aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Volume II — The Weight of Survival Chapter 11 — Mastery of the Second Seal
Volume II — The Weight of Survival
Chapter 11 — Mastery of the Second Seal
Sub-Bab 1: Pelatihan di Tengah Kota yang Hancur
Kota barat tetap sunyi setelah pertempuran terakhir. Reruntuhan gedung dan jalanan yang remuk menjadi medan latihan alami bagi Daniel. Segel Kedua masih berdenyut lembut di dadanya, menandakan energi yang terus aktif.
Daniel berdiri di tengah jalan, katana tergenggam erat, menatap langit malam yang gelap. Aurelia dan Selena berada di sisi lain, menunggu instruksi.
“Kita harus memahami kekuatan ini sepenuhnya,” kata Daniel, suaranya rendah namun tegas.
“Aku akan membantumu, Daniel. Tapi kau harus ingat, energi itu berisiko jika tidak dikendalikan,” jawab Aurelia sambil menyalakan cahaya pelindung untuk memantau gerakan Daniel.
Daniel mulai bergerak, menguji jangkauan energi segel kedua. Setiap tebasan katana kini memancarkan gelombang energi yang menghancurkan reruntuhan kecil, namun ia harus berhati-hati agar tidak merusak posisi Aurelia dan Selena.
Fokus… kontrol… sinkronisasi… gumamnya di dalam hati.
Selena memperhatikan dengan cermat, sesekali menyalurkan energi untuk menjaga kestabilan lingkungan. “Ini luar biasa… Daniel, kau benar-benar berbeda sekarang.”
Daniel tersenyum tipis, tetapi fokusnya tetap tinggi. Ia tahu, setiap latihan malam ini adalah persiapan untuk ancaman Antares yang akan datang.
Sub-Bab 2: Serangan Tiba-Tiba
Tiba-tiba, gemerisik dari reruntuhan terdengar lebih intens. Bayangan gelap muncul—iblis tingkat tinggi yang lebih besar dan cerdik daripada sebelumnya. Mereka tampaknya telah mempelajari pola Daniel dan bergerak secara koordinatif.
Daniel mengangkat katana, merasakan denyut Segel Kedua semakin kuat. Aurelia segera menyalurkan cahaya pelindung, menciptakan barikade sementara. Selena berada di belakang, siap menyalurkan energi tambahan untuk perlindungan.
“Mereka berbeda… mereka belajar dari kita,” kata Daniel, matanya menatap tajam bayangan iblis.
Iblis itu menyerang dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan reruntuhan untuk mengepung Daniel. Namun kali ini, Daniel bergerak lebih tenang, lebih presisi, mengandalkan sinkronisasi segel dan tubuh. Setiap serangan diarahkan ke titik lemah iblis, bukan sekadar membabi buta menyerang.
Segel Kedua… tunjukkan kekuatanmu, tapi jangan kehilangan kendali!
Energi segel meledak di sekitar katana, menembus tubuh iblis satu demi satu. Aurelia menggunakan cahaya untuk membelokkan serangan iblis, sementara Selena menyalurkan energi untuk menahan reruntuhan yang mulai runtuh karena gelombang serangan.
Sub-Bab 3: Sinkronisasi Tim
Pertarungan berlangsung lebih dari sepuluh menit. Daniel menyadari satu hal penting: kekuatan segel kedua tidak hanya untuk dirinya sendiri. Agar efektif, ia harus sinkron dengan timnya.
Ia mulai mengatur strategi:
Menebas iblis tertentu agar mereka terisolasi
Mengarahkan Aurelia untuk menahan serangan dari sisi lain
Memanfaatkan Selena sebagai “penyeimbang” medan dengan energi perlindungan
Hasilnya luar biasa. Iblis mulai kehilangan koordinasi, salah langkah, dan akhirnya mundur. Daniel merasakan kontrol penuh atas segel kedua, energi yang dulu liar kini lebih mudah diarahkan dan digunakan secara strategis.
“Aku mengerti sekarang… ini bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga pengendalian, dan bagaimana memimpin tim,” gumamnya.
Aurelia tersenyum tipis, menatap Daniel dengan kagum. Selena menatapnya dengan rasa aman yang tumbuh semakin kuat. Hubungan mereka kini semakin erat, dan Daniel menyadari bahwa pertahanan yang solid tidak hanya berasal dari kekuatan individu, tapi dari kerja sama yang sempurna.
Sub-Bab 4: Pembelajaran dari Pertarungan
Setelah iblis terakhir mundur, Daniel dan tim duduk di reruntuhan. Malam sunyi, hanya terdengar hembusan angin dan gemerisik reruntuhan.
Daniel memeriksa Segel Kedua. Energi masih aktif, namun kini terasa stabil. Ia mulai memahami kemampuan:
Gelombang energi presisi → menghancurkan musuh tanpa merusak lingkungan terlalu parah
Sinkronisasi tim → kemampuan segel bekerja lebih efektif bila diselaraskan dengan sekutu
Kontrol emosi → energi hanya maksimal jika emosinya terkendali
Segel Kedua… ini hanya awal. Aku harus terus menguasainya, agar siap menghadapi Antares, pikirnya.
Aurelia menaruh tangan di bahunya. “Kau lebih tenang sekarang, Daniel. Tapi jangan lupa, setiap kekuatan baru membawa tanggung jawab baru.”
Selena tersenyum, menambahkan, “Aku percaya kau bisa, Daniel. Kita semua percaya padamu.”
Daniel menatap langit malam, cahaya bintang menembus reruntuhan kota. Ia tahu, ancaman Antares dan pasukan iblisnya semakin dekat, dan segala latihan, pertempuran, dan pengalaman malam ini adalah persiapan untuk ujian yang lebih besar.
Sub-Bab 5: Tekad yang Kuat
Daniel berdiri, katana tergenggam, aura segel kedua menyelimuti tubuhnya. Ia tahu, kemampuan baru ini hanya awal dari perjalanan panjangnya.
Aku bukan lagi sekadar Hunter… aku adalah simbol perlindungan. Segel Kedua memberiku kekuatan, tapi kontrol dan tanggung jawab adalah kuncinya. Aku akan siap. Aku harus siap.
Aurelia dan Selena berdiri di sisinya, menjadi saksi pertumbuhan Daniel. Malam itu, di reruntuhan kota, Daniel telah melangkah ke tahap baru—menguasai kekuatan segel kedua, dan mulai memahami arti sebenarnya dari tanggung jawab, kepemimpinan, dan kekuatan tim.
Catatan Chapter 11:
Daniel mulai menguasai Segel Kedua sepenuhnya, dengan sinkronisasi tim.
Pertarungan dengan iblis tingkat lebih tinggi menunjukkan strategi, kecerdikan, dan kerja sama tim.
Hubungan dengan Aurelia dan Selena semakin dalam, membangun motivasi emosional dan strategi pertahanan.
Foreshadow ancaman Antares semakin nyata, dengan tekanan yang meningkat bagi Daniel.