NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Pagi selalu datang dengan cara yang sama bagi Kirana. Sunyi, sederhana, dan penuh rutinitas yang tidak pernah ia pertanyakan.

Begitu mata Kirana terbuka, hal pertama yang ia pikirkan bukan dirinya sendiri, melainkan apa yang harus ia kerjakan hari ini. Menyiapkan sarapan, membereskan rumah, mencuci sisa piring semalam, menyapu, mengepel, lalu menjemput Gita sebelum jam sekolah usai. Hidupnya berputar di lingkaran itu dan Kirana menjalaninya tanpa keluh.

Pagi itu, setelah menyiapkan bekal sederhana untuk Rafka, Kirana masuk ke kamar. Udara masih dingin, sprei belum sempat dirapikan. Ia mengambil sapu dan mulai membersihkan lantai, bergerak pelan agar debu tidak beterbangan.

Saat itulah matanya menangkap sesuatu di sudut lantai, dekat kaki meja rias. Selembar kertas kecil. Terlipat-lipat. Seperti sengaja disembunyikan, tetapi tidak cukup rapi untuk benar-benar hilang.

Kirana berhenti menyapu.

Entah kenapa, Kirana merasa jantung berdetak lebih cepat. Ada rasa ganjil yang tidak bisa ia jelaskan. Ia memungut kertas itu, menimbang-nimbang sejenak, lalu membukanya perlahan.

Satu detik.

Dua detik.

Mata Kirana membelalak. Deretan angka itu seperti menghantam kepalanya tanpa ampun. Angka yang tidak pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Angka yang terasa mustahil untuk sesuatu yang disebut tas.

Tangan Kirana gemetar.

“Ini, siapa yang membeli tas branded?” gumam wanita berambut panjang bergelombang itu pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripada siapa pun.

Ia membaca ulang. Lagi. Dan lagi. Nama toko, alamat mal, dan tanggal pembelian. Semua tercetak rapi, dingin, dan nyata.

Tas wanita yang harganya bahkan tidak sanggup Kirana bayangkan. Untuk Kirana, angka itu setara dengan bertahun-tahun hidup hemat, tanpa jajan, tanpa baju baru, tanpa mimpi.

“Punya siapa?” bisik istrinya Rafka dengan lirih.

Pikiran Kirana langsung berlari ke satu nama, Rafka, suaminya. Ia duduk perlahan di tepi ranjang. Dadanya terasa sesak, seperti ada tangan tak kasatmata yang menekan dari dalam. Napasnya pendek-pendek.

“Apa ini punya Mas Rafka?” Suara kirana bergetar.

Logikanya menolak. Hatinya menolak lebih keras.

Rafka tidak pernah membelikan barang semahal itu. Bahkan untuk dirinya sendiri. Apalagi untuk Kirana yang sehari-hari hanya butuh tas kain untuk belanja ke pasar. Dan tas itu, jelas tas perempuan.

“Tidak mungkin,” gumam Kirana cepat, seperti mencoba menenangkan dirinya sendiri. “Mas Rafka tidak mungkin berselingkuh.”

Kirana menggeleng berulang kali. Menepis bayangan-bayangan buruk yang mulai merayap. Ia memilih percaya, karena itulah satu-satunya hal yang bisa ia pegang agar tidak runtuh.

Dengan tangan masih gemetar, Kirana melipat kembali struk itu. Ia menyimpannya ke dalam laci meja rias, paling bawah, di balik tumpukan kain lama.

Seolah jika disembunyikan, pertanyaan itu juga akan ikut hilang. Namun hatinya tahu ia hanya menundanya saja.

Di tempat lain, Kinanti melangkah dengan penuh percaya diri memasuki ruang kerjanya. Tas hitam itu tergantung anggun di lengannya. Kilauannya langsung mencuri perhatian. Beberapa pasang mata menoleh, ada yang kagum, ada pula yang menyipit penuh tanya.

“Kinanti!” seru Vita, teman satu divisinya. “Wah, tas baru, ya?”

Kinanti tersenyum lebar. Senyum yang sengaja ia rawat sejak pagi. Senyum perempuan yang merasa menang.

Vita menghampiri, tangannya langsung membolak-balik tas itu. “Gila, ini branded, kan? Asli?”

“Iya, dong!” jawab Kinanti ringan, seolah itu hal biasa. “Kado ulang tahun.”

“Dari siapa?” Vita mengedipkan mata penuh arti.

Kinanti tertawa kecil. “Kekasih.”

“Wah,” Vita terkekeh. “Kaya banget, ya, pacarmu itu. Sampai segitu bucinnya kasih kado mahal.”

Kinanti mengangkat dagunya sedikit. “Makanya, cari laki-laki itu harus yang bisa nyenengin kita.”

Vita mengangguk setuju. “Bener sih. Kita sebagai perempuan harus realistis. Jangan mau dibutakan cinta doang.”

Kinanti tersenyum puas. Kata-kata itu terasa seperti pembenaran yang manis.

Sebagai pegawai bank swasta, Kinanti tahu betul bagaimana harus tampil. Rapi, wangi, menarik. Ia punya semuanya, baik itu wajah, tubuh, dan kepercayaan diri. Satu hal yang kurang hanya uang. Dan kini, kekurangan itu terasa tertutup.

Namun, tidak semua mata memandang dengan kagum. Di sudut ruangan, tiga perempuan berkumpul sambil pura-pura sibuk.

“Dia dapat tas itu pasti enggak cuma-cuma,” bisik wanita berambut sebahu.

“Belakangan ini Kinanti beda banget,” sahut yang lain. “Gaya makin berani. Senyumnya aneh.”

Wanita berambut panjang mencondongkan tubuh. “Kalian tahu enggak? Di balik bajunya itu banyak bekas merah. Aku pernah lihat bebepara kali waktu dia betulin kerah bajunya.”

Dua lainnya tercengang.

“Paham, kan?” lanjutnya dengan nada penuh makna.

“Jangan-jangan dia ngerayu nasabah prioritas,” bisik yang pertama. “Biar kecipratan harta.”

“Bisa-bisa jadi Tiwi kedua,” celetuk yang lain.

Nama itu membuat mereka semua terdiam sejenak.

Dulu, ada karyawan perempuan yang melakukan hal serupa. Menjadi simpanan lelaki kaya. Sampai akhirnya ketahuan dan berakhir tragis.

“Makanya cari uang itu dengan cara yang bener,” celetuk seorang office boy yang lewat sambil mengangkat galon. “Duit haram itu enggak pernah bawa berkah.”

Kinanti mendengar desas-desus itu. Ia tahu. Namun alih-alih tersinggung, bibirnya justru melengkung tipis. Mereka boleh bergosip. Ia yang menikmati hasilnya.

Siang itu, Kirana menjemput Gita dan Ara seperti biasa. Langkahnya terasa lebih berat dari biasanya. Pikirannya masih melayang pada selembar kertas kecil yang kini tersembunyi di laci. Ia mencoba tersenyum ketika Gita berlari menghampirinya.

“Ma!” seru Gita dengan ceria.

Kirana memeluk putrinya erat. Terlalu erat.

“Kenapa, Ma?” tanya Gita heran.

“Enggak apa-apa,” jawab Kirana cepat. “Mama kangen.”

Namun di balik senyumnya, ada sesuatu yang mulai retak.

Malamnya, Kirana menyiapkan makan malam seperti biasa. Rafka pulang, menyapa, duduk, bercerita ringan tentang pekerjaannya.

Kirana mendengarkan. Mengangguk. Menjawab seperlunya.

Ia memperhatikan suaminya dengan cara yang berbeda malam itu. Setiap gerak. Setiap ekspresi.

“Mas,” panggilnya pelan.

“Hm?”

“Kamu capek?” tanya Kirana, mencoba terdengar biasa.

“Lumayan,” jawab Rafka. “Kenapa?”

“Enggak,” Kirana tersenyum kecil. “Ada yang mau aku tanyakan sama kamu, Mas.”

“Apa itu?” Rafka membantu membereskan bekas mereka makan malam.

“Nantilah setelah di kamar.” Kirana tersenyum.

Rafka tidak tahu senyum itu lahir dari hati yang sedang menahan badai.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!