NovelToon NovelToon
Gue Jadi Figuran?

Gue Jadi Figuran?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Angst / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Wanita
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Seyra Avalen, gadis bar-bar yang hobi balapan liar tak pernah menyangka jika kejadian konyol di hidupnya justru membuat dia meninggal dan terjebak di tubuh orang lain.

Seyra menjadi salah satu karakter tidak penting di dalam novel yang di beli sahabatnya, sialnya dia yang ingin hidup tenang justru terseret ke dalam konflik para pemeran utamanya.

Bagaimana Seyra menghadapi kehidupan barunya yang begitu menguras emosi, mampukah Seyra menemukan happy ending dalam situasinya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Seyra merasa wajahnya memanas, dan dia berusaha untuk tidak terlihat terpengaruh oleh omongan pacarnya itu. "Lo terlalu percaya diri, Ar."

Arthur tersenyum lebar. "Jelas, buat dapatin hati lo gue harus ekstra percaya diri. Kalau nggak kayak gitu, gimana gue bisa bikin lo suka sama gue."

Seyra menggelengkan kepalanya pelan, dia menutup kotak obat dan menjawab ucapan Arthur, "Modus."

"Siapa yang modus? Gue bicara apa adanya kok." Arthur membalas, nada suaranya menggoda Seyra.

"Jangan kepedean, nanti nggak sesuai harapan baru tahu rasa." Seyra beranjak dari sofa menuju lemari untuk mengembalikan kotak obat.

Arthur terdiam, dia bisa merasakan dinding yang di bangun gadis itu semakin tinggi. Seakan gadis itu menolak kedatangannya, namun hal tersebut justru membuat Arthur semakin penasaran dan ingin merobohkan dinding pembatas tak kasat mata di antara mereka.

"Ayo pergi, bentar lagi acaranya di mulai." Ajak Seyra begitu melihat jam di tangannya.

"Oke," Arthur beranjak dari sofa.

Dia mengekori Seyra menuju garasi, dan mengeluarkan motornya. Sesaat Arthur terdiam, dia menyentuh dadanya yang sejak tadi terus menerus berdegup kencang.

"Sial, gue kanapa sih?!" gumamnya kesal.

***

Area balapan malam ini mulai ramai, para peserta sudah standby di garis star termasuk Seyra yang akan menaklukan jalanan kota malam ini. Gadis itu mengamati para peserta lain, dan tatapannya terkunci pada sosok Max yang berada di sebelahnya.

"Loh, dia Max?" gumam Seyra.

Dari ingatannya, Max adalah figuran yang mencintai Seyra. Lebih tepatnya cinta sepihak, karena dari narasi yang dia baca Seyra tak pernah memberinya kesempatan kedua setelah pemuda itu menolak perasaannya dulu.

Entah hal apa yang membuat pemuda itu jadi menyukainya setelah masuk SMA, bahkan ketika Max tahu dia sudah berpacaran dengan Arthur pemuda itu masih saja mencari masalah dengan Arthur.

Pemuda itu mengerling genit di balik helm full face, berharap Seyra akan meresponnya. Akan tetapi, gadis itu tetap acuh tak acuh bahkan tak menganggap Max itu nyata.

"Sialan!" umpat Max saat sadar jika dirinya di abaikan. "Gue pasti bisa dapatin lo, Sey."

Suara sorakan mulai terdengar menggaungkan nama Max dan juga Ozil, malam ini lawan Seyra adalah mereka berdua serta beberapa anak baru yang ikut memeriahkan suasana. Jelas sekali kalau Max dan Ozil sudah sering melakukan balapan seperti ini.

Sedangkan Arthur, pemuda itu tidak ikut sebab luka di lengannya cukup parah. Dia hanya bisa mengamati pertandingan ini, sambil menahan gejolak amarah saat melihat Max mencoba menggoda pacarnya meski jelas sekali Seyra mengabaikan pemuda itu.

Seyra menahan napas, mencoba fokus pada lintasan balap yang membentang di depannya. Suara bising dari penonton semakin menggema, menciptakan atmosfer yang penuh ketegangan.

Di sisi lain, Arthur menggigit bibirnya. Melihat Seyra bersikap tenang dan percaya diri membuatnya merasa bangga sekaligus cemas di waktu yang bersamaan.

"Tenang aja, Ar. Cewek lo bukan cewek baperan, dia nggak bakal ladenin si Max bajingan itu." Seru Galen mencoba menenangkan sahabatnya.

Jazi yang berada di sebelah Galen mengangguk setuju, "Bener, dia itu kayak es. Sama lo aja nggak ada bapernya, apa lagi sama Max yang dari segi wajah masih di bawah lo."

"Setuju, lo nggak usah gelisah kayak gitu. Duduk aja, doain supaya cewek lo menang." Imbuh Raga, pemuda itu sedang menonton sambil memakan camilan.

Arthur terdiam, dia membenarkan semua perkataan sahabatnya. Namun, perasaan cemas masih membayangi pikirannya. Arthur takut jika Seyra terluka akibat balapan malam ini.

Ketika bendera start di kibarkan, Seyra merasakan adrenaline mengalir dalam darahnya. Dia menekan gas, dan motornya melesat ke depan, meninggalkan suara sorakan penonton di belakangnya.

Di depan, Max dan Ozil berusaha mempercepat, tetapi Seyra sudah mempersiapkan strategi. Dia tahu bahwa kecepatan saja tidak cukup, dia harus cerdas mengambil setiap tikungan, agar bisa mendapatkan peluang menang lebih besar.

Dalam balapan yang penuh ketegangan itu, Seyra merasakan kehadiran Max di dekatnya. Dia berusaha untuk tidak terpancing, tetapi setiap kali Max mendekat, dia bisa merasakan tatapan tajamnya yang seperti menghunus dirinya.

"Sey, lo tangguh juga, ya! tapi, malam ini lo bakal menyesal karena nolak gue selama ini!" teriak Max sambil melaju di sampingnya.

Seyra tak merespon, dia tetap fokus pada jalan di depannya. Sebelum mengambil posisi lebih baik di tikungan berikutnya. Suara mesin motor dan teriakan penonton membaur menjadi satu, menciptakan simfoni yang hanya bisa di pahami oleh para pembalap.

Namun, tanpa di duga rem motornya mendadak blong. Padahal Seyra yakin motornya masih baik-baik aja sewaktu keluar dari rumah. Tadi dia hanya tinggal sebentar ke toilet saat baru sampai di arena, dan sepertinya rem motornya sudah di sabotase. Ketika tikungan tajam sudah berada di depan matanya, Seyra tak punya pilihan lain kecuali mengambil resiko terburuk.

Dia memutuskan untuk menurunkan berat badan dengan membungkuk lebih rendah, memaksimalkan aerodinamika motornya.

"Ini bukan akhir buat gue!" gumamnya dalam hati. Dengan cepat, ia mencari celah di antara motor-motor lain yang melaju kencang.

Seyra melihat ke cermin spion, melihat Max yang berusaha mendekat. Di saat bersamaan, tikungan sudah di depan mata, dan jalanan tampak semakin sempit.

Dalam sekejap, ia mengambil keputusan berani. Dengan penuh keyakinan, ia mengubah arah, memanfaatkan celah yang ada di antara dua pembalap lainnya.

Meski motornya meluncur dengan kecepatan tinggi, Seyra tetap tenang. Ia mengingat semua latihan dan teknik yang telah ia pelajari.

Menyadari bahwa rem benar-benar tidak berfungsi, ia beralih ke teknik lain. Ia mulai menggunakan bodyweight untuk memperlambat laju motornya, mengandalkan gaya gesekan dan momentum.

Saat ia memasuki tikungan, semua perhatian terfokus padanya. Penonton bersorak, dan di tengah kerumunan, ia melihat wajah-wajah yang penuh harapan dan ketegangan.

Suara panitia menggema, membuat Ashton dan para sahabatnya terkejut mendengar kabar jika motor Seyra mengalami masalah.

Arthur berdiri, dia berniat pergi namun Galen menahannya. "Ar, lo mau kemana?"

"Gue harus susulin Seyra, Gal." Seru Arthur panik.

Galen menggeleng, "Nggak, lo tau peraturannya, kan? penonton di larang masuk area balapan, Ar."

"Tapi cewek gue dalam bahaya!" sentak Arthur marah.

"Gue tahu, tapi kalo lo gegabah Seyra bisa dalam masalah, lo mau itu terjadi hah?!" sahut Galen tak kalah kesal.

Arthur terdiam, Galen menepuk pundak pemuda itu pelan. "Gue yakin dia bakal baik-baik aja, cewek lo itu cerdik dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Kita tunggu aja di sini."

Arthur menghela napas kasar dan kembali tenang, meski begitu pandangannya selalu tertuju pada sirkuit menunggu kedatangan Seyra yang tak kunjung muncul.

Sementara itu, kini tangan kanan Seyra tetap memegang gas sementara kaki kirinya menjejakkan ke aspal untuk menstabilkan motor. Segera setelah melewati tikungan, Seyra merasakan angin menerpa wajahnya. Dia berhasil!

"Huh akhirnya aman juga." Gumam Seyra lega.

1
CaH KangKung,
👣👣
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut Thor, seru and Semangat 💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
lanjut Thor, seru and semangat 💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
lanjut thor, and semangat
Wahyuningsih
q mampir thor, mga2 critanya bagus bla perlu dot bonus ruang dimensi atau sistem buar mkin sru
Zee✨: bsk deh kalo udah bisa wkwk harus belajar cara nulisnya dulu klo sistem kak wkwk
total 1 replies
Aria Sabila
hadir
Mey Abimanyu
sering typo penyebutan nama ya kak .. Nino jadi nini😂
Zee✨: wkwk iya kak, padahal udh bolak balik revisi masih aja typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!