NovelToon NovelToon
Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Antagonis
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Drunk Cats

Geun hanya ingin cepat kaya dan hidup nyaman.

Tapi setiap kebohongan kecil dan pertarungan nekat demi uang justru melahirkan legenda baru.

Saat dunia bela diri mulai menyebutnya monster dan iblis, Geun sendiri hanya sibuk mencari kerja dengan bayaran tinggi.

Geun yang awalnya hanyalah pemuda gelandangan yang ingin hidup bebas dan nyaman, namun tanpa sadar meninggalkan jejak yang mengubah dunia bela diri selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drunk Cats, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #22: Perjalanan

Salju badai yang sebelumnya mengamuk di Henan kini telah melunak menjadi hujan salju ringan yang turun dengan malas.

Di jalan raya utama yang menghubungkan Kota Jeokha dengan wilayah tengah, sebuah iring-iringan kecil bergerak dengan kecepatan sedang.

Di tengah formasi pengawal Wudang, terdapat sebuah kereta kuda besar yang terbuat dari kayu yang kokoh, dengan jendela tertutup tirai sutra tebal untuk menghalau dingin.

Di dalam kereta itu, Geun terbaring di atas tumpukan bantal empuk.

Dia merasa hangat, nyaman, aman.

Bagi gelandangan manapun, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

Tapi bagi Geun, ini adalah penyiksaan.

"Bosan..." keluh Geun panjang, matanya menatap langit-langit kereta yang bergoyang pelan.

Dia sudah terbaring dalam posisi yang sama selama enam batang dupa.

Tubuhnya sudah bisa bergerak, meski terasa nyeri. Kalau dia mau, Geun bisa saja berlari sekarang juga. Bagaimanapun Geun sudah merasakan semua kesulitan hidup sebagai masyarakat kelas bawah. Habis dipukuli, tangan patah, badan bengkak, Geun harus terus bekerja besoknya agar bisa cari uang demi makanan.

Hanya saja, dia memilih untuk terus bersikap seperti orang sakit agar bisa terus menikmati segala kemewahan yang diberikan Wudang dan bermalas-malasan.

Dia sekarang terlihat seperti bayi besar yang tidak berguna.

Geun meraba dadanya. Di balik bajunya, kantong uang itu masih ada.

102 Tael Perak. 18 Tael Emas.

Uang yang lebih dari cukup untuk memenuhi hasrat nya berfoya-foya. Jumlah uang yang tidak pernah dia pegang seumur hidupnya.

"Punya uang, tapi nggak bisa jajan," gerutu Geun. "Punya emas, tapi nggak bisa ke rumah bordil." gerutunya pelan.

Di sudut kereta, duduk Jang Min-seok.

Murid muda Sekte Wudang itu duduk bersila dengan punggung tegak, matanya terpejam, sedang bermeditasi melatih teknik pernafasan.

Nafasnya halus, tidak terdengar, seirama dengan guncangan kereta.

Geun menatapnya dengan iri.

"Enak banget jadi praktisi," batin Geun. "Duduk diam saja bisa jadi kuat. Nggak perlu kerja, makan ditanggung sekte, dihormati orang, uang banyak."

Geun tidak sadar dirinya saat ini jika di ukur dari ranah, maka dia sudah lebih kuat daripada senior anak itu, Baek Mu-jin.

Pikiran Geun mulai melayang.

Sejak kejadian di gudang, dia mau tidak mau jadi memikirkan tentang "Dunia Murim".

Tentang Qi. Tentang Dantian. Tentang kekuatan yang bisa menghancurkan batu.

Dia ingat sensasi saat dia menarik paksa energi di gudang itu.

Sakit, memang. Tapi ada momen sepersekian detik di mana dia merasa berkuasa. Dia merasa bisa meremukkan besi dengan tangan kosong.

"Kata Tabib Tua itu, wadahku rusak," pikir Geun. "Sesuatu yang disebut Dantianku pecah. Dan sesuatu yang disebut Meridianku meleleh."

Tapi rasa penasaran manusia terutama manusia yang bosan adalah hal yang berbahaya.

"Masa sih nggak bisa sama sekali?"

Geun melirik Min-seok yang masih memejamkan mata. Aliran energi di dalam tubuh Min-seok, dan energi yang keluar masuk dari tubuhnya terpancar jelas di mata Geun.

"Coba dikit aja. Dikit doang. Cuma buat ngecek."

Geun memejamkan mata.

Dia mencoba mengingat rasa itu. Rasa menarik napas, bukan ke paru-paru, namun ke seluruh pori-pori.

Dia mencoba mengingat kembali sensasi aliran hangat itu.

Geun menarik napas dalam, membuka sedikit katup sarafnya yang biasa dia gunakan untuk memanipulasi tubuh.

Dan dunia langsung menghukumnya.

VZZZT!

Bukan aliran hangat yang masuk.

Tapi rasa sakit yang tajam, panas, dan menyengat.

Seperti ada kawat berduri panas yang ditarik paksa melewati pembuluh darahnya yang sudah rusak.

Geun tersentak. Tubuhnya kejang hebat di atas bantal.

Punggungnya melengkung ke atas. Matanya mendelik ke belakang, dan mulutnya berbusa sedikit.

Jang Min-seok langsung membuka mata, kaget.

"Saudara Geun?!"

Geun tidak bisa menjawab karena dia tidak bisa bernapas.

Paru-parunya terkunci dan jantungnya berdetak tidak beraturan.

deg... deg-deg... diam... deg.

Tubuhnya mengalami Reaksi Penolakan. Sel-sel tubuhnya yang trauma akibat Qi liar sebelumnya kini menolak segala bentuk energi asing. Mereka menutup diri, memblokir aliran darah dan oksigen.

"Mati... bodoh... aku mati konyol lagi..." panik Geun dalam hati.

Dia butuh oksigen tapi diafragmanya kaku.

Dia butuh darah mengalir. Tapi jantungnya mogok.

Dalam kepanikan yang hening karena dia tidak bisa teriak, insting bertahan hidup Geun mengambil alih.

Jika sistem organ tubuhnya yang bisa bergerak otomatis rusak, dia harus menjalankannya secara manual.

Geun memusatkan seluruh kesadarannya dan kendali tubuhnya ke otot perut dan otot-otot halus di sekitar usus.

Dia mulai mengontraksikan perutnya dengan ritme aneh.

Tarik ke dalam sampai menempel tulang belakang, lalu dorong keluar sampai buncit maksimal.

Bukan untuk bernapas, namun untuk memijat organ dalam dengan ototnya sendiri.

Dengan gerakan fisik otot perut itu, dia memaksa diafragma naik turun secara mekanis.

Dia memeras lambung dan livernya untuk mendorong darah agar tetap mengalir ke jantung.

Kruk... Krak...

Suara tulang rusuk dan organ dalam yang bergesekan terdengar mengerikan di dalam kereta yang sunyi.

Napas Geun mulai keluar-masuk, tapi suaranya kasar.

Hhhkkk... Hhhhuuu...

Suaranya seperti pompa tua yang sudah karatan.

Perlahan, kejangnya berhenti.

Wajahnya yang tadi biru mulai kembali pucat.

Jantungnya mulai berdetak lagi, dipancing oleh pijatan organ dalamnya sendiri.

Geun lemas. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya sampai kasurnya basah kuyup.

"Gila..." batin Geun gemetar. "Nggak lagi-lagi. Sumpah. Nggak bakal aku sentuh Qi lagi. Itu racun."

Geun membuka mata, napasnya masih memburu dengan ritme perut yang aneh itu karena dia takut kalau berhenti memompa manual, jantungnya berhenti lagi.

Dia melihat Jang Min-seok menatapnya.

Mata murid muda Wudang itu terbelalak lebar, tidak berkedip.

"Saudara Geun..." bisik Min-seok, suaranya penuh kekaguman yang salah tempat.

Geun ingin bilang "Tolong, panggilin tabib, aku abis kena serangan jantung."

Tapi Min-seok mendahuluinya.

"Itu tadi... teknik pernapasan apa?" tanya Min-seok takjub. "Aku melihat perutmu bergerak seperti ombak lautan. Kau memijat organ dalammu sendiri untuk memutar roda kehidupan tanpa menggunakan Qi sedikitpun?"

Min-seok menelan ludah.

"Itu terlihat sangat... Primal. Kuno. Seperti bayi yang bernapas di dalam rahim, tapi dengan kekuatan besar."

Otak Geun yang lelah cuma bisa bengong. Dia tidak mengerti omongan Min-seok. Baginya Min-seok lagi di fase bodoh.

"Hah? Aku hampir mati, bodoh!" batin Geun.

"Apakah..." Min-seok mendekat, matanya berbinar penasaran. "Apakah itu cara Aliran Bertahan Hidup-mu memulihkan diri? Dengan mengandalkan esensi fisik murni, mengabaikan ketergantungan pada Qi alam?"

Geun menatap wajah polos Min-seok.

Dia terlalu capek untuk menjelaskan kalau dia barusan hampir bunuh diri karena kebodohan diri sendiri.

Jadi, Geun hanya mengangguk lemah, lalu memejamkan mata lagi pura-pura meditasi, padahal mau pingsan.

"Mm," gumam Geun asal. "Namanya... Nafas Iblis Sakit Pinggang. Jangan tanya lagi. Aku mau tidur."

Geun hanya melontarkan omong kosong yang keluar dari pantat nya sendiri.

Jang Min-seok kembali ke tempat duduknya dengan wajah serius. Dia bergumam pelan, mencatat dalam kepalanya.

"Nafas Iblis... Membangkitkan vitalitas dari kehampaan Qi... Ini filosofi yang dalam sekali."

Satu lagi kesalahpahaman tertanam.

1
Riduanmake
bau2 heavenly demon
Noman Me
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!