NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 CALM MEET CHAOS

Kampus Seorin jarang benar-benar ribut.

Biasanya cuma berisik karena Chaos.

Biasanya juga Calm tinggal menghindar.

Tapi hari itu berbeda.

Hari itu, Calm berhenti diam.

Beritanya nyebar cepet.

Kelompok satu dapat teguran keras.

Nilai ditahan.

Dosen manggil perwakilan.

Dan semua orang tau siapa biangnya.

Geng Chaos.

Di depan gedung fakultas, suasana panas.

Jungkook baru turun tangga waktu Seokjin berdiri tepat di depannya.

“Jeon Jungkook,” kata Seokjin dingin.

“Kita ngomong.”

Jungkook berhenti.

“Iya.”

Geng Chaos otomatis ngumpul di belakang Jungkook.

Geng Calm juga datang satu-satu.

Formasinya jelas.

Dua geng.

Dua dunia.

Taehyung berdiri di samping Seokjin.

Wajahnya datar.

Jaraknya dari Jungkook… jauh.

Dan jarak itu nyakitin.

“Gue mau jelas,” Seokjin buka suara.

“Kalian mau bercanda atau ngerusak?”

Mingyu reflek jawab.

“Gue minta maaf—”

“Bukan lo,” potong Seokjin.

“Gue ngomong ke leader lo.”

Semua mata ke Jungkook.

Jungkook tarik napas.

“Gue salah.”

Sederhana.

Jujur.

“Tapi itu gak cukup,” Seokjin balas.

“Kalian ngelampaui batas.”

Jimin maju.

“Ini beneran gak sengaja—”

“Prank yang direncanakan bukan gak sengaja,” Joshua nyela, masih senyum tapi matanya dingin.

Yoongi menyender ke dinding.

“Dan ini bukan pertama.”

Hoseok menelan ludah.

“Kita gak mikir sejauh itu.”

Taehyung akhirnya angkat suara.

Pelan.

Tapi jelas.

“Kalian gak pernah mikir.”

Sunyi.

Jungkook nengok.

“Dan itu masalahnya,” Taehyung lanjut.

“Gue kira… lo beda.”

Kalimat itu jatuh berat.

Jungkook ngerasa ditonjok tanpa tangan.

“Mulai sekarang,” Seokjin lanjut,

“jaga jarak.”

Mingyu refleks protes.

“Tapi tugas kita—”

“Kelompok dibubarin,” jawab Seokjin.

“Gue udah ngomong ke dosen.”

Jungkook kaget.

“Taehyung—”

Taehyung gak nengok.

“Gue setuju.”

Dan itu keputusan final.

Chaos mulai panas.

“Enak banget ya” Jimin mendengus.

“Sekali ribut langsung ngatur.”

Yoongi nengok tajam.

“Lo mau nambah masalah?”

Mingyu maju setengah langkah.

“Jangan sok dingin—”

“Cukup.”

Taehyung maju.

Pertama kalinya dia berdiri di depan.

“Kalau mau ribut,” katanya datar,

“gue juga bisa.”

Semua terdiam.

Wonwoo melangkah di samping Taehyung.

“Dan kita lengkap.”

Namjoon angkat tangan cepat.

“Stop.”

Semua nengok ke Namjoon.

“Ini kenapa jadi ke mana-mana,” Namjoon bilang serius. “Kita salah. Titik.”

Jungkook mengangguk.

“Iya.”

Dia ngeliat Taehyung.

“Gue gak minta dimaafin sekarang.”

Taehyung akhirnya nengok.

Tatapan mereka ketemu.

Dingin.

Sedikit retak.

“Tapi jangan anggap ini cuma bercanda,” Jungkook lanjut.

“Karena buat gue… ini bukan candaan”

Sunyi lagi.

Seokjin menghela napas.

“Kita pergi.”

Geng Calm berbalik.

Taehyung melangkah pergi.

Satu langkah.

Dua langkah.

Lalu berhenti.

Dia nengok sebentar.

Ke Jungkook.

“Lo bilang mau bikin gue ribut,” katanya pelan.

“Selamat, lo Berhasil.”

Dan dia pergi.

Sore itu, Chaos kalah telak.

Di atap kampus, mereka duduk tanpa suara.

“Gue benci suasana gini,” Seokmin bilang lirih.

“Karena biasanya kita ketawa,” Hoseok nyaut.

Jimin nyender.

“Sekarang gak ada yang lucu.”

Mingyu ngelirik Jungkook.

“Lo mau apa sekarang?”

Jungkook liat langit.

“Gue berhenti jadi Chaos buat dia,” gumamnya.

Namjoon nengok.

“Lo yakin?”

“Gue coba belajar,” Jungkook jawab.

“Kalau mau orang tenang percaya,

lo gak bisa terus ribut.”

___

Malamnya…

Taehyung duduk di balkon asrama.

Seokjin nyender di pintu.

“Lo oke?”

Taehyung ngangguk.

“Terlalu oke.”

“Itu artinya enggak,” Seokjin senyum tipis.

Taehyung liat langit.

“Gue cuma…”

“…kehilangan sesuatu yang belum sempat gue pegang.”

Seokjin terdiam.

Hari itu jadi titik balik.

Chaos kehilangan kebebasan.

Calm kehilangan ketenangan.

Dan di antara dua dunia itu…

Ada perasaan yang belum selesai.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!