NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan yang harus di ungkapkan

Cassandra duduk di ruangan pribadi nya. Menatap lurus ke depan entah apa yang di tatapnya. Cassandra asli orang yang cerdas, tapi juga bodoh. Dia pintar dalam segala hal, tapi bodoh menilai seseorang. Selin tentu tidak akan bisa mengalahkan Jordan kalau dia tidak tahu alur di novel yang sebenarnya. Kehancuran Jordan persis dengan yang di alami Georgio didalam novel, setelah Georgio hancur, Jordan membunuhnya.

Selin sudah merubah alur cerita ini, Jordan sekarang hancur. Bedanya dia tidak sehancur Georgio dalam novel. Jordan hanya kehilangan semua asetnya. Tapi masih ada sedikit saham milik Imanuel, ayahnya yang mungkin akan membantunya. Tentunya tidak sehebat Cassano.

Kalau tidak tahu alur sebenarnya, mungkin Selin tidak akan bisa menyelesaikannya. Meskipun alurnya sudah berubah, tapi masih ada kesamaan yang harus Cassandra ubah, tentunya harus di rubah, karena semua alur cerita di novel asli tidak memiliki ke Adilan untuk Georgio. Maka dari itu, Selin akan membuat Georgio menang dalam segala hal.

Di kantor pribadinya. Cassandra meletakkan benda pipih ke telinga nya. Saat Luna menghubungi nya. Cassandra diam menunggu ucapan dari orang diseberang sana.

“Rumah sakit itu terletak di sebuah lembah terpencil di Pegunungan Alpen Swiss, Nona Cess. sangat ketat keamanannya,” lapor Luna. “Saya harus menyamar sebagai konsultan keuangan yang sedang mengevaluasi investasi. Saya kirimkan detailnya.”

Luna mengirimkan sebuah dokumen. Cassandra menghidupkan load speaker dan segera membacanya.

“Diagnosis awal adalah depresi klinis akut pasca-trauma berat. Pemicunya adalah tekanan publik yang meluas saat ia meninggalkan Georgio. Dia merasa bersalah, dan tekanan dari Jordan membuat traumanya memburuk,” Luna menjelaskan.

“Statusnya?”

“Perkembangan sangat positif. Dia menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam enam bulan terakhir. Dia sudah sedikit stabil, sudah diizinkan melakukan sesi terapi di luar ruangan" Luna menjeda, “Fasilitas itu memberikan tanggal pemulangan, Nona. Mereka memperkirakan Annabella siap untuk kembali dalam waktu satu bulan ke depan.”

Jantung Cassandra berdetak dua kali lebih cepat. Protagonis itu akan kembali.

“Apakah Georgio tahu?"Luna menggeleng.

“Sepertinya tidak. Tapi tuan Georgio Cassano aneh,” kata Luna. “Semua jejak pengawasan dan pendanaan dari Tuan Cassano ke fasilitas ini menghilang total. Semuanya sudah di urus orang tua Annabella. Tidak ada lagi campur tangan tuan Cassano, seolah-olah Tuan Cassano telah sepenuhnya melepaskannya."

Luna mengangkat bahu. “Atau, dia ingin kita berpikir begitu. Apapun alasannya, Nona Cess, Annabella akan kembali."

Cassandra memang tidak habis fikir dengan Georgio, jelas sekali Georgio pernah mendanai pengobatan Annabella, kenapa sejak ketahuan oleh Cassandra, semuanya dihentikan? Apa Georgio tau Cassandra memata-matai Annabella dan sengaja melakukan itu? Kalau benar, Kenapa?

"Tunggu dulu, apakah selama ini Jordan tidak ikut campur tentang masalah istrinya?"heran Cassandra, karena riwayat transaksi biaya pengobatan Annabella tidak ada nama Jordan.

"Dia tidak peduli dengan istrinya, menurut yang tidak sengaja saya ketahui. Jordan mengembalikan Annabella ke orang tuanya tanpa memberikan apa pun, saat ini orang tua Annabella masih mengurus proses perceraian mereka." Cassandra mengangguk mengerti. Tapi, Jordan bukan seperti protagonis, justru dia lebih cocok menjadi antagonis. Sepertinya masalah ini tidak semulus yang dipikirkan.

Cassandra diam, menutup matanya sejenak. “Terima kasih, Luna. Tugasmu sudah selesai.”

★★★

Rembulan memancarkan cahayanya yang indah, dihiasi bintang-bintang. Suasana malam ini terasa sangat damai. Tapi tidak dengan Cassandra, dia merasa hatinya gelisah, sedih, kesal, semua bercampur aduk menjadi satu.

Malam ini Cassandra lagi-lagi berdiri dibalkon kamarnya. tempat ternyaman nya. Dengan menatap hamparan kota. Cassandra masih memikirkan tentang Annabella. Dia akan kembali, Cassandra menunggunya. Ingin melihat seperti apa reaksi Annabella saat tau Georgio tidak lagi mencintainya.

Cassandra tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Georgio yang pernah mengatakan tidak lagi mencintai Annabella. Tapi Cassandra percaya kalau Annabella adalah gambaran dari rasa sakitnya. Mengingat Annabella, membuat Georgio sadar, bahwa cintanya tidak akan selalu bisa berpihak padanya.

Cassandra yang tengah memeluk dirinya sendiri lantaran dinginnya angin malam, merasakan kehangatan saat tangan seseorang melingkar di pinggangnya, dari belakang. Cassandra sedikit terkejut, namun setelah itu dia membiarkan, karena dia tahu siapa pemilik tangan itu.

Georgio menyandarkan kepalanya ke tengkuk Cassandra. Merasakan nyamannya tubuh istrinya, beralih menciumi telinga Cassandra, membuat Cassandra menutup mata merasakan sensasinya.

"Aku merindukan mu."bisiknya yang terdengar menggoda Cassandra.

Cassandra hanya diam, tidak merespon apa pun. Dia terus membiarkan Georgio menciumi setiap lekuk lehernya, menjilat tipis hingga tanpa sadar Cassandra mengeluarkan desahan kecil. Memancing junior Georgio untuk bangun.

Georgio membalikkan tubuh Cassandra dan menatapnya penuh gairah. Dia mendorong pinggang Cassandra lebih dekat dengannya, tangan sebelahnya membelai wajah Cassandra.

"Kamu... Selalu cantik."bisiknya tepat di hadapan Cassandra. Cassandra yang mendengar itu tentu saja merona, tapi mengingat siapa dirinya Cassandra kembali menormalkan raut wajahnya.

Tanpa mengucapkan apapun lagi, Georgio langsung mencium bibir Cassandra, melumatnya pelan. Tidak ada respon dari Cassandra, Georgio melumat penuh tuntutan hingga akhirnya Cassandra membalasnya. Ciuman itu penuh gairah, puas dengan bibirnya Georgio beralih menciumi leher Cassandra meninggalkan tanda kepemilikannya disana.

Georgio menggendong Cassandra, membawanya masuk kedalam kamar. Setelah membaringkan Cassandra di ranjang, Georgio menatapnya lekat. Ruangan itu diselimuti cahaya rembulan yang samar, menciptakan bayangan panjang menari di dinding.

“Aku tidak suka rahasia, Cassandra,” ucap Georgio, suaranya kini kembali dingin dan serius, kontras dengan sentuhan lembutnya tadi. “Mari saling terbuka."

Georgio ingin Cassandra jujur kepadanya, tentang perselingkuhannya. Tapi Cassandra tidak pernah membuka suara tentang itu. Georgio tentu tau semuanya, dia memantau apa pun yang Cassandra lakukan, saat Cassandra mengusir mantan pacar dan ibunya. Georgio tahu. Tapi dia tidak membahasnya karena ingin Cassandra yang menceritakan nya duluan, dia ingin Cassandra jujur kepadanya. Tentang hatinya, tentang perubahannya. Karena selama ini Georgio bingung, tapi dia juga senang, dan dia bersumpah tidak ada satupun orang yang bisa merebut miliknya.

Cassandra membalas tatapan Georgio, menarik napas panjang. Ia tahu saatnya telah tiba. Jika ia ingin membangun sesuatu yang nyata dengan Georgio, kejujuran adalah satu-satunya jalan.

“Georgio. Masa lalumu, akan segera kembali,” kata Cassandra.

Georgio mengerutkan kening. "Maksudnya, Annabella?"

Cassandra mengangguk. "Apa yang kamu ketahui tentang Annabella?” Georgio bertanya lagi.

“Aku tahu segalanya,” jawab Cassandra, suaranya tenang. “Aku tahu dia berada di fasilitas elit di Eropa. Aku tahu kamu terus mengawasi perkembangannya, setidaknya sampai beberapa bulan terakhir. Dan aku tahu bahwa Annabella sedang dalam tahap pemulihan.”

Georgio memegang pipi Cassandra, membelainya menggunakan ibu jarinya.. “Kamu menyelidiki se detail itu? Kenapa? Apa kamu takut dia akan kembali dan membuat masalah?”

“Tidak,” Cassandra menggeleng. “Aku tidak takut dia akan membuat masalah. Aku takut dia akan kembali dan mengambil kembali apa yang dia anggap miliknya.” Georgio tersenyum kecil.

“Aku?"Georgio tersenyum kecil. "Aku bukan miliknya,” ujar Georgio, “Dia memilih pergi, Dia meninggalkanku, Aku sudah menghapus bayangannya sejak lama." Cassandra menatap wajah Georgio lamat, mencari kebohongan. Tapi dia tidak menemukannya di sana.

“Gio. dia adalah masalalu mu,” bisik Cassandra, kata-kata itu terasa berat dan pahit. “Dia adalah cinta pertamamu, gadis baik, lembut, yang dikorbankan demi dendam. Jordan menyerangnya karena dia tahu itu akan menyakitimu. Kamu sendiri yang menempatkannya di sana.”

Cassandra memegang pipi Georgio, lalu tangan turun meletakkan di dada bidangnya.

“Aku sudah mengirim mata-mataku. Aku butuh kepastian, apakah Annabella kembali dan menjadi ancaman bagiku,” jelas Cassandra. “Aku harus siap menghadapi wanita yang akan kembali untuk merebutmu."

Georgio menatap jauh ke mata Cassandra. Di sana, ia tidak melihat kecemburuan murahan. Cassandra tidak takut bersaing, ia hanya ingin menghadapi musuhnya dengan persiapan matang.

“Apa yang kamu temukan?” tanya Georgio, suaranya melunak.

“Mata-mata terbaikku memberiku laporan lengkap seminggu yang lalu,” kata Cassandra. "Katanya tidak lama lagi, kemungkinan Annabella akan pulang. Aku menunggunya, tapi aku juga sedikit takut kamu kembali mencintainya."

Mendengar itu Georgio membungkam mulut Cassandra dengan bibirnya. Melumat nya penuh kelembutan, bukan sekedar hasrat, tapi ketulusan, seakan menyalurkan rasa hangat yang ada dalam hatinya untuk Cassandra.

Gerogio melepas tautannya dan kembali menatap Cassandra. "Sajak dia mengkhianati ku, aku tidak menginginkan nya lagi. Sebenarnya..."Georgio menggantung kata-katanya. "Waktu menikah dengan mu, aku tau kamu keberatan karena perjodohan. Tapi sebenarnya aku tidak."Cassandra mengerutkan dahinya tidak mengerti.

"Maksudnya."

"Awalnya aku tidak keberatan dengan pernikahan kita. Melihat wajah jutek kamu, wajah antagonis kamu, aku suka. Tapi... Lama-kelamaan aku lelah, karena kamu tidak pernah menatap aku, kamu jelas sekali tidak berniat membuka hati untukku."Cassandra kembali mengerutkan dahinya. Jelas ini tidak ada penjelasan di novel. Kalau Georgio dari awal sebenarnya tertarik dengan Cassandra. Di novel mereka selalu perang dingin, baik Georgio mau pun Cassandra. Terkadang Cassandra yang selalu mencari masalah dengan semua ucapan pahitnya. Tapi Georgio tetap diam, apa diamnya karena itu? Karena dia sedikit memiliki rasa terhadap Cassandra? Tak heran dia cepat berubah seperti ini, karena menurutnya Cassandra berubah memang untuknya.

"Kalau kamu suka orang yang seperti itu, kenapa cintanya dengan Annabella yang jauh beda dengan aku?"Georgio diam, menatap lamat wajah Cassandra.

"Dia baik, dia imut. Ku akui dia memang selembut itu, tidak seperti dirimu, kamu kasar, egois, licik, tapi..."Cassandra menaikkan sebelah alisnya menunggu ucapan Georgio selanjutnya. "Tapi dia tidak sehebat kamu. Kamu kelihatan keras diluar tapi lembut didalam. Annabella... Aku tidak tau siapa dia, padahal aku sudah lama bersamanya tapi aku tidak pernah melihat ketulusan seperti kamu dimatanya."

Entah ingin marah atau terharu mendengar ucapan Georgio. Ingin marah tapi Georgio memujinya, ingin terharu tapi Georgio juga menghinanya dan memuji Annabella.

"Keluar, aku tidak mau tidur denganmu malam ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!