NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Badai di Padang Pasir

BAB 28: Badai di Padang Pasir

Maret 2026 yang seharusnya menjadi bulan penuh kemenangan bagi Matahari Food justru berubah menjadi ujian kesabaran yang membakar. Kabar buruk itu datang melalui panggilan video terenkripsi dari Pak Hendra di Melbourne dan agen Mr. Hassan di Dubai. Di rak-rak supermarket tempat Basreng Matahari mulai berkibar, kini muncul produk kompetitor dari korporasi raksasa dengan harga yang hampir sepertiga dari harga Nayla.

"Nay, situasinya kritis," ujar Ranti sambil menunjukkan data penjualan di layar monitor pabrik. "Laporan dari Dubai menunjukkan bahwa Global Taste Corp memberikan diskon gila-gilaan. Mereka bahkan memberikan bonus satu kardus gratis untuk setiap pembelian sepuluh kardus kepada pemilik toko. Beberapa toko mulai memindahkan posisi Basreng Matahari dari rak depan ke pojok bawah yang gelap."

Nayla berdiri di depan jendela kantor pabriknya yang megah, menatap panel surya yang sedang menyerap cahaya pagi. Ia merasa seperti sedang berada di tengah badai pasir. "Mereka tidak hanya membakar uang, Ranti. Mereka sedang mencoba mencekik leher kita dengan modal mereka yang tak terbatas."

Krisis semakin meruncing saat sebuah surat pengunduran diri mendadak datang dari salah satu distributor lokal utama Nayla di Jakarta. Ternyata, korporasi raksasa tersebut juga melakukan pendekatan di dalam negeri, menawarkan insentif yang sangat besar agar para distributor berhenti menjual produk Nayla. Ini adalah taktik bumi hangus. Mereka ingin memutus jalur napas Nayla dari hulu hingga hilir.

"Ini pengkhianatan!" seru Ayah Nayla yang kini menjabat sebagai pengawas gudang. "Kita sudah membantu mereka sejak awal, sekarang mereka meninggalkan kita demi uang receh dari raksasa itu?"

Nayla menarik napas panjang. Ia teringat kembali ke tahun 2024, saat ia masih mengulek bumbu di dapur sempit. Saat itu tantangannya adalah "bisa makan atau tidak". Sekarang, di tahun 2026, tantangannya adalah "bertahan dengan prinsip atau hancur karena keserakahan".

"Kita tidak akan ikut perang harga, Ranti. Kalau kita turunkan harga, kita harus memotong gaji karyawan atau mengurangi kualitas bahan baku. Saya tidak akan pernah melakukan itu," ujar Nayla dengan nada yang sangat dingin namun mantap.

"Lalu apa rencana kita, Nay? Stok di gudang mulai menumpuk karena pengiriman tertunda," tanya Bagas cemas.

Nayla mengambil satu kaleng emas Basreng Matahari miliknya. Ia menatap kode QR di belakangnya. "Kita akan menyerang balik dengan kejujuran. Kita akan jalankan kampanye 'Bukan Sekadar Camilan'. Kita akan tunjukkan kepada dunia bahwa setiap keping basreng ini adalah kehidupan bagi petani di Garut, sekolah bagi anak-anak karyawan kita, dan harapan bagi lingkungan yang bersih karena pabrik kita tanpa emisi."

Nayla mulai melakukan gerakan yang sangat berani. Ia mengundang para pemberi pengaruh (influencer) kuliner dunia dan aktivis lingkungan untuk datang ke pabrik hijaunya secara virtual. Ia membiarkan kamera masuk ke dalam kehidupan para pekerjanya. Ia memperlihatkan bagaimana Mak Sumi kini bisa menabung untuk masa tua, dan bagaimana limbah pabriknya kini menjadi pupuk organik bagi warga sekitar.

Efeknya luar biasa. Di tengah dunia tahun 2026 yang semakin muak dengan produk massal hasil eksploitasi, narasi Nayla tentang "Bisnis dengan Jiwa" menjadi magnet. Masyarakat di Dubai dan Melbourne mulai membuat gerakan di media sosial dengan tagar #JusticeForSunshine dan #RealTasteRealImpact.

Konsumen mulai memprotes toko-toko yang menyingkirkan Basreng Matahari. "Kami tidak mau camilan murah yang diproses secara kimiawi oleh mesin dingin. Kami mau camilan yang punya cerita dan menghidupi manusia!" tulis salah satu ulasan populer dari seorang blogger Dubai.

Dalam waktu satu minggu, keadaan berbalik. Mr. Hassan menelepon dengan suara riuh di latar belakang. "Nayla! Anda luar biasa! Permintaan justru melonjak dua kali lipat setelah kampanye itu. Orang-orang di sini justru curiga kenapa produk raksasa itu bisa sangat murah. Mereka takut akan kualitasnya. Kirimkan sisa pesanan secepatnya, saya sudah bicara dengan pemilik ritel, mereka akan memberikan posisi rak terbaik lagi!"

Nayla terduduk lemas di kursi kerjanya. Kemenangan ini jauh lebih manis daripada sekadar angka di rekening. Ia menang karena ia tetap setia pada nilai-nilai kemanusiaannya.

"Raksasa mungkin punya kekuatan untuk mengguncang tanah, tapi mereka tidak pernah punya akar yang kuat untuk menyentuh hati. Harga bisa dipermainkan, modal bisa dibakar, tapi integritas adalah mata uang yang tidak akan pernah mengalami inflasi. Saat mereka mencoba memadamkan cahaya kita dengan tumpukan modal, tetaplah bersinar dengan kejujuran. Karena pada akhirnya, orang akan selalu memilih matahari yang menghangatkan daripada lampu neon yang palsu. Badai pasir ini belum berakhir, tapi pondasi kami kini jauh lebih dalam dari yang mereka duga."

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!