NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:474.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalian menumpang dirumahku

"Bibi masuk lebih dulu, aku ada kerjaan mendesak," ucap Elina sambil menghentikan mobilnya tepat di depan paviliun kecil yang biasa ditempati Bi Wati.

"Baik, Non. Makasih ya untuk hari ini," jawab Bi Wati tulus. Wajahnya tampak lelah, tapi matanya berbinar melihat beberapa paper bag butik ternama yang Elina belikan tanpa banyak kata tanya.

"Sama-sama, Bi," sahut Elina sambil tersenyum tipis.

Bi Wati turun dari mobil, menggenggam beberapa tas belanja yang terasa berat di tangannya. Kakinya melangkah perlahan menuju kamarnya. Sore itu udara terasa sejuk, tapi hatinya terasa hangat—setidaknya sampai ia mendengar suara yang membuat langkahnya terhenti.

"Bagus ya, seharian keluyuran," ucap Amelia dengan nada sinis, berdiri di dekat ruang tengah sambil menatap Bi Wati dari ujung kepala hingga kaki.

Bi Wati menghentikan langkahnya. Tangannya yang memegang paper bag berlogo butik ternama itu sedikit bergetar.

"Maaf, Nyah... Bibi hanya—"

"Hanya apa hah?" Amelia memotong tajam.

Amelia melangkah lebih dekat, tatapannya menusuk. "Enak sekali hidup kamu sekarang. Pergi pagi, pulang sore, bawa belanjaan segembreng. Sementara kami di rumah sampai harus pesan makanan karena kamu tidak ada!"

Belum sempat Bi Wati menjawab, langkah kaki Ares terdengar mendekat dari arah ruang kerja. Ia menatap belanjaan di tangan Bi Wati, alisnya langsung terangkat.

"Ini semua dari Elina?" tanyanya dengan nada tidak percaya.

"Iya, Den," jawab Bi Wati pelan, berusaha tetap tenang meski dadanya terasa sesak.

"Lihat, Res!" Amelia kembali berseru. "Untuk pembantu saja dia royal begini. Ke Mama kamu saja perhitungan setengah mati!"

"Masalah buat kalian kalau aku yang bayarin Bi Wati?" suara Elina tiba-tiba terdengar dari belakang mereka, dingin dan tajam.

Ketiganya kompak menoleh. Elina berdiri beberapa langkah dari mereka, wajahnya datar dengan senyum tipis yang sulit ditebak artinya.

"Elina, kenapa kamu belanjain Bi Wati sebanyak ini?" ucap Amelia cepat mengganti raut kesalnya menjadi wajah pura-pura lembut. "Dia hanya seorang pembantu, Nak. Sedangkan Mama kamu gak pernah kamu ajak shopping."

Elina menatap malas. Ia tahu betul mertuanya ini sangat pandai berakting.—seolah-olah tidak pernah berkata kasar pada Bi Wati sebelumnya.

"Mama bisa beli apa yang Mama inginkan, kan?Mas Ares setiap bulan juga selalu transfer ke Mama," ucap Elina datar. "Bahkan uang bulanan aku yang diberikan Mas Ares lebih banyak dibandingkan Mama."

Amelia terdiam, napasnya tercekat.

"Elina..." tegur Ares.

"Apa, Mas?" Elina menoleh tajam. "Fakta, kan, yang aku katakan? Jadi kalian gak usah marah kalau aku membelikan sesuatu pada siapa pun, termasuk Bi Wati. Ingat, uang yang aku pakai itu uang aku sendiri."

Amelia mengepalkan tangannya diam-diam. "Elina, ingat, dia hanya seorang pembantu. Dia melupakan pekerjaannya, membuat Mama dan yang lain kelaparan..."

"Jangan bilang Bi Wati hanya seorang pembantu!" potong Elina cepat. "Bi Wati sudah kuanggap Ibu aku sendiri. Soal kelaparan, apa kalian tidak bisa memasak sendiri, hah? Jangan bertingkah seolah-olah kalian ini tidak punya tangan dan kaki!"

Suasana mendadak hening. Suara Elina menggema di lorong rumah, dingin namun penuh tekanan.

"Selama ini Bi Wati yang mengurus rumah ini dari pagi sampai malam, mengurus kalian tanpa mengeluh," lanjut Elina menatap satu per satu wajah mereka. "Sekali saja dia pergi denganku, kalian merasa dunia runtuh?"

Bi Wati menunduk, matanya berkaca-kaca. "Non, Bibi tidak apa-apa. Jangan sampai Non ribut karena Bibi," ucapnya lirih.

Elina menoleh, nada suaranya langsung melunak. "Bibi tidak salah apa pun. Yang salah itu orang-orang yang terbiasa dilayani tapi tidak pernah tahu berterima kasih."

"Elina! Kamu sudah kelewatan pada Mama!" bentak Ares. "Mama hanya mengingatkan Bi Wati pada kewajibannya. Dia digaji untuk bekerja, bukan untuk dimanjakan."

Elina menatap Ares tanpa berkedip. "Digaji untuk bekerja?" ulangnya pelan. "Mas tahu tidak, sejak aku menikah denganmu, satu-satunya orang yang benar mengurus rumah ini cuma Bi Wati. Mama kamu? Papa kamu? Kamu sendiri?" Elina tertawa kecil pahit. "Kalian cuma tahu terima beres."

Ares hendak membalas, tapi Elina melangkah mendekat. Ares refleks mundur setengah langkah.

“Kalau Bi Wati digaji, aku juga berhak memperlakukannya dengan hormat,” lanjut Elina dingin. “Dan satu hal lagi—jangan pernah lagi merendahkan orang yang setia padaku. Itu sama saja merendahkanku.”

Amelia naik pitam. “Berani sekali kamu mengajari kami di rumah ini, Elina! Jangan lupa, kamu itu menantu di sini!”

Elina tersenyum tipis.

“Menantu?” katanya ringan.

“Ya, aku tidak lupa aku menantu di sini. Dan kalian juga jangan lupa… kalian menumpang di rumah aku.”

Amelia tercekat.

“Elina…” Ares mencoba menyela.

Elina menoleh tajam. “Mas, kalau kamu masih mau disebut suamiku, belajar dulu menghargai orang-orang di sekitarmu. Mulai dari Bi Wati.”

Ia menatap Bi Wati. “Bibi, masuk kamar. Simpan belanjaannya. Jangan dengarkan siapa pun.”

Bi Wati mengangguk dengan air mata yang jatuh di pipinya, lalu melangkah pergi.

Begitu Bi Wati menghilang, Elina kembali menatap mereka.

“Dan satu lagi,” ucapnya dingin.

“Rumah ini bukan panti asuhan orang dewasa. Kalau besok Bi Wati libur lagi dan kalian kelaparan… masak sendiri.”

Setelah itu Elina pergi, meninggalkan keheningan.

“Res, bagaimana ini? Elina sudah sangat berubah,” gumam Amelia kesal.

“Aku tahu itu, Mah…”

“Kita tidak bisa begini. Elina sudah terang-terangan menginjak kita,” ucap Amelia penuh dendam. “Res, kamu harus mengalihkan semua aset Elina.”

Ares mengangguk pelan, tangannya mengepal. “Iya, Mah… aku harus segera mengalihkan semuanya.”

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!