NovelToon NovelToon
Cahaya Ditengah Hujan

Cahaya Ditengah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: 1337Creation's

"Cahaya di Tengah Hujan"
Rini, seorang ibu yang ditinggalkan suaminya demi wanita lain, berjuang sendirian menghidupi dua anaknya yang masih kecil. Dengan cinta yang besar dan tekad yang kuat, ia menghadapi kerasnya hidup di tengah pengkhianatan dan kesulitan ekonomi.

Di balik luka dan air mata, Rini menemukan kekuatan yang tak pernah ia duga. Apakah ia mampu bangkit dan memberi kehidupan yang layak bagi anak-anaknya?

Sebuah kisah tentang cinta seorang ibu, perjuangan, dan harapan di tengah badai kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1337Creation's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah kakek yang Hilang

Bab 28: Kisah Kakek yang Hilang

Aditya duduk bersila di lantai kayu rumah kakek Kristian, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu. Kristian duduk di sampingnya, sementara di depan mereka, seorang pria tua dengan wajah penuh keriput dan rambut putih duduk di atas tikar anyaman.

"Jadi... siapa sebenarnya kakekku?" tanya Aditya dengan nada penasaran.

Kakek Kristian, yang sebenarnya bernama Wulan Guritno, menarik napas panjang sebelum mulai bercerita.

---

Asal-Usul Kakek Kristian

“Dengar baik-baik, Aditya,” kata kakek Wulan, matanya menatap jauh seperti sedang mengingat masa lalu. “Aku ini bernama asli Wulan Guritno. Aku terlahir sebagai Kristen, karena buyut perempuanmu—nenekku—sudah menjadi Kristen sejak dulu.”

Aditya mengangguk. Ia tidak menyangka bahwa di keluarganya ada hubungan dengan agama lain.

"Jadi, selama ini keluargaku punya keturunan Kristen?" tanya Aditya.

Kakek Wulan tersenyum. "Betul. Dan ada satu lagi yang mungkin kau tidak tahu, Aditya... Aku juga berdarah Batak. Buyut tirimu, yaitu ayahku, adalah seorang Batak asli."

Aditya membelalakkan mata. "Jadi aku juga ada darah Batak?"

Kakek Wulan mengangguk. "Ya, meskipun mungkin kau sudah tidak melihat jejaknya dalam keluargamu sekarang. Buyut perempuanmu menikah lagi dengan seorang pria Batak setelah buyut laki-lakimu meninggal, dan dari pernikahan itulah aku lahir."

Aditya masih mencoba mencerna informasi ini. Keluarganya ternyata lebih kompleks dari yang ia kira. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal dalam pikirannya.

"Lalu bagaimana dengan kakekku, Juwa Siat?" tanyanya.

Kakek Wulan tersenyum tipis sebelum melanjutkan ceritanya.

---

Juwa Siat, Si Anak Pintar yang Terjebak Judi

“Juwa Siat—begitu nama kakekmu. Sejak kecil, dia adalah anak yang sangat pintar dan suka membaca buku,” kata kakek Wulan. “Dia lebih tua dariku 16 tahun, jadi saat aku masih anak-anak, dia sudah remaja.”

Aditya mendengarkan dengan saksama.

"Dulu, kakekmu memiliki semangat tinggi dalam belajar. Dia membaca segala macam buku, dari ilmu pengetahuan hingga sejarah. Banyak orang kagum dengan kepintarannya, termasuk aku sendiri."

"Kalau dia pintar, kenapa dia malah jadi penjudi?" tanya Aditya.

Kakek Wulan menghela napas panjang.

"Semuanya berawal saat dia mencoba membuka usaha kecil-kecilan. Dia menjual ubi, berharap bisa membantu keluarganya. Tapi usahanya tidak berjalan mulus. Tidak ada yang membeli, dan akhirnya dia kehabisan modal."

Aditya mulai melihat gambaran kehidupan kakeknya yang penuh perjuangan.

"Di saat itulah, ada seseorang yang menghasutnya untuk mencoba judi. Aku tidak tahu siapa orang itu, tapi yang jelas dia berhasil membujuk kakekmu untuk bermain dadu."

Aditya merasa tegang.

"Pada awalnya, Juwa Siat sering kalah. Tapi dia bukan orang yang mudah menyerah. Karena dia pintar, dia mulai menganalisis cara kerja permainan itu. Dia mempelajari pola, menghitung kemungkinan, dan menemukan sebuah teknik jitu untuk menang."

Aditya menelan ludah. "Teknik apa?"

Kakek Wulan menggeleng. "Aku tidak tahu. Bahkan sampai sekarang, tidak ada yang tahu bagaimana dia bisa menang terus-menerus. Yang jelas, setelah dia menemukan teknik itu, dia menjadi legenda di dunia perjudian."

---

Sang Raja Judi yang Menghilang

"Setelah itu, Juwa Siat terus bermain judi selama puluhan tahun," lanjut kakek Wulan. "Dia mengumpulkan banyak kekayaan. Rumah-rumah judi takut padanya, tapi juga tidak bisa menolaknya karena dia selalu membawa uang."

"Berarti dia kaya?" tanya Aditya.

Kakek Wulan mengangguk. "Sangat kaya. Tapi tidak ada yang tahu di mana dia menyimpan hartanya. Dia tidak pernah cerita ke siapa pun."

Aditya semakin penasaran.

"Lalu apa yang terjadi pada akhirnya?"

Kakek Wulan menghela napas lagi.

"Saat dia sudah tua, dia tiba-tiba berhenti berjudi. Aku sendiri tidak tahu kenapa. Dan suatu hari… dia menghilang."

Aditya terkejut. "Menghilang? Maksudnya?"

"Ya, menghilang begitu saja. Tidak ada yang tahu ke mana dia pergi. Tidak ada yang melihatnya lagi sejak saat itu. Umurnya sekarang seharusnya 84 tahun, tapi apakah dia masih hidup atau tidak, tidak ada yang tahu."

Aditya terdiam.

"Jadi kakekku masih bisa hidup?" tanyanya pelan.

Kakek Wulan menatap Aditya dengan mata penuh makna. "Mungkin. Atau mungkin juga dia sudah tiada. Tapi yang jelas, tidak ada yang pernah menemukan tubuhnya, tidak ada yang tahu ke mana dia pergi."

Aditya merasa dadanya sesak.

"Dan kalau dia masih hidup..." lanjut kakek Wulan, "bisa jadi dia masih menyimpan rahasia besar yang belum pernah diceritakan kepada siapa pun."

Aditya menggenggam tangannya erat. Di dalam kepalanya, ia bertanya-tanya:

Di mana kakek Juwa Siat sekarang?

1
Ana Akhwat
Terlalu banyak dramanya Thor akhirnya pembacanya banyak yang eneg/Pray//Pray//Pray/
♪Ace kei jett♪: Halo para pembaca setia,

Terima kasih banyak sudah mengikuti cerita ini hingga sejauh ini. Aku sangat menghargai setiap masukan dan komentar kalian, termasuk kritik yang membangun. Aku sadar bahwa beberapa dari kalian merasa bahwa dramanya terlalu banyak sehingga agak melelahkan untuk dibaca.

Aku ingin meminta maaf jika bagian itu membuat pengalaman membaca kalian kurang nyaman. Di bab-bab selanjutnya, aku akan berusaha mengurangi unsur drama yang berlebihan dan lebih fokus pada inti cerita utama agar alurnya lebih mengalir dan tetap menarik untuk dinikmati.

Sekali lagi, terima kasih atas dukungan dan kesabaran kalian. Kritik dan saran kalian sangat berarti untuk perkembangan cerita ini. Semoga kalian tetap menikmati kelanjutannya!

Salam,
[Penulis]
total 1 replies
Hennyda Wati Gmanik
Biasa
Hennyda Wati Gmanik
Buruk
Yati Syahira
cape bacanya
♪Ace kei jett♪: "Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar! Maaf kalau bab ini terasa panjang dan bikin capek bacanya. Aku bakal jadikan ini sebagai masukan supaya ceritanya tetap enak diikuti tanpa kehilangan esensinya. Tapi aku tetap apresiasi banget kamu sudah sampai di sini. Semoga bab-bab selanjutnya lebih nyaman dibaca. Makasih lagi!"
total 1 replies
Yati Syahira
aduuh masa bodoh diem saja di injak injak begitu bisa panggil bosya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!