NovelToon NovelToon
SURA Penahluk Siluman

SURA Penahluk Siluman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Berada di tengah laut jawa, Pulau Koriyaksa dihuni para siluman dalam segala bentuk, dipimpin oleh siluman tanpa nama berwujud menakutkan. Akhirnya setelah 50 tahun berperang, sebuah perjanjian damai ditandatangani.
Setiap malam satu suro, bangsa manusia wajib mengirim tumbal untuk dipersembahkan pada Sang Raja.
Namun Sura mahasiswa yang terlempar ke dalam buku harus menjadi tumbal ke-100, anehnya dia justru berhasil merebut hati Sang Penguasa. WARNING! HATI-HATI DALAM MEMILIH BACAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meniduri 2 wanita bangsawan

WARNING!! 21+ HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!

...----------------...

"PLAK!!"

Sura membuka mata, dibangunkan oleh rasa sakit yang membekas di pipi.

"Lho! Eh?!"

Belum sempat mencerna keadaan, Sura kembali dikejutkan oleh wanita muda yang sedang mendudukinya.

Dalam keadaan setengah telanjang, memakai pakaian era kerajaan dengan kemben yang telah berpindah ke bawah perut. Menunjukkan buah kenyal berukuran besar,

Sura merasakan setiap hentakan yang membuai tubuh, entah kenapa wanita asing itu bisa lihai menggoyangkan pinggulnya.

"Tu-tunggu! Apa ini? Aku lagi mimpi basah?" batin Sura menelan saliva,

"Perasaan tadi aku masih ada di perpustakaan kampus...jangan bilang aku ketiduran!"

"Aaa!!"

Sura memekik kesakitan saat rambutnya dijambak paksa, hingga kepalanya mendongak dan mendapati ada wanita lain di atas.

Riasannya sedikit lebih tebal bahkan wajahnya tampak jauh lebih tua dari Sura. Wanita itu tersenyum sambil mengencangkan cengkraman,

Perlahan bergerak mengarahkan benda sintalnya ke atas wajah, menjejal paksa masuk ke dalam mulut Sura.

"Tu-tunggu---Ng, mm..." suara Sura terhenti,

Tubuhnya telanjang bulat terbaring di atas ranjang keras, dengan kedua tangan serta kaki diikat di setiap sudut. Seperti tawanan,

Mimpi apa ini? Sura merasakan sakit yang nyata bahkan tak bisa melawan, sedangkan dua wanita tadi terus saja melampiaskan nafsunya.

"Ini pelecehan!" batin Sura memejamkan mata, berharap bisa segera bangun dari tidurnya.

"Ahh!" desahan keluar dari mulut wanita muda,

Sura mampu merasakan sesuatu baru saja keluar dari tombak kejantanannya. Matanya terbuka, namun mimpi ini belum berakhir.

"BERHASIL MENDAPAT KEKUATAN!" celetuk suara nyaring muncul di telinga.

"MENGIDENTIFIKASI KEKUATAN BARU..."

"KEKUATAN DIKETAHUI DALAM HITUNGAN MUNDUR."

"Ngoceh apaan sih?" gerutu Sura mulai kesal.

Melihat mereka berganti posisi, kini wanita tua beranjak naik ke atas, menancapkan tombak yang masih berdiri tegak ke dalam.

Mencondongkan tubuh ke depan guna melepas tali yang mengikat tangan Sura. Menuntunnya untuk meremas benda kenyal, sedangkan tangan yang lain diarahkan ke dalam tubuh wanita muda.

"HITUNGAN MUNDUR DIMULAI,"

"3..."

"2..."

"1...SELAMAT KEKUATAN BARU TELAH DIIDENTIFIKASI,"

"MENDAPATKAN KEKUATAN KALKULATOR CINTA...SEKARANG PEMILIK BISA MELIHAT PERASAAN LAWAN."

"Kekuatan apaan---" Sura tersentak diam,

Menyadari suara asing yang lolos dari mulutnya, terdengar lebih berat dan sedikit serak, sangat jauh berbeda dengan suara aslinya yang sering diejek gemulai bak wanita.

"Ah, Bima...padahal kamu cuma budak, tapi kenapa tubuhmu sangat indah? Ah...wajahmu benar-benar tampan," membelai dada bidang Sura yang dibasahi keringat.

"Ngomong apaan sih?" pikir Sura mengernyit, menatap tulisan aneh yang muncul di atas kepala.

Kebencian 0% rasa cinta 100%, perlahan mengingat ulang suara aneh yang tadi mengiang di telinga. Sura menoleh memastikan angka yang juga tertulis di atas wanita lain,

"Lho?" tercengang melihat kaca yang ada di seberang,

Wajah asing yang benar-benar sempurna seperti patung, dipahat dengan penuh kehati-hatian, rambut pirang panjang, mata bulat, hidung mancung, alis tegas dan bibir tebal.

"Bima...Bima...aku benar-benar mencintaimu. Sejak pertama kali bertemu, aku sudah terpana oleh wajah ini." terus bergumam dengan bergairah,

Mengarahkan telapak Sura agar terus bergerak memainkan ujung buah dadanya yang mengeras.

"Kamu sudah banyak menghibur orang dan membuat suamiku mendapat banyak uang, sampai bisa membangun wilayah sendiri,"

"Tapi, kenapa---kenapa kamu tidak mau menghiburku?"

"Aku sampai harus menjebakmu dengan obat perangsang."

Wanita itu terus mengaku dan menyatakan perasaannya. Disela kalimat, perlahan Sura mulai mendapat ingatan dari pemilik tubuh.

Rita adalah istri majikannya, dia satu-satunya yang berbuat baik serta memperlakukan pemilik tubuh dengan tulus,

Jauh di lubuk hati pemilik tubuh juga mencintai Rita. Namun dia merasa kotor dan tidak pantas, itulah kenapa tak pernah mau menghabiskan malam bersama.

"Bukankah Bima salah satu nama tumbal yang ada di buku kuno. Apa maksudnya? Jadi ini bukan mimpi?"

Sura menyadari kalau jiwanya terlempar dalam buku dan masuk ke tubuh seorang budak.

"Ehm, wanita ini terus menjepitku...membuatku sulit berpikir." batinnya menggigit bibir bawah,

Sura seorang perjaka yang dijauhi oleh wanita karena wajah jelek dan suara gemulainya.

"Tapi bukan seperti ini! Aku lebih suka memimpin," merasa terhina.

"Karena kalian sudah meremehkanku...akan aku tunjukkan kejantanan yang sebenarnya!"

"Lagipula wanita ini sangat menyukaiku, tidak mungkin dia menolak."

Sura menarik tangannya kembali dari genggaman, sebelum mulai bertindak.

"A-apa yang mau kamu lakukan?" Rita gugup merasakan telapak kekar Sura yang mencengkram pinggulnya.

Sura mengangkat pinggul setengah kayang lalu menghentak ke atas kebawah dengan kekuatan penuh, membiarkan tombaknya menembus masuk sangat dalam hingga membuat Rita kewalahan.

"Ah!! Sh...sakit sekali. Rasanya seperti tertusuk pedang---mm..."

"Bima...ini sangat sakit, tapi aku menyukainya."

"Suka? Kalau begitu biarkan aku memanjakanmu." tegas Sura menyeringai,

Dia beranjak duduk, memeluk erat, mengalungkan kaki Rita ke tubuhnya. Sura menunduk mengendus leher lalu bergerak mengisap benda gayal di depannya, memainkan lidah seperti anak kecil.

"Mm...jangan seperti itu. Ini sangat enak,"

"Ahh!!" Rita memekik,

"PLAK! Jangan tarik rambutku." tegur Sura melayangkan tepukan kuat ke bokong lembut Rita.

"Kamu seperti bayi...mm..." menggigit bibir bawah.

Wanita muda di sampingnya nampak bingung melihat raut Rita. Baru saja mengaku kesakitan tapi kenapa wajahnya semakin bergairah?

"Bima...aku juga mau," pintanya memelas, menempelkan ujung dada ke lengan Sura.

"Kamu mau? Baiklah. Duduk disini," merasa tertantang.

Tangan kanannya bergerak, Sura mengandalkan jari manis dan jari telunjuk masuk ke dalam kuncup yang tersembunyi. Bergerak cepat, melambai, keluar masuk sampai membasahi seluruh jemarinya dengan cairan bening,

"Ah! Mm..." Desahan kedua wanita itu mengisi seluruh ruang,

Waktu berlalu...

Sura mengernyit merasakan cairan yang meronta keluar dari tombaknya. Tersenyum bangga melihat kedua wanita tadi terbaring lemas di atas ranjang,

"BERHASIL MENDAPAT KEKUATAN BARU!"

"MEMULAI IDENTIFIKASI DALAM HITUNGAN MUNDUR..."

"3..."

"2..."

"1..."

"Sura!" panggil Kelelawar menyadarkan Sura dari lamunan,

Sura tersadar, perlahan mengamati sekeliling. Angin panas begitu menusuk kulit, tangannya terbuka menghadap ke atas, merasakan debu halus yang mulai bertaburan,

Sura mulai menyadari ada sesuatu yang salah dengan udara di sana. Meski terasa samar, dadanya sesak setiap kali menarik nafas.

"Jadi ini yang disebut miasma...tapi bukankah sudah banyak para dokter, ilmuwan, bahkan peneliti yang membantah teori ini." batin Sura tenggelam dalam lamunan,

Miasma merupakan wabah penyakit yang memberi dampak besar bagi suatu daerah. Telah dibuktikan kalau penyebab miasma hanyalah pencemaran atau polusi yang bercampur ke dalam air, udara, maupun tanah.

Namun di dunia ini, miasma dikenal sebagai sihir hitam, kutukan, bahkan sumber energi buruk yang berbahaya bagi mahluk hidup kecuali bangsa siluman.

"Sepertinya dia tahu...kalau ini memang mustahil. Tanaman membutuhkan energi baik untuk tumbuh, sedangkan udara di sini dipenuhi miasma."

Raja penasaran, langkah apa yang akan manusia itu lakukan?

Sedangkan Anubis hanya diam menatap dengan senyum licik, "Percuma saja, kamu takkan bisa merubah apapun."

1
penulis hiatus
🤣biar ga nyangkut jd rambutnya dipotong
Lili
Seru thor😍
Lili
😍dapat rejeki banyak kalau gini
Ruby
💪Gacor banget si Sura😍🤣
Ruby
Cerita bertransmigrasi ke buku/Smile//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!