Christy Walton Raymond seorang gadis cantik yang memilih hidup di dunia gelap, dunia para mafia. Karena kejadian di masa lalu yang membuatnya begitu terluka, membuat menjadi seorang pendendam.
Tanpa sadar dirinya memiliki kelainan emosi, tidak seperti orang-orang pada umumnya. Dunia medis menyebutnya, sosiopat.
hidup Christy tidak sebahagia orang lain, namun juga tidak seburuk yang di fikirkan. Christy memiliki segalanya, namun tetap saja merasa kesepian.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
LA
Author pov
Disebuah mansion, yang cukup besar. Terlihat seorang wanita tua, yang masih terlihat cantik diusianya itu.
Dia sedang menyiapkan sarapan pagi, untuk cucu kesayangannya. Yang baru saja, datang semalam.
Sedangkan suami wanita itu, dia sedang membaca koran paginya. Sambil meminum secangkir coklat panas.
Saat sedang menyiapkan sarapan, tiba-tiba ada seorang pria tampan yang turun dari arah tangga. Tersenyum manis, dengan deretan gigi putihnya. Sang wanita tua,langsung membalas senyuman pria itu.
"morning cel"sapa wanita itu, dengan senyuman indahnya
"morning, omah opah"kata Michel
"kemarilah, kita sarapan bersama"ajak wanita itu
"apa, Chris udah bangun?"tanya Michel, mencari keberadaan kekasihnya itu.
"princess omah itu, pasti masih tertidur pulas. Tunggu, biar omah bangunkan"kata wanita tua itu, hendak pergi. Namun, Michel menahannha
"tidak usah omah, biar Michel saja yang membangunkannya"kata Michel, lalu naik kembali menuju kamar Christy.
Saat sampai didepan kamar Christy,Michel langsung masuk. Karena, pintunya tidak terkunci.
Saat masuk, Michel melihat Christy tertidur di meja kerjanya. Dengan tangan, yang menjadi tumpuan kepalanya.
"sudah ku duga, pasti dia bekerja semalaman"batin Michel
Michel langsung membangunkan Christy, dengsn cara menepuk pelan pipi kekasihnya itu.
"Chris, bangun. Kita sarapan, dibawah omah sama opah udah nunggu"kata Michel
"hmm, iya Cel. Bentar yah, 5 menit lagi"kata Christy, dengan mata yang sayup.
"Chris, bangun yah. Kamu mandi, supaya seger. Kasihan omah sama opah, nunggu kamu dibawah"kata Michel, mengelus kepala Christy
"iya Cel, aku bangun kok"kata Christy, lalu perlahan mengumpulkan kesadarannya
"bekerja semalaman lagi?"tanya Michel, menatap wajah Christy
"kerjaan aku numpuk Cel"jawab Christy
"kenapa, gak bangunin aku ajah? Biar temenin kamu"kata Michel, membuat Christy menggeleng
"yah, aku gak mau ganggu. Pasti kamu capek, secara kita gak ada istirahat, langsung berangkat ke LA"kata Christy
"tuh, udah tahu pasti capek. Terus, kenapa masih bergadang buat kerja? Tidur jam berapa kamu?"tanya Michel, membuat Christy ragu untuk menjawan
"jam 4 Cel"jawab Christy, membuat Michel terkejut sekaligus marah.
"astaga chris, berarti baru sejam kamu tidur. Yaudah, sekarang kamu mandi. Terus makan, habis itu tidur lagi. Aku gak mau, kalau kamu sampai sakit yah"kata Michel, membuat Chrisyu tersenyum.
Christy langsung memeluk Michel, menenggelamkan kepalanya di dada bidang Michel. Michel yang dipeluk Christypun, membalas pelukan kekasihnya itu.
"makasih Cel,.kamu selalu perhatian sama aku"kata Christy
"aku, sayang sama kamu chris. Aku gak mau kamu kenapa-napa. Aku mohon, jangan paksain diri kamu buat kerja terus"kata Michel mengelus kepala Christy. Gadis itu merasakan kenyaman, saat Michel memeluknya seperti saat ini.
"iya, Cel maaf selalu buat kamu khawatir"kata Christy
Michel langsung melepas pelukan, Michel lalu menatap manik mata christy. Dan tersenyum sangat manis.
"sekarang, aku ini adalah pacar kamu. Aku mau, jangan nutupin apapun dari aku. Malau ada masalah, kamu harus cerita sama aku, jangan dipendam sendiri. Dan aku mohon, berhenti tersenyum ketika kamu merasa sakit. Itu hanya akan buat aku sakit melihatnya"kata Michel seolah tahu, penderitaan yang Christy alami selama ini.
"Cel, beban hidup aku terlalu berat. Aku gak mau, orang disekitar aku ngerasain rasa sakit itu. Cukup aku ajah Cel"kata Christy, dengan tatapan sendunya.
"kamu tahu itu berat, kenapa kamu tidak membaginya? Aku tahu, kamu sering merasa sakit. Jadi aku mau, aku adalah pria pertama, yang akan buat rasa sakit itu hilang"kata Michel, yang terdengar sangat tulus. Membuat hati Christy, merasa sangat damai.
"makasih. Cel makasih, udah mau jadi pria yang baik buat aku"kata Christy
Michel kembali memeluk Christy, dan dibelas pula dengan Christy. Keduanya merasa kenyamanan, satu sama lain saat ini.
"walau, rasa sayang itu belum tumbuh. Aku akan terus berusaha, hingga aku akan menjadi orang paling berharga dihidup aku"batin Michel
"kurasa rasa sayang itu, mulai tumbuh. Entah kenapa, rasa nyaman selalu aku rasain, ketika dekat sama kamu. Aku harap, takdir tidak mempermainmanku saat ini"batin Christy
"dia, adalah pria yang sangat baik. Saya harap, kamu bisa buat hidup princess, jadi lebih berwarna. Saya percaya sama kamu"batin seseorang
//skip//
Sekarang, Christy dan Michel sedang sarapan. Berrsama opah dan omah.
Seperti biasa, Christy selalu diam jika sedang berada di meja makan. Tidak ada suara, yang keluar dari mulut Christy.
Setelah 5 menit berlalu, mereka semua telah selesai sarapan. Sekarang, mereka sedang bersantai diruang keluarga.
"bagaimana keadaan di indonesia?"tanya Tristan, opah Christy.
"baik-baik saja opah. Memangnya ada apa?"tanya Christy, menatap Tristan opahnya itu.
"richard bilang, kamu bertemu dengan keluarga stamford"kata Tristan
"iya opah"jawab Christy, dengan sangat ragu-ragu.
"tinggalkan negara itu. Menetap lah disini, seperti dulu"kata Tristan, membuat Michel terkejut
"yang opah mu katakan, benar chris. Tinggalkan indonesia, kembali lah bersama kami disini"kata Vani, yang menyetujui kemauan suaminya itu.
Michel, langsung menggenggam tangan Christy. Seolah takut, jika Christy jauh darinya.
Christy, yang melihat Michel seperti itu, sungguh tidak tege. Lagi pula, tidak mungkin Christy meninggalkan indonesi. Itu adalah negara kelahirannya, walaupun awal kesakitannya dimulai dinegara itu.
"omah, opah. Chris baik-baik saja, walau dekat dengan mereka. Chris mohon, jangan meminta Chris memilih lagi"kata Christy, membuat Tristan dan Vani menjadi tidak tega.
"tapi, Chris. Kalau sampai, mereka menyakitimu lagi. Pasti, Richard akan membawamu, dan melarang kami bertemu kamu. Opah tidak ingin itu terjadi"kata Tristan, mengingat bagaimana possesivenya richard. Jika itu, tentang Christy.
"Chris, omah gak mau Richard bawa kamu pergi ninggalin omah"kata Vani
"percaya sama Chris, omah. Chris janji, akan jaga diri. Jadi Chris mohon, biarkan Chris tetap tinggal di indonesia. Ayah, bunda dan bang twins, pasti nunggu Chris disana. Lago pula di indonesia, Chris punya seseorang yang Chris sayang"kata Christy menatap Michel
"baiklah, jika itu keputusan kamu. Opah dan omah akan ikuti, tapi kalau sampai keluarga Stamfort mau mengambil mu, opah akan lebih dulu membawa kamu menghilang dari mereka semua"kata Tristan,.penuh penekanan.
"dan untuk kamu, Michel. Opah percayakan,cucu opah sama kamu"kata Tristan, menepuk pundak Michel lalu pergi
"aku akan menjaganya. Itu janjiku"kata Michel, sangat yakin.
Vani yang melihat Christy sudah memiliki kekasih, sungguh bahagia. Selama ini, Christy sangat susah untuk membuka hati, untuk seseorang.
Vani berdiri, lalu mencium pucuk kepala Michel dan Christy bergantian. Lalu pergi, menyusul Tristan suaminya.
Dret....dret....dret
Ponsel milik Vhristy berdering, menandakan ada seseorang yang menelfonnya.
Christy, langsung mengangkat telfonnya. Lalu erbicara pada seseorang, yang baru saja menelfonnya itu.
"sudah dapat buktinya?"tanya Christy, pada seseorang yang menelfonnya itu.
"siap, sudah miss. Semua bukti tentang gadis itu, sudah saya kumpulkan. Ada bukti baru lagi miss"
"bukti baru apa lagi?"tanya Christy, dengan smirk andalannya.
"gadid itu, adalah anak dari keluarga alexis. Orang terkaya nomor 15 dedunia. Bahkan, anak itu menjadi seorang wanita bayaran, disalah satu club milik anda miss"
"apa orangtuanya tahu tentang ini?"
"mereka tidak mengetahui hal ini, miss. Karena wanita itu, selalu punya alasan jika akan keluar malam, untuk bekerja menjadi ******"
"kerja bagus. Simpan semunya baik-baik, tunggu saya pulang dari LA"
"baik miss"
Christy langsung mematikan sambungan telfon, dia tersenyum bangga. Karena anak buahnya, selalu bekerja dengan hasil yang tidak mengecewakan untuknya.
Michel yang melihat Christy tersenyum, menjadi bingung. Michel langsung menanyakan, siapa yang barusan menelfonnya itu.
"siapa yang nelfon Chris?"tanya Michel, yany penasaran kenapa Christy tersenyum.
"anak buah aku"jawab Christy
"memangnya kenapa dia nelfon? Apa ada masalah dikantor?"tanya Michel, yang masih penasaran.
"tidak ada masalah dikantor"jawab Christy, membuat Michel menatapnya bingung.
"terus, dia nelfon buat apa?"tanya Michel.
"masalahnya, ada dicewek yang sedang berpacaran dengan sahabat kamu"kata Christy, membuat Michel menatapnya bingung.
"maksud kamu, pacarnya si Dimas?"tanya Michel
"iya"jawab Christy
"memangnya, ceweknya Dimas kenapa?"tanya Michel penasaran
"dia bukan cewek baik"
"kamu, tahu dari mana? Ketemu ajah belum pernah, aku udah ketemu dia kok. Kalau di lihat-lihat, dia cewek baik-baik"kata Michel
"topeng cewek itu, ternyata sangat bagus. Bahkan kamu, percaya kalau dia cewek baik"kata Christy dengan nada sinis.
"Chris, jangan buat aku pusing. Ceritaiin yang jelas dong"kata Michel, yang masih sangat penasaran dan bingung.
"cewek itu, hanya mau morotin Dimas. Dia itu wanita bayaran, dia kerja di club malam punya aku. Dia hanya pura-pura baik, dan polos di depan Dimas"kata Christy, membuat Michel ragu
"kamu, tahu dari mana Chris? "ngan asal nuduh yah"kata Michel, membuat Christy tersenyum sinis
"untuk sekarang, tidak usah percaya sama aku. Tapi, jika nanti semua kebusukannya sudah terbongkar. Jangan salahin aku, kalau sahabat kamu bakal patah hati"kata Christy, lalu pergi meninggalkan Michel
Michel mengacak rambutnya frustasi, Michel merutuki kebodohannya. Kenapa juga, harus ngomong gitu ke Christy.
Michel bingung, harus berbuat apa. Michel hanya duduk, dan diam seribu bahasa. Entah bagaimana caranya, agar masalah ini cepat selesai.
Sedangkan Christy, dia hanya diam menatap keluar jendela dari kamar.
Ada rasa tidak enak, dihati Christy. Ketika sedang marahan dengan Michel.
Christy tidak tega, melihat Mischel, yang kebingungan harus berbuat apa.
"setelah gue balik ke indonesia, gue bakal urus semua masalah ini"kata Christy dengan tatapan tajamnya
Indonesia
Raka pov
Sekarang, gue lagi dikantin sekolah. Bareng sahabat-sahabat gue. Termaksud revano.
Setelah kejadian tempo hari, gue gak ngelihat atau denger suara Chris lagi.
Sedih? Itu udah pasti, gue nyesel udah berantem sama Revano. Tapi waktu itu, kemarahan gue bener-bener gak bisa gue tahan lagi.
Kalau sampai, ayah dan bunda tahu tentang masalah ini. Pasti mereka bakal marah banget.
Princess, abang rindu sama kamu. Abang mohon, cepet pulang. Abang bakal minta maaf, soal masalah tempo hari itu.
Author pov
Saat sedang asik makan, tiba-tiba Fara dkk datang dan langsung duduk. Dimeja Raka dkk. Raka tersenyum, saat melihat kekasihnya itu datang.
"Far, lo udah telfonan sama Chris?"tanya Raja, yang juga belum mendengar kabar tentang adiknya.
"belum, HP Chris kayaknya sengaja dimatiin. Supaya gak ada yang bisa hubungin dia"kata Fara
"gak usah khawatir. Lagian, ada Michel yang jagain Chris"kata Fara, seolah tahu kekhawatiran Raka dan Raja
"udah, gak usah pada sedih-sedih. Lagian, ini juga salah kalian kan"kata Fikra, menatap Raka dan Revano
"lo diam ajah Fik. Bacot ajah lo"kata Dimas, menjitak kepala Fikra
"SAYANG"teriak seorang gadis, dari arah belakang mereka. Membuat mereka menoleh bersamaan.
Gadis itu langsung berlari, lalu memeluk Dimas dari arah belakang.
Dimas tersenyum, saat melihat gadisnya itu datang kesekolahnya.
Semua siswi yang melihat Dimas dipeluk gadis, berseragam beda dari semua murid IHS. Membuat mereka sangat cemburu.
"Fik, itu pacaranya Dimas?" bisik Raja, penasaram
"iya Ja"jawab Fikra, membuat Raja mengangguk
Fara, tasya dan putri yang melihatnya, hanya masa bodoh. Tetapi salah satu dari mereka, merasa cukup cemburu.
"eh, kenalin. Dia Naila, pacar gue"kata Dimas, memerkenalkan pacarnya itu.
"hai, nama gue Naila"kata gadis itu, tersenyum manis
"gue Raja"
"gue Revano"
"gue Fikra"
"Raka"kata raka datar
"gue Putri"
"Fara"
"Tasya"
Setelah memperkenalkan diri, Naila langsung duduk disamping Dimas. Gadis itu bergelayut manja ditangan Dimas. Melihat kedua orang itu, membuat seseorang merasa sakit .
Bayangkan, ketika seorang pria yang kamu sayang, malah bermesraan dihadapanmu. Sangat sakit bukan?
"Dim, lo kenal sama dia dimana?"Tanya fara, yang merasa jika wajah Naila tidak asing baginya.
"waktu, ada pertandingan di senior high school"jawab Dimas
"lo,nbeneran suka sama Dimas?"tanya Tasya,bmembuat mereka semua menatapnya bingung.
"ma...ma....maksud lo apa?"tanya Naila gugup
"yah, gue cuma tanya doang. Siapa tahu ajah, lo cuma morotin Dimas doang"kata Tasya, membuat Dimas marah
"TASYA STOP"kata Dimas, dengan suara yang sangat besar. Membuat sekua murid terkejut.
"lo gak berhak nanya gitu ke Naila"kata Dimas, membentak Tasya.
"kan gue cuma nanya doang. Tinggal jawab, susah amat"kata Tasya, berusaha sinis
"Dim, udah kali. Lo kok emosian sih, kan Tasya nanya doang"kata Fikra.
"pertanyaan lo gak mutu Sya"kata Dimas, menunjuka wajah Tasya
"hiks hiks hiks, gue tuh beneran hiks hiks suka sama Rimas"kata Naila dengan tangisannya, membuat Tasya tersenyum sinis.
"hey, sayang kamu jangan nangis yah. Aku tahu, kamu sayang sama aku okey. Jngan dengerin, orang yang sirik sama hubunga kita"kata Dimas menatap Tasya sinis.
Tasya mati-matian, untuk menahan air matanya agar tidak tumpah. Tapi hasilnya nihil, air mata Tasya tumpah begitu saja.
Hati Tasya sakit, mendengar perkaraan Dimas "jangan dengarkan orang yang sirik sama hubungan kita" kalimat itu cukup sakit untuk Tasya.
"dasar cewek munafik"kata Tasya, membuat Dimas menatapnya tajam
"apa maksud lo HAH"bentak Dimas, membuat Tasya emosi.
"APA? LO GAK SUKA, GUE NGATAIN CEWEK LO MUNAFIK HAH? ITU KENYATAAN DIM, BUKA MATA LO. DIA ITU CEWEK ULAR, DIA CUMA MAU MANFAATIN LO DOANG"teriak Tasya penuh emosi
PLAK
Satu tamparan yang cukup keras, mengenai pipi mulus milik Tasya hingga membuatnya tersungkur kelantai.
Fara dan Putri, langsung membantu Tasya berdiri. Fara sangat marah, melihat sahabatnya disakiti orang lain. Terlebih lagi, seorang pria
"Dim, lo gila hah? Dia cewek bro, lo banci mukul cewek?"tanya Fikra, mendorong Dimas menjauh dari Tasya
"gue, gak punya sahabat yang berani main tangan kecewek"kata Revano, menatap tajam wajah Dimas.
"Dim, lo **** apa? Dia cewek, lo nampar dia bro"kata Raja marah
"an***g lo"kata Raka, mendorong Dimas
Sedangkan Tasya, dia hanya diam dengan tatapan kosong. Sungguh menyakitkan, mendapatkan tamparan dari pria yang disayanginya.
Putri menangis, melihat Tasya. Orang yang paling dekat dengannya, disakiti oleh seorang pria.
"Dim, makasih buat tamparan ini. Gue bakal ingat ini terus, gue cuma ingetin ke lo. Jangan percaya sama cewek itu, gue takut lo sakit hati nanti"kata Tasya, dengan air matanya yang sudah membasahi wajahnya.
"gue, percaya sama Naila. Dia sayang sama gue, gak mungkin dia bohong. Untuk apa lo lakuin ini hah? sandiwara lo basi Sya"kata Dimas, menarik Naila pergi dari kantin
Semua murid yang melihat kejadian itu, menjadi prihatin kepada Tasya.
Fara dan Putri, langsung memeluk Tasya. Sedangkan Tasya hanya diam, melihat Dimas yang pergi sambil menggandeng tangan Nailam
"gue lakuin ini, karena gue sayang sama lo Dim. Tapi gue terlalu pengecut, buat ngungkapin perasaan gue ke lo. Sakit banget, ngelihat lo lebih percaya dia. Dibanding gue
Mungkin setelah ini, gue bakal mundur Dim. Gue bakal pergi, dan hapus semua rasa sayang gue ke lo"batin Tasya
"maaf, disaat seperti ini gue gak ada buat lo Sya. Resiko ini, udah gue kasih tahu hari itu. Lo rela dibenci, demi Dimas bisa lepas dari cewek ular itu. Gue janji,bbakal buat cewek itu hilang dari bumi"batin Christy.
masih mengikuti moga
sampai akhir makin menarik
ini sih bukan di indo ini mah diluar Thor 😁😁😁... lanjuuuuttt thoorrr