NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak-anak Cedas

Bu Rasmi menatap Ibu Husni dengan tatapan penuh keinginan, beliau ingin menyampaikan pesan suaminya semalam.

"Suami saya sedang menyelidiki beberapa hal bu, dia sudah mengumpulkan beberapa bukti untuk menjerat pihak-pihak yang menyalahgunakan jabatan mereka, suami saya ingin desa kita bersih dari hal-hal seperti itu terutama sekolah dan kantor desa".

"Iya bu, saya tahu pak desa adalah orang yang memiliki dedikasi tinggi pada desa kita itulah sebabnya beliau terpilih beberapa periode, mulai beliau jadi sekretaris desa dan beliau terpilih kembali menjadi kepala desa dan tahun ini juga". Bu Husni menjawab dengan lugas.

Dia memang mengagumi sosok kepala desa mereka, tegas, amanah dan tidak pandang bulu, yang paling jujur dan memiliki kinerja yang sangat bagus.

"Bu Husni kata suami saya, bisaka ibu mencari bukti tentang aliran dana bos sekolah, suami saya curiga jika mereka juga berbuat macam-macam dengan dana itu, karena sikap mereka saja seperti itu, apalagi ibu Rahayu, dia adalah operator sekolah jadi sangat tahu bagaimana aliran dana itu dan kemana".

"Apa bu, dana bos?? Matanya membola sempurna mendengar perkataan ibu desa itu.

"Iya bu, suami saja kini sedang bekerja mencari informasi tentang dana bos itu, setelah kasus bully ini menyeruak, suami saya malah memiliki firasat yang tidak baik tentang dana bos itu".

"Baik bu, aku akan mencari bukti, aku akan tanya-tanya pada guru nantinya, kan semua guru itu ASN, kan bukan seorang honorer, otomatis dana bos itu hanya dipakai untuk sekolah saja".

"Iya bu, itulah sebabnya, lagian suamiku juga mendengar adanya beberapa pungutan yang tidak masuk akal menurutnya".

"Iya bu, kalau begitu aku permisi, aku akan berusaha menyelidikinya".

"Terima kasih bu, ibu bisa mengirim video dan rekaman suara itu kepada WA suami saya nanti, kita akan mengumpulkan banyak bukti untuk memberantas mereka".

Bu Husni mengangguk kemudian pergi dengan menggunakan mobilnya, Kanaya yang sejak tadi masuk kedalam pun keluar karena dia sudah makan dan membersihkan rumah.

"Bagaimana bu, apa kata ibu Husni?? tanya Kanaya dengan sopan begitu dirinya berada di samping sang adik.

"Dia akan membantu bapak untuk mengusutnya nak, kita memang perlu bukti".

"Menurut aku bu, kita tidak perlu menyelidiki seperti ini, kenapa bapak tidak meminta teman-teman nya untuk menyisakan sekolah, lagian bapak kan kepala desa, beliau punya wewenang untuk melakukannya, apalagi ibu Rahayu dan kepala sekolah sering melakukan pungutan yang memang ada dananya pad a orangtua siswa".

"Kamu serius nak??

"Iya bu, coba tanya orang tua para siswa mereka pasti akan menjawab dengan gamblang bu".

"Ya Ampun kamu benar nak, keterangan dari orang tua siswa bisa jadi alasan untuk bapak bisa menelusuri semua itu".

"Iya bu, kalau bisa ibu video, terus nanti bapak bisa sidak langsung ke sekolah, kalau perlu minta bukti transaksi jika mereka menyimpannya".

"Iya nak, terima kasih idenya sangat bagus". Bu Rasmi memeluk Kanaya dengan gemas, anak ini memang sangat cerdas.

"Kenapa tidak kalian jebak saja agar langsung mengaku, terlalu lama jika diselidiki". Ucap Keenan tanpa beban.

Kedua wanita beda usia itu langsung menoleh dengan cepat ke arah keenan, bagaimana bisa anak kecil seperti itu bisa berpikiran seperti itu.

"dek, kamu serius mengatakan hal itu?? Tanya Kanaya dengan takjub.

" Tentu kak, aku sring liat di televisi, rata-rata mereka berbuat kecurangan itu dijebak, buat mereka yang bekerja sama saling menyerang, maka kita tanpa turun tangan akan terbongkar dengan sendirinya".

"Ya ampun, kalian berdua memang anak-anak cerdas beruntung sekali ibu bisa memiliki kalian walau bukan anak kandung, astaga". Heboh ibu desa menatap kagum keduanya.

"Tapi bagaimana yah caranya, mereka cukup licik dan rapi". Bu Rasmi kini lesu mengetahui hal itu.

"Gunakan saja kakak-kakak yang suka menjadi pembully disekolah, para ibu-ibu kan garang kalau masalah anak-anak". Ucap Keenan tanpa menoleh.

Dia menatap lurus kedepan, dan sedang berpikir, entah apa yang dipikirkan tapi dia tetap mendengar perkataan kedua perempuan disebelahnya ini.

"Ya ampun ngk, kamu benar sekali, jika anak mereka berkelahi atau berantem dan saling memusuhi, mereka akan berusaha saling menjatuhkan, dan pasti mereka akan menceritakan aib mereka masing-masing".

"Iya bu, ibu benar sekali, aku baru kepikiran soal itu, ih adikku pintar sekali". Kanaya memeluk adiknya dengan gemas

" Itu tugas Kanaya nak, kita harus mencari bukti sebanyak-banyaknya, bisa kah kamu membantu bapak dan ibu nak?? Tanya Ibu Rasmi dengan sungguh-sungguh.

"Tentu bu, kami akan membantu sesuai kemampuan kami, bukan hanya untuk ibu tapi juga untuk sekolah kami, kami tidak mau jika mereka seenaknya menggunakan yang bukan hak mereka".

"Kamu benar nak, orang seperti itu sangat merugikan orang lain, ibu harap ketika kalian semua dewasa bisa menajdi orang yang banyak bermanfaat untuk orang lain".

"Iya bu, kak Kayla ingin jadi pengacara, aku ingin jadi dokter dan Keenan katanya ingin jadi tentara katanya".

"Semoga impian kalian terwujud nak, selain usaha kalian juga harus menyiapkan dana nantinya agar bisa meraihnya, jurusan dan yang lainnya inginkan itu sangat mengurus uang".

"Iya bu, kami mengerti soal itu, kami sedang menabung dari sekarang, kata kak Kayla, jika kami dapat upah, kami hanya mabok untuk makan sehari saja sisanya akan kami simpan saja untuk sekolah".

"Kalian benar-benar anak hebat dan sangat dewasa nakibu bangga pad kalian bedua

Percakapan mereka terhenti ketika melihat pak desa datang kerumah dengan tergesa-gesa, entah karena apa, seperti orang melihat hantu saja.

"Ya ampun pak, ada apa kok bapak berlari seperti itu?? Tanya Bu Rasmi dengan panik.

Kanaya dan juga keenan tak kalah paniknya melihat pak desa datang dengan tergesa-gesa seperti hal buruk terjadi.

"Nak, bapak sudah buatkan surat tanah itu, sekarang kalian pindah yah, ibu tolong tutup warung dan ambil smua barang berharga serta berkas penting anak-anak, aku menyuruh orang yang akan menempati rumah anak-anak datang besok, Rina bebas karena dia berhasil menyogok hakim, lusa adalah hari kebebasannya". Panik nya lagi.

"Apa, bagaimana caranya dia bisa bebas, astaga bisa gawat jika seperti ini". Panik mereka semua.

"Ya sudah nak, ayo kite bergegas karena besok orangnya datang".

"Iya pak". Mereka semua segera kerumah Kanaya untuk membereskan barang dan yang lainnya.

"Bagaimana caranya dia menyogok hakim itu pak, aku sejujurnya tidak mengerti".

"Kata teman-teman ku, dia menggunakan tubuhnya utnuk menjerat hakim". ucap Pak desa berbisik takut kedengaran oleh kedua anak malang itu.

"Apa, kok bisa?? jerit bu Rasmi

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!