NovelToon NovelToon
Pesona Mama Mertua Muda 2 : Isvara & Javas

Pesona Mama Mertua Muda 2 : Isvara & Javas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / CEO / Cinta setelah menikah / Beda Usia / Romansa
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Donacute

Sekuel off 'Pesona Mama Mertua Muda'

Wajib baca season satu duluan ya ≧∇

"Duniaku ikut mati tanpamu."

Kehidupan Javas hancur saat wanita yang paling dicintainya meninggal. Ia mencoba melarikan diri, menyingkir dari tempat yang menenggelamkan banyak jejak kenangan tentang wanita itu.

Namun, ia tak bertahan lama, Isvara selalu tinggal di kepalanya, sehingga pria itu memutuskan kembali.

Hanya saja, apa jadinya jika Isvara yang mereka pikir telah meninggal—justru masih hidup? Bisakah Javas menggapai dan melanjutkan hidupnya bersama wanita itu lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Donacute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 | Menjenguk Sheva

"Sheva mau apa? Mau minum? Atau mau makan sesuatu?" tanya Javas pada gadis kecil yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.

"Mau buah, Pa," jawabnya malu-malu, mata gadis kecil itu melihat berbagai macam buah di dalam keranjang buah. Kemarin Javas memang membelikan keranjang buah beserta buahnya untuk Sheva, karena ia berpikir siapa tau makan buah bisa menetralisir pahitnya obat.

Javas langsung mengambilkan buah apel yang lumayan besar, saat ia ingin mengupasnya. Isvara malah berkata. "Biar aku aja yang ngupasin apelnya."

"Enggak usah, saya bisa kok," tolaknya dengan halus. Javas ternyata memang benar-benar bisa melakukannya, walaupun sebelumnya Javas tidak pernah melakukannya. Pria itu terbiasa dilayani, bahkan makan buah pun ia biasanya memilih makan buah yang sudah dipotong atau yang bisa langsung digigit.

Setelah selesai dikupas, Javas memotong apelnya sedikit lebih besar lalu ditaruhnya di piring yang sudah Isvara siapkan. Apel sudah di piring langsung ia berikan pada Sheva, dan bisa langsung di makan.

"Terima kasih, Papa."

"Sama-sama, habisin ya apelnya. Kalau mau apel lagi bilang aja sama Papa." Gadis kecil itu mengangguk paham.

Saat Sheva sedang asyik makan apelnya sambil menonton kartun di tabletnya, Javas melirik Isvara. Ingin sekali Javas mengajak Isvara mengobrol, sampai akhirnya Javas memutuskan untuk memulai obrolan.

"Enggak ada gitu kamu mau ceritain semua tentang kamu selama dua tahun terakhir?" tanya Javas sengaja, padahal pria itu sudah mengetahui semua tentang gadis pujaannya dari Chilla. Namun, ia benar-benar memilih untuk pura-pura tidak tahu. Javas ingin Isvara sendiri yang menceritakan segalanya.

"Enggak ada tuh," jawab Isvara sangat santai.

"Yakin nggak mau cerita? Aku bisa jaga rahasia loh, buktinya sampai sekarang nggak ada orang yang tahu kamu masih hidup."

Entah kenapa, Isvara tiba-tiba ingin menceritakan semuanya pada Javas. Apalagi selama ia mengenal Javas, pria itu begitu baik padanya. Mengalirlah cerita berdasarkan sudut pandang Isvara, ceritanya memang tidak jauh beda yang apa yang telah diceritakan oleh Chilla.

"Papa apelnya sudah habis," adunya sambil menunjukan piring yang sudah kosong.

"Pintarnya anak Papa. Mau apel lagi atau buah yang lain biar Papa potongin?" Sheva malah menggeleng pelan. "Terus Sheva cantik maunya apa? Bilang aja nanti Papa akan carikan makanan yang Sheva mau."

"Mau es krim, Pa," cicitnya yang langsung dipelototi oleh Isvara.

"Sheva sayang, sekarang Sheva lagi sakit jadi nggak boleh makan es krim dulu. Nanti kalau Sheva udah benar-benar sembuh, baru Papa akan belikan Sheva es krim yang banyak banget. Kalau Sheva mau satu tokonya bakalan Papa beliin buat Sheva," bujuk Javas pada putrinya.

"Lebay deh," komentar Isvara saat mendengar ucapan Javas.

"Yaudah deh, Pa. Tapi janji ya nanti kalau Sheva sembuh beliin es krim yang banyak."

"Siap, Papa pasti beliin. Sheva nggak usah khawatir."

"Sheva bosen, Bun, Pa," katanya dengan wajah memelas.

"Sheva mau jalan-jalan ke taman yang ada di sekitar rumah sakit?" tanya Isvara, ia merasa wajar Sheva bosan karena sudah tiga hari gadis kecil itu hanya berada di ruang rawat saja.

"Mau, tapi maunya sama Bunda dan Papa." Javas dan Isvara tidak masalah, mereka bertiga langsung berjalan ke taman. Awalnya Javas ingin mengambilkan Sheva kursi roda, tetapi anak itu menginginkan jalan saja toh ia sudah bisa jalan sendiri kondisinya juga baik-baik saja.

Sheva sangat bahagia bisa bermain di taman dengan Bunda dan Papanya, walaupun hanya sebentar saja. Karena bahagia, Sheva jadi cepat sembuh dan akhirnya saat sore hari Sheva sudah boleh pulang.

Semua urusan administrasi Sheva sudah diurus oleh Javas, jadi tidak perlu memakai data Isvara.

***

Javas, Sheva dan Isvara baru saja sampai di depan rumah Isvara. Lebih tepatnya mereka masih ada di dalam mobil, Javas turun lebih dulu untuk membukakan pintu. Barulah Isvara dan Sheva turun dari mobil, tetapi Javas malah menggendong Sheva dari belakang. Tentu saja gadis kecil itu tidak menolak, ia malah merasa bahagia karena digendong oleh papanya.

Saat membuka pintu, mereka dikejutkan dengan keberadaan ketiga sahabat Isvara, Chilla dan Yara— Kekasih Dion.

"Selamat datang Sheva," teriak mereka berlima kompak. Bukan hanya Sheva yang terkejut, Isvara juga. Padahal kemarin Isvara yang memberitahu sahabatnya bahwa Sheva hari ini diperkirakan boleh pulang.

Mereka berlima bisa masuk rumah tanpa Isvara tahu kedatangan mereka, karena Dion memang memiliki kunci cadangan yang bisa digunakan saat-saat darurat seperti ini. Mereka sampai pagi, dikira Sheva akan pulang pagi ternyata malah sore hari.

Dibandingkan mereka harus diam saja saat menunggu di rumah, ke rumah sakit juga sudah dilarang oleh Isvara. Akhirnya mereka mempunyai ide untuk menghias rumah dan akan mengejutkan Sheva dan Isvara ketika mereka pulang ke rumah.

Sheva tersenyum bahagia melihat banyak orang yang ia sayangi ada di rumahnya, ia langsung meminta turun dari gendongan Javas.

Chilla sendiri tiba-tiba ingin menangis, sejak kecil dirinya dan Chio tidak pernah merasakan digendong oleh Papanya. Namun, Sheva sekarang malah merasakan. Jujur gadis cantik itu merasa sangat iri sekali.

Ketiga sahabat Isvara dan Yara langsung menghampiri Sheva, berbeda dengan Chilla yang masih terdiam di tempatnya. Isvara melihat hal itu, ia bisa merasakan ada sesuatu yang membuat Chilla sedih tetapi ia tidak tahu apa.

Mereka berempat memberikan kado yang sudah mereka siapkan untuk Sheva, Sheva memang tidak berulang tahun. Namun, mereka berlima sebenarnya sengaja memberikan kado untuk Sheva agar Sheva senang dan semakin cepat sembuh.

"Chill, sini. Kado lo nggak mau lo kasih ke?" Amara memanggil Chilla agar bergabung dengannya.

"Iya," jawab Chilla tidak bersemangat. Gadis itu langsung berjalan gontai menghampiri Sheva untuk memberikan kadonya. Sheva jelas sangat bahagia karena mendapatkan banyak kalo dari orang-orang yang menyayanginya.

Isvara pun tidak ingin ketinggalan, ia langsung menghampiri kelima orang itu. "Yaampun, kalian ini malah repot-repot aja. Kalian udah datang buat jenguk Sheva aja, aku udah berterima kasih banget sama kalian semua. Apalagi kalian pakai kasih kado segala."

"Nggak papa kok, lagian kadonya juga biasa aja. Wajar kali kalo kita kasih kado anggap aja hadiah buat Sheva yang sudah sembuh, dan biar Sheva-nya semangat terus bisa benar-benar sembuh," jawab Friska

"Terserah kalian ajalah," ujar Isvara yang sedang tidak ingin berdebat. Mereka malah tertawa karena melihat Isvara pasrah.

"Ini kalian datang cuma buat Sheva aja? Enggak ada gitu yang kangen sama aku." Isvara pura-pura merajuk pada sahabatnya, ketiga sahabat Isvara langsung memeluk gadis cantik itu.

"Yar, ayo ikut pelukan," ajak Isvara pada kekasih sahabatnya itu. Dengan ragu-ragu, akhirnya Yara juga ikut berpelukan. Seperti biasa, Dion tidak lama berpelukannya ia langsung melepaskan pelukan duluan sedangkan yang lain masih asyik berpelukan untuk melepas rindu mereka pada Isvara.

Chilla sendiri entah di mana, sedangkan Javas memilih untuk duduk di sofa saja menyaksikan Isvara berpelukan dengan sahabatnya sampai akhirnya Dion menghampirinya.

"Hai Om, udah lama ya kita nggak ketemu," sapa Dion pada Javas.

"Iya."

"Gimana, Om. Senang enggak waktu tau Isvara masih hidup?" tanya Dion sengaja. Javas menatap Dion dengan sinis. "Jelas saya sangat senang, tapi saya kecewa sama kamu, Yon. Kenapa kamu nggak memberitahu saya tentang Isvara. Jika saya tahu pun saya nggak akan menghalangi apapun rencana kamu."

Baru saja Dion ingin membalas ucapan Javas, tetapi Javas malah berbicara lagi. "Saya tahu kamu pasti mau bilang, Isvara yang nggak mau banyak orang tau. Kalau untuk Isvara saya coba mengerti, sedangkan untuk kamu saya kecewa dan marah. Padahal kamu bisa kasih tau saya diam-diam. Asal kamu tau, saya hancur tau pas tau Isvara meninggal dunia. Saya mutusin buat pergi ke luar negri untuk lupain Isvara, tapi saya malah nggak berhasil. Hingga saya balik lagi ke Indonesia."

Dion tersenyum, ia dengan berani memegang bahu Javas. "Sabar, Om. Ini namanya ujian, semua manusia itu diuji kok Om bukan cuma Om Javas doang. Setelah ini ujian Om buat dapatin hati Isvara pun juga nggak akan muda, tetapi saya yakin Om pasti bisa. Om harus semangat."

Dion memutuskan untuk mendukung Javas untuk memperjuangkan cintanya padanya Isvara, entah mengapa ia yakin Javas dan Isvara sebenarnya saling mencintai. Selama ini Isvara juga tidak pernah dekat sama pria lain, jadi Dion merasa hanya Javas-lah yang pantas bersanding dengan Isvara sekalipun usia Javas terpaut jauh dengan Isvara.

1
anikbunda lala
syukurin sakit
anikbunda lala
dengerin tuh ....buka telinga ...sombong banget jadi orang
anikbunda lala
wadhuh thor ...javas gimana dong
Donacute: Javas baik kok paling cemburu buta
total 1 replies
anikbunda lala
jangan ada pecabinor ya thor
Donacute: ada ada aja pecabinor dong
total 1 replies
anikbunda lala
sombong banget ...gak beda sama inesha kalo seperti ini kamu va
Donacute: wkwkwk emberan
total 1 replies
tina
lanjut
tina
lanjut kak
tina
next
tina
lanjut
tina
lanjut kak
tina
lanjut
tina
lanjut kak
Ƙҽƚυα♥︎᥊іᥱ﷽𝐀⃝🥀🍒⃞⃟🦅
lupa rating ⭐⭐⭐⭐⭐
tina
lanjut
bundha novita
mungkinkah om javas dan Kalila dulunya MBA mkanya javas benci banget sama kalila
Donacute: hehehe bisa jadi
total 1 replies
tina
lanjut
tina
lanjut kak
instagram @ynov.u
jangan lupa mampir dan vote balik ke novelku yaa. semangat kak /Angry/
tina
lanjut kak
tina
lanjut
Donacute: ditunggu ya kak nanti double update kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!