NovelToon NovelToon
Aku tahu kau selingkuh

Aku tahu kau selingkuh

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Itha Sulfiana

"Tidak semudah itu kamu akan menang, Mas! Kau dan selingkuhanmu akan ku hancurkan sebelum kutinggalkan!"

~Varissa
_____________________


Varissa tak pernah menyangka bahwa suami yang selama ini terlihat begitu mencintainya ternyata mampu mendua dengan perempuan lain. Sakit yang tak tertahankan membawa Varissa melarikan diri usai melihat sang suami bercinta dengan begitu bergairah bersama seorang perempuan yang lebih pantas disebut perempuan jalang. Ditengah rasa sakit hati itu, Varissa akhirnya terlibat dalam sebuah kecelakaan yang membuat dirinya harus koma dirumah sakit.

Dan, begitu wanita itu kembali tersadar, hanya ada satu tekad dalam hatinya yaitu menghancurkan Erik, sang suami beserta seluruh keluarganya.

"Aku tahu kau selingkuh, Mas!" gumam Varissa dalam hati dengan tersenyum sinis.

Pembalasan pun akhirnya dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman

Pandangan orang-orang tertuju kepada seorang wanita seksi yang berjalan tidak seperti biasanya. Langkahnya sedikit pincang. Tidak setegap dan semantap biasanya.

"Apa liat-liat?" dengus Mauren sinis.

Delina, orang yang dia rebut posisinya di perusahaan melengos. Mencolek bahu dua temannya untuk segera menghindar dari perempuan pelakor yang hanya bisa mengandalkan tubuhnya untuk memperoleh tahta dan harta.

"Sana pergi! Dasar orang-orang rendah!" hina Mauren lagi.

Tiga orang karyawati bagian marketing tersebut hanya bisa memendam segala hinaan dalam hati. Tak ada gunanya mencari masalah dengan Mauren karena pada akhirnya mereka yang akan menanggung segala kesalahan.

"Diemin aja!" bisik Delina sambil terus menarik kedua temannya agar segera hilang dari pandangan mata Mauren.

"Kamu nggak ada niat buat sekali-kali ngelawan pelakor itu, Del?" Santi, berucap protes karena kesal.

"Iya, Del! Ngapain juga sih, kamu nggak laporan sama Ibu Varissa aja? Dia kan teman kamu." Dira ikut menyahut.

"Kalian kan tahu, gimana percayanya Bu Varissa sama Pak Erik. Nanti kalau aku ngadu, yang ada malah aku yang kena masalah. Ingat 'kan, apa ancaman Pak Erik ke dulu?" Delina menatap kedua temannya. "Berani buka mulut, berarti siap menghadapi maut."

"Laporin ke Polisi aja. Itu udah termasuk ancaman pembunuhan loh, Del!" Dira mendengus.

"Buktinya mana? Ngelapor juga harus pakai bukti, Dira! Apalagi, yang di lawan itu petinggi perusahaan. Orang banyak uang. Aku yang hanya butiran debu ini, bisa apa?"

Bahu Dira dan Santi kompak merosot. Terdengar helaan putus asa dari keduanya. Delina hanya tertawa. Menggelengkan kepala sambil menuntun dua teman yang selama ini selalu bersamanya saat mengalami kejatuhan karir menuju ke kubikal masing-masing.

"Nggak usah dipikirin! Kan, kata Pak Beni, doa orang teraniaya akan selalu di dengar. Jadi, kita sabar aja. Biarkan karma yang bekerja untuk menghukum si wanita pemuja kasta."

"Wih.... Ucapanmu udah kayak pujangga cinta, Del!" ledek Santi yang lebih dulu sampai di kubikalnya.

"Mungkin aku ketularan sama Pak Beni," jawab Delina.

"Semoga, penyelamat dari kezaliman Pak Erik dan Mauren cepat datang, ya! Ketimbang Delina, Pak Beni jauh lebih kasihan. Beliau nggak diterima kerja dimana-mana setelah dipecat karena faktor usia. Padahal, kerja beliau bagus," harap Santi dengan tampang prihatin.

Delina tersenyum. Mengusap punggung Santi sebelum dia dan Dira berjalan menuju kubikal masing-masing.

Ya, andai tidak memiliki tanggungan seorang Ibu yang harus dia rawat sendirian, mungkin Delina lebih memilih keluar dari perusahaan ketika dia yang saat itu masih menjabat sebagai Sekretaris Erik di turunkan jabatan secara tidak hormat karena dituduh telah mencuri perhiasan Mauren. Tepat dua hari setelah kejadian itu, Mauren mendadak diangkat sebagai Sekretaris baru yang tentu saja membuat hati Delina terluka karena Erik tidak berusaha mencari tahu kebenaran terlebih dahulu. Belakangan, dia dan pegawai yang lain akhirnya tahu kalau ternyata Mauren dan Erik menjalin hubungan terlarang. Dan, segala duduk permasalahan yang menimpanya pun akhirnya mendapat jawaban.

"Kamu kenapa?" tanya Erik kepada Mauren yang tiba-tiba saja menerobos masuk kedalam ruangan dengan tampang yang kacau.

Mauren menatap kesal Erik. Dilemparnya tas mahal miliknya ke atas meja kerja Erik lalu duduk dihadapan pria itu sambil bernafas cepat.

"Kenapa, Sayang?" tanya Erik sekali lagi.

"Aku kecelakaan. Mobilku tabrakan," jawab Mauren.

"Terus, mobilnya gimana?"

Dahi Mauren mendadak terlipat. Matanya melotot ke arah Erik.

"Mas, kok kamu malah cemas sama mobilnya? Kamu nggak khawatir sama aku?" protes Mauren.

Erik menghela nafas. "Aku kan udah lihat kondisi kamu. Setidaknya, kamu masih bisa ngantor, kan? Berarti nggak apa-apa dong!"

Mauren berdiri. Berjalan memutari meja kerja Erik untuk kemudian beralih tempat duduk tepat diatas pangkuan lelaki itu.

"Mas, kaki aku terkilir. Apa kamu nggak khawatir?" tanyanya manja.

Erik mengelus kaki Mauren. "Udah di obatin, kan?"

Mauren mengangguk. "Tapi masih sakit," imbuhnya dengan nada yang terdengar semakin manja.

"Terus, mobilnya gimana?" Erik mengulang pertanyaannya lagi.

"Udah di bengkel. Nanti, biayanya kamu yang bayarin, ya!" bujuk Mauren sambil mengelus wajah sang kekasih.

"Aku lagi nggak punya uang, Sayang! Pakai uang kamu dulu, ya!"

Wajah Mauren merengut. Segera, ia turun kembali dari pangkuan Erik dengan tatapan kesal.

"Lama-lama, uangku juga bakalan habis kalau dipakai terus, Mas. Kenapa sih, kamu nggak minta aja sama istri bodoh kamu itu? Atau, kamu curi aja lagi credit card-nya kayak dulu."

"Kamu pikir semudah itu? Varissa itu lagi marah banget sekarang."

"Marah kenapa? Sejak kapan perempuan bodoh itu bisa marah juga, Mas?" Mauren bersedekap dengan bibir mencebik meremehkan.

"Papa jual restoran yang dikasih sama Varissa. Dan, ternyata orang yang membeli restoran Papa itu udah nipu Papa."

"Kok Papamu bodoh banget, sih?"

Erik terperanjat. Ditatapnya Mauren dengan tajam yang seketika membuat Mauren segera menutup mulut sambil menunduk.

"Maaf, Mas. Aku kelepasan."

Erik mendengus. Sebisa mungkin kekesalan ia redam kembali. Ia tidak ingin memulai pertengkaran dengan Mauren. Cukup dengan Varissa saja dia berselisih saat ini.

TRING!

Satu pesan anonim masuk ke ponsel Mauren.

[Yang tadi hanya peringatan. Jika belum menjauhi Erik juga, maka selanjutnya kamu akan benar-benar mati.]

Setelah membaca pesan itu, Mauren menjatuhkan ponselnya tanpa sadar. Seluruh bulu kuduknya meremang. Kedua tangannya mulai bergetar hebat saat mengingat kembali detail kejadian tadi pagi.

Saat itu, Mauren berkendara seperti biasa menuju kantor. Namun, ditengah perjalanan, remnya tiba-tiba tidak berfungsi yang mengakibatkan kecepatan mobil tidak bisa ia kurangi. Lalu, mendadak sebuah mobil truk dari arah berlawanan datang. Dan, kecelakaan itu akhirnya tak dapat dihindari. Mobil Mauren bertabrakan dengan sebuah minibus saat ia mencoba menghindar dari truk tersebut. Beruntung, ia tak kenapa-kenapa. Hanya terkilir dan luka ringan di bagian kaki.

"Mauren, ada apa?" tanya Erik dengan mata memicing.

Wanita yang ditanya masih berdiri mematung. Erik memutuskan memungut ponsel yang dijatuhkan Mauren. Mencoba mencari tahu apa penyebab sang kekasih tampak begitu syok.

"Ren, ini...,"

"Kamu sekarang percaya aku kan, Mas? Istri bodoh kamu itu benar-benar ingin melenyapkan aku."

Mendengar ucapan Mauren, Erik masih merasa ada sesuatu yang aneh. Jelas-jelas dia sudah memeriksa ponsel Varissa beberapa waktu lalu. Tak ada yang mencurigakan. Namun, pesan yang masuk ke ponsel Mauren juga tampaknya bukan berasal dari orang jauh.

Mencoba menghubungi nomor itu kembali, Erik tak mendapat apa-apa. Nomor itu sekarang tiba-tiba tidak dapat dihubungi.

"Kamu sering dapat pesan ancaman kayak gini?" tanya Erik memastikan.

Mauren menggeleng. "Baru hari ini dan hari ketika aku tabrakan didepan klub."

"Kamu masih ingat wajah orang yang ngancam kamu dihari tabrakan itu?"

Mauren menggeleng. Mustahil dia mampu mengingat ketika saat itu dia sedang dalam kondisi panik dan ketakutan yang luar biasa.

1
Kamiem sag
Retno sekeluarga tidak perlu diberi hati
kita tak lupa kekmana angkuhnya Tika
Kamiem sag
ada ya orang seperti Retno dan Erik
Kristina Sihmirmani
Eric Dan bu Retno mmg nggak ada harga dirinya
Boedi Harjanto Admopradjitno
emang benar yaa, orang miskin itu amat sangat tidak pantas menikah dgn orang kaya, krn orang miskin itu tdk akan pernah bisa menjadi kaya, mereka lebih pantas tetap menjadi miskin.
Kamiem sag
moga Dikta Varisa bahagia
Kamiem sag
Alhamdulillah satu demi satu masslah selesai
moga Dikta pun sembuh jiwanya
Kamiem sag
makin dewasa Varisa
Kamiem sag
sembuhlah Dikta dari masa lalu
Kamiem sag
yaaaaa begitulah adanya
di dunia nyata pun begitu beda orang baik dan orang tolol itu lebih tipis dari kulit bawang
makanya Varisa yg baik jadi nampak tolol
tapi kadang balas dendam terbaik itu degan senyum dan bahagia kita
salam bahagia thor
Kamiem sag
Dikta memang keren
Kamiem sag
selamat jalan papa Harun
Kamiem sag
Astagaaaanagaaaaa...
Astagfirulloh... Mauren..... segitu perkasanya kau sampai semua jantan tak peduli umurnya kau embaaaatt!!!
Kamiem sag
lumayan keren cara Dikta balas dendam pd Mauren
Kamiem sag
Mauren kasihan sekali....
Kamiem sag
wah.... hidup Erik jadi banyak warna dgn istri impiannya yg bahenol dan bohai mana laris manis lagi
Kamiem sag
Astagfirulloh... Erikkkk!!!!
bisanya kau berharap Varisa ngajak rujuk!?!?!? terselip dimana otakmu hah!!?!?!?!?
udahlah Rik gak usah mikirin Varisa!!!
nikmati aja itu istrimu ygbahenol dan bohay serta luarbiasa permainan ranjangnya
Netty Netty
bagus thoorrr
Kamiem sag
Retno memang lemah controlnya
Kamiem sag
kasihan kadihan kasiha si Erik
tapi gakpapalah kan? Erik masih punya perempuan yg sempurna fisiknya dadanya lebih besar dari milih Varisa bokongnya lebih bohay dan ngangkangnya lebih lebar😃😃😃😃
Astagfirulloh
Kamiem sag
dipukul mundur si Erik manusia serakah
benar-benar mundur
(teringat pesan Guru ku " BAHAGIA" itu bukan karena kaya banyak harta bukan karena wajah rupawan dan badan bagus bukan juga karena ilmu yg banyak bukan pula karena cinta dari orang-orang disekitar kuta BAHAGIA itu kalo kita bisa menjalankan peran sesuai status yg kita miliki harta wajah ilmu dan cinta itu hanya peran pendukung itu makanya banyak orang yg cuma bisa makan sekali sehari tapi hidupnya bahagia)
salam Bahagia thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!