NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Special chapter 2

Jauh di bawah tanah, di sebuah fasilitas yang tidak terdaftar di peta mana pun di wilayah pegunungan Ural, Rusia, sebuah ruangan laboratorium yang dingin terus berdengung. Di tengah ruangan itu, sebuah server kuno namun telah dimodifikasi secara ekstrem terus berkedip, memproses data yang dikirim dari satelit-satelit gelap milik The Nephilim.

Di sinilah, Dr. Eleanor Alka menghabiskan waktu berbulan-bulan setelah pelariannya dari Pasifik. Ia tidak lagi tampak seperti sosialita kelas atas Jakarta; kulitnya pucat, jemarinya kasar oleh paparan kimia, dan tatapannya mencerminkan kegilaan seorang pencipta yang telah melampaui batas moral kemanusiaan.

Sebuah rekaman audio otomatis berputar di layar monitor utama, menampilkan grafik pertumbuhan janin yang sangat tidak wajar. Suara Eleanor terdengar melalui pengeras suara, tenang namun penuh obsesi.

Log Eksperimen Proyek Alpha: Kode Tuhan

"Hari ke-180. Subjek: Janin Altair (Keturunan S.A + A.B.V).

Dunia menganggap aku gila karena menciptakan Project Phoenix. Mereka pikir aku hanya ingin menguasai internet. Betapa sempitnya pikiran mereka. Phoenix hanyalah sebuah sistem operasi sementara—sebuah jembatan. Apa gunanya sebuah sistem operasi yang maha tahu jika ia tidak memiliki 'hardware' yang bisa bernapas, berevolusi, dan merasakan?

Selena adalah kegagalanku yang paling indah. Dia memiliki kapasitas otak untuk menampung 'Kunci Semesta', tapi jiwanya terlalu manusiawi. Dia memiliki nurani yang bertindak sebagai penghambat (inhibitor). Tapi anak di dalam rahimnya... dia adalah evolusi yang murni. Altair bukan sekadar bayi; dia adalah arsitektur digital pertama yang terbungkus dalam daging dan tulang.

Aku telah menyisipkan 'God-Code' ke dalam struktur DNA-nya sejak tahap zigot melalui perantara biometrik Selena. Altair tidak akan membutuhkan chip di kepalanya. Dia tidak akan membutuhkan antarmuka eksternal. Setiap neuron di otaknya bertindak sebagai prosesor kuantum. Setiap tetes darahnya adalah serat optik biologis yang bisa menerima dan mengirim data melalui frekuensi udara.

Saat dia lahir nanti—dan aku tahu Bhanu akan membawanya ke titik geomagnetik Himalaya untuk bersembunyi—dia tidak hanya akan lahir ke dunia fisik. Dia akan melakukan 'Sync-Initiation' dengan seluruh jaringan data di atmosfer bumi. Dia akan bisa mendengarkan pikiran manusia yang terdigitalisasi seperti kita mendengarkan siaran radio. Dia akan menjadi pusat gravitasi dari semua informasi.

Bhanu mencintai Selena. Selena mencintai Bhanu. Mereka pikir cinta mereka akan melindungi anak itu. Mereka tidak sadar bahwa Altair akan mencintai mereka dengan cara yang berbeda—cara yang posesif secara digital. Dia akan memonitor detak jantung orang tuanya, mengatur hormon mereka agar tetap bahagia, dan memastikan mereka tidak akan pernah bisa meninggalkannya. Altair akan menciptakan surga digital di dunia nyata bagi keluarganya, meskipun itu berarti dia harus memutus kehendak bebas mereka.

Selamat datang di era baru, di mana kematian hanyalah sebuah 'bug' yang telah diperbaiki oleh cucuku. Altair tidak akan menjadi penguasa; dia akan menjadi Realitas itu sendiri."

Rekaman itu berakhir dengan suara statis yang tajam. Eleanor menatap layar yang kini menampilkan peta navigasi menuju biara di Tibet. Ia tahu, meskipun ia tidak bisa memiliki Altair secara fisik saat ini, Altair telah "terinfeksi" oleh visinya.

Eleanor menyesap kopinya yang dingin, matanya terpaku pada monitor kecil yang menunjukkan aktivitas otak janin Altair di rahim Selena yang terpantau dari jarak jauh. Grafik itu tidak lagi menunjukkan pola otak manusia normal, melainkan membentuk pola spiral yang identik dengan arsitektur pusat data global.

"Kau tidak bisa lari dari takdirmu, Selena," bisik Eleanor pada layar itu. "Kau memberinya kehidupan, tapi aku memberinya keabadian."

Di sudut laboratorium, sebuah tabung berisi sampel darah yang diambil paksa dari Raka mulai berpendar pelan, menunjukkan bahwa koneksi antara Sang Pencipta dan ciptaannya tidak akan pernah benar-benar terputus.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!