Percaya gak cowok berandalan itu bisa berubah hanya karna satu cewek?!
Orang yg super dingin hampir ke semua orang, tapi dengan mudahnya luluh ke satu cewek?!
Klise sekali bukan? Yapss
Tapi cerita Cakra dan Adara kali ini tidak akan se klise yg kalian pikirkan. Bayangkan saja jika cowok yg dunia nya sangat bar-bar di persatukan dengan gadis yg hidupnya sangat teratur. Bagaimana mereka menyeimbanginya? Langsung baca aja, sapa tau kamu suka :)
Cakra pradikta (18 tahun)
Adara putri (17 tahun)
Kalau misal ada kesamaan cerita saya dengan cerita orang lain berarti itu tanpa sengaja bahkan kalau alur ceritanya betul-betul sama itu bukan saya yg plagiat tapi orang lain, karna saya nulis cerita ini sesuai pemikiran sendiri.
Terimakasih jangan lupa senyum:)
°°°°°
instagram : a.mtmna
wattpad : cikiicikii
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andi mutmainna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
D.u.a.d.e.l.a.p.a.n
Sebelum baca l i k e dulu yee (・'з'・)
Cakra langsung mengernyitkan alis nya, dia bingung mengapa Aura tidak bilang yg sebenar nya pada Pandu bahwa dia dan Adara menikah, mengapa Aura malah bilang dia dan Adara pacaran pada Pandu.
"Lo ga tau apa-apa du, ga usah ikut campur!" Pandu hanya menyeringai mendengar perkataan Cakra barusan.
"Tolong du, lo gapapa ganggu gue tapi jangan ganggu adara" tambah Cakra lagi.
"Gua ga bakal lepasin lo bedua, kecuali dengan satu syarat!"
"Apa?" Cakra menatap Pandu tajam.
"Lo sama gue balapan, kalau lo menang gue lepasin lo sama adara. Tapi kalau lo kalah, lo harus siap lepasin adara!"
"Lo gila hah?! Mana bisa gue lepasin adara!"
"Ya gue ga mau tau lah, atau jangan-jangan lo takut kalah sama gua?!" ego Pandu.
Cakra terlihat berpikir sebentar, dia sudah cukup lama tak balapan motor. Ada keraguan di hati nya jika harus balapan lagi dengan Pandu. Dan dalam balapan kali ini tidak mungkin dia mempertaruhkan hubungan nya dengan Adara.
"Pokok nya bentar malem lo gue tunggu, kalau lo ga dateng jangan salahin gue kalau gue buat sesuatu yg lo ga suka!" ucap Pandu lalu beranjak pergi tanpa menunggu jawaban dari Cakra.
Setelah melihat kepergian Pandu, Cakra langsung mengacak-ngacak rambut nya frustasi. Haruskah dia menerima syarat Pandu atau tidak, tapi jika dia menolak sesuatu yg buruk bisa saja terjadi pada Adara. Jadi mau tidak mau dia harus mengikuti kemauan pandu untuk balapan.
~~
07 : 45 PM
Cakra dan Pandu sekarang sudah bersiap untuk balapan. Cakra memang tidak pulang dan hanya mengabari ke Adara bahwa dia akan pulang tengah malam, bahkan Cakra tidak memberitahu alasan nya tidak pulang malam ini.
Sebelum nya Adara tidak menaruh curiga kepada Cakra, tapi lambat laun perasaan nya mulai tak enak. Daritadi pikiran nya hanya ingin bertemu Cakra. Karena itulah akhir nya dia memutuskan untuk menelfon Cakra, tapi sayang Cakra tak mengangkat telfon nya, hingga dia beralih menelfon Azka teman Cakra.
"Hallo kak, Cakra bareng sama ka azka ga?
"Iyah dar, emang cakra ga ngasih tau? "
"Ngasih tau apa ka?"
Azka terdiam sebentar, dia berpikir apakah harus memberi tahu Adara atau tidak, karna seperti nya Cakra menyembunyikan balapan nya dari Adara. Azka berpikir sebentar untuk mencari alasan yang pas agar Adara tidak curiga bahwa Cakra sedang balapan saat ini.
"Azka ayoo, cakra sama pandu udah mau start!" belum sempat Azka menjawab pertanyaan Adara, Dion berteriak memanggil nya hingga Adara mendengar ucapan Dion barusan di telfon.
"Cakra sama pandu start? Itu Maksud nya apa ka? Start apaan? Cakra mau ngapain?" Adara tiba-tiba panik ketika mendengar nama Pandu di sebut, dia menghujani Azka dengan berbagai pertanyaan.
"Ha? Mm ga dar, mungkin lo salah denger, cak---"
"Gak gak gak, gue yakin pasti ada sesuatu, gue ga salah denger. Sekarang pokok nya ka azka kirim lokasi kaka sekarang!" sanggah Adara yakin dengan pendengaran nya.
"Tapi dar--"
"Pokonya kirim sekrang ka!" Tiit tiit tiit..
Adara langsung mematikan telfon nya. Dia langsung berlari ke kamar mandi untuk ganti baju. Dia tidak peduli dengan apapun, inti nya sekarang dia harus ketemu Cakra dia yakin ada yang tidak beres dan akan terjadi sesuatu. Tak lama azka sudah mengirim lokasinya, dia mau tak mau harus mengirim nya toh Adara tetap akan tahu nanti nya.
Saat Adara tiba di lokasi balapan Cakra dan Pandu, dia langsung mencari Cakra tapi dia tak menemukan nya. Tiba-tiba Adara melihat Azka dan dua teman Cakra lain nya, dia langsung menghampiri mereka.
"Cakra dimana ka?" tanya Adara raut wajah khawatir.
"Mm anuu, Cakra lagi balapan sama pandu. Mungkin bentar lagi sampe finish disini" jelas Azka ragu.
Adara tak bisa merespon perkataan Azka barusan, pikiran nya sekarang hanya tertuju pada suami nya Cakra. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Cakra, bagaimana jika Pandu berlaku curang. Adara sudah sudah tidak bisa menahan kekhawatiran nya. Dan yang bisa dia lakukan sekarang hanya bisa menunggu Cakra.
Tak lama dua motor dari arah yg sama tiba di garis finish yg telah di tentukan, semua orang yg menyaksikan kedatangan motor pertama langsung bersorak-sorak. Sedangkan Adara hanya menatap datar dan tak bereaksi sedikit pun. Dalam pikiran nya setidak nya Cakra tidak kenapa-kenapa saat balapan.
Dan yahh, pemenang nya adalah Pandu. Cakra yg melepas helm nya langsung membanting nya sembarang. Sedangkan Pandu jangan tanya, dia sudah tersenyum bangga dan menatap Cakra dengan tatapan meremehkan karena kemenangan kali ini adalah milik nya.
"Sesuai janjii, lo harus tinggalin adara!" mendengar itu Cakra langsung menatap tajam kepada Pandu.
Cakra masih tidak menyadari kehadiran Adara yg sudah berdiri diantara penonton, Adara hanya bisa menatap Cakra dengan wajah kecewa, bagaimana bisa Cakra menjadikan nya sebuah taruhan dalam balapan seperti ini.
"Lo denger kagak!! Sesuai janji, lo harus tinggalin adara!!" tambah Pandu lagi.
"Nggak bisa!!" tiba-tiba Adara bersuara dan menghampiri Cakra dan Pandu. Cakra langsung kaget ketika menyadari kehadiran istri nya itu, dia langsung mengalihkan pandangan nya kepada tiga sahabat nya dengan tatapan tajam, Rio dan Dion langsung menunjuk ke arah Azka, sedangkan Azka hanya bisa memasang cengiran kaku nya, karna memang ini ulah nya sehingga Adara bisa berada disini.
"Bagaimana bisa lo misahin orang yg udah nikah!! Ngotak gak lo??!" tambah Adara lagi dengan nada suara keras.
Pandu langsung mengernyitkan alis nya, dia kaget ketika mengetahui Cakra dan Adara adalah suami istri. Selama ini yang dia ketahui dari Aura adalah Cakra dan Adara hanya berpacaran.
Setelah mendengar pengakuan Adara barusan Pandu baru menyadari bahwa dia telah melakukan hal yg menjijikan, dia benar-benar sudah termakan akan kata-kata Aura. Senakal-nakal nya diri nya, dia tidak akan tega memisahkan hubungan orang yg sudah menikah.
"Kalian udah nikah?" tanya Pandu masih tak percaya.
"perlu bukti?! Nih!!" balas Adara seraya memperlihatkan cincin di jari manis nya, Pandu yg melihat itu juga langsung mengalihkan pandangan nya ke jari tangan Cakra, dan yah mereka memang memakai cincin yg sama.
Pandu langsung mengacak-ngacak rambut nya frustasi, "Gue minta maaf" setidak nya itu yg di katakan nya sebelum berbalik dan beranjak pergi begitu saja. Jujur saja, Pandu telah merasa kecewa kepada diri nya sendiri karna telah melakukan hal seperti itu pada Cakra dan Adara, alasan dia menyesali perbuatan nya adalah karna dia merupakan anak broken home, itu sebab nya dia sangat membenci yg nama nya perpisahan dalam sebuah hubungan pernikahan. Dia tidak ingin menjadi perusak hubungan pernikahan orang lain, karna dia pernah merasa sakit karna hal tersebut.
Sepeninggalan Pandu, dari tadi Cakra hanya tertunduk diam. Dia tau Adara merasa kecewa dengan apa yg dia lakukan. Dia bahkan tidak berani untuk menatap gadis yg sudah berdiri di hadapan nya itu.
"Aku kecewa sama kamu!" ucap Adara yg menatap Cakra dengan datar.
~~
N e x t!
m a k a s i h s u d a h m a u b a c a :)
.Semangat thor,Aku mampir..💪💪🙋🙋
gw Ampe salah tingkah sendiri 😩💗