NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Intel

Rumah Linda tampak di kerumuni banyak sekali warga.. semakin siang justru semakin banyak, mereka semua teramat kepo dengan apa yang menimpa Janda kaya raya tersebut.

Di ruang tamu Rumah Linda... seorang polisi dengan kumis tipis duduk di sofa yang di peruntukan satu orang, di belakangnya berdiri dua polisi dengan seragam yang terbalut jaket dan sebuah senpi terselip di masing masing pinggang.

Di depan mereka 4 pembantu duduk berderet di sofa, sementara 4 penjaga berdiri di belakang sofa tempat duduk pembantu tersebut.

Seorang polisi berkumis tipis itu memandangi pintu kamar Linda yang tertutup dengan garis polisi yang menempel di pintu.

"Pelakunya dia benar benar cerdik, menghapus semua barang bukti.. tidak tanggung tanggung dia bahkan membakar kasur dan ranjangnya.. pasti dia takut ada bekas sprema yang tertinggal." batin Polisi itu, ia tak lain tak bukan adalah Pak Jaya adik dari Linda. Ya! Ia yang bertugas menangani kasus ini.

"Dari kalian berempat siapa yang mengunci pintu utama?" Tanya Pak Jaya.

"Sa... saya pak.." salah satu pembantu mengacungkan tangannya.

Pak Jaya memicingkan matanya, "apa kamu yakin sudah mengunci pintu itu? Pasalnya pelaku masuk dengan sangat mudah... lihat ini.." Pak Jaya menyerahkan rekaman CCTV.

Keempat pembantu dan penjaga tersebut kaget bukan kepalang, pintu utama terbuka dengan sendirinya kemudian tak lama kemudian rekaman gelap karena kamera CCTV tersebut di semprot dengan cat semprot.

"Ta.. tapi saya beneran sudah mengunci pintu pak.. saya berani bersumpah."

"Ya saya juga melihat dia sudah mengunci pintu pak." Sahut pembantu lainnya.

"Saya percaya denganmu, di rekaman CCTV ini saya juga melihat kamu mengunci pintu, saya hanya memastikan apakah kamu benar benar mengunci pintu itu dengan benar atau tidak.."

"Sumpah saya sudah menguncinya dengan benar, Pak!"

"Ya sudah, untuk sementara ini kalian semua akan di bawa ke kantor polisi. Jangan salah paham dulu, di sana kalian akan di mintai keterangan tentang kasus ini, tidak untuk di tangkap." Ujar Pak Jaya.

"Baik pak." Jawab kedelapan orang itu dengan serentak.

Setelah kepergian kedelapan orang itu, ketiga polisi itu duduk merenung di sofa memikirkan kasus ini.

"Kemungkinan besar pelakunya sama dengan kasus pembunuhan Mbah Suro dan perampokan di rumah Wanto itu, Pak.... pasalnya pelaku hanya beraksi di daerah dekat dekat sini, kemungkinan besar pelakunya adalah warga desa Pener atau desa Bojongbata." Ujar Salah satu polisi.

"Seperti yang kalian tahu pelaku ini sangat cerdas dan teliti.. dia benar benar seperti seorang yang sudah sangat profesional dalam melakukan tindakan seperti ini. Mulai dari melumpuhkan penjaga, mengganjel pintu semua kamar pembantu dengan bambu, menutup CCTV dan kemungkinan besar sang pelaku memiliki semacam ilmu hitam yang membuat dirinya tak dapat terlihat.." ucap Pak Jaya.

"Namun apa motif pelaku? Mengapa dia bisa bertindak sejauh ini.."

"Sang pelaku membunuh Mbah Suro kemungkinan karena Mbah Suro berniat mengungkap identitas pelaku tersebut, namun apa motif dia merampok rumah Bu Linda dan Memperk*sanya?"

"Kakakku terkenal sebaga rentenir di sekitar daerah sini, kemungkinan ada orang yang memiliki dendam terhadap kakakku... tidak sedikit pula orang yang berhutang kepada kakakku, namun aku curiga dengan satu nama... Sugeng."

"Maksud anda pemuda peternak kambing itu, yang dahulu pernah berurusan dengan Vera? Hmm.. kemungkinan besar pelakunya adalah dia pak, namun kita tak memiliki bukti sama sekali, pelaku tersebut bisa menuntut balik kita jika kita menangkapnya tanpa bukti, kita harus ingat pak ini dunia novel bukan dunia nyata.."

"Aku juga sedikit heran, jujur aku tidak percaya dengan hal klenik klenik atau mistis semacam itu... namun kini aku mempercayainya, entah bagaimana sang pelaku bisa menghilang dia pasti memakai semacam ilmu hitam atau pesugihan.."

"Atau mungkin sang pelaku memiliki pusaka atau semacam mustika yang memiliki kekuatan pak.. almarhum kakek saya orang yang menganut pakem kejawen.. dia pernah bilang, banyak mustika dan pusaka peninggalan zaman majapahit yang tersimpan di setiap pelosok, dan setiap pusaka dan mustika itu di jaga oleh Jin atau khodam penjaga pusaka... kemungkinan besar sang pelaku itu mendapatkan warisan dari orang tuanya atau ia menemukan salah satu pusaka dan mustika secara tidak di sengaja.."

"Hmm... ceritamu benar benar terdengar sulit di percaya.. namun setelah mengingat kembali pelaku itu bisa menghilang, mau bagaimana lagi? Bisa jadi Sugeng itu menemukan semacam pusaka yang kamu sebutkan itu, atau dia menganut ilmu hitam... fokuskan penyelidikan ke arah dia.. taruh beberapa intel di sekitar rumahnya dan awasi apa saja yang ia perbuat.. ah ya satu lagi, kirim satu polisi dan tanyakan semalam dia berada di mana dan apa buktinya." Ujar Pak Jaya.

"Baik Pak!"

Kedua polisi itu pergi hendak memberikan instruksi kepada anggota polisi lain untuk memfokuskan penyelidikan kepada manusia bernama Sugeng.

Sementara Jaya masih merenung, "aku yakin hanya Sugeng yang memiliki dendam kepada Mbak Linda. Hanya dia orang yang pantas di curigai, namun bagaimana cara dia menghilang? Ini benar benar tidak masuk akal? Apakah benar ada ilmu hitam di dunia modern seperti ini?"

"Satu lagi... bagaimana cara Sugeng membuka pintu utama? Apakah dia memakai linggis untuk membuka paksa pintu? Tidak mungkin pasti terdengar suara, namun di rekaman cctv ini hening dan pintu itu sama sekali tak rusak.." Pak Jaya kembali memutar rekaman CCTV itu kali ini dia menzoom ke arah kunci pintu yang masih menyantol.

Ia memperhatikan dengan serius, tidak lama kemudian matanya terbelalak lebar kunci itu berputar dengan sendirinya tanpa ada seorang pun di situ... "a.. ada sosok lain yang memutar kunci pintu utama itu?"

***

Sugeng pulang kerumah dan langsung memberikan makan ke kambing kambingnya.

Ekor mata Sugeng melirik sebrang jalan setapak depan rumahnya, tampak seorang pedagang cilok mangkal di sana..

"Hmm..." Sugeng bergumam pelan, "jadi begitu... mereka pasti sudah mulai mencurigaiku, untuk saat ini aku harus hidup normal dan kembali pura pura miskin. Aku harus menjual kambing kambing ini agar mereka tak curiga aku dapat modal dari mana untuk mengisi warung kosong itu, sekalian rehap rumah ini sama emm... buat usaha kecil kecilan buat Mbak Sekar.. kambing ini tinggal 4, di jual kemungkinan 20 juta lebih, hmm... lebih dari cukup." Batin Sugeng.

Tampak pedagang cilok itu juga menatap Sugeng, Sugeng segera mengalihkan pandangannya ke halaman belakang rumah.. di sana tampak Isna yang sedang membawa sepasang sepatu basah, hendak ia jemur.

Sugeng memperhatikan raut wajah Isna yang tampak murung tanpa kebahagiaan.

"Kasihan dia... dari pertama aku lihat dia, ngga pernah aku lihat dia senyum. Pasti dia merasa tertekan dengan keadaan keluarganya." Batin Sugeng.

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!