Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.
Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.
Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.
"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.
"Aku sudah menikah!"
Deg.
Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?
Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 - Di usir lagi
"Sudah berapa kali mama bilang jauhi suami mama tapi kamu selalu saja mendekatinya. Sudah mama bilang jangan balik lagi ke rumah ini tapi kamu malah balik lagi kesini. Mau kamu apa sih, Sha? Mau terus ngikutin jejak mama hah? Mama berkorban demi kamu agar kamu tidak seperti mama tapi kamu tidak menghargai pengorbanan mama. Tolong Sha, tolong kali ini nurut sama mama," lirih mamanya Shakira merasa gagal menjadi ibu. Meski bukan ibu kandung, tetap saja dia yang membesarkannya.
"Sudah berapa kali aku bilang sama Mama kalau aku tidak pernah sedikitpun mendekati laki-laki tua itu. Justru dialah yang selalu mencoba mendekatiku, Mah. Aku terus menghindar darinya tapi Mama terus saja menyalahkan aku, sedangkan aku saja tidak tahu kenapa sikap Mama jadi berubah kasar begini sejak mengenal dia. Apa salahku, Mah? Tamparan ini pun bukan kali pertama yang aku dapatkan dari Mama. SEBENARNYA AKU INI ANAK MAMA ATAU BUKAN?"
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau ia akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari perempuan yang sudah membesarnya. Namun sikap mamanya dari dulu terkesan sangatlah berbeda, tidak seperti seorang ibu pada umumnya yang menyayangi dan merawat anaknya sepenuh hati.
Wanita yang biasa bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadapnya kini malah terlihat seperti orang lain. Mata tajam menyeramkan begitu jelas menatapnya, raut wajah merah dengan amarah sangat dominan tergambar jelas di wajah keriputnya. Aura negatif ia rasakan dari dalam diri ibunya yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Entah setan apa yang merasuki tubuh ibunya, entah terhasut siapa sampai sikap ibunya beda dari biasanya.
Sejak sang ibu mengenal Thomas, sikapnya berubah menjadi kasar, sering marah tidak jelas, sering menamparnya dan selalu saja menyuruhnya pergi tanpa penjelasan yang masuk akal. Semua perlakuan beda dari sang ibu, Shakira rasakan dari sejak sekolah menengah atas hingga ia mencari kenyamanan pada laki-laki yang berhasil mencuri hatinya, sampai ia terbuai bujuk rayu dan menyerahkan apa yang seharusnya ia jaga hanya sebuah kata cinta. Namun laki-laki itu ternyata hanya menjadikannya bahan taruhan saja.
"Kamu memang bukan anak mama Sha, jelas banget mama hanya membesarkan kamu, tapi mama tidak suka kamu bekerja mengikuti mama."
Sekuat tenaga ia membimbing putrinya supaya tidak mengikuti jejak langkahnya, namun sayang seribu sayang, Shakira terjebak dalam pergaulan bebas dan tanpa ia duga putrinya ikut terjun ke dunia malam.
Namun perkataan itu malah menyadarkan Shakira, "ja-jadi aku bukan anak kandung mama?"
"IYA! KAMU BUKAN ANAK KANDUNG SAYA!"
Dan teriakan itu menjadi sebuah ledakan yang mampu menghancurkan hati Shakira Aisha, patas saja sikap mamanya berubah, ternyata dia hanya anak angkat.
Di tengah rasa sakit akibat tamparan dari berbagai pihak, sakit atas kenyataan bahwa ia bukan anak kandung mamanya, Shakira berusaha kuat, berusaha untuk tidak menangis walaupun rasanya ingin menjerit mengeluarkan segala macam beban di dada. Selain tamparan, kenyataan yang baru ia ketahui pun membuatnya bertambah sakit. Lalu siapa orangtuanya? Kenapa mereka tidak mencarinya? Ataukah dia di buang tidak diinginkan?
Ia yang ingin hidup biasa saja nyatanya tidak bisa semenjak masuk ke lingkungan yang tidak seharusnya, ia terpaksa mengubur cita-cita demi bisa bertahan hidup ditengah tekanan dan rasa tak pantas untuk hidup.
"Ya, mama bukan mama kandung kamu, tapi tolong kali ini nurut sama mama. Ikuti saran mama ke suatu tempat, tempat dimana kamu bisa memperbaiki diri dan bisa jadi tempat ternyaman buat kamu kelak. Tempat dimana nanti kamu akan menemukan seseorang, Tolong, Sha."
Shakira mengerutkan keningnya. "Kenapa sih Mama ngotot banget mau kirim aku sesuatu tempat? Aku tuh mau nyari suamiku yang pergi entah kemana, aku gak mau ikut mama." Tidak memperdulikan kenyataan pahit, Shakira tak ingin lagi merengek, nyatanya dia sudah tidak diinginkan oleh mamanya, lebih baik dia mengejar suaminya, hanya pria itu yang ingin menjadi tempat pulang.
"Kalau jodoh tidak akan kemana, mendingan sekarang kamu pergi dari rumah Mama kalau perlu jangan balik lagi kesini. Mama tidak suka."
"Mama ngusir aku dari kehidupan Mama?" Wajah Shakira murung, mamanya selalu saja meminta dia pergi.
"Tentu saja, supaya kamu tidak mengganggu kehidupan Mama dan suami mama." Diah memalingkan wajahnya enggan menatap mata Shakira.
Shakira tersenyum getir. "Sebegitu nya ya aku tidak dianggap ada sama Mama. Aku makin yakin jika aku bukanlah anak kandung Mama. Tapi baiklah, aku akan pergi dari kehidupan Mama supaya Mama bahagia bersama laki-laki pilihan Mama. Kayaknya aku memang tidak pernah diinginkan oleh siapapun, baik orangtua kandungku, mama, maupun suamiku, emang semuanya bukan tentang aku kan?" lirihnya murung, matanya berkaca-kaca, sakit yang ia rasa jika memang itu kenyataannya. Dari dulu dia tidak pernah diinginkan oleh siapapun.
Shakira berdiri, dia memutuskan untuk pergi sesuai janjinya kemarin, tujuannya hanya satu yaitu mencari suaminya.
Tidak ada pergerakan dari Diah, dia hanya duduk tanpa sedikitpun berdiri.
Shakira menoleh ke belakang berharap mamanya mengatakan sesuatu. Masih berada di posisi yang sama, dan itu membuatnya sedikit kecewa. Lalu ia kembali berbalik.
"Tunggu!" Langkah Shakira pun terhenti.
"Pergilah ke kota B, datanglah ke yayasan Nurul Huda. Hanya itu keinginan Mama untuk yang terakhir kalinya sebelum mama meninggal."
Deg.
Shakira tertegun, maksudnya apa bicara seperti itu?
Tangannya di genggam oleh Diah, sesuatu di berikan padanya.
"Apapun yang terjadi mama sayang kamu dan ini pegangan buat kamu. Jangan khawatir, uang ini halal mama dapatkan dari hasil kerja jadi pembantu di orang-orang kaya." Diah memberikan beberapa uang ke Shakira, ada juga secarik kertas berisikan alamat yang harus Shakira tuju.
"Maafkan mama," lalu Diah pergi meninggalkan Shakira sendirian disana.
"Apa ini?" lirihnya tak percaya dengan semua yang terjadi. Ia melihat uang segepok di tangannya dan juga secarik kertas di tangan kirinya.
"Uang lima ratus ribu dan alamat, apa aku harus ke sini? Bandung, alamatnya di bandung."
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.