NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Saudara palsu / Duda / Menikah dengan Kerabat Mantan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:586.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Belva Kalea harus menelan kekecewaan saat mengetahui calon suaminya berselingkuh dengan saudara tirinya tepat di hari pernikahannya. Bukan hanya itu saja, Glory diketahui tengah mengandung benih Gema Kanaga, calon suaminya.

Di sisi lain, seorang pengusaha berhati dingin bernama Rigel Alaska, harus menelan pil pahit saat mengetahui istrinya kembali mengkhianatinya. Disakiti berulang kali, membuat Rigel bertekad untuk membalas rasa sakit hatinya.

Seperti kebetulan yang sempurna, pertemuan tak sengaja nya dengan Belva membuat Rigel menjadikan Belva sebagai alat balas dendam nya. Karena ternyata Belva adalah keponakan kesayangan Roland, selingkuhan istrinya sekaligus musuhnya.

Akankah Rigel berhasil menjalankan misi balas dendam nya?
Ataukah justru cinta hadir di tengah-tengah rencananya?

Mampukah Belva keluar dari jebakan cinta yang sengaja Rigel ciptakan?
Ataukah justru akan semakin terluka saat mengetahui fakta yang selama ini Rigel sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

"Abel!"

Roland masuk ke dalam kamar keponakannya yang untungnya tidak di kunci. Ia melihat Belva tengah meringkuk di atas tempat tidurnya. Bahunya yang bergetar menadakan jika wanita cantik itu tengah menangis.

Roland duduk di pinggir ranjang Belva. Ia mengusap kepala keponakannya itu dengan lembut.

"Abel, maafkan om," lirih Roland. Ia benar-benar terpukul melihat keponakannya yang terpuruk.

Belva menatap omnya dengan mata yang memerah, wanita cantik itu perlahan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang dan mulai berkata.

"Om, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Om Rigel melakukan ini padaku?" Belva kembali berkaca-kaca saat mengingat Rigel yang telah menipunya.

Belva belum terlalu paham, namun yang ia dengar Rigel melakukan semua ini untuk membalas dendam pada Roland. Sejak awal pria itu hanya memanfaatkannya, tidak benar-benar mencintainya.

"Sebenarnya...."

Roland menceritakan semuanya pada Belva. Tentangnya, Rigel, Livia dan Lovira. Hati Belva semakin sesak saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya terjadi. Apalagi saat semuanya semakin jelas jika ia benar-benar hanya dijadikan alat balas dendam.

"Tapi, apa hubungannya aku dengan masalah kalian? Kenapa dia sejahat itu?" Belva meraung dipelukan Roland, membuat Roland semakin mengutuk mantan sahabatnya itu.

"𝘒𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘙𝘪𝘨𝘦𝘭! 𝘓𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩," 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘱𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.

"Maafkan Om, om janji akan memberikan pelajaran pada pria sialan itu."

Belva menggelengkan kepalanya. Ia menggenggam tangan Roland dan menatap penuh permohonan pada omnya itu.

"Jangan, Om. Jangan membalas apa pun!" Mohon Belva pada Roland.

"Kenapa Kamu membelanya? Apa Kamu benar-benar mencintainya?"

"Bukan begitu, Om. Kalau kalian terus saling membalas, tidak akan ada akhirnya. Aku tidak mau ada seseorang yang tidak bersalah lagi yang menjadi korban dendam kalian."

Roland menghembuskan napasnya kasar, ia tidak mau berjanji pada Belva, tapi tidak tega karena keponakannya itu terus memohon.

"Baiklah, Om janji."

Belva menyunggingkan bibirnya. Walaupun ucapan Roland terdengar terpaksa, tapi ia tahu, omnya itu selalu memegang teguh perkataannya.

"Ada satu lagi permintaanku. Aku mau pergi dari sini, aku----"

"Om tidak mau mengabulkan itu. Mau sampai kapan Kamu lari dari masalah?"

Roland tidak mau Belva kembali melarikan diri. Ia ingin keponakannya itu bisa menunjukkan pada Rigel, jika ia bukan wanita bodoh.

"Aku bukan lari, Om. Aku hanya butuh waktu. Aku janji sama Om, aku akan membuat dia menyesal sudah mempermainkan ku," ucapnya meyakinkan Roland. "Tapi untuk sekarang, aku butuh waktu."

Roland tidak tega melihat keponakannya memohon seperti itu, akhirnya dengan berat hati Roland pun mengangguk.

"Baiklah. Katakan, apa yang Kamu mau, om akan lakukan!"

"Aku mau pergi ke suatu tempat, aku tidak mau keberadaan ku diketahui siapa pun, termasuk Daddy dan Oma, apalagi..." Belva menjeda ucapannya. Untuk mengucapkan namanya saja lidahnya terlalu kelu. "𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪𝘬𝘶." Belva hanya mampu mengatakan kalimat terakhirnya dalam hati.

"Om janji." Roland paham maksud keponakannya. Tidak ingin membuat Belva semakin teringat dengan Rigel, Roland pun dengan cepat mengiyakan. Walaupun ia tidak yakin jika Daddy dan Oma nya Belva tidak akan mengetahuinya.

"Tapi Kamu juga harus janji sama Om, Kamu harus kembali dengan versi terbaikmu. Kamu tunjukkan pada pria bodoh itu, buat dia menyesal karena sudah berani mempermainkan seorang Belva Aldero."

Belva mengangguk. "Aku janji. Tapi namaku Belva Kalea Gefanda. Bukan Belva Aldero," ucap wanita cantik itu sambil mencebikkan bibirnya.

"Tetap saja, Kamu adalah pewaris Aldero Grup. Princess kesayangan keluarga Aldero," ucap Rigel dengan bangga. Ia mengusap kepala keponakan kesayangannya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.

...----------------...

"Kurang ajar! Jadi selama ini dia menipuku?"

Rigel mengepalkan erat tangannya, matanya mememar dengan rahang yang mengeras, menyiratkan amarah yang hampir meledak. Rigel merasa ditipu, merasa dibohongi.

Vander berhasil menemukan fakta-fakta yang selama ini tersembunyi. Dan anehnya, fakta itu dengan mudah Vander dapatkan kurang dari waktu 24 jam. Fakta itu seolah muncul dengan sendirinya tanpa harus susah payah Vander cari.

Tentang Lovira yang ternyata adalah saudara kembar Livia, dan wanita yang pernah menjadi istri Rigel ternyata adalah Lovira. Dan kenyataan yang paling menyakitkan untuk Rigel adalah Livia, wanita yang harusnya 5 tahun yang lalu ia nikahi telah meninggal tepat di hari pernikahannya.

Kini Rigel paham, kenapa Roland begitu membencinya, bahkan pria itu mengatainya bodoh.

"Aku memang bodoh. Arrrrggghhtttt!"

Prang

Bruk

Rigel mengamuk, ia melempar semua barang-barang yang tersusun rapi di atas meja.

"Kenapa Kamu tidak bilang, Roland? Harusnya Kamu mengatakannya!"

Andai Roland mengatakannya, andai Roland memberitahu nya. Mungkin semua ini tidak terjadi. Dan Belva...

Satu nama yang membuat Rigel semakin merasa sesak.

Belva tidak akan menjadi korban kegilaannya.

"𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘬𝘶 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘱𝘶𝘯."

Rigel pergi meninggalkan ruangannya, tanpa memperdulikan teriakan Vander yang berulang kali memanggilnya.

...----------------...

Rigel melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Tujuannya adalah Belva, ia ingin menemui wanita yang beberapa bulan terakhir ini mewarnai hari-harinya. Wanita yang dengan tulus mencintainya sepenuh hati, namun dengan tega ia patahkan hatinya.

"Maafkan aku, Abel." Dadanya semakin sesak saat kembali mengingat pertemuan terakhirnya dengan wanitanya itu.

Tidak membutuhkan waktu lama, Rigel sampai di apartemen tempat tinggal Belva, apartemen yang sama dengan tempat tinggal Roland.

Tok tok tok

"Mana Abel?"

"Sudah kubilang jangan memanggilnya dengan panggilan itu, SIALAN!"

"Sudahlah, aku tidak mau berdebat. Aku hanya ingin bertemu Abel."

Ucapannya tidak sekasar beberapa waktu lalu, justru terdengar sedikit manusiawi dari sebelumnya.

Roland mengernyitkan keningnya, nada suara rivalnya itu terdengar sedikit sopan di telinganya. Namun justru membuatnya terdengar aneh.

"Tumben sekali Kamu terdengar sopan?" Ucap Roland dengan nada mencibir. "Aaaaahh,, aku tahu, pasti asisten mu sudah menemukan petunjuk yang kuberikan."

Ya, tanpa Rigel sadari, Roland lah yang sudah mengirimkan semua fakta-fakta yang selama ini ia rahasiakan dari semua orang terutama Rigel.

Rigel sempat menunjukkan wajah terkejutnya, namun hanya beberapa saat saja. Walau bagaimana pun Rigel harus tetap menjaga harga dirinya. Rigel tidak ingin Roland semakin menghinanya.

"Kenapa Kamu tidak mengatakannya, Roland?" Rigel menatap mantan sahabatnya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Rigel ingin tahu alasan Roland menyembunyikan semuanya ini darinya. "Kalau Kamu mengatakannya sejak awal, aku tidak akan menikah dengan wanita sialan itu. Dan aku tidak akan menyakiti Abel," ucapnya lagi penuh penyesalan.

Penyesalan terbesarnya adalah menyakiti hati Belva.

"Kenapa Kamu menyalahkan ku? Kamu yang bodoh, Kamu yang tidak mengenali calon istrimu sendiri."

"Tapi harusnya Kamu memberitahuku, Roland. Mana mungkin aku tahu dia bukan Livia." Rigel bersikukuh menyalahkan Roland.

"Aku ingin memberitahu mu waktu itu, tapi saat aku sampai, Kamu sudah lebih dulu mengucapkan ikrar pernikahan." Ingatannya kembali ke masa lalu, ke masa yang juga Roland sesali.

"Jadi, Kamu datang ke acara pernikahan ku?"

Selama ini yang Rigel tahu, Roland tidak pernah datang ke pernikahannya dengan wanita yang ia anggap Livia itu.

"Ya, aku datang. Dan itulah yang paling aku sesali, datang ke pernikahan mu." Mengingatnya saja membuat dada Roland terasa sesak. "Andai aku tidak memberitahu Livia, mungkin dia tidak akan meninggal."

Penyesalan kembali menguasai hati Roland. Pria itu bahkan nyaris mengeluarkan air matanya. Namun Roland lebih dulu menyadari keberadaan Rigel, ia tidak ingin terlihat lemah di depan mantan sahabatnya itu.

"Sebaiknya Kamu pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi."

Rigel tidak menanggapi ucapan Roland, namun Rigel bisa menangkap ada kesedihan di mata mantan sahabatnya itu.

"𝘚𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢," 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘙𝘪𝘨𝘦𝘭.

Rigel hendak meninggalkan apartemen Roland, namun ucapan Roland berhasil menghentikan langkahnya.

"Ini titipan dari Abel." Roland menyerahkan sebuah kotak berukuran cukup besar pada Rigel. "Abel bilang, terima kasih untuk semuanya."

Deg

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

1
Risna Tanjung
sammaa,,, ternodai akoh nya thor😔🤭
Saptyaning Rahayu
kasihan Abel
Saptyaning Rahayu
mantap ayukk balas belva
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙟𝙤𝙨𝙤𝙝 𝙩𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖.🤭
𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙩𝙝𝙤𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙖𝙟𝙖, 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙗𝙖𝙗𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙡𝙜... 𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙙𝙥𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙗𝙪𝙢𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞2 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙞 𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙜, 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞 𝙥𝙖𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙧 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙪𝙘𝙖𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙪 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙘𝙖𝙡𝙤𝙣 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗, 𝙘𝙖𝙢𝙚𝙧 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙙𝙖𝙠.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙨𝙠𝙪𝙞𝙩 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙢𝙪 𝙩𝙧𝙚𝙫𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜2 𝙙𝙪𝙙𝙖... 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙡𝙖𝙝.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙮𝙖 𝙑𝙖𝙣𝙙𝙚𝙧, 𝙗𝙤𝙨 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙚𝙧𝙗𝙖 𝙗𝙨 𝙟𝙙 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙪𝙧𝙪𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙙𝙖𝙠 𝙇𝙖𝙣𝙙 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙙𝙪𝙝 𝙤𝙢𝙖 𝙍𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙜𝙚𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙖𝙠.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠2 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙟𝙜 𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙪𝙞𝙩 𝙙𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙊𝙡𝙖𝙣𝙙 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙪 𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙧𝙞𝙯𝙠𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜.. 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙮𝙚𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙊𝙡𝙖𝙣 𝙠𝙧𝙣 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙢𝙪.
𝙩𝙥 𝙠𝙤𝙠 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙟𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙠𝙚 𝙍𝙤𝙡𝙖𝙣𝙙.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙞𝙘𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙤𝙗𝙖𝙩, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙥𝙤𝙧𝙞𝙣 𝙠𝙚 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙞 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.
𝙊𝙩𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙧𝙮𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙪𝙖𝙩 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙟𝙙 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙝𝙣𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜..😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙤 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙞𝙢𝙖𝙠 𝙖𝙟𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙩𝙥 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙪𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙞𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙝 𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙘𝙚𝙢𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙣𝙤𝙣𝙩𝙤𝙣 𝙙𝙧𝙖𝙢𝙖 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙩 𝙖𝙗𝙞𝙨 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡.😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!