Genre : Fantasi, Fantasi-Isekai, Action, Harem, Romance, Adventure, Reinkarnasi, Isekai, Magic, Demon, Royal.
[On Going]
- Bagian 1 — Isekai Slime - 27 Chapter
- Bagian 2 — Princess and Princess - ?
- Sinopsis -
Setelah bertahun-tahun dibully oleh orang-orang kaya, Sion akhirnya mencapai batas kesabarannya. Dengan amarah yang telah lama dipendam, ia meluapkan segala emosinya tanpa peduli pada konsekuensinya.
Namun, kepuasan itu hanya sesaat. Pada akhirnya, Sion memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri—tanpa penyesalan sedikit pun.
Tapi tak seperti kebanyakan orang, kematiannya bukanlah akhir. Ia terlahir kembali di dunia lain.
Akankah Sion berjuang untuk mencapai puncak? Tetap menjadi korban? Atau justru berbalik menjadi sosok yang menindas?
- Untuk jumlah kata ga full 1k yah gaes, kadang cuma 800 atau bisa aja lebih sampai 1,5k kalau benar-benar niat. Kalau agak sibuk yahh, antara 1k atau 800+ doang.
- Up-nya yah suka-suka aku wkwk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 : Kaisar Masa Lalu?
Pagi hari di taman, aku menikmati teh-ku dan memperhatikan dua gadis yang sedang mengobrol santai. Akhir-akhir ini semuanya terasa damai, tidak ada hal-hal yang menggangguku.
Lise memakai gaun biru yang sangat cocok dengan rambutnya itu, dan disebelahnya Liana dengan gaun putihnya. Jujur saja aku agak merindukan rambutnya yang merah, apa boleh buat sekarang kami masih dalam penyamaran.
"Ada yang ingin kutanyakan," ucapku menerobos pembicaraan mereka.
"Apa?" keduanya langsung memutar wajahnya kearahku.
"Sihir Dewa itu apa? Kurasa kalian pernah menggunakannya dulu."
"Oh, itu. Yah bisa dibilang Sihir Dewa itu seperti sihir yang melebihi batas manusia, pada dasarnya manusia biasa tidak akan bisa menggunakannya," jelas Lise lebih dulu.
"Benar. Bagi kami para Naga juga sihir itu cukup sulit, karena memang sihir itu begitu kuat. Kau tau, jika kau terkena satu sihir itu saja, aku yakin. Kalau tidak sekarat ya mati." Ia mengatakannya dengan diikuti tawa kecil, seakan itu hal yang lucu.
"Apa memang begitu berbahaya? Ngomong-ngomong, apa kalian bisa mengajariku?"
"Mustahil."
"Mustahil."
Mereka menjawabnya bersamaan, tanpa ragu.
"Kenapa?"
"Dengar yah, aku sama sekali tidak melihat bakat dalam dirimu. Mustahil bagimu bisa menggunakan sihir seharusnya."
"Tapi, meski begitu. Kenapa dia bisa menggunakan sihir, Nona Lise? Padahal mana saja tidak terasa dari tubuhnya."
"Entahlah, aku juga tidak yakin. Memang seharusnya mustahil, tapi entah dari mana dia bisa menguasai sihir." Ia menghela nafas sebentar. "Aku memang mengajarinya, tapi aku juga bingung kenapa dia bisa. Seakan diselimuti oleh mana orang lain, tapi siapa?"
"Ngomong-ngomong soal itu, apa kalian merasakan sesuatu dari pedang ini?" tanyaku memastikan.
"Tidak sama sekali. Itu seperti pedang berkarat yang hanya memiliki bahan yang bagus, sepertinya dibuat oleh orang yang hebat. Tapi, tetap saja itu hanya pedang biasa."
"Hanya memastikan saja, apa Ratu Iblis juga memiliki pedang yang kuat seperti ini?" tanyaku lagi, kali ini tertuju pada Liana.
"Soal itu, aku tidak tau." Ia mengangkat kedua bahunya ringan. "Ratu Iblis terdahulu tidak terlalu sering bertarung, jadi aku tidak pernah melihatnya mengunakan pedangnya. Dan ia juga mati karena di khianati, kan. Jadi aku tak pernah melihatnya menggunakan pedang. Karena hanya sekali kami pernah bertemu, selanjutnya dia sudah mati dan digantikan dengan Ratu baru."
Meski begitu, tapi tetap saja perkataan wanita itu masih terngiang-ngiang dikelapaku. 'Pedang Peninggalan Ratu Iblis'.
Harus kuakui aku sekarang sudah memiliki berbagai kekuatan yang kuat, Arc Heart, Sihir, Teknik Berpedang, dan kemampuan kebangganku—Noriutsuru
Noriutsuru selalu berguna, walau terkadang itu menjadi kemampuan yang mengerikan. Bukan hanya bagi lawanku, tapi bagiku sediri juga. Rasa sakit yang diterima bisa saja lebih menyakitkan dari kulakukan pada lawanku, saat aku berada di tubuhnya.
Meski begitu aku mendapatkan cara menggunakannya tanpa menyakiti diriku sendiri, yaitu mengandalkan waktu 3 detik sebelum kesadaran lawanku kembali.
Yah, sekarang mungkin bisa. Tapi entah kedepannya, apa aku akan menggunakannya begitu lagi dan merasakan rasa sakitnya.
"Oh itu juga, Ohger Calibur itu apa?" tanyaku menatap Lise.
"Hmmm.... Bisa dibilang peninggalan Raja di masa lalu, dan kebetulan aku bisa menggunakannya. Yah sepertinya Thivaani berhasil menemukanku karena saat itu aku menggunakan pedang itu."
Begitu, kekuatan besarnya itu memang tidak bisa disembunyikan.
Ohger Calibur, Pedang Raja Naga dan Pedang Peninggalan Ratu Iblis. Apa itu ada hubungannya? Tunggu! Kenapa aku memikirkan ini sejauh itu. Masih belum pasti uang yang ditanganku ini adalah pedang Ratu Iblis, kan.
Yang membuatku penasaran adalah karena pedang ini memang sangat kuat. Pedang ini juga sama sekali tidak rusak saat kuberi berbagai sihir, dari yang kutahu seharusnya pedang biasa tidak bisa menampung begitu banyak sihir.
Bugh—!
"Sakit! Apa yang kau lakukan!?" Aku menegangi kepalaku yang terasa sakit.
"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau malah memandangi kami begitu!"
Benarkah? Sepertinya aku terlalu banyak berpikir tadi.
...---...
Selanjutnya aku mendatangi perpustakaan, tempat yang sepi, tiada orang yang masuk sama sekali, terlihat berdebu karena tidak dibersihkan. Aku mulai menjelajahi setiap rak dengan pandangan menyapu.
Beberapa kali membaca buku yang membuatku tertarik, sampai akhirnya aku menemukan sebuah buku.
'Pertarungan Masa Lalu', itu membuatku sedikit tertarik untuk membacanya. Aku memang seharusnya lebih mempelajari dunia ini, setidaknya untuk sekarang.
Ini akan diperlukan nanti, dibandingkan dengan dunia sebelumnya aku lebih menyukai dunia ini. Meskipun dikejar-kejar monster itu tidak menyenangkan, setidaknya aku memiliki dua gadis cantik disisiku.
Padahal di dunia sebelumnya wajahku ini sama sekali tidak menarik bagi lawan jenis. Yah, memang mereka semua juga menjauhiku karena aku selalu jadi sasaran anak-anak nakal.
Ahh... Tunggu sebentar.
Jika di dunia itu aku jatuh, bukankah seharusnya aku sudah mati? Bagaimana caranya aku pindahkan kesini dengan tubuh yang sama. Dan juga... Siapa yang melakukannya.
Tiba-tiba saja dilemparkan ke dunia ini, lalu dikejar-kejar T-Rex. Sebenarnya apa tujuanku dipindahkan ke dunia ini? Kalau untuk melindungi kebenaran dan memberantas kejahatan, aku tidak tertarik dengan itu. Toh sudah ada Pahlawan, jadi itu bukan urusanku.
Aku membalik halaman, dan sekali lagi menyapu setiap kata yang tertulis.
"Seorang Kaisar di masa lalu, namanya..."
Aku tidak tahu namanya, karena buku ini sobek dibagian itu. Apakah ada yang sengaja merobeknya, atau hanya ketidaksengajaan?
Kaisar masa lalu yah... Kelihatannya agak merepotkan, meskipun tidak ada hubungannya denganku, tapi setidaknya aku sudah mempelajari sedikit tentang ini.
Kaisar dengan sihir terkuat, yang telah membuat dunia gentar selama 100 tahun lebih. Ribuan tahun lalu, Kaisar itu berhadapan dengan dua orang yang saling bermusuhan. Mereka semua bertarung sampai akhirnya menghancurkan satu sama lain.
Informasi yang kurang hanyalah namanya, sama sekali tidak kutemui lagi di halaman-halaman berikutnya. Hanya ada satu bagian yang kelihatannya menyebutkan namanya, tapi bagian itu di sobek.
Lupakan saja soal ini, hanya perlu dibaca sekali. Itu saja sudah cukup. Selanjutnya saatnya mencari hal lain yang bisa kubaca.