NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-26

Namun kepala Hajeera dipenuhi dengan berbagai banyak pertanyaan, entahlah feeling nya terlalu suudzon pada maspupah yang gerak geriknya berbeda dari biasanya.

Tak ingin tahu lebih dalam lagi tentang maspupah, Hajeera mengambil ponsel di sakunya setelah mata pelajaran selesai.

"Jer, ke kantin gak?" tanya Livia

"Gak ah, males gue, males ketemu masyarakat..." jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel ditangan nya.

Livia menarik nafasnya dengan lesu lalu berkata.

"Lagian loh ada ada ajah, muka cantik cantik malah dibuat jelek, gak habis pikir gue..." gerutu Livia menatap sebal wajah Hajeera yang dempul.

"Emang apa sih alesan sebenarnya loh sampe segitunya hah?!" tanya Livia lagi.

"Gak ada alasan apapun, aku hanya tidak ingin para pria sibuk mencari perhatian ku dan para wanita sibuk mencelakai ku... Aku sudah muak hidup seperti itu..." jawab jera tegas dengan penuh keyakinan nya.

"Sampai kapan muka loh mau kayak gini?" tanya Livia yang sudah tahu jelas jawabannya tidak tahu kapan.

"Mungkin nanti setelah ujian Nasional..." jawaban yang melenceng jauh dari perkiraan Livia hingga membuat mata Livia melongo tak percaya.

"Ekhemm .. Apakah harus sampai nanti? Kenapa gak sekarang sekarang ajah,.." ucap Livia lagi.

"Diem gak loh, ngajakin gue ngobrol sekali lagi gue jait mulut kecil loh.." ujar Hajeera dengan nada mengancam yang langsung membuat Livia memegang bibirnya dengan mata syok bulat sempurna.

"Ekhemm... Oke deh, tapi loh lagi ngapain sih dari tadi ribet banget dah?" tanyanya mengintip sedikit ke layar kaca Hajeera yang langsung di tepis ponselnya oleh sang empu pribadi.

"Apaan sih loh!" ujar Hajeera menatap tak percaya pada sosok sahabat nya yang berubah menjadi kepo.

"Loh yang kenapa, dari tadi bulak balik ponsel cuman nyari berita, kagak bakalan ada jer.. Sampe kapanpun kagak bakal ada..." ucap Livia yakin.

"Why?!" tanya Hejera penasaran.

"Yah karena flashdisk nya udah Demian hangusin..." jawaban Livia tentu saja langsung membuat Hajeera melongo tak percaya.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Hajeera dengan nada sedikit memaksa.

Lalu Livia pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, semalam Demian menyuruh sekretaris pribadinya bersama beberapa pengawal untuk mengepung mobil preman yang mengambil keperawanan nya

Baku hantam pun sempat terjadi, hingga akhirnya mereka dapat melumpuhkan para preman yang merupakan anggota pengedar narkoba.

Selain itu Demian pun sudah membungkam beberapa media agar tidak menyebarkan kejadian mereka di dalam club.

"Oh my God, jadi semuanya berkat Demian..." tanya Hajeera tak percaya.

"Yes, malahan dia langsung yang memastikan apa yang ada di dalam flashdisk tersebut karena takut flashdisk yang asli bukan yang mereka bawa...." jawab Livia, Hajeera melotot ia benar benar malu jika Demian benar benar melihat vidionya.

"Tapi ngomong ngomong Liv, kok Luh enggak merasa bersalah banget sih dengan kejadian semalam?" tanya Jera tak habis pikir dengan Livia yang masih bisa tersenyum lebar.

Livia tertunduk lesu dengan wajah termenung, ia bukan tak merasa bersalah dalam lubuk hatinya ia sangat menyesal dan cukup malu jika berhadapan lagi dengan kedua temannya, namun apalah daya ia rela tak tahu malu dibanding kehilangan kedua temannya.

"Bercanda Liv, lain kali jangan ngelakuin hal tanpa koordinasi sama kita dulu..." ucap Hajeera lembut mengusap pundak Livia dengan penuh kelembutan, Livia merasa terharu dengan tindakan temannya yang menurutnya sangat dewasa di saat usianya yang masih muda.

"Jer, loh kok masih mau sih temenan sama gue?" tanya Livia matanya memerah dengan bendungan air mata di pelupuk matanya.

"Why? Apakah aku harus meninggalkan mu hanya karena kamu melakukan kesalahan? Kamu adalah temanku dan aku tidak ingin kehilangan apapun lagi..." jawab Hajeera, ucapannya penuh makna yang sangat dalam menyembunyikan jauh di lubuk hatinya ia sangat kesepian.

"Tapi jer, gue temen biadab, gue juga gak suci, gue gak pantes buat loh jadiin temen, apa loh gak malu kalo orang orang tahu tentang gue?" air mata Livia luruh tanpa bisa dibendung lagi, ia menangis tersedu-sedu menyesali perbuatannya sekaligus terharu dengan sikap yang diambil sahabat nya.

"Kenapa emang kalo punya temen pada biadab, pada gak suci? Itu urusan loh sama tuhan, tapi tindakan loh salah besar itu zinah dan gue sangat kecewa dengan tindakan loh saat itu, tapi aku bangga kamu masih mau melanjutkan hidup, untuk itu rebuslah kesalahan mu pada tuhan selagi tuhan memberimu kesempatan dengan berumur panjang..."

Livia mengangguk mendengarkan nasehat yang diberikan Hajeera, tak munafik ia memberikan tubuhnya pada seseorang yang bukan mahramnya adalah perbuatan dosa dan itu merupakan zinah yang pastinya sangat sulit menerima ampun dari tuhan, tentang ia melakukan nya demi menyelamatkan keluarganya mungkin terdengar baik karena membantu perekonomian keluarga nya namun jauh dari sisi lain itu tetap salah, dosa nya sangat panjang jika diberuntunkan, aku menyelamatkan ekonomi keluarga ku dengan cara zinah yang artinya dosa maka bukanlah selanjutnya hasilnya tetap dosa?.

Aku sadar, harusnya aku meminta nikah kontrak saja sebelum menyerahkan kesucian ku, namun apa daya saat itu tidak ada pilihan ke sana. Memilih tak berbuat apapun, ayahnya bisa masuk penjara, dan ibunya tidak bisa melanjutkan pengobatan nya karena bisnis ayahnya yang jelas sudah tidak bisa menghasilkan uang, jika nikah kontrak saja hanya untuk satu malam, tetap dosa karena mempermainkan pernikahan, tidak mempermainkan pernikahan dan langsung melakukan hubungan intim demi mendapatkan pertolongan tetap dosa.

Ibarat maju,mundur,terbang, menggelinding semuanya salah. Ternyata benar semua pilihan pasti ada konsekuensinya dan Tidka memilih pun ada konsekuensinya

Padahal jika saat itu mereka bersyukur dengan keadaan mereka yang mungkin pas Pasan, ia Tidka mungkin melakukan dosa besar dalam hidupnya, namun namanya juga manusia tempat nya melakukan khilaf, aku mengakui tindakan ku salah.

Ya Allah terimakasih atas umur dan kesehatan yang masih engkau berikan saat hambamu telah melakukan dosa besar ini, terimakasih karena telah memberiku kesempatan untuk menebus dosaku kepadamu dengan engkau memberiku umur panjang dan sehat badan.

Tak terasa jam sekolah sudah selesai, Hajeera pergi ke tempat les diantar oleh sopir taksi yang sudah ia pesan.

Tangannya sedari tadi memainkan ponsel namun maju mundur antara mengajak Demian bertemu atau tidak, ia ingin mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan hidupnya.

Mobilpun mulai melaju perlahan dengan kecepatan sedang namun tiba tiba ada sebuah mobil ugal ugalan yang datang dari arah berlawanan dengannya, sopir pun membanting setir ke samping untuk menghindari kecelakaan.

Ckitttttttt

Huftttttt

"Demian! Bisa kita bertemu malam nanti?"

Tingg...

"Ah sial, malah langsung terkirim..." umpat Hajeera yang malah fokus pada notifikasi di ponselnya.

"Maaf nona, di depan tadi ada mobil ugal ugalan..." ucap sang sopir sedikit ketakutan dengan nada suara yang bergetar.

1
yumi chan
thor jgn smpk hadjira sm demian thor
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Kanza: terimakasih bunda sudah mau meninggalkan jejak untuk menyemangati saya, dukung terus yah Bun❤️
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!