NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:30.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalian Berdua Sampah

Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Pandangannya buram. Yumna buru-buru menekan tombol power ponsel Desta setelah sebelumnya memfoto semua percakapan mesra mereka di ponselnya, lalu ia meletakkannya kembali di meja, bergegas pergi ke toilet, berpura-pura ingin buang air kecil. Ia tak ingin siapapun melihat wajahnya yang kini pucat pasi dan hampir menangis.

Di dalam bilik toilet, Yumna merosot, bersandar pada pintu, dan menangis tanpa suara. Dadanya sesak, seperti dihantam batu besar. Padahal beberapa hari lagi ia akan menikah dengan pria yang ternyata adalah seorang pengkhianat. Pria yang selama ini ia cintai, percaya, dan impikan masa depan bersamanya, ternyata menjalin hubungan kotor dengan wanita lain.

Cindy. Atasan Desta. Adik angkat Evander. Yumna mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Desta setega itu? Dan Cindy… wanita itu tahu Desta akan menikah. Tahu Yumna adalah tunangan Desta. Tapi dia tidak peduli. Dia bahkan merendahkan Yumna.

Kepalanya terasa pening. Hatinya seperti dirobek-robek. Amarah dan rasa sakit berbaur menjadi satu. Yumna menatap pantulan dirinya di cermin. Mata bengkak, hidung memerah, rambut berantakan. Ia tampak menyedihkan.

Tidak. Ia tidak boleh menyedihkan. Ia harus kuat. Ia harus menghadapi ini. Tapi bagaimana?

Setelah beberapa menit menenangkan diri, Yumna keluar dari toilet. Matanya masih merah, tapi ia berusaha memasang ekspresi biasa. Ia harus bicara dengan Desta. Sekarang juga.

Yumna kembali ke mejanya. Di sana tidak ada Desta maupun ponselnya tadi. Yumna mengirim pesan pada Desta.

Yumna: [Bisa ketemu di Kafe Cerita Hati pas makan siang? Ada yang mau aku omongin.]

Tak lama, Desta membalas.

Desta: [Nanti siang aku udah ada janji sama Bos Cindy, Sayang. Nanti malam aja ya.]

"Sayang." Kata itu kini terasa menjijikkan di telinga Yumna. Desta berbohong padanya. Mereka berjanji akan makan siang bersama, tapi Desta lebih memilih Cindy. Api amarah dalam diri Yumna menyala.

Ia tak membalas pesan Desta. Yumna memutuskan untuk langsung pergi ke kafe yang disebutkan Cindy dalam pesan WA tadi. Kafe Cerita Hati. Itu adalah kafe favorit Desta dan Yumna. Sebuah ironi yang menyakitkan.

Pukul dua belas siang, Yumna sudah duduk di sudut Kafe Cerita Hati, menunggu. Jantungnya berdebar kencang, tetapi kali ini bukan karena cinta, melainkan amarah dan kegelisahan. Ia melihat Desta masuk ke kafe, diikuti oleh Cindy yang anggun dengan balutan blazer stylish. Mereka tertawa kecil, terlihat akrab dan... mesra.

Desta tersenyum padanya, senyum yang dulunya membuat Yumna luluh, kini terasa seperti topeng palsu. Yumna melambai. Desta dan Cindy sedikit terkejut melihat Yumna ada di sana.

“Yumna? Kok kamu di sini? Kan aku bilang aku ada janji sama Bos Cindy,” ucap Desta, ada nada tidak suka di suaranya.

Cindy hanya tersenyum tipis, meremehkan. "Oh, Yumna. Mau gabung makan siang bareng kami?"

Yumna bangkit dari duduknya. Matanya menatap tajam ke arah Desta, lalu beralih pada Cindy.

"Gabung? Nggak perlu, Bos Cindy. Saya cuma mau bicara sama Desta."

"Lho, ada apa sih, Sayang? Kok tegang gini?" Desta mencoba menggenggam tangan Yumna, tapi Yumna segera menariknya.

"Jangan sentuh aku!" suara Yumna sedikit bergetar, tapi ia berusaha mengendalikan diri.

"Aku mau tahu, ini apa maksudnya?" Yumna mengeluarkan ponsel dari tasnya, memperlihatkan chat Desta dan Cindy hasil fotonya tadi.

"Kamu bisa jelaskan ini semua, Desta?!"

Wajah Desta langsung pucat pasi. Cindy yang tadinya santai, kini mulai menunjukkan ekspresi kesal. Beberapa pasang mata di kafe mulai melirik ke arah mereka.

"Yumna, jangan bikin malu di tempat umum dong! Kita bisa bicarakan ini baik-baik," desis Desta, mencoba menarik ponselnya.

"Baik-baik?! Menurutmu ini bisa dibicarakan baik-baik, Desta?! Kamu selingkuh, kamu tidur sama dia, kamu ngatain aku polos dan..."

Air matanya sudah tumpah ruah.

Cindy mendengus. "Oh, jadi kamu sudah tahu ya? Baguslah. Daripada tahunya nanti, nanti malu sendiri."

"Apa katamu?!" Yumna menoleh tajam ke arah Cindy. "Malu?! Justru kamu yang nggak punya malu! Kamu tahu Desta tunanganku, tapi kamu tetap merebutnya! Kamu wanita murahan!"

Plak!

Cindy menampar pipi Yumna. Suara tamparan itu cukup keras, membuat suasana kafe hening seketika. Yumna memegangi pipinya yang perih.

"Jaga mulutmu, gadis kampungan! Jangan karena kamu akan menikah dengan Desta, lantas kamu merasa bisa menghinaku dengan kata murahan," teriak Cindy, matanya menyala.

"Aku bukan gadis kampungan! Dan apa? Bukan murahan? Lalu aku harus sebut apa?!" Yumna balas berteriak, air mata masih mengalir deras. Ia tidak peduli lagi dengan orang-orang yang menonton.

Desta akhirnya angkat bicara, tapi bukan untuk membela Yumna. "Yumna, cukup! Jangan bikin keributan! Kamu ini kenapa sih?! Cindy itu atasan kita! Adik Bos Evander!"

"Oh, jadi sekarang kamu membela dia?!" Yumna menatap Desta dengan tatapan terluka yang paling dalam. "Jadi karena dia atasanmu, adik bos, kamu rela menghancurkan segalanya?! Ini yang kamu sebut cinta?! Ini yang kamu sebut janji suci?!"

Desta menghela napas panjang, terlihat jengah. "Yumna, aku minta maaf. Tapi aku… aku tidak bisa. Aku butuh Cindy untuk karierku. Dia bisa membantuku naik jabatan. Lagipula, aku tidak bisa bohong, aku mencintai Cindy."

Kata-kata Desta bagai belati yang menusuk jantung Yumna. Sakitnya tak terhingga. Jadi selama ini ia dianggap apa? Hanya batu loncatan bagi ambisi Desta? Air mata Yumna tumpah ruah, membasahi pipinya yang perih.

"Jadi, ini semua cuma karena karier? Kamu mengorbankan aku, mengorbankan cinta kita, demi karier?" Yumna tercekat, suaranya parau.

"Maaf, Yumna. Aku… aku tidak bisa menikahimu," ucap Desta tanpa ekspresi.

Cindy tersenyum sinis. "Nah, dengar sendiri kan? Sekarang kamu bisa pergi. Pernikahan kalian batal. Kamu bebas cari yang selevel dengan kamu. Lagipula, aku dengar kamu juga sudah dibantu banyak oleh Desta selama ini, kan? Sudah saatnya kamu tahu diri, dan pergi saat dia gak butuh kamu lagi."

Darah Yumna mendidih mendengar ucapan Cindy. "Kamu keterlaluan, Cindy! Kamu dan Desta sama saja! Kalian berdua sampah!"

Dengan sisa kekuatan yang ada, Yumna melemparkan cincin pertunangan mereka ke meja, lalu berbalik dan berlari keluar dari kafe. Ia tidak tahu ke mana tujuannya. Yang ia tahu hanyalah ia harus lari, sejauh mungkin dari rasa sakit, pengkhianatan, dan kehancuran ini.

Air mata terus mengalir, membasahi wajahnya. Pernikahannya batal. Hidupnya hancur. Ia akan jadi bahan gosip tetangga, ejekan teman-teman, dan sorotan kasihan dari semua orang. Semuanya karena Desta dan wanita sialan itu, Cindy.

Cukup lama Yumna melangkah tanpa arah di tengah keramaian kota. Pikirannya kosong, hatinya remuk redam. Ia merasa seperti kapal karam di tengah badai, terombang-ambing tanpa harapan. Gaun putih yang dulu ia bayangkan, kini terasa seperti kain kafan yang menyelimuti impiannya.

Ia mengangkat wajah, menatap langit kota yang terasa asing. Lampu-lampu mulai menyala, namun tak satu pun memberi kehangatan. Di dadanya, ada kehampaan yang menganga, dan satu keinginan berbahaya perlahan muncul.

Yumna mengepalkan tangan.

Malam ini…

ia tidak ingin berpikir, tidak ingin menangis.

Ia hanya ingin melupakan semuanya, meski hanya sementara.

Dengan langkah gontai namun tekad yang semakin mengeras, Yumna berbalik arah dan berjalan menjauh dari jalan pulang.

Menuju sebuah malam yang akan mengubah hidupnya.

1
Bunda
seikat 🌹 untukmu kak,💪 berkarya😘
Mom_cgs: Makasih Kakak Say☺️🫰
total 1 replies
Bunda
akhirnya belah duren🤭🤭🤭
Mom_cgs: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
kheai🐝
akhirnyaagolll🤣
Mom_cgs: wkwkwk😄
total 1 replies
Bunda
jangan mimpi ketinggian,awas kalau jatuh sakit🤣🤣🤣🤣
Mom_cgs: Ck, masih pede aja tuh cecurut ya Kak😄
total 1 replies
Bunda
muka badak😂
Bunda
idihhhh,g tahu malu si desta
Mom_cgs: Defenisi si muka tembok itu Kak
total 1 replies
Bunda
nah gitu g usah panggil Mas😃
Bunda
jangan cari2 kesempatan ya mas van😃😃
Mom_cgs: Manfaatin banget nih Ceo😄
total 1 replies
Bunda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mom_cgs: Ternodai harga diri ceo ya Kak😅
total 1 replies
kheai🐝
akhirnya pemirsa penasaran 😄
Mom_cgs: hahaha
total 1 replies
Bunda
seikat 🌹 dan 1 vote untuk pengantin baru kita/Angry//Angry//Angry/
Mom_cgs: Jangan lupa doanya Kak😄
total 1 replies
Bunda
sakit ya🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda
bilang aja masih gengsi😃😃😃
Mom_cgs: Gengsinya segede gaban itu Kak🤣
total 1 replies
Bunda
tetangga kepo😂😂😂
Mom_cgs: Defenisi tetangga pada umumnya ya Kak😄
total 1 replies
Kayla Callista
🤣🤣🤣tragedi aroma teraphi
Mom_cgs: Ada-ada aja si Yumna ini😄
total 1 replies
Kayla Callista
puas banget🤣🤣🤣🤣
Mom_cgs: Sama Kak😄
total 1 replies
Kayla Callista
🤣🤣bau kemewahan
Mom_cgs: Paket komplit itu Kak😄
total 1 replies
Bunda
nyimak🙏
Mom_cgs: Makasih Kak, lanjuut yaa☺️🫰
total 1 replies
Greenindya
desta pengen aku hantam kepalanya sampai copot deh daripada punya kepala tapi ga dipakai
Greenindya: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!