NovelToon NovelToon
Sistem Penghancur - Kebangkitan Pecundang

Sistem Penghancur - Kebangkitan Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Sistem / Mafia / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Kenzo Banyu Samudera adalah anak tiri dari keluarga konglomerat, hidup sebagai pecundang yang dihina, disiksa, dan dibuang. Lemah, cupu, dan tak pernah melawan—hingga suatu malam ia nyaris mati bersimbah darah. Namun kematian itu justru menjadi awal kebangkitan.
Kesadaran Bayu Samudra, petarung jalanan miskin yang tewas dalam pertarungan brutal, terbangun di tubuh Kenzo. Bersamaan dengan itu, sebuah Sistem Pemburu aktif di kepalanya. Kebangkitan ini bukan hadiah. Keluarga Kenzo memfitnah, menghapus identitasnya, dan mengusirnya dari rumah.
Dari jalanan kumuh, Bayu merangkak naik. Tinju jalanannya berpadu dengan kecerdasan Kenzo dan kekuatan sistem. Perlahan ia membangun kerajaan bayangan bisnis legal di permukaan, mafia di balik layar. Namun sisa memori Kenzo menghadirkan luka, kesepian, dan konflik batin.
Di antara dendam, cinta, dan kegelapan, Bayu harus memilih: menjadi monster penguasa, atau manusia yang masih mengingat rasa kalah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: JEBAKAN MAUT DI GUDANG

#

Keesokan pagi. Bayu, Tekong, dan Maya bersiap pindah dari gudang pelabuhan. Mereka kumpulin barang-barang penting. Laptop. Harddisk. Senjata. Uang.

"Gue panggil yang lain dulu," kata Bayu sambil telepon Wahyu. "Kita butuh bantuan buat angkut barang."

"Oke. Gue sama Budi kesana sekarang," jawab Wahyu.

Lima belas menit kemudian, van tua masuk area pelabuhan. Wahyu nyetir. Budi di sampingnya.

Mereka parkir di depan gudang. Turun.

"Pagi, Bos," sapa Wahyu sambil angkat tangan.

Bayu mengangguk. "Pagi. Bantu angkut barang ke van. Kita harus cepet. Raka udah tau lokasi kita."

"Siap."

Mereka semua masuk ke gudang. Mulai angkut kardus. Tas. Peralatan.

Tapi pas Bayu mau keluar terakhir kali...

KLANK!

Suara besi keras. Pintu gudang langsung nutup sendiri. Dari luar. Terkunci otomatis.

"APA?!" Bayu langsung lari ke pintu. Coba buka. Nggak bisa. Terkunci rapat.

Tekong ikut coba. Tendang keras. Nggak bergerak.

"SIAL! Ini dikunci dari luar!"

Maya langsung panik. "Jebakan?! Ini jebakan?!"

Lalu... terdengar suara.

Tick. Tick. Tick.

Suara jam. Mekanik. Dari dalam gudang.

Bayu menoleh. Lihat ke sudut gudang.

Di sana... kotak hitam. Kabel merah keluar. Layar digital menyala.

04:59

04:58

04:57

"BOM!" teriak Bayu. "INI BOM!"

Semua orang langsung panik. Berlari ke pintu. Pukul-pukul. Tendang.

Tapi pintu nggak goyang.

"MAYA! ADA CARA LAIN KELUAR?!" teriak Bayu.

Maya lihat sekeliling. "Jendela! Ada jendela di atas!"

Dia nunjuk jendela kecil di dinding. Tinggi. Sekitar lima meter dari lantai.

"TERLALU TINGGI!" teriak Budi.

"TUMPUK KARDUS! CEPET!" perintah Bayu.

Mereka semua langsung bergerak. Tumpuk kardus jadi tangga darurat.

04:12

04:11

04:10

Waktu terus jalan. Cepat.

Wahyu naik duluan. Sampai atas. Coba buka jendela.

"DIKUNCI JUGA!"

"PECAHIN!" teriak Tekong.

Wahyu pukul kaca jendela pakai siku. BRAKK! Kaca pecah. Tapi nggak cukup besar buat lewat.

Dia pukul lagi. Lagi. Lagi.

03:45

03:44

Kaca makin pecah. Lubang makin besar.

"CUKUP! KELUAR SEKARANG!" teriak Bayu.

Wahyu keluar duluan. Susah. Badannya gede. Tapi berhasil.

"MAYA! LU DULUAN!"

Maya naik cepat. Keluar lewat jendela. Wahyu bantu tarik dari luar.

"TEKONG!"

Tekong naik. Keluar.

"BUDI!"

Budi naik. Tapi pas mau keluar...

Kardus di bawahnya roboh.

"AAAHH!"

Budi jatuh. Keras. Punggungnya bentur lantai beton.

"BUDI!" teriak Bayu.

03:01

03:00

02:59

Tinggal tiga menit!

Bayu lari ke Budi. Bantu dia berdiri.

"Gue... gue nggak bisa jalan... kaki gue..." Budi meringis kesakitan.

"GUE GENDONG LU! CEPET!"

Bayu gendong Budi di punggung. Naik kardus yang udah berantakan.

Susah. Berat. Kardus goyang-goyang.

02:30

02:29

"BAYU! CEPET!" teriak Tekong dari luar.

Bayu sampai atas. Dorong Budi keluar duluan. Tekong dan Wahyu tarik.

Lalu Bayu ikut keluar.

Tapi...

02:15

02:14

Mereka semua lari. Menjauh dari gudang.

Tapi baru sepuluh meter...

PINTU GUDANG TERBUKA PAKSA!

BRAKK!

Dari dalam, lima orang keluar. Bersenjata. Seragam hitam. Wajah tertutup masker.

Anak buah Raka.

"TEMBAK MEREKA! JANGAN SAMPE KABUR!" teriak salah satunya.

DOR! DOR! DOR! DOR!

Peluru berterbangan.

"BERLINDUNG!" teriak Bayu.

Mereka semua berlindung di balik kontainer besi.

01:45

01:44

Bom masih jalan!

"GUE HARUS BALIK! MATIIN BOM ITU!" teriak Bayu.

"LU GILA?! WAKTUNYA NGGAK CUKUP!" teriak Tekong.

"KALAU MELEDAK, SELURUH AREA INI HANCUR! TERMASUK KITA!"

Bayu keluar dari balik kontainer. Lari balik ke gudang.

DOR! DOR!

Peluru kejar dia. Satu nyaris kena kaki.

Dia masuk gudang lagi. Lari ke bom.

01:20

01:19

Bayu lihat bom itu. Kabel merah. Biru. Kuning. Hijau.

"Sial... gue nggak tau cara matiin bom..."

Tangannya gemetar. Keringat bercucuran.

Lalu... suara sistem.

**[DETEKSI BOM AKTIF]**

**[SISTEM DAPAT MEMBANTU MEMATIKAN]**

**[IKUTI INSTRUKSI]**

"CEPET! KASIH TAU GUE!" teriak Bayu.

**[POTONG KABEL BIRU. LALU KABEL HIJAU. LALU TEKAN TOMBOL MERAH DI TENGAH]**

Bayu ambil pisau kecil dari saku. Tangan gemetar.

Potong kabel biru. KLIK.

01:05

01:04

Potong kabel hijau. KLIK.

00:58

00:57

Tekan tombol merah.

BEEP!

Countdown berhenti.

00:42

Nggak jalan lagi.

"BERHASIL!"

Bayu lari keluar gudang.

Tapi lima anak buah Raka masih di luar. Masih nembak.

Tekong dan Wahyu nembak balik. Dua anak buah Raka jatuh. Mati.

Tiga lagi masih bertahan.

Bayu keluar dari gudang. Pistol di tangan.

DOR! DOR! DOR!

Tiga tembakan. Tiga kepala tembus peluru.

Semua jatuh.

Hening.

Bayu berdiri di tengah. Napas ngos-ngosan. Pistol masih teracung.

"Selesai..." gumamnya pelan.

Tekong mendekat. "Lu gila. Tapi... berhasil."

Maya keluar dari balik kontainer. Memeluk Bayu dari belakang. "Jangan lakuin lagi... kumohon..."

Bayu nggak jawab. Cuma megang tangan Maya yang memeluknya.

Lalu... Wahyu teriak.

"BUDI! BUDI KENAPA?!"

Mereka semua lari ke Budi yang tergeletak di tanah.

Darah mengalir dari perutnya. Banyak.

"Gue... gue kena peluru..." kata Budi lemah.

"BERTAHAN! GUE BAWA LU KE RUMAH SAKIT!" teriak Wahyu.

Tapi Budi menggeleng. "Nggak... nggak akan sempet..."

Napasnya makin lemah.

"Bayu... maafin... gue nggak bisa... lanjutin..."

Bayu berlutut. Pegang tangan Budi. "Jangan ngomong gitu! Lu bakal selamat!"

Budi tersenyum lemah. "Uang... uang yang lu kasih... kirim ke keluarga gue ya... anak gue... masih kecil..."

Air mata keluar dari mata Bayu. "Gue janji... gue akan kasih lebih banyak... buat anak lu sekolah sampai kuliah..."

Budi tersenyum. "Makasih... Bos..."

Napasnya berhenti.

Matanya menutup.

Tangan yang dipegang Bayu... jatuh lemas.

Hening.

Bayu menatap wajah Budi yang udah tenang. Nggak ada lagi rasa sakit.

"Budi..." bisik Bayu gemetar.

Wahyu menangis. Sari yang ikut datang terlambat juga nangis. Tekong menatap kosong. Maya menutup mulut, nahan isak.

Bayu berdiri pelan. Menutup mata Budi dengan tangan.

"Maafkan gue... gue... gue nggak bisa lindungi lu..."

Lalu... sistem muncul lagi.

**[ANGGOTA TIM TEWAS: BUDI]**

**[MISI DARURAT AKTIF]**

**[BUNUH RAKA SAMUDERA DALAM 7 HARI]**

**[KEGAGALAN: SEMUA ANGGOTA TIM MATI]**

**[HADIAH: KEMAMPUAN PEMBUNUH SENYAP MAKSIMAL + 5000 POIN]**

Bayu membaca pesan itu. Tangannya mengepal kuat. Kuku menancap di telapak sampai berdarah.

"Tujuh hari..."

Dia menatap ke arah kota. Ke arah mansion Samudera.

"Raka... lu bunuh Budi. Lu coba bunuh kita semua."

Kemarahannya meledak.

"GUE AKAN BUNUH LU! DENGAN TANGAN GUE SENDIRI!"

Teriakan itu bergema di pelabuhan sepi.

Dan malam itu...

Mereka kubur Budi di pinggir pelabuhan. Nggak ada nisan. Cuma tumpukan batu.

Bayu berdiri di depan kuburan itu. Menatap lama.

"Istirahat dengan tenang, Budi. Gue akan balikin dendam lu."

Dan perang...

Bukan lagi soal uang.

Bukan lagi soal kekuasaan.

Ini... personal.

1
REY ASMODEUS
mantap
aa ge _ Andri Author Geje: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!