Aya di urutan ke dua, Irwan di posisi ketiga, Iman di urutan ke empat, dan terakhir Ari bertindak sebagai sweeper.

Sweeper adalah anggota yang menjaga belakang, atau berada dalam barisan paling belakang.

Ari dipercaya buat jadi sweeper itu karena postur tubuhnya yang lumayan besar dan tinggi. Bisa dibilang, lebih gede dari yang lain.

Tapi keputusan Ucu itu bikin Ari kesel.

"Kenapa harus gua sih yang ada dibelakang?!" gerutunya.

Dan entah kenapa, Ari ngerasa kayak ada makhluk tak kasat mata lagi ngikutin dia dari belakang.

Terbukti, karena hal ini juga di rasakan sama Iman yang ada di urutan ke empat.

Ari makin yakin, kalo yang dirasakannya itu emang bener.

Ari nanya ke Iman, "Man, lu denger gak Man?"

"Udah Ri, tenang aja, gak usah di bahas." kata Iman.

Ari pun ngerasa makin gelisah, dia ngerasa kayak ada seseorang yang jalan ngikutin dia dari belakang.

Tapi ketika dia boleh ke belakang, Ari gak liat siapapun.

Setelah terus jalan, suara itu kembali kedengeran.

Jaraknya deket, sangat deket. Tapi pas dia noleh, tetep sama, gak ada siapapun di belakang.

Ucu mulai penasaran perihal apa yang dirasain sama Ari dan Iman. Dan sambil bercanda, Ucu menginstruksikan yang lain untuk mulai berhitung, dengan harapan gak ada yang berkurang ataupun bertambah.

"Ayo guys, kita mulai berhitung aja ya?!" kata Ucu. "Satu!"

"Dua!" kata Aya.

"Tiga!" kata Irwan.

"Empat!" kata Iman.

"Lima!" kata Ari. Dia bilang, 'lima' dengan nada yang sedikit kesel.

Setelah kelar berhitung, Ucu langsung nyahut perkataannya Ari sambil ketawa, "Kita pas berlima kan Ri? Di belakang lu gak ada yang nambah kan? Haha ha."

Mendengar candaan Ucu, Ari makin menjadi-jadi. Banyak hal yang bikin dia takut.

Kayak ranting kayu dikira hantu, bunyi jangkrik dikira setan. Dan banyak hal-hal lain yang seharusnya gak perlu di bahas, malah jadi bahan obrolan Ari dan Iman.

Mereka udah kayak pakar spiritual dadakan yang lagi nerawang alam gaib. Mungkin kalo cuman Ari yang ngerasain keanehan, hal itu gak perlu di besar-besarin. Tapi Iman juga merasakan hal yang sama. Besar kemungkinan makhluk yang dimaksud, memang bener-bener ada disekitar mereka.

1
tse
jangan2 itu kuburan yang di temui Aya ya
tse
nah loh... ko Ari dateng...
jangan2 yang tadi cerita itu bukan orang asli nih..
ih serem...
pas kena sorot mobil Ari di tengok udah ga ada orangnya...
malah orangnya baru keluar dari mobilnya Ari...
gimana tuh bang kalo bener begitu kejadiaanya...
TuanZx: jawabannya ada di bab selanjutnya ya kak😍
total 2 replies
Melissa McCarthy
lanjut banggggggg
Melissa McCarthy
lanjut bang
tse
lanjutkan.. 💪💪💪💪💪
Melissa McCarthy
jam 02.05 gini bacanya jadi tambah horor thor
Melissa McCarthy
apa itu bg?
Melissa McCarthy
kerasa sampe sini merindingnya thor
Melissa McCarthy
merinding/Awkward/
Melissa McCarthy
waduh/Toasted/
Melissa McCarthy
lanjut bang
Ina Emut
tkutt
TuanZx: jangan takut, hehe. semoga terhibur. jika tak keberatan. boleh tinggalkan bintang lima ya... terimakasih
total 1 replies
Melissa McCarthy
betul tuh kak, kata bang Maka
Melissa McCarthy
bagus bgt tanpa tedeng aling-aling
tse
percaya banget...
masa cuma dari tali pocong bisa kaya...
kalo mau kaya ya usaha, kerja, dagang jangan yang aneh2 dech
tse
ga kebayang kalo aku yang ngalamin...pingsan langsung
TuanZx: hehe, semoga terhibur. jika tak keberatan boleh tinggalkan bintang lima ya. terimakasih
total 1 replies
tse
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Melissa McCarthy: 🤣😄💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
TuanZx
Selamat membaca, semoga menghibur. Jika tidak keberatan, boleh lah kasi bintang 5
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!