Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .
Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .
Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰
Happy Reading 📖
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amber yang tiba-tiba Berubah
.
.
Amber turun dari Altar meninggalkan Matteo dan Hanabi yang duduk di kursi pelaminan menyambut tamu yang datang menghampiri mereka .
" dimana Crystal ? " tanya Amber menatap Delvin dan bergantian menatap Vano .
Kedua pria yang berbeda usia itu terlihat bingung keduanya melihat kearah kursi Crystal dan anak itu tidak ada di sana .
" tadi dia ada di sini. . " jawab Delvin
" benar nyonya.... nona kecil tadi ada disini " sambung Vano
Amber menghela napasnya dengan kasar " Vano cari Crystal aku tau saat ini dia sedang bersedih " ucap Amber
" baik nyonya " Vano segera beranjak berdiri setelah nya ia pergi untuk melakukan tugas yang di perintahkan oleh nyonya besar nya itu
Amber duduk di samping Delvin seraya meraih sebotol air minum dan meminum nya sampai setengah .
Delvin menatap istrinya itu " siapa wanita yang kau nikahkan dengan putramu itu Amber ? " bisik Delvin dengan suara pelan nya takut tamu undangan mendengar nya .
" dia adalah wanita yang sangat baik kau tenang saja .... " jawab Amber dengan tersenyum lembut ia sangat yakin jika Hanabi atau Merry itu adalah wanita yang sangat baik dan pantas bersanding dengan Matteo .
Delvin menghela napas nya dengan kasar " aku percaya kepadamu .... yang terpenting jangan sampai anak itu membuat nama keluarga Johnson buruk , jika itu sampai terjadi maka aku akan membuat dia menyusul kedua orang tua nya " ucap Delvin dengan nada bicaranya yang sangat serius .
Amber diam ia tidak menanggapi lagi apa yang di katakan oleh Delvin karena ia tau apa yang akan ia lakukan setelah ini .
Karena Matteo masih belum mengetahui siapa sosok wanita yang sudah sah menjadi istri nya itu .
.
.
.
Vano menyusuri aula hotel mencari Crystal tapi ia tidak kunjung menemukan anak itu " nona kecil kemana sih " gumam Vano
hingga kaki panjang nya melangkah kearah taman hotel dan di sana ia melihat seorang wanita cantik berpakaian pelayan berjongkok di hadapan seorang anak perempuan dan anak perempuan itu tak lain adalah Crystal putri tuan nya .
" siapa wanita berpakaian pelayan itu kenapa dia terlihat kenal dengan nona kecil " tanya Vano kepada dirinya sendiri .
Vano menghampiri kedua nya " Hhhmmmm .... " pria itu berdehem
Jenifer dan Crystal mendongakkan kepalanya menatap Vano dan dengan cepat Jenifer berdiri .
" ternyata kau yang membawa nona kecil ke taman ini ... " tuduh Vano kepada Jenifer
Tentu saja Jenifer yang di tuduh seperti itu tidak menerima nya ia menatap Vano dengan wajah kesal nya .
" maaf tuan .... Saya tidak berani melakukan itu ... Saya hanya seorang pelayan disini dan saya sedang mencari teman saya yang hilang entah kemana , dan kebetulan saya bertemu dengan Crystal , harusnya anda yang disalahkan kenapa anda membiarkan anak kecil duduk sendirian di taman bagaimana jika ada orang jahat dan menculik nya " jelas Jenifer panjang lebar
Vano yang mendengar itu membuka sedikit mulut nya syok tidak percaya dengan reaksi wanita cantik berpakaian pelayan di hadapan nya itu , wanita cantik ini sangat lah cerewet itu lah yang ada di pikiran Vano saat ini .
" kalo begitu saya permisi tuan .... lain kali jangan membiarkan anak kecil sendirian di jaman sekarang banyak terjadi kasus penculikan anak " setelah mengatakan itu Jenifer segera pergi dengan langkah nya yang sangat buruh-buruh .
ia tidak suka di tuduh seperti itu , dia adalah Jenifer seorang wanita yang tidak akan pernah melakukan kejahatan lagi kecuali kepada orang yang memang pantas mendapatkan balasan dengan semua kelakuan jahat nya yang sudah di lakukan nya .
Vano terdiam melihat nya , baru kali ini ia bertemu dengan seorang wanita yang cerewet seperti Jenifer .
Crystal menatap Vano " namanya kak Jeni ... Dia sangat baik dan dia teman kak Merry " ucap Crystal tiba-tiba
Vano menunduk ia menatap Nona kecil nya itu yang mata nya terlihat masih memerah karena menangis " Jeni, Merry siapa mereka .... ? " tanya Vano dengan wajah ingin tau nya
" om gak usah tau siapa mereka .... om pasti di suruh Oma kan mencari ku .... tapi aku tidak ingin kembali ke aula ... antar aku pulang om " ucap Crystal
Vano terdiam " jika om tidak ingin mengantarku pulang maka aku akan pulang sendiri ... " ucap Crystal lagi karena ia melihat Vano hanya diam saja
" baik Nona kecil .... Tapi Nona kecil harus memberi tahu nyonya besar terlebih dahulu " ucap Vano
" telpon saja om ... Atau kirimkan pesan kepada Oma ..... Crystal gak mau kembali ke aula itu sakit hatinya Crystal melihat papi menikah dengan model itu " ucap Crystal dengan wajah nya yang terlihat kembali bersedih
Vano menghela napasnya dengan panjang ia melihat kesedihan di mata anak itu " baik lah Nona. " ucap Vano dan terlebih dahulu ia mengirimkan pesan kepada Amber memberi tahu wanita itu jika ia mengantar Crystal pulang karena anak itu meminta ingin pulang .
.
.
.
Amber membaca pesan yang di kirimkan oleh Vano kepada nya , wanita paruh baya itu kembali menghela napasnya dengan panjang , tapi setelah ini Crystal pasti akan senang jika mengetahui wanita yang di nikahi oleh papi nya itu bukan lah Wika wanita yang tidak anak itu sukai , melainkan Merry seorang wanita yang ia kenal dan yang Crystal harapkan jika Merry yang akan menjadi ibu sambung nya , keinginan nya itu terkabulkan .
acara pernikahan Matteo dan Hanabi berjalan dengan lancar satu persatu tamu undangan sudah mulai pulang, Amber kembali menghampiri kedua nya .
" malam ini kembalilah ke Mansion mu .... jangan bermalam di hotel ada hal penting yang ingin mama beri tahukan kepada mu " ucap Amber
Matteo menatap ibu nya itu dengan kening yang mengerut kenapa hari ini Amber berubah menjadi seorang wanita yang banyak sekali peraturan nya , dan wanita paruh baya itu juga mendampingi Hanabi yang ia kira Wika naik ke atas alter pernikahan . Bukan kah Amber tidak menyukai Wika dan ia menentang pernikahan mereka tapi entah apa yang terjadi Amber terlihat menyukai istrinya itu .
" sayang ... kita pulang duluan .... Dan kau menyusul pakai mobil yang lain " ucap Amber dengan suara yang lembut kepada Hanabi seraya meraih tangan Hanabi untuk berdiri , tapi pada saat ia berbicara kepada Matteo nada bicara nya terdengar sangat datar .
Matteo tidak berkata apapun yang ada dipikiran nya saat ini kenapa ibu nya tiba-tiba berubah dan menyukai Wika .
Amber menggandeng tangan Hanabi turun dari Alter sebelum ia benar-benar pergi ia menghampiri Delvin terlebih dahulu .
" menyusul lah .... " ucap Amber
Delvin hanya diam ia terus memperhatikan Hanabi yang berdiri di sisi istrinya dengan gaun pengantin dan blusher veil tebal nya yang menutupi wajah nya .
" hhhhmmmm ..... Ingat apa yang sudah aku katakan kepadamu ... jangan sampai hal itu terjadi " ucap Delvin dengan nada bicara nya yang sangat tegas
Amber hanya menganggukkan kepalanya saja setelah nya ia membawa Hanabi pergi dari aula hotel .
Tanpa mereka sadari jika saat ini Hanabi tersenyum smirk saat melihat Delvin atau Zilong yang sudah berada di hadapan nya dan bahkan ia berhasil masuk kedalam keluarga pria itu .
.
.
.