NovelToon NovelToon
One Piece: Legenda Spider Fruit

One Piece: Legenda Spider Fruit

Status: sedang berlangsung
Genre:One Piece / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Transmigrasi
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Kenji Arashi terbangun di dunia One Piece setelah kematian yang tak masuk akal.
Tanpa sistem, tanpa takdir istimewa, ia justru mendapatkan Buah Iblis Web Web no Mi—kekuatan jaring laba-laba yang memberinya refleks, insting, dan mobilitas layaknya Spiderman.
Di lautan penuh monster, bajak laut, dan pemerintah dunia, Kenji memilih jalan berbahaya: bergabung sebagai kru resmi Topi Jerami, bertarung di garis depan, dan tumbuh bersama Luffy dari awal hingga akhir perjalanan.
Di antara jaring, Haki, dan takdir laut, satu hal pasti—
legenda baru saja di mulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Krisis di Laut

"GOING MERRY!" teriakku dengan panik sambil melihat tiang utama kapal kami terpotong dan jatuh dengan keras ke dek.

CRASH!

Suara kayu yang retak dan teriakan kru dari kapal terdengar jelas bahkan dari kejauhan.

"LUFFY! ZORO! USOPP!" aku berteriak sekeras mungkin.

Mr. 1 berdiri di dek Going Merry dengan pose dingin, tangannya yang masih berbentuk pisau besar berkilauan di bawah matahari.

"Kapal kalian sekarang tidak berguna," katanya dengan suara datar. "Tanpa tiang utama, kalian tidak bisa berlayar. Dan di tengah laut seperti ini... kalian akan mati perlahan."

"BAJINGAN!" aku menembakkan jaring ke arah pulau, siap berayun ke kapal.

Tapi Miss Doublefinger—meskipun terjerat di jaring ku—tertawa. "Kau pikir kau bisa menyelamatkan mereka? Mr. 1 adalah yang terkuat di antara officer agents! Bahkan Mr. 2 tidak bisa mengalahkannya!"

"DIAM!" aku menarik jaring yang menjerat dia, membanting dia ke tanah dengan keras.

WHAM!

Miss Doublefinger mengerang kesakitan tapi masih tersenyum. "Percuma... kalian semua akan mati di sini..."

Aku tidak peduli lagi padanya. Aku harus ke kapal—sekarang!

"SANJI!" teriakku. "JAGA NAMI DAN VIVI!"

"Sudah!" Sanji yang masih bertarung dengan Mr. 2 berteriak balik. "PERGI! SELAMATKAN KAPAL!"

Aku menembakkan jaring ke Going Merry dan menarik diriku dengan kekuatan penuh!

Tubuhku melesat melewati laut dengan kecepatan tinggi. Angin menerpa wajahku dengan keras. Dalam hitungan detik, aku sudah sampai di kapal.

Aku mendarat di dek dengan keras dan langsung melihat kerusakan.

Tiang utama terpotong bersih. Layar robek. Sebagian dek retak karena tiang yang jatuh. Usopp terluka—ada darah di lengannya. Luffy dan Zoro berdiri berhadapan dengan Mr. 1 dengan wajah marah.

"KENJI!" Luffy berteriak saat melihatku. "PRIA INI MERUSAK MERRY!"

"Aku tahu!" jawabku sambil berdiri di samping mereka. "Mr. 1—officer agent terkuat Baroque Works setelah Crocodile!"

Mr. 1 menatap kami bertiga dengan tatapan dingin. "Tiga lawan satu? Tidak adil."

"Adil atau tidak, kami tidak peduli!" Zoro menarik ketiga pedangnya. "Kau merusak kapal kami. Kau akan membayarnya!"

"Coba saja," Mr. 1 mengubah kedua tangannya menjadi pisau besar. "Supa Supa no Mi membuat tubuhku sekeras dan setajam pisau. Serangan kalian tidak akan berguna."

Zoro menyeringai. "Kita lihat saja."

Dia langsung menyerang!

"Oni Giri!"

Tiga pedang Zoro memotong ke arah Mr. 1 dari tiga sudut berbeda!

Tapi Mr. 1 tidak menghindar—dia membiarkan pedang Zoro menghantam tubuhnya!

CLANG! CLANG! CLANG!

Suara logam bertemu logam! Pedang Zoro memantul dari tubuh Mr. 1 tanpa melukai dia sama sekali!

"Apa?!" Zoro terkejut.

"Aku bilang," kata Mr. 1 sambil menyerang balik. "Tubuhku sekeras baja. Pedang biasa tidak bisa memotongku. Sparkling Daisy!"

Tangannya yang berbentuk pisau berputar seperti baling-baling dan menyerang Zoro dengan kecepatan tinggi!

"ZORO!" teriakku sambil menembakkan jaring, mencoba menarik Zoro menjauh.

Tapi Zoro tidak mundur—dia memblokir dengan ketiga pedangnya!

CLANG! CLANG! CLANG!

Percikan api muncul setiap kali pisau Mr. 1 bertabrakan dengan pedang Zoro!

"Kuat!" gumam Zoro sambil menahan serangan. "Tapi... aku tidak akan kalah!"

Dia mendorong Mr. 1 ke belakang dengan kekuatan penuh!

Mr. 1 meluncur beberapa meter tapi langsung mengambil posisi lagi.

"Luffy!" aku berbisik ke kapten kami. "Dia pengguna Buah Iblis Paramecia. Tubuhnya bisa berubah jadi pisau tapi dia tetap manusia biasa—bukan Logia. Serangan tumpul harusnya bisa melukai dia!"

"Mengerti!" Luffy langsung maju. "Gomu Gomu no... PISTOL!"

Tinjunya melesat ke arah Mr. 1 dengan kecepatan tinggi!

Mr. 1 mengubah dadanya menjadi pisau—mencoba memotong tinju Luffy!

Tapi Luffy menarik tinjunya di detik terakhir dan mengubah arah serangan!

"BAZOOKA!"

Kedua tangannya menghantam perut Mr. 1 dengan kekuatan penuh!

WHAM!

Mr. 1 terpental ke belakang, menghantam tiang kapal yang tersisa!

"Berhasil!" teriakku.

Tapi Mr. 1 langsung berdiri lagi, meskipun ada sedikit darah di sudut bibirnya.

"Serangan tumpul... efektif," gumamnya sambil menyeka darah. "Tapi tidak cukup untuk mengalahkanku. Spiral Hollow!"

Tangannya berputar seperti bor raksasa dan dia melesat ke arah Luffy!

Spider Sense berdering keras!

"LUFFY! MENGHINDAR!" teriakku.

Luffy melompat ke samping—bor-tangan Mr. 1 menembus tempat Luffy berdiri dan menciptakan lubang besar di dek kapal!

"Dia merusak Merry lagi!" Usopp berteriak dengan panik. "Hentikan dia!"

Aku menembakkan jaring ke Mr. 1, mencoba mengikat tangannya yang berbentuk bor.

Jaring ku menempel—tapi Mr. 1 hanya perlu memutar tangannya dan jaring ku terpotong!

"Jaring tidak berguna melawanku," kata Mr. 1 sambil menatapku. "Kau bocah laba-laba yang mengalahkan Mr. 3, kan? Sayang. Jaring mu mungkin efektif melawan lilin, tapi tidak melawan pisau."

"Sial!" gumamku sambil menghindar saat dia menyerang ku dengan tangan-pisaunya.

Zoro menyerang dari belakang dengan teknik baru!

"Taka Nami!"

Pedangnya bergerak dengan pola seperti ombak, menyerang Mr. 1 dari sudut yang sulit diprediksi!

Tapi lagi-lagi—pedang Zoro memantul dari tubuh Mr. 1 yang sekeras baja!

"Tidak ada gunanya!" Mr. 1 menyerang balik. "Atomu Supica!"

Seluruh tubuhnya berubah menjadi pisau—dia menjadi manusia-pisau yang berputar seperti tornado!

"MUNDUR!" Zoro berteriak.

Kami semua melompat mundur saat Mr. 1 berputar dengan kecepatan tinggi, memotong semua yang dilaluinya—railing kapal, tiang cadangan, bahkan lantai dek!

Going Merry semakin rusak!

"Kita harus menghentikannya!" teriakku dengan putus asa. "Kalau dia terus merusak kapal, kita tidak akan bisa berlayar ke Alabasta!"

Tapi bagaimana? Jaring ku tidak berguna. Pedang Zoro tidak bisa memotong tubuhnya. Hanya serangan tumpul Luffy yang efektif, tapi Mr. 1 terlalu cepat dan terlalu kuat!

Spider Sense ku tiba-tiba berdering—tapi bukan dari Mr. 1. Dari arah lain.

Aku menoleh dan melihat Robin berdiri di pinggir kapal dengan tenang.

"Robin!" teriakku. "Kau tidak apa-apa?!"

"Aku baik-baik saja," jawabnya dengan santai. Dia menatap Mr. 1 dengan ekspresi yang sulit dibaca. "Mr. 1. Partner ku."

Mr. 1 berhenti berputar dan menatap Robin. "Miss All Sunday. Kau di sini juga."

"Ya," Robin tersenyum tipis. "Dan aku punya pesan dari Boss."

"Pesan?" Mr. 1 mengangkat alis.

"Boss berubah pikiran," kata Robin dengan tenang. "Dia ingin Princess Vivi dibawa hidup-hidup ke Alabasta. Bukan dibunuh di sini."

"Apa?" Mr. 1 menatapnya dengan curiga. "Sejak kapan Boss berubah pikiran? Instruksi terakhir yang kuterima adalah 'bunuh Princess Vivi dan semua yang melindunginya'."

Robin mengeluarkan sesuatu dari sakunya—sebuah Den Den Mushi kecil.

"Kau bisa konfirmasi sendiri dengan Boss kalau tidak percaya," katanya sambil memberikan Den Den Mushi itu ke Mr. 1.

Mr. 1 menatap Den Den Mushi itu lama, lalu menggeleng. "Tidak perlu. Aku percaya padamu, Miss All Sunday. Kau partner langsung Boss. Kalau kau bilang instruksi berubah, berarti berubah."

Dia menatap kami semua dengan tatapan dingin. "Kalian beruntung. Untuk kali ini, aku akan mundur." Dia menatap Going Merry yang rusak. "Tapi kapal kalian sudah rusak. Kalian tidak akan sampai ke Alabasta tepat waktu. Pada saat kalian tiba, semuanya sudah terlambat."

Dengan itu, Mr. 1 melompat dari Going Merry dan berenang kembali ke pulau kecil di mana Miss Doublefinger dan Mr. 2 menunggu.

Kami semua menonton dia pergi dengan waspada.

Setelah memastikan dia benar-benar pergi, Luffy langsung menatap Robin dengan mata serius.

"Robin," katanya. "Kenapa kau menyelamatkan kami?"

Robin tersenyum. "Aku tidak menyelamatkan kalian. Aku hanya menyampaikan instruksi Boss yang sesungguhnya."

"Bohong," kata Zoro dengan tajam, pedangnya masih teracung. "Boss Baroque Works ingin Vivi mati. Tidak ada alasan dia mengubah instruksi sekarang."

Robin menatap Zoro dengan tenang. "Percaya atau tidak, itu terserah kalian." Dia berjalan melewati kami menuju kabin. "Yang penting, kalian masih hidup. Gunakan kesempatan itu dengan bijak."

Setelah Robin pergi, kami semua saling pandang.

"Dia... menyelamatkan kita," gumam Usopp yang masih gemetar. "Tapi kenapa?"

"Tidak penting kenapa," kata Luffy sambil menatap Going Merry yang rusak. "Yang penting sekarang adalah memperbaiki Merry! Usopp! Kau bisa memperbaikinya?!"

Usopp—meskipun terluka dan ketakutan—langsung mengambil peran sebagai ship mechanic. Dia memeriksa kerusakan dengan wajah serius.

"Tiang utama terpotong bersih," katanya dengan nada khawatir. "Ini kerusakan yang sangat parah. Aku... aku tidak tahu apakah aku bisa memperbaikinya dengan peralatan yang ada di kapal."

"Harus bisa!" Nami yang baru saja datang bersama Sanji dan Vivi berteriak. "Kita harus sampai ke Alabasta! Rakyat Alabasta tidak bisa menunggu lebih lama!"

Vivi jatuh berlutut dengan wajah putus asa. "Ini... ini semua salahku... kalau kalian tidak melindungiku, kapal kalian tidak akan rusak..."

"Jangan bicara begitu, Vivi-chan!" Sanji berlutut di sampingnya. "Ini bukan salahmu! Ini ulah Baroque Works!"

"Tapi—"

"Tidak ada tapi!" Luffy berjalan ke depan Vivi dan menaruh topi jeraminya di kepala Vivi. "Kau adalah nakama kami. Dan nakama tidak boleh menyalahkan diri sendiri. Mengerti?"

Vivi menatap Luffy dengan mata berkaca-kaca, lalu mengangguk pelan.

"Baiklah!" Luffy berdiri dan menatap kami semua. "Usopp! Lakukan yang terbaik untuk memperbaiki Merry! Yang lain, bantu dia! Kita akan sampai ke Alabasta, tidak peduli apa yang terjadi!"

"YOSH!" kami semua menjawab bersamaan.

Tapi aku tahu—di dalam hati kami semua khawatir.

Going Merry rusak parah. Waktu terus berjalan. Dan Alabasta semakin dekat dengan perang sipil yang akan membunuh ribuan orang.

Aku menatap tanganku yang gemetar.

"Aku masih terlalu lemah," gumamku dengan frustrasi. "Jaring ku tidak berguna melawan musuh seperti Mr. 1. Aku harus lebih kuat. Aku harus mengembangkan teknik baru."

Zoro yang mendengar gumamku mendekat. "Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, Kenji. Kau sudah bertarung dengan baik. Mr. 1 adalah musuh level berbeda—bahkan pedangku tidak bisa memotong dia."

"Tapi kau akan menemukan caranya, kan?" tanyaku sambil menatap Zoro. "Kau akan menemukan cara untuk memotong baja."

Zoro tersenyum. "Ya. Aku akan menemukan caranya. Dan kau juga akan menemukan cara untuk mengalahkan musuh seperti dia dengan jaring mu. Kami semua akan menjadi lebih kuat."

Kata-katanya memberiku sedikit kelegaan.

Tapi saat aku menatap Going Merry yang rusak dan mendengar Usopp yang bekerja keras untuk memperbaikinya dengan wajah penuh kekhawatiran...

Aku tahu perjalanan kami ke Alabasta baru saja menjadi jauh lebih sulit.

1
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!