NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Suamiku

Identitas Tersembunyi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:75
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.

Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makanan untuk Orang Tak Dikenal

Malam sudah larut, langit berwarna hitam pekat dengan titik-titik bintang yang bersinar lembut.

Safa menarik napas dalam-dalam saat meletakkan tas kerja berisi baju ganti di tungkai tunggu.

Jam sebelas malam – jadwal pulang yang sudah biasa bagi dia selama setahun bekerja sebagai pelayan di sebuah warung makan.

Baju seragam putihnya sedikit kusut karena terus menerus bergerak melayani pelanggan, rambut hitamnya yang biasanya diikat rapi kini sedikit berantakan, dan sepatu sandal kerja yang sudah mulai aus mengeluarkan suara pelan setiap kali dia menginjakkan kaki.

Namun wajahnya tetap terpampang senyuman tipis – pikiran tentang orang tuanya yang pasti sedang menunggu membuatnya tetap bersemangat.

"Hari ini dapat uang jajan lebih banyak dari biasanya," bisiknya sambil mengecek koin di kantong celana kerja. Tangan kirinya masih erat memegang kantong plastik kecil berisi nasi hangat dengan lauk tempe orek dan potongan ayam goreng – sisa makanan yang tidak terjual, diberikan oleh pemilik warung agar dibawa pulang untuk keluarga.

Saat melintas di trotoar sunyi yang hanya diterangi oleh satu lampu jalan yang mulai berkedip-kedip, sosok seseorang berjongkok di sudut jalan menarik perhatiannya.

Pria itu mengenakan kaos polos biru muda yang warnanya sudah memudar dan celana jeans sobek di bagian lutut. Rambutnya acak-acakan dan dia menunduk, seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat. Udara malam yang sejuk membuatnya sedikit menggigil.

"Kasihan ya... mungkin belum makan malam," ucap Safa pelan sambil berhenti di depan pria itu. Dia melihat wajahnya yang hanya terlihat sebagian – pipinya cekung dan bibirnya kering. Tanpa berpikir panjang, dia jongkok sehingga wajahnya sejajar dengan pria itu.

"Hallo... Kak mau makan nggak? Aku punya makanan sedikit aja sih," ujar Safa dengan suara lembut, sambil membuka kantong plastik yang langsung mengeluarkan aroma makanan yang menggugah selera.

Pria itu terkejut dan mengangkat kepalanya. Mata coklatnya yang dalam menatap Safa dengan tatapan bingung dan sedikit terkejut.

Dia adalah Riki, CEO dari sebuah perusahaan besar yang tengah terjebak dalam masalah besar – proyek utama mereka yang sudah dikerjakan selama setahun hampir gagal karena kesalahan sistem yang belum bisa ditemukan penyebabnya.

Malam ini dia hanya ingin melarikan diri dari kantor yang penuh dengan laporan buruk, jadi mengganti pakaian jadi sederhana dan keluar berkeliaran tanpa memberitahu siapapun.

"Aku... aku bukan pengemis lho," ucap Riki dengan suara pelan, sedikit tersipu karena dianggap orang yang tidak mampu.

Safa sedikit terkejut tapi segera tersenyum lagi. "Ah maaf ya Kak... tapi kamu keliatan kayak lagi susah aja. Makan aja dulu deh, daripada lapar kan? Aku juga sering tidak punya uang makan waktu kecil lho," ujarnya sambil mendorong makanan lebih dekat ke arah Riki.

Riki melihat makanan di depan matanya, lalu kembali melihat wajah Safa yang penuh perhatian. Belum pernah ada orang memperhatikannya seperti ini – semua orang di sekitarnya hanya melihat dia sebagai CEO yang sukses, bukan sebagai manusia yang bisa merasa tertekan dan lapar.

"Terima kasih banyak ya... namaku Riki," ucapnya dengan suara lebih jelas.

"Safa. Sama-sama ya Kak Riki," jawab Safa sambil berdiri perlahan. "Aku harus pulang sekarang, kalau tidak Ayah dan Ibu khawatir. Semoga masalah kamu cepat selesai ya!"

Tanpa menunggu jawaban lagi, Safa berbalik dan berjalan menjauh dengan langkah cepat. Riki menatap sosoknya yang hilang di kejauhan, lalu melihat makanan di depan dirinya. Dia mengambil sendok plastik yang ada di dalam kantong dan mulai makan perlahan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!